
"Karena ke-egoisan mamamu, dia menjebak papamu dan akhirnya terbentuklah kamu di rahim mamamu. Tentu mamamu langsung meminta pertanggungjawaban papamu"
Sammy berhenti sejenak untuk melihat reaksi Jack sebelum melanjutkan, "Dan tentu saja semua orang tidak percaya kalau kamu adalah anak papamu karena... Mamamu sudah menjual tubuhnya sebelum berhubungan dengan papamu"
Jack menatap Sammy dengan tidak percaya, begitu juga dengan Dewa yang sama tidak percayanya.
"Jack, alasan papamu tidak ingin menikah adalah bukan karena ingin memanjakan dirimu tetapi karena papamu masih mencintai gadisnya" jelas Sammy sendu.
"Gadisnya?"
Sammy tersenyum pahit, "Gadisnya, atau lebih tepatnya adalah kekasih hati papamu. Cinta pertama papamu yang adalah sepupu Paman"
"Lalu dimana dia?" Tanya Jack cepat.
"Sudah pergi" Sammy mendongak, "Dia sudah pergi meninggalkan luka di hati papamu"
Jack yang mendengar itu langsung tersulut emosinya, "Pergi kemana?" Tanya Jack yang berusaha mengontrol emosinya.
"Pergi untuk selamanya sebelum akhirnya disusul oleh mamamu" ucap Sammy yang masih menatap langit yang berawan.
"Pergi untuk selamanya?" Ulang Dewa.
"Ya, dia pergi meninggalkan orang-orang yang sayang padanya" jelas Sammy sambil tersenyum kecut.
"Dia sudah meninggal! Kenapa papa tidak berusaha untuk melupakannya dan mencintai mama?! Apa yang dilakukan dia sampai membuat papa rela tidak memiliki istri di hidup ini?!"
Jack berdiri dan menatap Sammy dengan penuh emosi. "Mama pasti lebih baik daripada dia!"
"Sekali lagi kau merendahkannya" Sammy menatap Jack dengan dingin, "Paman tidak akan segan untuk menghajar mulut kurang ajarmu itu dengan tangan Paman sendiri"
Dewa dan Jack terkejut melihat perubahan yang ditampilkan oleh Sammy sekarang. Mereka berdua tidak menyangka kalau Sammy punya sisi seperti ini.
"Meskipun papamu datang sekalipun, Paman tidak peduli" ucap Sammy dingin.
"Paman percaya kalau papamu juga akan melakukan hal yang sama. Dia pasti akan menghajar siapapun yang merendahkan kekasihnya meskipun itu anak kandungnya sekalipun" Sammy berbalik dan pergi meninggalkan Jack dan Dewa yang masih tidak percaya dengan perubahan sifat Sammy.
***
Karena tadi mereka datang ke tempat makam memakai taksi online, saat ini Jack dan Dewa memutuskan untuk pulang jalan kaki karena menghemat--bukan! Karena tidak punya uang untuk bayar taksi.
Sampai saat ini Jack masih belum percaya dengan cerita Sammy.
Perasaan antara marah, kesal dan sedih bercampur di dalam hati Jack sekarang.
Jack marah dengan papanya yang tidak peduli dengan mamanya.
__ADS_1
Jack kesal dengan kekasih papanya yang sudah meninggal itu karena dia, mamanya harus merasa sakit hati.
Jack sedih dengan fakta yang menampar dirinya kalau mamanya sudah tiada.
Selama ini Jack mengira kalau mamanya pergi ke luar kota atau bahkan bisa juga ke luar negeri.
Tidak pernah ada dalam pikiran Jack kalau mamanya pergi ke dunia lain, meninggalkan dirinya atau bahkan belum melihat wajah anak yang dia lahirkan sebelum menutup mata untuk selamanya.
Jack amat terpuruk ketika memikirkan itu.
Dewa juga sama kagetnya. Dia tidak menyangka ada fakta menyedihkan dibalik Jack yang dia kira memiliki hidup yang sempurna ini.
Jack menghela nafas sekali lagi sedangkan Dewa hanya bisa menyemangati Jack sedari tadi.
"Wah, lihat ini ada siapa kawan-kawan"
Suara yang begitu Jack dan Dewa kenal langsung menyambut mereka ketika mereka memasuki area cafe.
Jack dan Dewa langsung menoleh secara serempak.
