
Ketika anak pertama Karmila sudah 6 bulan sudah pandai duduk. Anaknya diberi nama Diana Pujamila. Panggilan kecilnya Diana. Tasmapuja dan Karmila mengontrak kamar kecil bagian dapur sebuah rumah papan. Bagian depan dikontrak orang lain.Karmila merasa benar- benar menjadi seorang ibu rumah tangga yang belajar mandiri tanpa bantuan orang tua.Cita cita ingin bertransmigrasi kembali muncul di benaknya.Kemudian suaminya disuruhnya mendaftar ke kantor transmigrasi.Ketika itu anaknya sudah bisa berjalan.Setelah mengisi formulir dan menandatanganinya, Tasmspuja pulang dengan disertai rasa bimbang.Sanggupkah dia menggarap tanah seluas 2,5 ha sendirian? tanyanya dalam hati.Pegawai transmigrasi bilang baru seminggu telah memberangkatkan para transmigran.Tunggulah gelombang berikutnya jika ada lagi pemberangkatan.Namun tak lama kemudian, petugas transmigrasi mendatangi rumah Karmila dikontrakannya." Ayo berangkat ke Bandung ikut rombongan transmigrasi ke Sumatera," kata petugas mendadak.Tasmapuja dan Karmila kaget, namun gembira permohonannya cepat dikabulkan.Rupanya ada sepasang pengantin baru yang mengundurkan diri.Akhirnya hari itu juga Tasmapuja dan Karmila mempersiapkan bekal yang akan dibawa.Karena punya bayi dia membawa kasur agar tidurnya nyaman.Juga sepeda dibawa untuk kendaraannya.Tibalah hari Sabtu mereka berangkat ke Bandung dulu mengikuti pendidikan.Setelah itu singgah di Jakarta. Dari Tanjungpriok, para transmigran diberangkatkan memakai kapal perang yang besar menuju Sumatera daerah Pekanbaru.Akhirnya tercapailah cita-cita Karmila untuk bertransmigrasi.
__ADS_1
Sampai di transito Pekanbaru, para transmigran mendapat arahan dari pegawai transmigrasi, dan juga undian tempat. Akhirnya setelah selesai para transmigran diberangkatkan ke lokasi perkebunan kelapa sawit.Di area perkebunan, para trsnsmigran sudah disediakan rumah papan dengan satu kamar.Karmila dan Tasmapuja sudah terbiasa hidup miskin tidak merasa canggung. Rumah itu sama halnya dengan rumahnya sendiri dikontrakannya.
__ADS_1
Awal datang setelah puas istirahat, Tasmapuja mulai membersihkan sekitar rumahnya.Dia menyuruh istrinya menjaga si kecil.Ketika si kecil tidur, Karmilapun membantu suaminya berkebun.Jatah beras diberikan pemerintah selama setahun. Begitulah kehidupan awal pindah ikut transmigrasi, dalam kekurangan selalu berbagi dengan tetangga.Karmilapun beserta teman-teman yang pendidikannya untuk guru segera merintis SD yang sementara tempat belajarnya di Balai desa.
__ADS_1
Tasmapuja sampai di tempat mertuanya. Dia disambut mertuanya dengan gembira, karena anaknya pulang.Namun alangkah kecewanya ayah Karmila cucunya tidak tampak.Ayah Karmila menganggap menantunya tega meninggalkan anak istrinya untuk kesenangan pribadinya saja.Kala itu hari raya Idul Fitri, Karmila membawa anaknya sholat di lapangan luas, karena mesjid waktu itu belum siap.Dia merasa sedih tidak ada suami yang akan melindunginya.Meskipun begitu Karmila orang yang tidak manja tetapi pendendam.Saat ini suaminya tega meninggalkannya, kelak harus gantian dia yang akan pulang dengan anaknya.Itu perlu waktu yang lama untuk mengumpulkan uang.Sementara gajinya tinggal sedikit, dan suaminyapun tidak pernah mempercayainya menyimpan uang.Keuangan diatur oleh Tasmapuja, sehingga Karmilapun memakai uang tabungan jika membutuhkan sesuatu.Dia malas minta suaminya, akhirnya utang tabungan makin besar.Suaminya menggerutu istrinya banyak utang uang tabungan.Dia melarang istrinya untuk menerima tabungan murid lagi.Sebenarnya ini bukan kesalahan istrinya saja, diapun sebenarnya salah juga, Gaji istri diutang sementara gaji dia sendiri dia yang pegang.Jadi seorang istri butuh ini dan itu jika keseringan minta malas jadinya.
__ADS_1
Begitulah kehidupan rumah tangga Karmila , suaminya yang megang kendali ekonomi membuat dia tidak bisa berkutik ingin punya ini dan itu.
__ADS_1