Jack

Jack
Black rose


__ADS_3

"Claudia?"


Jack menatap bingung Claudia yang sedang tersenyum menatapnya.


"Siapa Jack?" Ricard menatap Claudia lalu menatap Jack sambil tersenyum menggoda. "Pacar ya?"


"Bukan pa!" Jawab Jack cepat.


"Pa?" Beo Claudia sambil menatap Ricard lekat-lekat.


Ricard terkekeh, "Benar, saya ayahnya. Silahkan duduk, mari makan bersama kita. Saya yang traktir"


"Wah... Beneran om?" Tanya Claudia memastikan.


Ricard mengangguk, "Ya, tidak ada salahnya untuk mentraktir teman anak sendiri" ucap Ricard sambil tersenyum.


"Makasih om!"


Claudia langsung duduk di samping Jack.


Ricard menatap salah satu pelayan lalu mengangkat tangannya. Sang pelayan pun menghampiri meja Ricard.


"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya pelayan yang sama dengan pelayan tadi.


"Oh?" Tentu Ricard mengingat pelayan ini. Ricard tersenyum lalu berkata, "Saya mau pesan lagi"


Pelayan itu memberikan buku menu yang dipegangnya dengan pipi yang memerah.


"Terimakasih" ucap Claudia sambil mengambil buku menu itu.


Mata Claudia menyapu setiap menu yang tertulis membuat dirinya terlihat begitu fokus.


Ricard menatap Claudia dengan teliti lalu mengalihkan pandangannya sambil menutupi mulutnya yang tersenyum dengan tangannya, "Tentu, kamu tetap yang tercantik Keysha"


Jack dan Dewa juga mengamati wajah Claudia yang fokus lalu Dewa mendekati Jack dan berbisik. "Menurutmu siapa yang paling cantik diantara Kayrah dan Claudia?"


"Tentu saja kay--" Jack tidak bisa melanjutkan ucapannya saat mengamati wajah Claudia lebih jauh yang membuat jantungnya berdetak lebih kencang.


Jack *** rambutnya dengan pipi yang memerah, "Aku ini kenapa?" Gumamnya.


Dewa tersenyum sinis. "Jack, tentukan pilihanmu sekarang. Kamu hanya bisa memilih salah satu diantara Kayrah atau Claudia. Kamu bukan raja yang bisa mempunyai istri lebih dari satu"


Jack menatap Dewa, "Claudia punya pesonanya sendiri tapi aku... Sepertinya..." Jack tidak yakin saat dirinya ingin mengatakan kalau hatinya hanya milik Kayrah.


"Jack, sepertinya kamu harus menghilangkan sifat ambigu yang ada di dalam hatimu" Ricard menatap Jack dengan malas.


Tentu saja Ricard mendengar semuanya. Meskipun Ricard tidak tau siapa itu Kayrah tetapi Ricard tidak ingin anaknya menjadi seorang yang suka berganti perempuan.


"Dia?"


Belum sempat Jack menjawab, suara seseorang memotong percakapan tersebut.

__ADS_1


Sontak, Jack dan Dewa yang mengenal suara tersebut langsung membeku. Perlahan, Jack menatap pemilik suara yang sedang menatap Claudia.


"Eh? Rendy?" Claudia menatap Rendy yang sedang menatapnya.


"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Rendy sambil menatap Jack dan Dewa dengan tajam.


"Ah" Claudia menatap Ricard yang sedang menatap Rendy sambil mengangkat alisnya.


"Temannya Jack juga?" Tanya Ricard sambil tersenyum ramah.


Rendy baru menyadari adanya Ricard setelah Ricard berbicara. Rendy mengangkat alisnya sambil tersenyum miring, "Saudara kembarnya?"


Claudia langsung berdiri dan menjitak kepala Rendy. "Dasar nggak sopan!"


"Apanya yang nggak sopan?" Tanya Rendy bingung sambil mengusap-usap kepalanya.


"Beliau ayahnya Jack, bukan saudara kembarnya!"


Rendy dan teman-temannya terkejut sambil menatap Ricard yang masih tersenyum.


"Pantes anaknya ganteng. Ayahnya aja masih awet muda" gumam salah satu diantara dua teman Rendy.


Gumaman temannya itu membuat Rendy sadar. Rendy langsung tersenyum canggung sambil berkata, "Maaf om, saya nggak tau kalau om adalah ayahnya"


Meskipun Rendy adalah seorang berandalan tetapi Rendy masih punya rasa hormat pada orang yang lebih tua.


