
Hari libur semester telah lewat, Tasmapuja tidak punya uang untuk membawa liburan istrinya ke tempat yang mahal, dia cukup membawa istrinya ke tempat yang murah dan dekat.Dia ingin melihat istrinya berlibur seperti teman-teman sejawatnya, apalagi istrinya masih depresi gara-gara perbuatannya.Dia bingung mau bagaimana lagi menghibur istrinya agar tidak depresi dan tidak kecewa.Dia usahakan setiap mendapatkan uang hasil kerjanya, dia berikan pada istrinya langsung.Dia selalu ingin mengajak istrinya pergi kemanapun dia pergi kecuali untuk bekerja.Tasmapuja ingin selalu berdampingan sehingga orang-orang sekitar menganggap Karmila dan Tasmapuja keluarga harmonis.Tasmapuja sebenarnya masih merasa was-was jika istrinya kembali depresi, terlebih-lebih istrinya bilang bahwa cucu selingkuhannya sekolah dimana istrinya kerja.Tasmapuja membayangkan pasti istrinya depresinya tak akan mudah hilang jika ada seseorang yang ada hubungan dengan selingkuhannya berada di dekat Karmila.Akhirnya kepalanya pusing, dan berusaha tidur setelah minum obat tensi.Dia berharap tidurnya ditemani istrinya, namun Karmila tidak mau menemaninya karena sibuk.Tasmapuja akhirnya tidur sendiri di siang itu karena istrinya ada kegiatan di luar.Tasmapuja merasa istrinya kecewa karena tidak menuruti kehendak istrinya yang ingin rambutnya tidak gundul.Dia bingung, karena rambutnya sudah dipotong gundul, tidak menyangka istrinya jadi menjauhinya ditambah ada murid baru yang ternyata cucu dari selingkuhannya.Tasmapuja sering dibuat bingung dengan perilaku istrinya yang masih depresi, jika istrinya mengungkit masa lalunya yang menyinggung perasaannya, lalu membalasnya dengan mengungkit kesalahan istrinya, istrinya bertambah emosi dan menangis.Dia serba salah, didiamkan hatinyapun tidak tahan, dijawab istrinya makin marah tidak terima.Karmila mengungkit masa lalu karena dia kemarahannya belum hilang.Seandainya Tasmapuja berusaha merendah dan selalu meminta maaf pasti Karmila luluh hatinya.Hubungan kasih mesranya tidak terganggu jika Tasmapuja mau mengalah dan merendah, bukan sebaliknya menyerang istrinya balik dengan mengungkit kesalahan istrinya.Jika sudah diungkit, Karmila bertambah marah karena semua perilaku Tasmapuja yang menyakitkan istrinya kembali terkenang dan terbayang.Akhirnya karena bingung, Tasmapuja menghindari istrinya agar marahnya tidak keterusan, gagallah dia bermesraan dengan istrinya.Apabila Karmila telah hilang marahnya, Tasmapuja mendekati istrinya dengan berbisik "Kupijat ya"katanya lemah lembut.Karmila hanya mengangguk, dia paham suaminya lagi ada hasrat, dia berkewajiban melayani suaminya meskipun merasa enggan.Setelah memijat sekitar hampir satu jam Tasmapuja mulai merangsang Karmila agar timbul hasratnya.Namun Karmila belum timbul hasratnya karena pikirannya masih membayangkan selingkuhan suaminya.Dia membayangkan Tasmapuja yang menindih tubuhnya, sedang menindih selingkuhannya.Pikiran itu yang sering ditepis Karmila, namun kadang berhasil kadang tidak.Jika berhasil Karmila mendapat kepuasan dari suaminya, namun jika tidak, dia hanya melayani suaminya tanpa kepuasan.Tasmapuja bingung, jika istrinya menyerah, tidak berselera, padahal berbagai cara dia sudah berusaha merangsang istrinya, namun karena depresi istrinya belum hilang, sekeras apapun Tasmapuja merangsang istrinya, tetap saja istrinya tak tergoyahkan.Istrinya hanya bisa menyerahkan tubuhnya sebagai kewajiban melayani suaminya.Tasmapuja karena bingung, akhirnya melepaskan hasratnya tanpa melihat lawannya puas apa tidak, seperti itulah yang dilakukannya ketika selingkuh, dia tak peduli lawannya puas apa tidak yang penting hasratnya tersalurkan.Namun ketika selingkuh, dia tak perlu merangsang lawannya seperti pada istrinya sekarang, mungkin karena hawa setan membantunya, tanpa lama- lama dan takut ada yang memergoki, cukup sebentar dilakukan.Tapi dengan istrinya, Tasmapuja sampai kebingungan, jika istrinya tidak ada hasrat, apalagi jika dia tak memberinya uang tip pada istrinya.