Jack

Jack
Suka?


__ADS_3

Rendy sendiri sebenarnya sedikit ketakutan ketika merasakan tendangan dari kaki mungil Kayrah yang sangat terasa sakit.


Rendy tidak bisa membayangkan bagaimana kekuatan dari Kayron kalau yang perempuan saja tenaganya sangat luar biasa?


"Pergi atau bermain-main dulu?" Tanya Kayrah menantang.


"Kay..." Tegur Kayron datar.


Kayrah mengerucutkan bibirnya sebelum menunjuk Dewa yang masih ditahan oleh kedua teman Rendy dan berkata dengan kesal, "Dia kasihan!"


Kayron menghembuskan nafas sebelum berjalan mendekati Rendy yang mundur ke belakang.


"Mau apa Lo?!" Tanya Rendy ketakutan.


Kayron tidak memperdulikan itu, Kayron tetap maju sampai dia akhirnya menangkap pundak Rendy dan berbicara dengannya.


Sedangkan Kayrah sudah menghampiri Dewa. Kedua orang yang menahan Dewa serempak langsung lari tanpa memperdulikan Rendy.


"Jack!"


Dewa langsung lari menghampiri Jack tanpa memperdulikan Kayrah yang mematung.


"Hah?" Kayrah berbalik dan menatap Dewa dengan kesal sebelum menghampiri mereka. "Bilang makasih kek" gerutu Kayrah saat sudah didepan Dewa dan Jack.


"Makasih" ucap Jack sambil tersenyum dan pandangan yang tidak henti-hentinya memandangi wajah Kayrah.


Kayrah juga ikut tersenyum membuat Jack yang melihatnya terpanah.


"Kamu nggak apa-apa kan? Apa perlu ke rumah sakit?" Tanya Kayrah.


"Nggak, ini cuma luka kecil" jawab Jack.


"Luka kecil?" Kayrah mengangkat alisnya sebelum merogoh saku jaketnya lalu mengeluarkan sebuah sapu tangan.


Kayrah menoleh hanya untuk tersenyum ketika melihat botol air putih yang dingin tergeletak di sana.


Jelas itu adalah minuman Kayron yang langsung dibuang ketika melihat Kayrah mencari masalah.


Kayrah berdiri dan mengambil botol itu lalu menuangkan airnya pada sapu tangan yang ada di tangannya sebelum kembali lagi.


Kayrah mendekatkan dirinya pada Jack lalu membersihkan luka di sudut bibir Jack dengan lembut.


"Ash!"


"Sstt! Jangan bergerak" ucap Kayrah yang fokus untuk membersihkan luka itu.


Wajah Kayrah terlalu dekat dengan wajah Jack, membuat Jack bisa melihat dengan jelas setiap rinci wajah gadis di depannya ini.


Benar-benar cantik. Batin Jack dengan hati yang bergejolak.


"Nggak sakit kan? Ya iyalah! Kan sakitnya ilang dengan melihat wajahku tanpa berkedip" celetuk Kayrah yang masih fokus membersihkan luka Jack.


Spontan, Jack memundurkan wajahnya lalu mengalihkan pandangannya karena malu bila Kayrah melihat rona merah di pipinya.


Kayrah membuang nafas pelan sebelum mengambil tangan Jack lalu meletakkan sapu tangan yang dipegangnya. "Obati sendiri kalau begitu"


Jack mengangguk.


"Kita belum kenalan" Kayrah menjabat tangan Jack sambil berkata, "Namaku Kayrah"


"Jack" balas Jack sambil menatap mata Kayrah.

__ADS_1


Kayrah melirik seseorang yang berdiri di sampingnya sambil bersedekap dada. Kayrah memutar bola matanya jengah, "Iya-iya, sebentar"


Kayrah mengalihkan pandangannya untuk menatap Jack. "Dia adikku, namanya Kayron"


"Dia saudaraku, namanya Dewa" jelas Jack ikut memperkenalkan Dewa.


Kayrah tersenyum, "Salam kenal" Kayrah berdiri dari tempatnya sambil berkata, "Bila kita berjodoh, kita akan bertemu lagi"


Jack membalasnya dengan senyuman kecil.


"Sampai jumpa!" Ucap Kayrah sebelum meninggalkan Jack diikuti oleh Kayron yang mengikutinya dari belakang.


Jack memandangi sapu tangan yang ada di tangannya. Warna langit malam disertai oleh bintang dan satu bulan ditengah membuat Jack tersenyum melihatnya.


"Kamu suka padanya?" Tanya Dewa sambil menaikkan alisnya.


Jack menatap Dewa sekilas lalu berdiri, "Aku tidak tau tapi sepertinya aku memang suka padanya"


"Nggak jelas amat" gerutu Dewa sambil ikut berdiri.


