
"Tunggu dulu!" Kayrah berdiri di depan Kayron sambil menatap Jack dengan rasa rindu yang sangat mendalam.
"Kayrah?" Gumam Jack dengan pandangan yang melembut.
"Kakak Jack, adikku salah mengenali orang. Biarkan aku meminta maaf, karena aku yakin adikku tidak akan sudi meminta maaf jadi... Maafkan kesalahan adikku... Om... Ricard?"
Ricard menatap Kayrah yang juga menatapnya. Hatinya tersentuh saat dirinya diberi kesempatan untuk bisa menatap wajah itu lagi.
Ricard tersenyum lalu berkata, "Tidak apa-ap--"
"Berhenti menatap anakku seperti itu!"
Sebelum Ricard melanjutkan ucapannya, Keynan sudah terlebih dulu memotong ucapannya sambil melindungi Kayrah dibelakang punggungnya lagi.
Ricard tertawa miris, "Kamu terlalu sinis padaku, Keynan" ucap Ricard sambil berdiri dibantu oleh Thalita juga Benua.
"Sebagai seorang ayah, aku harus menjaga anakku" ucap Keynan tegas.
"Iya, aku tau. Aku juga seorang ayah, jangan lupakan itu"
"Bagaimana bisa aku melupakannya? Bahkan kamu sudah menjadi seorang ayah di saat aku belum lulus kuliah"
"Hahaha, kamu mengejekku?"
"Iya! Memangnya kenapa?" Tanya Keynan sambil bersedekap dada.
Hal seperti ini yang sangat dirindukan oleh Keynan. Dia merasa sudah lama tidak bertemu dengan pasangan ketua pusatnya ini.
Padahal dulu saat menjadi ketua geng black rose, mereka sangat dekat. Setiap hari mereka selalu bersama.
Tapi sekarang sepertinya kejadian dulu tidak bisa terulang lagi membuat Keynan harus pintar-pintar memanfaatkan waktu berkumpul ini.
Di pertemuan kemarin pun Keynan tidak bisa melepaskan rasa rindunya pada Ricard karena mereka sedang dilanda masalah yang membuat mereka pusing.
Kayron memutar bola matanya jengah saat melihat kelakuan ayahnya ini. Kayron melepaskan tangan Sammy yang menahannya lalu Kayron menghampiri Kayrah.
"Kak, kamu sedang sakit. Jadi duduklah. Kamu tidak boleh kelelahan"
Memang setelah kejadian dimana Kayrah dan Kayron menyelamatkan Jack dan kawan-kawan, Kayrah mengalami sakit gigi yang hebat sebelum sakit itu mereda dan diganti oleh sakit yang lain.
Kaki Kayrah tiba-tiba menjadi bengkak dan tubuh Kayrah pun terdapat sedikit banyak luka lebam.
Jelas Keynan tidak curiga kalau putrinya ini sedang sakit parah karena Kayron pun juga punya lebam membuat Keynan berpikir kalau kedua anaknya ini bertengkar tadi.
Tapi tadi pagi saat Kayron bertanding basket dengan Kayrah di halaman rumah mereka, belum lima menit pertandingan dimulai, Kayrah terlihat sudah sangat kelelahan. Bahkan Kayrah sampai mimisan membuat Kayron begitu khawatir.
Kayron ingin memberitahukan pada ayah dan bundanya tentang Kayrah yang mimisan karena bagaimanapun orang tua mereka adalah seorang dokter.
Tetapi Kayrah mencegah itu karena Kayrah tidak ingin membuat kedua orang tua mereka khawatir. Kayrah memilih menyimpan masalah ini sendiri dengan Kayron.
Kayrah tersenyum dan mengangguk lalu duduk di tempat yang di sediakan.
Jack menatap Kayrah dengan teliti. Setelah mendengar Kayrah sakit, Jack jadi khawatir tetapi Jack tidak bisa bertanya secara langsung karena ada Kayron disini.
"Mari kita juga duduk" ucap Ricard sambil tersenyum.
Jack memandang Ricard tanpa berkata-kata sebelum duduk di samping Ricard.
Semua keluarga besar itu ikut duduk kembali ke tempat mereka masing-masing.