Ricard terkekeh, "Tidak apa. Saya senang melihat Jack punya banyak teman. Mari duduk dan pesan apa yang kalian mau. Saya yang traktir"


Rendy dan teman-temannya menuruti itu dengan senyum canggung yang menghiasi wajah mereka.


"Papa kenapa sih suka sekali sama nasi goreng pake telur mata sapi?" Tanya Dewa saat melihat pesanan Ricard.


"Karena makanan ini mengingatkan papa pada seseorang" jawab Ricard santai.


"Siapa pa?" Tanya Jack sambil menatap papanya.


Ricard menunjuk Jack dengan sendok yang dia pegang lalu berkata, "Kepo"


Jack menarik nafas panjang begitupun dengan Dewa yang harus menahan tawanya.


Ricard tertawa sebentar lalu memakan nasi gorengnya.


"Tunggu yang lain dong pa" celetuk Jack sambil memutar bola matanya malas.


Ricard menggeleng.


"Ini namanya bukan makan bersama" timpal Dewa kesal.


"Karena disini udah banyak teman kalian jadi papa makan dulu" ucap Ricard.


"Emang papa mau kemana sih?" Tanya Jack heran.

__ADS_1


"Ngurusin abangmu yang bentar lagi ke sini" Jawa Ricard.


"Bang Adit?" Tanya Ricard sambil menaikkan alisnya.


"Ya, siapa lagi emang kalau bukan dia?"


Jack mengangguk mengerti lalu tidak lama makanan yang dipesan oleh Claudia dan yang lain datang.


Dewa tersenyum begitu lebar lalu langsung memakan makanannya dengan lahap. Karena dari tadi dia sudah menahan rasa laparnya, jadi sekarang dia tidak sungkan lagi.


Ricard tersenyum melihat kelahapan makan kedua anaknya juga teman-teman anaknya. Makanan Ricard sudah habis dan sebentar lagi Ricard akan pergi.


Baru sekitar separuh nasi yang Jack makan, Ricard berdiri dari duduknya sambil menatap jam tangannya lalu menatap para remaja SMA yang sedang menatapnya.


"Ada apa om?" Tanya Claudia sambil mengerutkan keningnya.


Ricard tersenyum ramah. "Om harus pergi sekarang. Tenang aja, makanannya akan om bayar"


Setelah mengatakan itu, Ricard berjalan menuju kasir lalu berjalan keluar dari restoran tanpa menatap kedua anaknya lagi karena sedang terburu-buru.


Jack dan Dewa hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil melihat mobil papa mereka berjalan menjauh. Setelah dirasa cukup jauh, Jack terkejut karena tiba-tiba Rendy menarik kerah bajunya.


"Ikut gue" ucap Rendy dingin.


Jack tanpa bisa melawan mengikuti Rendy yang entah membawanya kemana. Sedangkan Dewa juga ikut diseret oleh kedua teman Rendy dan Claudia sudah berteriak histeris ketika melihat Jack ditarik begitu saja.


Pemandangan itu membuat seluruh restoran hening dan hanya bisa memandangi Jack berserta Dewa dengan iba.


Bugh...


Rendy langsung memukul Jack ketika mereka sudah sampai di jalan yang sepi dekat restoran itu berada.


Jack tersungkur di tanah sambil memegangi sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.


"Hentikan!"


Claudia meronta dari cengkraman salah satu teman Rendy yang menahannya. Sedangkan Dewa juga sudah dihajar oleh teman Rendy yang lain.


"Udah gue ingetin berulangkali jauhi Claudia!" Teriak Rendy emosi membuat Claudia yang mendengarnya langsung berhenti meronta.


"Apa?" Claudia bahkan meneteskan air mata saat tau kalau dia adalah penyebab penderitaan Jack selama ini.


Rendy tidak memperdulikan Claudia yang mulai berteriak-teriak lagi. Rendy masih kukuh menghajar Jack yang tidak membalas.


"Ini bocah itu?"


Rendy langsung menoleh dan menemukan sekelompok orang yang memakai jaket berlogo geng black rose.


Dewa menarik nafas dalam-dalam sedangkan Jack, dia merubah pandanganya menjadi dingin ketika menatap sekelompok orang itu.


Rendy mengangguk sebelum menatap Jack sambil tersenyum miring.

__ADS_1


"Selamat menikmati"


like


__ADS_2