
Keinginan suami Karmila yang ingin punya istri baru, membuat kecurigaan Karmila pada suaminya. Dia merasa suaminya tidak mencintainya lagi, dia merasa hanya sebagai pemuas hasratnya saja. Suaminya tidak pernah memberinya hadiah di setiap ulang tahun pernikahan, sepertinya pernikahan itu momen tidak berarti baginya.Suaminya hanya romantis dalam bercinta saja.Itupun tak dirasakan Karmila lagi setelah suaminya tertarik pada majikannya.Ditambah lagi keinginan suaminya yang mendua, makin jelas, dirinya tidak dicintai lagi hanya sekedar dimanfaatkan saja.
__ADS_1
Kini dia tidak mau lagi dimadu, namun sudah terlanjur bicara boleh kepada suaminya, akhirnya dia hanya meminta waktu dua tahun untuk suaminya menikah lagi.Namun dasar laki-laki, ketemu janda yang suka padanya, langsung saja mengajak janda itu menikah, dengan alasan istrinya setuju, tidak dibilang harus menunggu dulu dua tahun. Tak lama kemudian anak sang janda menelpon Karmila, dia tidak setuju ibunya menikah dengan ibu temannya, dari situlah Karmila tahu bahwa suaminya sudah tidak sabar menunggu sarat waktu yang diberikannya, dengan marah Karmila mau menusukkan pisau dapur yang dia pegang ke dadanya, harga diri Karmila seperti bangkit tidak terima dia dibagi kasih dengan siapapun.Kalaupun sudah terlanjur dia akan meminta pisah dengan suaminya. Dia sudah mempertahankan keluarganya sewaktu suaminya selingkuh dengan adiknya, kini tekadnya bulat jika suaminya mau main perempuan lagi, dia tidak akan mengampuni suaminya lagi.Karmila semakin dewasa pemikirannya, tapi aneh sifat cemburunya tidak mengikuti pemikiran kedewasaannya.Sewaktu pisau itu hampir menusuk dada istrinya, dengan sigap Tasmapuja meraih pisau itu, hingga istrinya tidak terluka, namun tetap saja istrinya merasa terluka akan sikap suaminya yang menurutnya tidak sayang lagi padanya.Karena ketakutan istrinya berbuat nekad, Tasmapujapun membatalkan niatnya. Dia langsung hari itu juga menemui sang janda untuk tidak meminangnya karena istrinya seperti berubah pikiran, nangis terus, agar tidak terjadi apa-apa dengan istrinya, dia akhirnya memutuskan untuk tidak beristri lagi.
__ADS_1
Sejak itu Karmila punya sakit hati yang kadang-kadang muncul tiba-tiba, sehingga timbullah penyakit jantung yang membuat dia sesak dan nyeri di dada.Sampai suatu ketika, dia tumbang dan dirawat di klinik satu hari satu malam.Dia tidak tahu apa penyebab sakitnya, mungkin kelelahan dan juga banyak pikiran yang membuat energinya terkuras habis.
__ADS_1
Karmila bercita-cita ingin jadi haji.Dia dan suaminya sudah mendaftarkan diri tinggal menunggu 4 tahun lagi.Penghasilan Karmilapun ada peningkatan, sehingga dia merasa senang berbelanja tatkala memegang uang banyak.Maklum selama menjadi guru, dia tak pernah mendapat gaji yang berlebih karena SK nya sudah tergadaikan. Jadi begitu dia dapat uang banyak, dia belikan sekehendak hatinya.Meskipun suaminya masih cerewet protes, dia tak peduli, hal ini tidak seimbang dengan sakit hatinya, pikirnya dalam hati.
__ADS_1
Karmila tidak mau diatur lagi dalam membelanjakan uangnya.Cukup sudah selama ini, suaminya mengatur keuangannya.Tapi diapun tidak egois, jika suaminya kesulitan diapun ikut membantunya.Yang penting, dia puas, dan suaminya tidak kecewa. Karmila merasa rumah tangganya berjalan normal saja. Dia selalu membantu orang tuanya yang sudah janda dan merawat kedua adiknya, dengan mengirim uang setiap bulannya.
__ADS_1