"Bagaimana kabarmu sobat?" Tanya Benua sambil tersenyum lebar.
Jack menatap Benua sekilas sebelum berkata, "Aku bosan dengan wajah itu"
Benua memukul lengan Jack pelan, "Bagaimana kamu bisa bosan? Kita baru saja bertemu secara langsung setelah sekian lama. Bahkan ini bisa dibilang pertemuan kedua kita secara langsung"
__ADS_1
"Dan aku juga bosan dengan suara itu" ucap Jack datar.
"Hei! Kamu sangat keterlaluan!" Benua mengerucutkan bibirnya kesal.
Jack tertawa melihat ekspresi itu.
"Bukankah kamu bilang aku akan mempunyai saudara lain? Dimana saudaraku itu?" Tanya Benua sambil celingak-celinguk untuk mencari saudaranya yang tidak dia ketahui itu.
"Dia tidak ikut"
"Kenapa?"
"Dia ingin mengunjungi orang tuanya"
Benua mengangguk paham lalu dia menatap Ricard yang sedang memandangi Kayrah tanpa henti.
"Kamu menyukai Kayrah bukan?" Tanya Benua pelan.
Jack mengangguk.
"Sepertinya kamu punya saingan cinta" ucap Benua sambil tertawa pelan.
"Siapa?" Tanya Jack sambil menaikkan alisnya.
"Pria yang mirip denganmu"
Sontak, Jack mengalihkan pandangannya untuk menatap papanya yang masih memandangi Kayrah.
Keynan yang tau hal itu segera mengarahkan pisau yang dia pegang ke depan wajah Ricard membuat sang korban terkejut.
"Sudah kukatakan, jangan pandangi anakku seperti itu!"
Ricard tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya, "Aku rindu kakakmu"
"Dia anakku, bukan kakakku!" Bantah Keynan kesal.
Diva yang dari tadi melihat akhirnya angkat suara juga, "Dek, bila Ricard menjadi menantumu, apa kamu akan merestuinya?" Tanya Diva menggoda.
"Ogah!" Jawab Keynan cepat.
Riana dan Rangga terkekeh, "Jangan begitu key, bagaimanapun juga Ricard dulu adalah calon kakak iparmu" ucap Rangga menggoda.
"Hahaha! Iya, betul itu" timpal Riana menyetujui ucapan kakaknya.
Ricard menatap Riana lalu Satrio yang berada di samping Riana.
Sekarang Satrio jauh terlihat lebih dewasa dan aura ayahnya keluar saat dia menggendong anaknya.
"Em... Papa, bukankah kita akan menghadiri acara keluarga?" Tanya Jack hati-hati.
Ricard menatap Jack dengan bingung. "Apa maksudmu, nak? Bila ini bukan acara keluarga lalu apalagi?"
"Eh? Jadi... Ini... Saudara-saudaraku yang lain?" Tanya Jack tidak percaya.
"Ya, memang kenapa?" Tanya Ricard heran.
Jack menggeleng lalu menatap Kayrah yang juga menatapnya dengan mata yang berlinang air mata.
"Tidak!" Kayrah berdiri dari duduknya sambil meletakkan sendoknya di piring. "Kakak Jack bukan saudaraku! Aku tidak mau menjadi saudara kakak Jack!" Bantah Kayrah membuat semua orang heran.
"Kayrah..." Jack menatap Kayrah dengan sendu. Hatinya juga sakit ketika tau bahwa dia dan Kayrah adalah saudara.
"Tidak! Aku tidak mau!" Teriak Kayrah lalu berlari keluar.
"Kayrah!" Jack berdiri dari duduknya lalu menyusul Kayrah keluar.
__ADS_1
Semua keluarga besar melongo karena kejadian ini. Mereka tidak menyangka akan ada hubungan yang spesial antara Kayrah dan Jack.
"Sepertinya cinta Keysha pada Ricard benar-benar tulus ya? Keysha masih mencintai Ricard bahkan di generasi selanjutnya" ucap Sammy mencairkan suasana.
"Ricard juga sangat mencintai Keysha di generasi penerus kita ini. Sungguh kisah yang menarik" timpal Thalita sambil tersenyum lembut.
