Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga

Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga
Pertemuan kedua setelah pernikahan


__ADS_3

Dua bulan berlalu setelah Karmila merasa patah hati, dia mulai berangsur melupakan pria idamannya, dia memang gadis yang kuat dan selalu bersemangat. Sampai suatu ketika dia berkenalan dengan pemuda desa lagi.Namun lagi- lagi pemuda desa itu sudah punya kekasih. Dia merasa curiga setiap kekasihnya ke rumahnya, selalu datang lewat dari pukul sembilan malam, itu artinya pukul tujuh dia berkunjung ke pacarnya yang pertama, baru siap itu ke rumahnya.Namun daripada dia tidak ada tempat bermadu kasih, akhirnya dia hanya menerima saja dulu, toh belum resmi jadi milik orang lain pikirnya.


Baru 3 bulan menjalin hubungan dengan pemuda desa yang baru dia kenal, patah hatinya mulai terobati. Itu artinya sudah lima bulan dia mulai melupakan Tasmapuja.Namun tiba- tiba sahabatnya memberi kabar bahwa Tasmapuja sering bertengkar dengan istrinya dengan alasan ekonomi. Memang menikah di usia muda tidak gampang. Apalagi Tasmapuja hanya seorang buruh kasar di sebuah pabrik.Kebutuhan istrinya tidak tercukupi, ditambah pernikahannya hanya paksaan orang tua.Istrinyapun kurang menghormatinya. Akhirnya Tasmapuja pulang ke rumah orang tuanya.Tasmapuja pernah pulang ke rumah istrinya setelah dijemput istrinya, namun tetap saja istrinya tidak berubah, selalu kasar dan tidak menghormatinya.Istrinya tidak mau diajak pindah ke rumah ibunya, bahkan mengejek suaminya ."Apa, pindah ke rumahmu?" katanya mencibir."Apa aku mau dikasih makan dedak?" katanya mengejek.Tasmapuja sakit hatinya, akhirnya dia kembali lagi ngambek pulang ke rumah orang tuanya. Dia tidak mau lagi pulang ke istrinya meski istrinya membujuknya lagi. Dia merasa istrinya tidak tulus mencintainya, karena setiap ada kesulitan ekonomi istrinya tidak mau melayaninya.


Tasmapuja tinggal kembali dengan orang tuanya sudah hampir sebulan. Diapun tidak juga memberi nafkah lahir dan batin kepada istrinya. Dia sementara hanya merenung, dan pikirannyapun teringat kepada Karmila yang kata sahabatnya jadi patah hati karenanya.Dia mengingat pertemuan pertamanya dengan Karmila, yang mengatakan, pertemanannya dengan dia sebatas teman biasa dulu, karena Karmila waktu itu masih sekolah SLTA kelas satu.Tasmapuja menganggap Karmila tidak mencintainya, padahal dalam hatinya dia ingin mewujudkan cita - citanya untuk menikah dengan orang kota.Namun sayang pertemuan dengan Karmila terlambat saat dia sudah meminang istrinya itu.


"Apa aku minta ketemuan lagi dengan Karmila, dia kan masih sekolah dan belum menikah." pikirnya menerawang.Tak lama kemudian bangkit ke luar rumsh dan tiba- tiba dia melihat sahabat Karmila , Inayah lalu di depan rumahnya." Inayah!" seru Tasmapuja gembira. Pucuk dicinta ulampun tiba, harapan untuk bertemu Karmila lewat Inayah sahabatnya semakin kuat."Apa?" kata Inayah sambil tersenyum. " Bisakah kamu sampaikan pada Karmila aku ingin jumpa?" tanya Tasmapuja memelas. Inayah heran, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia bertanya," Untuk apa?"


Tasmapuja kemudian menceritakan kehidupan rumah tangganya yang tidak harmonis bahkan diujung kehancuran.Mendengar itu, Inayah kasihan kepada Tasmapuja, laki-laki di depannya ini sudah dianggap adiknya sendiri bahkan dulu diapun berharap Karmila sahabatnya agar bersatu menjadi pasangan Tasmapuja."Baiklah, nanti kusampaikan". "Nanti jika majikanku mengizinkan aku pulang, akan kubawa sahabatku berkunjung ke mari", katanya menjelaskan. Tasmapuja senang, sambil tersenyum puas dia mengucapksn terima kasih.

