
Suatu hari ketika Karmila akan pergi sekolah, suaminya berkata," Orang kalau sudah dapat uang, lupa yang diucapkannya," celetuknya sambil melihat ke Karmila.Karmila heran apa maksud suaminya."Apa maksudnya Pak?" tanya Karmila penasaran."Ada, nanti jika sudah waktunya aku ceritakan," Jawab Tasmapuja membuat Karmila penasaran.Karena Karmila bicara ingin beli sepeda baru untuk olahraga bareng suaminya, akhirnya dia cerita."Aku menawarkan kapling tetangga kita sama Bosku, 420 juta, tetangga kita minta bersih 400 juta, selebihnya katanya untukku terserah aku tawarkan berapa, e sudah laku dia katanya mau ngasih aku 10 juta saja, itulah yang kumaksud kalau sudah dapat uang, lupa akan ucapannya," cerita Tasmapuja pada istrinya."Nanti kalau uangnya sudah cair, aku belikan sepeda, tadinya mau belikan emas, tapi karena kamu mau sepeda baru ya sudah sepeda saja yang harga 3 jutaan," kata Tasmapuja menjelaskan.Karmila merasa senang, suaminya menjanjikan bonus perantara antara tetangganya dengan Bos suaminya, meskipun agak menyayangkan sikap tetangganya yang tidak konsekuen.Tapi dia bersyukur seandainya itu terjadi uang itu sudah dapat mengabulkan keinginannya untuk bisa bersepeda santai dengan suaminya.Bonus yang dijanjikan suaminya semoga terkabul batin Karmila.Seminggu kemudian, Tasmapuja mendapatkan uang tersebut, dia menghampiri istrinya "Ayo kita belanja ke kota beli sepeda", katanya sambil membelai istrinya."Apa sudah ada uangnya?" tanya Karmila.Tasmapuja mengangguk, dan menyuruh istrinya bersiap-siap karena hari sudah siang menjelang sore.Karmila termangu, dia tidak bahagia karena suaminya tidak memberinya uang.Keinginannya suaminya memberikan uangnya langsung.Karmila agak sedih suaminya belum bisa percaya untuk menyimpan uang sebanyak itu.Bonus yang diberikannya dari suaminya tak lagi dia hargai.Bahkan dia jadi berubah keinginan."Gak usah beli sepeda Pak," katanya ragu."Jadi mau apa?" tanya Tasmapuja heran.Aku mau uangnya saja", jawab Karmila pendek.Akhirnya Tasmapuja memberikan uang itu tiga juta pada istrinya.Karmila ingin suaminya menjelaskan dapat uang berapa semuanya, dan untuk apa selebihnya, namun Tasmapuja sepertinya mengerti maksud istrinya."Sisa uangnya kusimpan buat bayar pajak mobil dan bank, serta biaya perawatan kebun," katanya menjelaskan.Karmila mengangguk menyetujui rencana suaminya, dia tidak mau menuntut banyak, namun karena suaminya punya rencana, diapun akhirnya punya rencana juga untuk apa uangnya."Sebenarnya aku sudah bilang pada tetangga kita jika aku mendapatkan bonus 20 juta, aku ingin membeli kalung emasmu yang dijual dulu." Tasmapuja berkata sambil mengenang kesalahannya yang membuat istrinya marah dan kecewa, tatkala istrinya hendak pergi seminggu mengikuti latihan Pramuka melarang istrinya memakai kalung takut hilang.Karmila marah merasa dia disamakan dengan anak kecil, padahal di setiap perkemahan, banyak temannya yang memakai banyak perhiasan.Karena kecewa, Karmila memilih menjual kalung itu biar hilang sekalian.Uangnya untuk keperluan makan dan membantu anaknya yang terlilit hutang.Karena suaminya berkata mengungkit kalung emas yang dijualnya dulu, Karmila jadi kepikiran lagi dengan sikap suaminya yang tidak mempercayainya memakai kalung emas, jadi untuk apa dia memakai kalung emas. Untuk perhiasan, sekarang Karmila memilih perhiasan yang mendukung kesehatan dan kecantikan.Seandainya suaminya mau membelikan kalung, sakit hati Karmila tak akan terobati, baginya Tasmapuja sudah tidak peduli pada keinginannya.Dulupun sebelum Karmila punya kalung emas, Tasmapuja malah mendahulukan membelikan kalung untuk ibunya yang sudah tua, maksud Tasmapuja untuk persediaan ibunya jika memerlukan uang mendadak untuk berobat jika sakit bisa menjualnya, tapi kalung itu malah dipinjam iparnya dan tidak pernah kembali pada ibu mertuanya sampai ibu mertuanya meninggal.Karmila kecewa kala itu, namun kekecewaannya hilang setelah dia memiliki kalung emas, Namun sayang, kekecewaan kembali dirasakannya ketika Tasmapuja melarang memakainya saat mau pergi pelatihan.Akhirnya karena marah dia pilih menjual kalungnya dari pada ribut dengan suaminya.Padahal Karmila belum cukup enam bulan memakai kalung emasnya.Karmila sering mendapat kekecewaan dari suaminya, tapi dia tetap bertahan demi keutuhan keluarganya.