Jack

Jack
Mama


__ADS_3

"What?" Jack memutar bola matanya malas sebelum berkata, "I speak English not speak Indonesian"


"Hahaha, ya maksud Paman bahasa Inggris" koreksi Sammy tanpa menoleh.


Dewa hanya bisa tersenyum canggung ketika tidak tau apa yang harus dia lakukan.


"Itu temanmu disuruh duduk dong Jack" celetuk Sammy.


"Paman, aku mau mengenalkan dia ke Paman" ucap Jack sambil menarik Dewa untuk duduk berhadapan dengan Sammy.


"Oh?" Sammy menatap Dewa yang duduk di samping ponakannya, "Apakah dia sahabatmu?"


Jack menggeleng sebelum berkata, "Dia ponakan baru Paman"


Sammy tersedak makanan yang dia makan setelah mendengar itu. Dewa dengan cepat memberikan air putih yang berada di dekatnya pada Sammy.


Sammy meminum air itu sebelum menatap Jack lekat-lekat. "Apa akhirnya papamu menikah lagi?"


Jack menaikkan alisnya sebelum menjelaskan, "Dewa menjadi anak angkat papa sekarang bukan papa menikah lagi. Lagian papa kan udah pernah bilang kalau dia nggak akan nikah lagi"


"Haish anak itu, kupikir dia sudah mau menikah lagi" ucap Sammy sambil menghela nafas panjang.


Jack terkekeh mendengarnya sedangkan Dewa hanya tersenyum canggung.


Dewa sebenarnya terkejut ketika melihat Sammy karena perawakan Sammy tidak seperti kebanyakan orang yang sudah mau tua.


Sammy bahkan masih terlihat tampan juga manis karena kumis tipis yang membuat orang-orang tidak bosan melihatnya.


"Kalau papamu mau menikah lagi, apakah kamu akan merestuinya Jack?" Tanya Sammy sambil menunjuk Jack dengan sendok.


"Asal papa bahagia" ucap Jack sambil tersenyum.


Sammy terkekeh mendengar jawaban ponakannya yang tepat seperti tebakannya, "Kalau kamu"


Sammy mengalihkan pandangannya pada Dewa yang terkejut. "Kamu tidak punya motif apa-apa kan pada keluarga ini?" Tanya Sammy curiga.


"Tidak-tidak om-eh Paman maksud saya!" Jawab Dewa cepat.


Jack menatap Sammy yang masih menatap Dewa dengan penuh kecurigaan.


"Paman, Dewa ini tidak punya orang tua dan aku juga ingin sekali punya saudara selain Benua" jelas Jack menenangkan Sammy.


Sammy yang mendengar itu langsung menghembuskan nafas panjangnya. "Bicara soal Benua, dia ikut dengan ibunya ke Amerika"


"Amerika? Bibi ngapain ke Amerika?" Tanya Jack sambil menaikkan alisnya.


Wajah Sammy langsung berubah menjadi buruk ketika mendengar sebutan 'bibi'. Sebutan yang tidak akan pernah Sammy lupakan.

__ADS_1


"Bibi!". Terngiang suara Keysha yang lembut.


Sammy memejamkan matanya, mencoba melupakan memori buruknya itu.


Meskipun ibu Sammy adalah adik dari mama Keysha tetapi tetap saja mama Keysha menerapkan untuk memanggil ibu Sammy sebagai bibi.


"Mereka hanya ingin jalan-jalan ke sana" Sammy perlahan membuka matanya lalu tersenyum.


Jack mengangguk paham.


"Untuk saudara... Jack, kamu punya saudara selain Benua. Ada banyak malah" jelas Sammy memberitahu.


Jack terlihat terkejut mendengar itu, begitu juga dengan Dewa yang sedikit bahagia ketika mengetahui dia punya banyak saudara lagi.


"Benarkah?! Siapa saja Paman?! Dimana mereka semua?!" Tanya Jack girang.


Sammy tersenyum sambil menggeleng pelan, "Nanti kamu juga bakal tau sendiri"


"Paman..." Sekarang giliran Dewa yang bersuara karena kecewa diikuti oleh Jack.


Sammy menggeleng pelan melihat kelakuan mereka, "Yang jelas Paman punya banyak keponakan lain dan Paman tidak masalah punya satu keponakan lagi"


"Kalau begitu diantara mereka yang paling besar umur berapa?" Tanya Jack yang sudah menenangkan dirinya.