__ADS_1


Tibalah hari Sabtu, saat Karmila pulang dari sekolah, siangnya Inayah menghampirinya.


" Baru pulang?" tanya Inayah pada Karmila."Ya", jawab Karmila singkat."Nanti sore datang ya, ke rumah majikanku!"pinta Inayah.


Tanpa bertanya Karmila menganggukkan kepalanya, sebab dia sering bermain ke rumah majikan Inayah yang baik di sore hari saat pekerjaan Inayah sudah selesai. Majikan Inayah menganggap Inayah sebagai keluarganya sendiri. Karmilapun tidak canggung untuk bermain ke rumahnya.


Sore itu Karmila dan Inayah sudah sampai di desanya dengan naik ojeg.Sesampai di rumah Inayah, keponakan Inayah menyapanya.Ibu dan bapak Inayah juga menyuruh Karmila makan bersama.Karmila merasa senang bisa makan bersama dengan keluarga Inayah. Jarang bagi Karmila makan bersama di rumahnya.Karena ayah ibu Karmila bekerja di luar rumah, jadi jarang untuk makan bersama .


Setelah sholat Isa Tasmapuja datang ke rumah Inayah, Karmilapun ngobrol dengan Tasmapuja dan Inayah, namun tiba tiba hujan turun. Rencana Karmila mau pulang malam itu juga, sebab besok pagi dia harus pergi ke sekolah. Namun karena hujan, ojeg susah dicari.Inayahpun tidak pulang karena hujan. Dia akan menginap di rumah orang tuanya. Inayah meminjamkan payung saudaranya ke Karmila, dan kemudian meminta tolong kepada Tasmapuja mengantar Karmila karena sudah malam.

__ADS_1


Dengan senang hati Tasmapuja mengiyakan.


Pertemuan kedua kali ini dengan Tasmapuja membuat


hati Karmila bersemi kembali. Dia akhirnya ingin kembali pada Tasmapuja, sayang status Tasmapuja masih belum jelas. Apakah dia akan rujuk kembali dengan istrinya atau tidak.


Pada malam itu hujan tidak begitu deras, Tasmapuja berjalan pelan karena mengikuti payung yang dipegang Karmila. Tiba-tiba Karmila kakinya terantuk batu dan hampir jatuh, segera Tasmapuja memegang tangan Karmila yang memegang payung.Akhirnya payung dipegang berdua.Napas keduanya terasa hangat.Mereka tidak ada yang berkata-kata, namun hati mereka merasa nyaman dalam kedekatan mereka. Tak terasa mereka sudah masuk ke wilayah pinggiran kota, Karmila meminta tolong Tasmapuja untuk mengembalikan payung karena saat itu hujan telah reda.Tasmapuja hanya diam tidak mengiyakan. Karena tidak menjawab, Karmila merasa Tasmapuja merasa keberatan untuk mengembalikan payung tersebut.Akhirnya Karmila berkata "Tolong kembalikan payung ini nanti kamu saya kasih upah", kata Karmila mengharap.Mendengar Karmila berkata begitu tiba- tiba Tasmapuja antusias dan bereaksi berani.Dia mengelus pipi Karmila dengan lembut dan mengecup bibir Karmila.Karmila terkejut, namun dia merasa nyaman atas perlakuan Tasmapuja padanya. Dalam keheningan malam itu Tasmapuja mengajak Karmila untuk duduk istirahat setelah jalan hampir satu setengah jam, sambil menggandeng Karmila dengan lembut.Ketika duduk istirahat, Tasmapuja tak malu- malu menciumi bibir Karmila yang nampak pasrah waktu itu.Karmila tidak merasa keberatan dicumbu oleh mantan kekasihnya itu.Mungkin karena rasa rindu keduanya akhirnya dia memadu kasih di pertemuan kedua kalinya.


Pertemuan kedua ini Tasmapuja merasa yakin cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.Begitu juga Karmila merasa bahagia bercinta di pertemuan kedua ini.Setelah puas Tasmapuja mencumbui Karmila dia cepat- cepat menghentikan aksinya. Dia takut tidak bisa menahan hasratnya yang mulai merasuki tubuhnya.Kemudian dia berdiri sambil memegang payung seraya berkata, "Baik akan saya kembalikan payung ini," dengan napas yang masih menggebu.

__ADS_1


__ADS_2