
Dua hari sudah terlewati setelah Ricard berkunjung ke cafe smash, akhirnya Ricard memutuskan untuk menyelidiki semuanya karena dia tidak berani untuk bertanya pada anak-anaknya. Takut membuat anak-anaknya berada dalam bahaya lagi.
Ricard tidak lupa memikirkan kemungkinan kedua anaknya sudah diancam oleh si pembully untuk menutup mulut mereka.
Akhirnya Ricard memilih bungkam dan bersikap seperti tidak tau apa-apa.
Jack dan Dewa sudah menerima raportnya dan sekarang adalah hari libur singkat mereka. Karena nilai mereka diatas rata-rata semua Ricard menawari mereka untuk pergi berlibur tetapi mereka berdua menolak membuat Ricard tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ayo, Jack"
Suara berat milik ayahnya itu menyadarkan Jack dari lamunannya. Jack mengangguk saat menatap papanya yang sudah menggunakan pakaian rapi.
Jack menutup pintu rumahnya lalu membuang nafas panjang.
Hari ini Jack akan pergi menemui para saudaranya yang belum dia ketahui kecuali Benua dan saat ini Dewa juga sedang berziarah ke makam orang tuanya, jadi Dewa tidak ikut dengan Jack hari ini.
Jack membalikkan badannya lalu memasuki mobil yang sudah terdapat Ricard di dalam.
"Tukar tempat duduk" ucap Ricard sambil membuka pintu mobilnya saat Jack sudah duduk di sampingnya.
Jack menatap Ricard, "Kenapa pa?"
"Kamu yang nyetir"
Jack mengangguk paham lalu keluar dari mobil lagi dan memasuki mobil di bagian yang lain.
Ricard duduk di samping Jack lalu berkata, "Nggak usah ngebut. Santai saja, ini bukan acara resmi jadi kita telat sedikit juga nggak apa-apa"
"Oke" jawab Jack lalu menjalankan mobilnya.
Ricard diam sambil menatap jalan yang berada di depannya dengan pandangan kosong sebelum membuang nafas panjang.
"Aku punya berapa banyak saudara yang lain pa?" Tanya Jack memecahkan keheningan dalam mobil.
Ricard mengalihkan pandangannya pada Jack lalu berkata, "Anaknya om Keynan kembar terus anaknya bibi Diva juga kembar lalu anak dari Paman Rangga satu dan anak dari Tante Riana juga satu"
Jack mengambil nafas panjang, "Banyak banget"
"Ya dan itu semua adalah adik-adikmu" ucap Ricard sambil terkekeh.
"Nakal-nakal nggak ya?" Tanya Jack ragu.
"Masih kecil semua, Jack"
"Emang umur berapa pa?"
"Anak kembar om Keynan umur empat belas tahun sedangkan anak kembar bibi Diva juga sama. Lalu anak Paman Rangga masih berumur sepuluh tahun dan anak Tante Riana baru aja berumur tujuh tahun" jawab Ricard panjang lebar.
"Berarti aku dan Ben yang paling tua dong?" Tanya Jack tidak percaya.
Ricard terkekeh sambil mengangguk.
"Kak Thalita memang subur" gumam Ricard pelan.
Jarak umur antara Jack dan Benua hanya satu tahun. Tidak lama setelah Ricard pindah ke Paris, Sammy melamar Thalita dan mengadakan acara pernikahan satu Minggu kemudian.
Setelah genap satu tahun umur Jack, Benua Renald lahir di dunia ini.
"Katanya, anak kembar dari om Keynan berambut pirang" ucap Ricard memberitahu.
Berbicara tentang rambut pirang, Jack jadi teringat tentang Kayrah dan Kayron yang juga anak kembar.
"Benarkah?" Jack ingin tahu apa semua gadis berambut pirang secantik Kayrah.
Ricard mengangkat bahunya, "Lihat saja nanti"
__ADS_1
Pada akhirnya mobil yang ditumpangi mereka berdua sampai di tempat tujuan setelah Ricard memberitahu arahnya selama perjalanan.
"Jack, mobilnya kamu yang parkir" ucap Ricard sambil tersenyum lebar lalu keluar dari mobil dengan cepat karena tidak ingin mendengar ucapan protes dari anaknya.
"Hah?" Jack melongo sejenak ketika melihat Ricard yang keluar begitu saja padahal mereka baru saja memasuki area tujuan.
"Jadi ini alasan papa nyuruh aku yang nyetir?!" Teriak Jack dengan kesal di dalam mobil.
Jack sambil menggerutu kesal memarkirkan mobilnya ke tempat parkir yang agak jauh dari tempat Jack saat ini.
Sedangkan Ricard sudah memasuki restoran tempat dimana mereka semua akan berkumpul.
"Ricard!"
Ricard menoleh dan melihat Riana yang sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.
Ricard membalas senyuman itu dan berjalan menuju mereka yang sudah berkumpul.
"Aku datang paling akhir?" Tanya Ricard sambil duduk di kursi yang kosong.
"Nggak. Keluarga Keynan juga belum datang" ucap Rangga sambil meminum tehnya.
Ricard mengamati semua yang datang dan benar saja. Sekarang yang sudah datang adalah Sammy, Thalita, Rangga, Stefany, Riana, Satrio, Diva, juga suaminya Devan. Jangan lupakan anak-anak mereka yang juga sudah hadir.
"Biasa, Keynan dan istrinya kan sibuk" ucap Diva santai.
Ricard mengangguk paham karena Keynan dan istrinya bekerja di bidang yang sama yaitu seorang dokter. Jadi semua bisa maklum dengan kesibukan keluarga Keynan itu.