Jack terkekeh lalu membaca tulisan yang ada di sudut sapu tangan dan berkata dengan pipi yang merona, "Sepertinya hatiku telah di curi oleh Kayrah... Edward"


***


Jack berjalan bersama Dewa menuju ke kelas. Hari masih pagi dan tentu saja sekolah masih sepi.


Pagi ini Jack berangkat dengan Dewa tanpa diantar papanya karena papanya dari kemarin belum pulang.


Tetapi Adit sudah mengabari Jack tentang Ricard yang masih punya banyak pekerjaan.


Sebagai pewaris keluarga Moses yang sesungguhnya, meskipun pewarisnya sudah berganti pada Jack tetapi Ricard masih memiliki tanggung jawab.


"Jack!"


Jack berhenti melangkah lalu berbalik diikuti oleh Dewa yang penasaran.


Jack mengangkat alisnya ketika melihat Claudia berlari menghampirinya. "Apa?"


"Nggak apa-apa sih, cuma manggil aja" jawab Claudia yang berdiri di depan Jack sambil tersenyum.


Jack menggeleng pelan diikuti oleh Dewa yang memutar bola matanya jengah.


Pagi ini mood Jack sedang bagus-bagusnya karena dengan memikirkan Kayrah yang berambut pirang, Jack akan melupakan semua hal yang membuat mood-nya hancur.


Jack sangat berharap bisa bertemu lagi dengan Kayrah entah dengan cara apa.


"Ya udah, aku ke kelas dulu" jawab Jack sembari membalikkan badannya.


"Eh! Jack!" Claudia menangkap pundak Jack membuat sang empu langsung berbalik dan menatap Claudia bingung.


"Apa lagi?" Tanya Jack jengah.


Dewa ikut berbalik lagi lalu menatap Claudia dengan tajam.


Bagaimana tidak? Dewa sangat tidak ingin Jack terkena masalah dengan Rendy lagi. Tetapi Claudia malah membuat Jack akan terkena masalah membuat Dewa tidak suka.


Cup.


Jack melebarkan matanya begitu juga dengan Dewa yang sangat terkejut.


Beruntung koridor sekarang masih sepi, jadi tidak ada yang melihat apa yang dilakukan oleh Claudia kecuali satu siswa lain yang sudah memperhatikan mereka sedari tadi.

__ADS_1


Siswa itu menggempalkan tangannya erat-erat sambil menatap Jack dengan penuh amarah.


Jack memegang pipinya yang dikecup oleh Claudia dengan jantung yang berdetak kencang.


Claudia sudah membuang pandangannya untuk menyembunyikan rona merah di pipinya. "Aku.. aku ke kelas dulu ya!" Ucap Claudia lalu berlari menjauhi Jack yang masih mematung.


"Jack?" Dewa menghampiri Jack yang masih mematung dengan memegangi pipinya, "Kamu nggak suka kan sama Claudia?"


"....."


"Kamu sebenarnya suka sama Kayrah atau Claudia?"


"Aku... Tidak tau"


Dewa memutar bola matanya malas sambil berkata, "Jack, kamu nggak boleh serakah"


Mendengar itu membuat Jack tersenyum kecil, "Kayrah itu gadis kecil yang imut tetapi kuat. Sepertinya aku suka pada Kayrah, bukan Claudia"


***


Pelajaran matematika dilalui oleh Dewa dan Jack dengan lancar. Bisa dikatakan sangat lancar karena Jack dan Dewa tidak merasa kesulitan saat menghadapi ulangan mendadak tadi.


Mereka melaluinya dengan lancar karena bab yang dijadikan ulangan sudah mereka pelajari sampai benar-benar paham dipandu oleh Ricard.


Jam istirahat berbunyi membuat sorakan anak-anak terdengar. Jack tersenyum kecil ketika guru yang didepannya memberi salam.


Drrt...


Jack merogoh saku celananya ketika handphone yang dia bawa bergetar.


Jack mengerutkan alisnya saat membaca siapa yang menelfonnya membuat Dewa penasaran.


"Siapa Jack?"


Jack menatap Dewa sejenak lalu membalikan handphonenya dan terlihat nama yang tidak Dewa ketahui.


"Bencong?" Ulang Dewa bingung.


Jack tertawa kecil, "Benua"


Dewa mengangguk lalu menyuruh Jack mengangkat telfonnya.


Jack mengangkat telfon itu lalu meletakkan handphonenya ke telinga sambil berkata,


"Hal--"


Tut...


Jack merubah wajahnya menjadi datar sebelum menatap handphonenya.


"What the..."


Jack berdecak kesal sambil memutar bola matanya malas lalu menelfon balik sang empu.


"Kenapa?" Tanya Dewa bingung.


"Biasa, pasti nggak mau pulsanya abis kalau kayak gini" jawab Jack sambil meletakkan handphonenya pada telinga.


Tut...


like.

__ADS_1


__ADS_2