
Setelah tinggal di desa Kemuning, selain kerja ke perkebunan kelapa sawit, Tasmapuja kerja ke luar untuk menambah penghasilan.Maklum yang namanya kerja serabutan tidak datang setiap waktu.Jika tidak ada kerja luar dia bercocok tanam sendiri di lahannya.Pernah dia menanam cabe merah dan berhasil, namun karena membutuhkan uang dan harus mengurus istrinya pindah tugas, dia jual kebun cabenya ke tetangga. Padahal kalau ditekuni sendiri, cukup lumayan.Namun demi istrinya tidak jauh tugas mengajarnya dia menjual kebun untuk biaya kepindahan istrinya.Dia takut istrinya di lingkungan orang yang menurutnya tidak baik, padahal belum tentu lingkungan tempat tugas istrinya itu tidak baik.Dia meminta orang dinas untuk menugaskan istrinya mengajar dimana dia mengajar sekarang.Mungkin sekarang istrinya sangat berharga bagi dia karena sudah PNS.Dulu sewaktu istrinya masih honor, dia tega meninggalkan istri dan anaknya ke Jawa.
Tetangga Tasmapuja ada yang jadi pedagang.Orang itu sudah berpengalaman pernah mengikuti transmigrasi. Jadi dia orang bermodal dan pandai berdagang.Suaminya pendiam, segala urusan keuangan dia yang handel.Tasmapuja sering membantu suaminya dalam urusan lingkungan. Suaminya menjadi Ketua RT di lingkungannya.Oleh karena sering membantu Tasmapujapun sering mendapat job kerjaan dari Pak RTnya itu, karena kebun Pak RT itu banyak, sehingga perlu bantuan orang untuk merawatnya. Bisa dibilang Pak RT itu majikan dia yang baru.Istri majikannya cukup cantik, ada yang bilang dia memakai susuk di wajahnya.Jangankan laki laki beristri, pemuda bujangan saja ada yang lengket dengannya.Tasmapujapun mengagumi kecantikan majikannya.Apa yang diperintahkan majikannya dia tidak berani untuk menolaknya.Termasuk disuruh memijat kepalanya di depan istrinya.Padahal suaminya ada, mungkin dia kasihan pada suaminya , dia manfaatkan saja pembantunya.Tasmapuja termasuk orang kepercayaannya, namun lain dengan tanggapan istrinya yang pencemburu.Tasmapuja sering memuji kemulusan wajah majikannya di depan istrinya, membuat istrinya cemburu.Wajar saja majikannya mulus wajahnya karena dia tidak pernah dapat efek dari KB atau alat kontrasepsi ditambah dengan susuk yang dipakainya.Istri majikannya ini pemarah jika tersinggung, maka Karmilapun tidak berani mengatakan keberatan pada suaminya jika dia memijit kepala istri majikannya.Karmila hanya bersikap baik pada majikan suaminya, dia kemana pergi di acara PKK selalu ingin disamping Karmila, menurutnya Karmila bisa diandalkan untuk kepentingannya apalagi bila menyangkut cerdas cermat Posyandu.Karmila aktif di acara kemasyarakatan, baik olahraga, kesenian, dan PKK.Dimana ada Karmila disitu pula ada istri majikan suaminya, atau Bu RT yang dipanggil Mba Mirna.Mungkin karena harta dan kekuasaan yang dimilikinya sehingga dia suka ceplas ceplos dalam berbicara tak peduli orang itu tersinggung apa tidak. Selain cantik Mba Mirna memiliki keahlian merias pengantin dan membantu orang melahirkan.Bahkan anak kedua dan ketiga Karmila dialah yang membantu persalinannya. Ketika bayi anak ketiga, anak keduanya masih satu tahun, Tasmapuja meminta tolong pada majikannya untuk menjaga anaknya, sebelum istrinya pulang sekolah.Tapi itupun tidak setiap hari, hanya sesekali kalau Tasmapuja ada kerja jadi tidak bisa menjaga anaknya.Pada zaman dulu tidak seketat sekarang, guru bisa membawa bayinya ke sekolah.Sekarang sudah ada penitipan bayi dan anak, jadi guru fokus pada anak murid.Karena harus mengurus bayi dua, ditambah mendidik anak sekolah, Karmila tidak lagi merawat tubuh dan wajahnya.Ditambah ekonominya selalu kekurangan untuk membeli makan dan susu bayinya.Kalau ada uang lebih baik untuk pertumbuhan kedua puteranya yang dia sayangi.Biarlah tidak kebeli bedak sekalipun, yang penting puteranya tidak kelaparan.Lain dengan majikan suaminya uang ada, tentu selalu terlihat cantik dan menawan.