
"Arrggh!"
"Siapa kalian?!"
"Argh! Tolong!"
Teriakan-teriakan anggota geng black rose terdengar memilukan. Satu persatu anggota geng black rose yang tersisa segera di lumpuhkan oleh rombongan Thalita.
Rombongan Thalita tidak menyerang secara berlebihan karena bagaimanapun juga anggota geng black rose adalah anak jalanan yang tidak punya siapa-siapa.
Bugh.
Berbeda dengan Keynan yang menyerang langsung di titik vital agar para anggota yang menghalangi jalannya langsung pingsan. Pikiran Keynan menjadi kosong sedari tadi karena khawatir dengan keadaan Kayrah.
"Kayrah! Dimana kamu nak?! Kayrah!!"
Keynan berjalan mendahului Thalita ketika memasuki ruang interogasi yang menjadi latar cerita saat ini. Keynan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan untuk mencari dimana putrinya berada sekarang.
Mata Keynan berhenti pada seorang remaja sedang menjaga gadis berambut pirang yang tidak sadarkan diri.
"KAYRAH!!"
Keynan berlari menuju Kayrah berada dan langsung merebut tubuh tidak berdaya putrinya dari tangan Rendy. Rendy meringis pelan saat melihat tatapan Keynan yang tajam.
"Bocah itu membantuku menjaga Kayrah." Ricard berbicara dengan cepat karena tidak mau Keynan salah paham dengan Rendy.
Karena sudah melewati waktu dua Minggu bersama, Ricard jadi mempunyai ikatan dengan Rendy meskipun hanya sebatas benang tipis.
Keynan langsung mengalihkan pandangannya dari Rendy setelah mendengar ucapan Ricard. Keynan memeriksa setiap inci tubuh Kayrah dan betapa terkejutnya Keynan saat menyadari baju yang Kayrah gunakan sepenuhnya asing.
Keynan mengamati sekitarnya dan lebih terkejut ketika sadar Ricard sedang telanjang dada saat ini.
"Apa baju yang dikenakan putriku adalah bajumu?" Tanya Keynan pada Ricard yang sekarang menggaruk tengkuknya.
"Em... Aku terpaksa."
"Tidak heran baju ini begitu bau. Kenapa kau memakaikan bajumu pada putriku? Kau tidak perlu repot-repot begini..." Keynan berniat melepaskan baju Ricard dari tubuh putrinya.
"Eh jangan!!" Buru-buru Ricard berteriak agar Keynan menghentikan aksinya.
Keynan langsung menutup kembali tubuh putrinya dengan baju Ricard setelah sadar Kayrah tidak memakai bajunya sendiri. Mata Keynan tidak sengaja melihat baju Kayrah yang robek sampai tidak terbentuk.
Keynan mengambil kain baju putrinya yang berada di lantai dengan tangan gemetar. Pikiran-pikiran liar mulai memenuhi kepala Keynan.
Ricard memejamkan matanya karena sadar Keynan akan kehilangan akal setelah ini.
__ADS_1
Thalita, Sammy, Rangga, Riana, Diva, dan Angga mengerutkan kening saat melihat punggung Keynan yang mereka lihat sedang bergetar hebat.
Keynan memeriksa tubuh putrinya di balik baju besar Ricard. Nampak banyak tanda merah di leher jenjang Kayrah sampai ke dada. Mata Keynan menggelap seiring dengan besarnya amarah yang mengontrol tubuhnya.
Keynan menggendong tubuh putrinya dan berbalik menatap semua orang dengan pandangan ingin memakan mereka hidup-hidup.
"Brengsek... Berani sekali kalian.. menyentuh putriku..."
Ricard merentangkan kedua tangannya di depan Keynan yang mulai menggila sambil membawa tubuh Kayrah. "Hei dengarkan aku--"
"Bahkan para bedeb*h tidak sudi disamakan dengan kepar*t seperti kalian!" Keynan menerobos tangan Ricard dan mulai menggila.
Thalita akhirnya turun tangan juga. Dia bingung dengan sikap Keynan yang tiba-tiba berubah. Thalita menghadang jalan Keynan yang ingin mengoyak wajah ketua cabang.
"Kau kenapa?"
Keynan menatap Thalita dengan badan naik turun. Air matanya jatuh seketika membasahi tubuh Kayrah yang berada dalam gendongannya.
Keynan seorang ayah. Betapa sakit hatinya ketika mengetahui putri satu-satunya hampir saja kehilangan kehormatan sebagai seorang perempuan. Mental Keynan down. Dia merasa gagal menjadi seorang ayah ketika melihat kondisi putrinya saat ini.
Keynan menunduk membuat air matanya menetes dengan deras ke tubuh Kayrah. "Lihat..lihatlah kak..."
Thalita mengamati Kayrah dengan intens. Matanya melebar saat melihat tanda-tanda merah di leher putih Kayrah.
Ketua cabang tidak bisa berhenti tenang saat melihat kemunculan pria berambut pirang secara tiba-tiba. Dia yakin pria berambut pirang yang berada di ruangan ini adalah Keynan, adik dari ketua besar sebelumnya yang meninggal!
"Kau tidak berlutut setelah melihat ketua besar ini marah?!" Thalita benar-benar marah saat ini. Bahkan dia menggunakan jabatannya untuk menekan ketua cabang.
Sontak saja semuanya langsung berlutut setelah mendengar ucapan Thalita bahkan calon ketua cabang yang masih kesakitan karena tinju kuat milik Ricard ikut berlutut.
