
Seperti biasa, bandara selalu ramai dengan orang-orang yang ingin pergi maupun datang. Hari inipun begitu. Terlihat tiga orang laki-laki yang berjalan bersama dengan menggunakan kacamata hitam ditengah ramainya pengunjung bandara. Masing-masing orang membawa sebuah koper.
"Kenapa kita nggak masuk pa?" Tanya Jack bingung karena sebentar lagi pesawat yang mereka tumpangi akan lepas landas.
Ricard tidak menjawab. Dia hanya berjalan mendekat ke kaca pembatas yang di balik kaca terdapat banyak orang akan masuk ke pesawat dengan tujuan ke negara Inggris.
Ricard menatap Jack lekat-lekat sambil mengetuk kaca di sampingnya. Alhasil orang yang berada di dekat kaca langsung menoleh pada Ricard termasuk seorang gadis berambut pirang.
Mata Jack melebar saat melihat Kayrah disana. Wajah Kayrah yang pucat membuat Jack semakin sedih. Jack tau kalau Kayrah mempunyai penyakit jantung yang membuatnya tersiksa.
"Kayrah..." Jack menempelkan tangannya ke kaca.
Kayrah menghampiri Jack dan menempelkan tangannya ke kaca yang sama dengan tangan Jack menempel. "Kakak Jack, aku pergi dulu ya..."
Meskipun tidak terdengar suaranya tetapi Jack tau apa yang diucapkan oleh Kayrah dari gerakan bibir Kayrah. Jack mengangguk. "Aku juga mau pergi."
Kayrah tersenyum tipis dengan pandangan sendunya. "Kakak Jack, kita akan bertemu lagi kan?"
"Kita harus bertemu lagi." Ucap Jack tegas.
"Kalau begitu bukan selamat tinggal tapi sampai jumpa... Sampai jumpa kakak Jack..."
"Ya. Sampai jumpa lagi Kayrah Edward..."
.
***
.
Saat sampai di Paris, Jack kembali lagi ke rumahnya yang dulu. Sekolah pun sama, dia kembali lagi ke 'neraka' itu. Tapi itu dulu, sekarang Jack kembali sebagai Jack Nathan Moses anak dari Ricard Denis Moses yang diajarkan untuk tidak menjadi pengecut.
Karena sudah tau Ricard bisa menjaga diri sendiri dari geng black rose sekarang Jack tidak akan takut lagi dengan geng black rose yang ada di Paris.
__ADS_1
Bersama dengan Dewa, Jack menjadi bagian geng black rose yang berada di Paris dengan menggunakan samaran untuk menutupi identitas mereka berdua.
Mengapa? Karena itu akan menjadi seru, begitu kata Jack.
Di sekolah, Jack kembali di bully lagi tapi kali ini dia melawan pembully yang dulu maupun sekarang tetap membully nya. Jack tidak takut lagi meskipun pemuda yang membully nya termasuk bagian dari geng black rose, dia akan tetap melawan jika ditindas.
Setengah tahun Jack memainkan dua peran dalam hidupnya. Ketika di sekolah, Jack akan menjadi siswa yang masih suka di bully dan ketika di geng black rose, Jack akan menjadi tuan muda karena dia adalah anak dari black lion, sang legenda geng black rose yang statusnya hampir sama dengan ketua besar.
"Mari kita berangkat." Ucap Jack sembari menggunakan topengnya.
"Yap." Dewa juga ikut menggunakan topengnya.
Hari ini Jack dan Dewa dengan topeng yang selalu mereka pakai kembali ke geng black rose karena hari ini akan ada tawuran dengan musuh geng black rose yang sudah mengganggu mereka akhir-akhir ini.
Geng black rose datang ke tempat tawuran dengan kedua tuan muda mereka. Para pembully Jack juga ikut karena mereka juga anggota dari geng black rose.
Sayangnya mereka tidak tau kalau pemuda yang biasa mereka bully di sekolah adalah tuan muda yang harus mereka lindungi.
Para anggota hanya bisa tersenyum mengejek karena bagaimanapun semua anggota geng black rose sudah dilatih secara profesional. Tawuran semacam ini hanya menjadi refreshing bagi mereka.
Jack melirik musuh-musuhnya yang sekarang terkapar di tanah. Masih dengan menggunakan topengnya, Jack berteriak dengan keras sampai-sampai semua orang yang berada di tempat tawuran ini akan mendengarnya.
"Kemenangan milik black rose!"
Semua anggota geng black rose bersorak setelah Jack berteriak seperti itu. Jack tersenyum dibalik topengnya lalu dia membuka topeng yang selama setengah tahun ini menutupi wajahnya dari semua orang geng black rose.
Anggota geng black rose yang awalnya bersorak langsung diam setelah melihat wajah tampan tiada cela di balik topeng yang menutupi wajah tuan muda mereka selama ini.
Para anggota perempuan geng black rose langsung terpukau dengan ketampanan Jack begitupun dengan para anggota laki-laki yang berdecak kagum melihatnya.
"Di..dia..."
Para pembully yang selalu membully Jack di sekolah langsung terkejut ketika melihat wajah yang tak asing bagi mereka di balik topeng tuan muda mereka itu.
__ADS_1
Mereka tidak menyangka selama ini mereka sudah menyakiti tuan muda mereka yang terhormat! Tubuh mereka bergetar hebat saat sadar selama ini mereka sudah membully anak dari black lion sekaligus keponakan dari ketua besar geng black rose!
Jack mengalihkan pandangannya pada Dewa yang berniat membuka topengnya. Mata Jack melebar saat melihat sesuatu terbang ke arah Dewa.
"Awas!!" Jack mendorong tubuh Dewa membuat pemuda itu jatuh dengan penuh keterkejutan.
Alhasil, batu besar yang awalnya mengarah pada Dewa langsung menabrak kepala Jack dengan keras.
"Hahahah! Mati kau tuan muda sombong, hahaha!" Seorang musuh yang melempar batu itu tertawa terbahak-bahak.
"Tuan muda!!"
"JACK!!"
Teriakan Dewa dan para anggota geng black rose terdengar begitu samar di telinga Jack. Tubuh Jack ambruk seiring dengan darah yang mengalir deras dari luka di kepalanya.
.
.
.
.
---Tamat---
Terimakasih sudah mendukung cerita Jack sampai tamat! Akhirnya... satu beban saya terangkat hehehe...
Jika ingin tau keadaan Jack, baca cerita I'M TIRED 2 yaa...
Oh iya! Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf jika saya punya salah baik disengaja maupun tidak. Maaf jika ada kata-kata di cerita saya yang menyinggung kalian. Mari kita saling memaafkan di hari yang suci ini...
Salam sayang dari saya, dasarkampret_.
__ADS_1