Jack

Jack
Teman pertama


__ADS_3

Jack menatap dengan takjub rumah yang berdiri di hadapannya. Takjub dengan besarnya rumah itu.


"Ayo masuk"


Ucapan Ricard membuyarkan Jack dari lamunannya. Jack mengangguk sambil menyeret koper yang berada di tangannya.


Hari ini tepatnya di siang hari ini, Ricard dan Jack sudah sampai di Indonesia, tepatnya di rumah Ricard yang berada di Tangerang.


Ricard bergitu antusias dan rindu ketika melihat rumahnya lagi.


Sedangkan Jack begitu takjub melihat besarnya rumah ini.


Jack memang mengetahui dirinya adalah penerus perusahaan keluarga Moses tetapi Jack tidak pernah menginjakkan kaki di perusahaan yang kelak akan menjadi miliknya itu.


Ini pertama kalinya Jack memasuki rumah sebesar ini dan Jack begitu penasaran dengan isinya.


Ketika Ricard membuka pintu utama rumahnya, debu yang sudah bersarang di rumah Ricard itu langsung berhamburan keluar.


Jack bersin beberapa kali saat menghirup debu itu lalu menutup hidungnya dan menatap papanya yang juga menatapnya sambil tersenyum canggung.


"Maklum, udah hampir tujuh belas tahun nggak dibersihin" ucap Ricard sambil terkekeh.


Sebenarnya, bisa saja rumah Ricard ini tetap bersih tetapi bila Angga, sahabat Ricard, masih ada di Tangerang.


Alasan Angga dulu tidak bisa mengantar Ricard ke bandara adalah karena Angga harus melakukan tes untuk masuk ke universitas yang berada di luar kota dan Angga pun lulus tes itu.


Di Tangerang pun sudah tidak ada orang yang Ricard kenal.


Amel, adik angkat Ricard, sudah dipindahkan ke black rose pusat karena akan bahaya tinggal lebih lama di geng yang ada di Tangerang yang merupakan geng cabang.


Geng cabang dan pusat tentu saja berbeda. Dimana-mana yang pusat adalah yang paling kuat dan Thalita sudah memutuskan untuk mendidik Amel di geng black rose pusat.


Sedangkan Riana, dulu dia ikut dengan abangnya untuk kuliah di Inggris. Sampai sekarang pun, Riana masih berada di Inggris dengan Rangga, meskipun sudah berkeluarga dengan kekasihnya.


Rangga sendiri juga sudah berkeluarga. Istri Rangga adalah orang yang tidak terduga.


Stefany.


Ya, Stefany mantan terindah Sammy yang membuat hubungan Sammy dan Thalita hancur tetapi mereka tetap dipersatukan kembali.


"Sepertinya kita tidak bisa langsung beristirahat kali ini, pa" ucap Jack sambil tersenyum lebar.


Jack mengangkat kedua tangannya untuk merenggangkan otot-ototnya lalu bergerak dengan cepat untuk mengambil sapu yang terlihat.


Ricard hanya bisa geleng-geleng kepala melihat semangat yang dimiliki anaknya itu sebelum ikut membantu anaknya untuk membersihkan rumah besar ini.

__ADS_1


Ricard dan Jack pun melupakan koper yang tadi mereka bawa. Mereka berdua terlalu sibuk untuk bebersih sampai tidak sempat mengambil koper mereka yang sedang menunggu di depan pintu utama.


Ricard yang membersihkan rumah jadi mengingat Rafli, pelayan Ricard, yang meninggalkannya.


"Biasanya pekerjaan ini dikerjakan oleh Rafli" gumam Ricard yang terdengar oleh anaknya.


"Bagaimana kabar paman Rafli ya, pa?" Tanya Jack yang tentu mengingat dengan jelas siapa itu Rafli.