Calon ketua cabang tidak percaya bahwa wanita di hadapannya adalah ketua besar yang terhormat! Tubuhnya bergetar saat menebak kenapa ketua besar berada di sini?
Thalita menggempalkan tangannya erat-erat dan dengan cepat sebuah pukulan yang mengandung tenaga besar mendarat di wajah calon ketua cabang! Tubuh calon ketua cabang terpental sampai berhenti ketika menabrak dinding.
Ketua cabang melongo saat melihat calon penerusnya diterbangkan oleh satu tinjuan seorang wanita.
Thalita menghampiri calon ketua cabang yang tersungkur lalu menghajarnya lagi dan lagi sampai-sampai calon ketua cabang itu memohon ampunan sambil menangis terisak.
Sammy, Rangga, Riana, Diva, Angga, dan Keynan sebenarnya juga ingin ikut menghajar tapi setelah melihat calon ketua cabang itu memohon ampun berkali-kali saat dihajar oleh Thalita, mereka merasa iba juga akhirnya.
Thalita ingin sekali menghajar semua yang ada di di sini tapi dia lagi-lagi disadarkan dengan kenyataan bahwa anggota geng black rose semuanya adalah anak jalanan yang tidak punya siapa-siapa.
Akhirnya Thalita hanya bisa menahan amarahnya mati-matian. Tapi Thalita tidak akan segan jika dengan calon ketua cabang itu karena pemuda itu bukanlah anak jalanan. Lagipula anggota geng black rose melakukan penculikan seperti ini juga karena perintah dari atasan mereka yaitu calon ketua cabang yang sudah Thalita hajar habis-habisan.
"Dengarkan! Aku, Thalita, sebagai ketua besar yang memimpin semua geng black rose mulai detik ini membubarkan geng black rose kota Tangerang! Sekarang tidak ada lagi geng black rose di kota ini! Semua jabatan dan urusan akan diserahkan pada geng serigala putih!"
__ADS_1
Angga hanya bisa menangis dalam hati ketika sadar pekerjaannya akan semakin menumpuk setelah ini.
.
***
.
Dunia geng kota Tangerang di buat gempar oleh berita bubarnya geng black rose yang memimpin dunia geng kota itu. Hal itu membuat keributan antar gengster terjadi lagi.
Selama ini semua gengster menerima geng black rose yang memimpin mereka karena geng itu sangat kuat. Sekarang keributan terjadi untuk memperebutkan posisi tertinggi setelah geng black rose mundur.
Sebagian anggota geng black rose bagian Tangerang yang dibubarkan memilih bergabung dengan geng serigala putih. Sebagian lainnya memilih bergabung dengan geng black rose kota Bekasi.
Mantan ketua cabang di beri hukuman oleh Thalita sebelum di izinkan bergabung ke geng black rose di kota lain sedangkan calon ketua cabang sekarang kondisinya begitu buruk.
Mantan calon ketua cabang sekarang sering sekali di bully dengan semua gengster yang ada di kota Tangerang karena pemuda itulah yang membuat dunia gengster kota Tangerang menjadi berantakan.
Mantan calon ketua cabang mendapat diskriminasi yang besar dari semua orang. Kelakuan bejat nan sombong saat masih menjabat sebagai calon ketua geng black rose langsung dibalas dengan setimpal oleh orang-orang yang menjadi korbannya setelah tau geng black rose kota Tangerang sudah bubar.
Dunia gengster itu menjadi tenang kembali setelah geng serigala putih turun tangan dan membuktikan bahwa merekalah geng terkuat yang akan memimpin semua geng di kota Tangerang.
Tentu saja banyak geng di kota Tangerang yang tidak setuju karena jika dibandingkan oleh geng black rose maka geng serigala putih sangatlah kecil. Tapi karena Thalita yang sebagai ketua besar seluruh geng black rose buka suara akhirnya semua geng mau tidak mau harus menurut.
Sudah beberapa hari sejak kekacauan itu terjadi. Hari ini Angga bersama Ricard duduk di taman yang berada di rumah sakit.
Akhir-akhir ini Ricard selalu ke rumah sakit untuk menjenguk Kayrah yang sedang di rawat. Penyakit jantung yang disembunyikan keluarga Keynan akhirnya terungkap juga setelah Kayrah dinyatakan kritis akibat penyakit jantungnya kambuh.
Semua keluarga besar itu begitu cemas dengan keadaan Kayrah yang tengah berjuang mempertahankan hidupnya. Pada akhirnya keluarga besar itu sepakat akan menitipkan Kayrah pada Rangga dan Riana agar bisa berobat di Inggris.
Tentu saja dengan persetujuan berat hati yang keluar dari mulut Keynan. Keynan masih belum rela jika harus berpisah dengan putrinya begitupun juga Kayron yang sangat tidak ingin berpisah dengan kakaknya.
Tapi setelah tau ini demi kesehatan Kayrah, akhirnya kedua lelaki berambut pirang itu menyerah dan dengan berat hati akan merelakan Kayrah jauh dari mereka.
Ricard yang melihat semua perdebatan sampai selesai itu hanya tersenyum tipis. Dia juga membuat keputusan setelah berpikir selama beberapa hari ini.
"Pada akhirnya kau tetap kukuh dengan keputusanmu itu?" Tanya Angga terlihat kecewa dan sedih.
Angga baru saja bertemu Ricard kembali setelah tujuh belas tahun berpisah tapi sekarang Ricard memutuskan untuk pergi lagi.
Ricard terkekeh, "Benar. Aku akan membawa kedua anakku kembali ke Paris."
.
Like.
__ADS_1