"Dia..." Jack menaikkan alisnya bingung sedangkan Dewa menepuk jidatnya karena tidak menyangka, Jack akan melupakan orang yang pernah menyakitinya.
"Dia penguasa sekolah kita" bisik Dewa pelan.
"Oh?" Jack menatap Dewa, "Yang menyukai Claudia itu?"
Jack tersenyum canggung, "Aku tidak mengingatnya"
"Bisik-bisik apa kalian?!" Seru Rendy kesal.
"Ah tidak!" Dewa dengan cepat berbicara.
"Ada apa?" Tanya Jack langsung.
Rendy tersenyum miring sebelum mendekati Jack dan Dewa.
"Gue butuh uang buat traktir temen-temen gue" ucap Rendy pelan.
"Terus?" Tanya Dewa tidak mengerti.
"******!" Umpat Rendy kesal dengan kebodohan yang dimiliki Dewa.
Jack menggeleng pelan sebelum berkata, "Kita nggak bawa uang. Kalau bawa, kita nggak akan pulang dengan jalan kaki" jelas Jack menjelaskan situasinya.
Wajah Rendy berubah menjadi buruk sebelum mendekati Jack dan menghajar Jack dengan tinjunya.
__ADS_1
Dewa terkejut ketika melihat itu, "Jack!" Teriak Dewa keras membuat perhatian semua orang mengarah padanya.
Jack tersungkur di tanah setelah mendapat pukulan yang kuat dari Rendy.
Jack mengumpat, tentu dalam hati karena Jack tidak mau membuat masalah dengan anggota geng black rose.
"Jack!" Kedua tangan Dewa digenggam oleh kedua teman Rendy lainnya.
Rendy mengangkat kerah baju Jack, membuat sang pemilik baju mau tidak mau langsung berdiri.
Rendy mengangkat tangannya yang menggempal dan mengarahkannya pada Jack yang sudah menutup matanya.
Tapi, sebelum tinju milik Rendy mendarat di perut Jack, sebuah tendangan dari kaki kecil seorang gadis membuat Rendy mau tidak mau mundur kebelakang dan melepaskan cengkramannya pada kerah baju Jack.
Gadis yang menendang itu langsung memeluk tubuh Jack yang hampir jatuh ke tanah.
Gadis itu membawa tubuh Jack untuk menjauh dari Rendy dan kawan-kawan.
"Bodoh! Kenapa kamu tidak melawan?!" Bentak gadis itu sambil membantu Jack untuk duduk di tempat yang jauh dari Rendy.
Saat sudah terduduk, Jack baru bisa melihat wajah gadis itu.
Gadis yang cantik dengan rambut pirangnya membuat Jack terpanah.
Gadis itu membalikkan badannya dan melangkah mendekati Rendy yang sudah berdiri.
Gadis itu mengalihkan pandangannya pada Dewa yang sedang ditahan oleh dua orang.
Gadis itu mengerutkan kening, tidak suka dengan sikap kedua orang itu. "Lepaskan dia"
"Siapa Lo?!" Tanya Rendy dengan nada tinggi. Jelas Rendy tidak suka dengan gadis itu karena merusak harga dirinya meskipun sebenarnya Rendy sempat kagum dengan kecantikan gadis itu.
"Aku--"
"Kayrah!" Teriak seorang laki-laki yang baru saja keluar dari cafe sambil membawa sebuah minuman.
Gadis yang dipanggil Kayrah itu berdecak sebal ketika mendengar suara itu. "Apaan sih?"
Laki-laki itu berlari sambil membuang minuman yang dia bawa ke sembarang tempat lalu berhenti dan berdiri didepan Kayrah sambil menatap Rendy dengan tajam.
Laki-laki yang bernama Kayron atau yang kerap di sapa sebagai Aron itu sangat tidak menyangka kalau Kayrah akan melakukan sesuatu yang berbahaya ketika dia tinggal sebentar untuk memesan sebuah minuman.
"Siapa pula ini?" Gumam Rendy yang semakin pusing dengan kedua anak kecil yang menghadang jalannya.
Dengan satu pandangan, Rendy sudah bisa menebak kalau kedua anak kecil didepannya ini adalah sepasang anak kembar.
__ADS_1
Memang wajah Kayrah sudah seperti Kayron versi perempuan membuatnya sangat mirip. Apalagi dengan rambut pirang mereka yang sama membuat mereka menjadi mencolok diantara orang-orang di sini.
like.