"Ini anakmu div?" Tanya Ricard sedikit terkejut saat melihat sepasang anak kembar laki-perempuan di samping Benua.
"Iya, anak cowokku mirip sama kak Dicky ya?" Kekeh Diva.
Diva tidak bisa melupakan bagaimana reaksi Thalita saat pertama kali melihat anak laki-lakinya. Reaksi yang ditampilkan oleh Thalita sangat di luar dugaan.
Meskipun mereka sudah berstatus sebagai suami istri tetapi Dicky masih mempunyai ruang sendiri di hati Thalita.
"Mirip banget, ku pikir tadi dia adalah kak Dicky" jelas Ricard dengan mata yang melebar.
Diva terkekeh sambil membayangkan reaksi Ricard saat melihat anak-anak Keynan nanti.
"Yang cewek mirip kamu" timpal Ricard sambil menatap Diva.
"Aku kan, ibunya" ucap Diva sambil memutar bola matanya malas.
Sekarang giliran Ricard yang terkekeh, "Siapa namanya?"
Ricard menatap kedua anak itu yang sedang tersenyum ketika menatapnya.
"Halo om, namaku Aski, salam kenal!" Ucap anak perempuannya sambil meyalimi tangan Ricard.
Ricard mengangguk paham.
"Aku Dicka" jelas anak laki-lakinya singkat.
"Hahahaha, perasaan kak Dicky nggak sedingin ini" jelas Ricard sambil tertawa bahagia.
Melihat Ricard yang datang tidak bersama Jack membuat Benua bingung.
"Jack mana om?" Tanya Benua yang sedari tadi sudah menunggu kehadiran sepupunya itu.
"Masih parkir mobil" Ricard menatap Benua lalu tersenyum, "Kamu sudah besar ternyata"
Ketika Ricard berkunjung ke cafe smash, dirinya tidak begitu memperhatikan Benua karena dia sudah sangat pusing dengan masalah anak-anaknya.
Wajah Benua adalah perpaduan antara wajah Thalita dan Sammy.
__ADS_1
Bibir yang mirip dengan Sammy dan hidung yang mirip dengan Thalita sedangkan mata tajamnya sudah pasti mirip kedua orang tuanya.
"Anak-anak kita bertambah besar kita juga bertambah tua"
Sontak semuanya memusatkan perhatian mereka pada keluarga Keynan yang baru datang.
Mata Ricard tidak lepas dari anak perempuan Keynan, ada sedikit keterkejutan di mata Ricard saat menatap wajah itu.
"Keysha?"
Wajahnya itu begitu mirip dengan Keysha-tidak, bahkan tidak ada yang berbeda dengan wajah Keysha!
Bahkan Sammy pun sempat terkejut saat pertama kali melihat wajah anak perempuan Keynan itu.
Keynan mengalihkan pandangannya pada Ricard yang menatap anaknya seperti siap menerkam kapanpun. Keynan melindungi anak perempuannya di belakang punggungnya membuat Ricard menatap Keynan dengan datar.
"Jangan macam-macam" peringat Keynan tegas.
Ricard berdecak kesal sambil memutar bola matanya malas. "Memang anakmu mirip dengan Keysha tapi aku bukan pedofil"
Mendengar ucapan Ricard membuat Sammy tersenyum tipis sambil menggeleng tidak percaya.
"Kakak Jack?" Anak perempuan Keynan, Kayrah memunculkan sedikit kepalanya agar bisa menatap wajah Ricard dan betapa terkejutnya dia setelah melihat wajah Ricard.
"Kau!" Kayron juga beraksi. Dia menggempalkan tangannya erat-erat sambil berjalan mendekati Ricard lalu menarik kerah baju Ricard membuat semua yang melihatnya terkejut.
"Sudah kukatakan jauhi kakakku tapi kenapa kau malah berada di sini?!" Bentak Kayron emosi.
Ricard mengerutkan alisnya bingung ketika anak kecil di hadapannya ini menarik kerah bajunya lalu membentaknya yang tidak tau apa-apa.
Keluarga besar itu serempak berdiri secara bersamaan ketika melihat Ricard yang ditantang oleh anak kecil.
"Aron! Jangan gila!" Kayrah keluar dari balik punggung ayahnya.
"Aron, apa yang kamu lakukan?!" Istri Keynan ingin segera menarik Kayron tapi sebelum dia melangkah, Kayron sudah terlebih dulu melayangkan tinjunya pada Ricard membuat semua orang terkejut setengah mati.
"Bocah! Ada apa denganmu?!" Sammy langsung menahan Kayron yang sudah berniat melayangkan tinjunya lagi dibantu oleh Keynan yang juga bertindak, sedangkan Ricard tersungkur di lantai sambil memegang pipinya yang terkena tinju seorang bocah.
Pukulannya bertenaga juga, pikir Ricard takjub.
"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Thalita yang menyadarkan Ricard dari lamunannya.
"Ah, aku nggak apa--"
"Papa!"
Teriakan itu terdengar ditelinga semua orang membuat sang empu menjadi pusat perhatian.
Jack langsung berlari dengan kencang menghampiri Ricard yang masih tersungkur.
"Papa, papa nggak apa-apa?!" Tanya Jack khawatir. Tentu saja Jack melihat semua kejadian ini.
Ricard tersenyum, "Nggak apa-apa"
Jack menatap pipi papanya yang mulai bengkak lalu menatap Kayron dengan tajam.
"Eh?" Sejenak Kayron linglung dengan apa yang terjadi di hadapannya.
Didepannya sekarang ada dua Jack membuat Kayron bingung siapa Jack yang sesungguhnya.
Jack berdiri lalu menatap Kayron dengan dingin dan berkata dengan dingin juga,
"Apa maksudmu?"
like.
__ADS_1