Ricard tersenyum pahit sebelum menggeleng pelan, "Papa tidak tau. Dia menghilang begitu saja setelah mengundurkan diri karena ingin menghabiskan waktu bersama istri barunya"


Jack juga ikut tertawa pahit.


Rafli sudah seperti paman pengganti Ricardo bagi Jack.


Masih jelas dalam ingatan Jack bagaimana Rafli meninggalkan dirinya dan papanya saat dirinya masih berumur empat tahun.


Setelah itu mereka tidak pernah mendengar kabar tentang Rafli lagi.


Cukup lama dua orang itu membersihkan rumah besar yang sudah ditinggal sejak hampir tujuh belas tahun itu.


Meski begitu, Ricard dan Jack tidak mengeluh lelah bahkan mereka bahagia karena bisa menghabiskan waktu berdua untuk bercanda ria.


Sampai akhirnya rumah besar itu kembali bersih lagi setelah beberapa jam membersihkan tanpa istirahat.


Ricard tersenyum menatap rumahnya yang bersih lagi sambil mengelap keringat yang ada di dahinya sedangkan Jack pergi mengambil koper yang sudah mereka lupakan.


"Jangan jauh-jauh nanti tersesat"


"Kan, Jack bisa telfon papa"


"Ya terserah lah"


Jack tersenyum manis sebelum menyalimi tangan papanya itu dan pergi meninggalkan rumah papanya.


Jack tersenyum tipis ketika melihat suasana sore di komplek rumah barunya yang damai.


Ada cukup banyak orang yang melakukan olahraga lari dan tidak sedikit juga yang hanya ingin berjalan-jalan di taman.


Memang, ditengah-tengah komplek rumah baru Jack, ada taman kecil untuk penghuni komplek.


Jack mendudukkan pantatnya ke salah satu bangku yang tersedia sambil mengamati semua orang yang sedang beraktivitas.


"Orang baru ya?"


Jack mendongak hanya untuk melihat seorang laki-laki yang seumuran dengannya sedang tersenyum.

__ADS_1


Jack membalas senyuman itu dengan senyum kecil. "Ya, saya baru pindah" ucap Jack dengan bahasa Indonesia.


Jack berucap dengan terbata-bata dan nada yang menunjukkan dia bukan orang Indonesia.


Dikuatkan lagi dengan wajah tampan Jack yang seperti kebanyakan orang luar.


"Kamu bisa berbicara dengan bahasa Indonesia?" Laki-laki itu menatap Jack dengan takjub sambil duduk di kursi samping Jack.


"Em... Ini... Baru pertama berbicara langsung dengan orang lain" jawab Jack jujur.


"Lalu siapa yang mengajarimu bahasa Indonesia?"


"Papaku"


"Oh? Apakah papamu orang asli Indonesia?"


"Aku juga... Lahir di Indonesia" jawab Jack ragu.


"Begitukah? Lalu tinggal dimana kamu selama ini?" Tanya laki-laki itu antusias.


"Paris" jawab Jack singkat.


"Oh! Wah! Hebat!"


Jack hanya tersenyum.


"Eh! Kita belum berkenalan!" Ucap laki-laki itu.


Laki-laki itu menyodorkan tangannya sambil tersenyum, "Aku Dewa"


Jack menaikkan alisnya, "Dewa? Dewa apa?"


"Dewa itu namaku!" Ucap laki-laki bernama Dewa itu dengan decakan kesal.


"Oh? Kupikir kamu benar-benar Dewa" ucap Jack dengan lancar.


"Kamu sudah fasih berbahasa Indonesia!" Seru Dewa takjub.


"Ya, papaku mengajariku semenjak aku kecil"


"Lalu, lalu! Siapa namamu!"


"Oh? Maafkan aku" Jack menjabat tangan Dewa yang masih berada di udara lalu berkata, "Jack"


"Kita berteman ya!"

__ADS_1


Jack tersenyum, "Ya, kamu teman pertamaku"


like.


__ADS_2