"Em..." Sammy mengelus dagunya, "Kamu dan Ben hanya terpaut satu tahun sedangkan--ah! Iya! Umur mereka yang paling besar adalah empat belas tahun"


Sammy mengangguk, "Mereka adalah dua pasang anak kembar. Ada lagi yang lain tetapi mereka tinggal di Inggris"


"Sungguhkah?! Kembar laki-laki atau perempuan?!" Jack tidak bisa menahan antusiasnya lagi.


"Dua laki-laki, dua perempuan dan yang lainnya kamu akan mengetahuinya sendiri" jawab Sammy.


Jack dan Dewa saling berpandangan sebelum tersenyum begitu lebar membuat Sammy yang melihatnya hanya bisa tersenyum tipis.


Sammy meletakkan sendok yang digenggamnya sebelum berdiri.


"Mari, kalian ikut Paman"


"Kemana Paman?" Tanya Jack bingung.


"Ke suatu tempat"


***


Jack mengelus dengan lembut batu nisan yang ada di hadapannya, air matanya sudah jatuh dari tadi.


"Mama..." Gumam Jack pelan.

__ADS_1


Sammy menghela nafas, "Dia adikku. Dia meninggal ketika melahirkanmu"


Dewa menatap Sammy yang sedang mengamati mereka dengan bersedekap dada.


"Apa tidak ada yang berziarah ke makam mama sampai-sampai rumput liar ini tumbuh?" Tanya Jack sambil menatap Sammy.


Sammy mengangkat bahunya. "Sepertinya ini yang pertama"


"Apa papa tidak pernah kemari?"


"Kemungkinan besar tidak. Tapi Paman percaya kalau papamu membayar seseorang untuk merawat makam mamamu ini"


"Kenapa papa tidak mengunjungi makam mama? Kenapa papa seolah tidak peduli tentang mama? Dan kenapa juga papa tidak mau menceritakan tentang mama padaku, Paman?"


Jack bertanya dengan bertubi-tubi pertanyaan yang selalu mengisi kepalanya.


"Jack" Sammy menghembuskan nafas panjang. "Jack ya..." Sammy tersenyum ketika mengulang nama itu lagi.


"Nama 'Jack' itu adalah pemberian dari Paman dengan harapan kamu terus tegar dan bisa menjadi anak berbakti untuk papamu"


Dewa yang mendengar itu tidak bisa tidak berkomentar, "Kalau begitu kenapa namanya tidak tegar saja?"


"Apa yang pertama kamu pikirkan saat mendengar nama Jack?" Tanya Sammy sambil menatap Dewa yang sedang berpikir.


"Em... Namanya seperti menggambarkan cowok yang nakal" jawab Dewa jujur.


"Tepat! Paman memang berharap kamu menjadi anak nakal tetapi yang mempunyai batasan. Kamu tau? Dulu Paman sampai berdebat dengan papamu karena nama. Pada akhirnya bibimu yang menengahi dan sampailah pada nama Jack Nathan"


Sammy tersenyum sebelum melanjutkan, "Jack, yang Paman tau kalau anak nakal tidak akan menangis. Kalau anak nakal akan kuat. Dan kalau anak nakal pasti berusaha untuk tegar agar tidak terlihat lemah"


"Anak nakal pasti ditakuti dan Paman berharap dengan takutnya orang-orang padamu juga menjadi takutnya orang-orang untuk menyakiti papamu" jelas Sammy.


Dewa menahan nafasnya begitu juga dengan Jack yang tidak percaya apa harapan dibalik namanya ini.


"Papamu memang bersalah tetapi dia membesarkanmu dengan penuh kasih sayang sebagai penebusan kesalahannya. Tentu saja alasan terbesarnya adalah karena dia sangat menyayangimu"


Sammy tersenyum, "Jack, kamu adalah semangat hidupnya. Kamu adalah alasan terbesar papamu untuk hidup lebih lama"


"Setelah papamu kehilangan orang-orang yang sangat berharga di hidupnya, Tuhan memberimu sebagai gantinya"


Jack membuka suaranya, "Paman, ini tidak ada hubungannya dengan pertanyaanku tadi"


Sammy terkekeh, "Semoga harapan pertama Paman terkabulkan saat kamu mendengar fakta ini"


Sammy menarik nafas panjang sebelum berkata,


"Papamu dan mamamu bukanlah sepasang suami istri. Kamu adalah anak di luar nikah mereka"

__ADS_1


like.


__ADS_2