Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga

Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga
Menikah


__ADS_3

Ujian kelas 3 sudah selesai. Tasmapuja meminta temannya untuk menemaninya melamar Karmila. Sebelumnya Karmila diberitahu bahwa malam Kamis dia akan datang melamarnya.Karmila memberi tahu ayahnya dan kemudian ayahnya memberitahu tetangganya terdekat untuk jadi saksi, yang kebetulan tetangga dekatnya itu sebagai RT di lingkungannya.Setelah lamaran, dua bulan kemudian orangtua dari Tasmapuja datang untuk menetapkan tanggal pernikahan, yang kemudian disetujui ayah Karmila.


Dua minggu menjelang pernikahan, Karmila dan Tasmapuja membuat undangan sederhana, itupun tidak banyak. Kartu undangan pernikahan tidak dicetak hanya difotocopy karena untuk menghemat biaya. Tetangga yang usil ada saja yang mengejek ketidakmampuan mereka.Tapi bagi Karmila dia merasa bahagia meskipun serba sederhana.Riasan pengantinpun sederhana saja, bahkan tempat tidurpun orang tua Karmila tidak mampu membelikan yang baru.Namun itu semua tidak masalah baginya, yang penting cita-cita untuk menikah terlaksana. Bahkan Karmilapun berjanji pernikahan ini hanya cukup sekali baginya. Dia tidak ingin berpisah dengan suaminya sampai ajal menjemputnya, itu yang dia ucapkan dalam hati.Baginya pernikahan itu tidak main-main, apalagi dia menikah dengan orang yang sangat dia cintai dengan setulus hati.

__ADS_1


Malam Jumat , 2 Agustus diadakan resepsi pernikahan dengan sederhana. Seluruh kerabat baik dari laki-laki maupun perempuan datang dengan suka cita.Nanun ada juga kerabat dari Tasmapuja dan tetangga yang tidak hadir, karena terlupakan atau sengaja tidak diundang, Tasmapuja segan dan malu karena ini pernikahan kedua yang rasanya belum lama dari pernikahan pertamanya.


Karmila dengan riasan pengantin yang sederhana oleh tetangganya nampak cantik, juga Tasmapuja yang memakai jas hitam kemeja putih sangat tampan.Mereka disandingkan berdua di kursi pengantin yang memakai kursi tamu.Tidak ada kursi pengantin yang dirias.Sungguh pernikahan yang menyedihkan bagi ibu Karmila, dia tidak mampu menyediakan pesta pernikahan yang meriah untuk anaknya yang pertama.Dalam hatinya hanya ada doa untuk anaknya, semoga rumah tangganya langgeng dan bahagia.Air mata kebahagiaan dan kesedihan terpancar di wajahnya. Ibunya bahagia anaknya menikah setelah tamat sekolah. Meskipun serba kekurangan, dia telah berhasil menyekolahkan anaknya untuk menjadi guru.Tinggal menunggu keberuntungan anaknya saja. Karmila melihat ibunya menitikkan air mata, merasa trenyuh hatinya, dia hanya berucap dalam hati, "Ibu jangan menangis, semoga Mila kelak dapat membantu ibu jika Mila sudah menjadi guru."

__ADS_1


Setelah para tamu berkurang, Karmila membuka pakaian pengantinnya yang dipinjam dari tetangganya.Perhiasanpun cepat dia berikan takut hilang, karena perhiasan itu asli emas bukan imitasi. Dia cepat mengganti pakaian biasa sehari-hari yang masih bagus.Maskawin kalungpun dia amankan karena sekedar pinjam untuk mengelabui tetangga yang suka usil karena kemiskinan suaminya. Karmila tidak rela suaminya dihina, dia menyetujui akal suaminya untuk menjadikan kalung sahabatnya sebagai mas kawin untuk menjaga gengsinya.Namun dalam hatinya dia ingin sekali dibelikan kalung emas, karena selama hidupnya belum pernah memakai kalung emas karena kemiskinan orang tuanya.


Malam resepsi sudah berakhir, tamu dan kerabat sudah pulang.Pengantinpun istirahat di kamarnya menikmati malam pertamanya. Pukul tiga pagi sebelum subuh, pengantin sudah bangun dan membereskan tikar-tikar pinjaman dan dicuci.Tasmapuja tidak mau menyusahkan ayah ibu mertua dengan cucian.Dengan dibantu istrinya dia mencuci tikar-tikar dan menjemurnya. Menjelang siang tikarpun kering semuanya.

__ADS_1


__ADS_2