Ricard hanya menanggapinya dengan tersenyum kecil.
Bagaimanapun wajah Jack sangat mirip dengan Ricard dan wajah Kayrah juga mirip dengan Keysha.
Ricard yang memikirkan itu tidak bisa tidak tersenyum. Ricard berdiri dari tempatnya lalu menyusul Jack dan Kayrah yang berada di luar.
Sebelum itu Ricard berkata pada semuanya dengan bersalah, "Maaf, sepertinya aku harus pulang lebih cepat. Sebagai gantinya, aku akan membayar semua makanan kalian. Aku akan meminta seseorang untuk mengurusnya nanti"
Setelah mengatakan itu, Ricard berjalan keluar sambil memikirkan sesuatu. Meskipun cinta Ricard dan Keysha terulang lagi di generasi penerus mereka tetapi sepertinya langit tidak merestui hubungan mereka.
Saat di generasi Ricard, Keysha meninggal dan saat di generasi Jack, mereka terhalang oleh hubungan darah ini.
"Tidak! Aku tidak mau menjadi saudara kakak! Aku sangat ingin menjadi pasangan kakak! Bukan saudara!"
Teriakan itu membuat Ricard sadar dari lamunannya. Ricard menatap Jack yang sedang memeluk Kayrah yang menangis.
Ricard dengan berat hati berkata, "Jack, waktunya kita pulang"
"Papa..." Jack melepas pelukannya lalu menatap papanya dengan tatapan memohon agar diberikan waktu sebentar lagi.
"Tidak ada penolakan. Kita pulang sekarang" ucap Ricard penuh dengan penekanan.
Ricard tidak ingin Jack menghabiskan waktu lebih lama dengan Kayrah karena Ricard takut Jack akan merasakan sakit yang amat sangat bila kedua insan itu bersama dengan waktu sedikit lebih lama lagi.
Jack membuang nafas lelah lalu berjalan menghampiri papanya karena dia tidak bisa membantah perintah papanya itu.
"Kakak Jack..." Kayrah memegang tangan Jack membuat Jack berhenti berjalan.
"Kayrah... Sepertinya kamu harus melupakanku" ucap Jack pelan sambil melepas tangan Kayrah.
Jack berjalan menjauhi Kayrah setelah itu, dengan Ricard, Jack berjalan menuju parkiran yang letaknya cukup jauh dengan lokasi tempat mereka berdiri.
"Kakak Jack!" Mata Kayrah menatap Jack yang lama kelamaan menjauh.
Pandangan Kayrah menjadi buram saat Jack dan Ricard sudah tidak terlihat.
Dada Kayrah sesak. Jantungnya berdetak lebih cepat dari orang normal. Tiba-tiba darah keluar dari hidungnya lalu perlahan tubuh Kayrah tumbang.
"Kakak!"
Dengan cepat Kayron menangkap tubuh kakaknya. Keynan beserta istrinya langsung memeriksa anak mereka dengan tangan yang gemetar.
Setelah memeriksa dan mengetahui gejala-gejalanya, Keynan dan istrinya saling memandang dengan tidak percaya.
"Ini tidak mungkin!" Teriak Keynan frustasi.
***
Jack pulang tanpa tau masalah apa yang dihadapi oleh Kayrah. Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, Jack dan Ricard akhirnya sampai di rumah.
Rumah mereka sepi karena Dewa tidur di rumahnya sendiri malam ini. Setelah sampai, Ricard juga langsung masuk ke kamar tanpa berbicara.
Akhirnya Jack hanya bisa merenungkan semua kejadian ini di kamarnya.
Memikirkan kenyataan pahit yang menamparnya dengan keras membuat Jack hanya bisa menggempalkan tangannya kuat-kuat.
"Ternyata ayah Kayrah dan ibuku adalah saudara sepupu" Jack menghela nafas panjang lalu berkata dengan sangat lirih. "Aku dan Kayrah... Memiliki darah dari buyut yang sama"
Malam yang sepi itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Jack meneteskan air mata. Di gelapnya malam, Jack menangis dalam diam, menahan rasa sakit yang dia rasakan seorang diri.
__ADS_1
like.