
Pukulan demi pukulan diterima oleh Jack yang bahkan tidak bergerak saat menerima pukulan itu.
Sedangkan orang yang memukul semakin menjadi setelah melihat Jack tidak bergeming.
"Sudah cukup! Kumohon!" Teriak Claudia yang masih menangis.
"Jack!!" Dewa bahkan sudah sangat babak belur karena dihajar oleh Rendy dkk.
Jack masih diam. Dia bahkan masih bisa menatap orang yang memukulnya dengan dingin. Meskipun wajahnya sudah berkali-kali dipukul tetapi Jack masih kukuh untuk menatap orang yang memukulnya.
"Hentikan atau kalian akan kulaporkan pada polisi!" Teriak Claudia.
"Lapor pada polisi?" Tanya seseorang, yang sedari tadi melihat Jack dihajar, diantara sekelompok anggota geng black rose. Itu tidak lain adalah pemimpin sekelompok kecil ini.
Pemimpin itu mendekati Claudia dan dengan cepat Rendy berteriak. "Jangan sakiti Dia!"
Pemimpin itu mengendus pelan. "Apa ini cewek yang kau cintai itu?" Tanya pemimpin itu.
"Ya!" Jawab Rendy cepat.
Pemimpin itu mengangkat dagu Claudia membuat Claudia mau tidak mau harus menatap wajah pemimpin itu.
"Karena kau adalah kekasih teman kami maka aku akan memaafkanmu. Tapi ingatlah satu hal kalau geng black rose tidak takut pada polisi" ucap pemimpin itu sombong.
"Kata siapa?! Polisi akan segera meringkus kalian setelah aku melaporkan kejadian ini!" Teriak Claudia tidak mau kalah.
"Hmph! Coba saja!"
Pemimpin itu menghempaskan dagu Claudia membuat sang korban meringis.
Rendy ingin protes tetapi sebelum dia bisa mengeluarkan suaranya, seorang laki-laki dan perempuan berambut pirang datang dan langsung menghajar orang yang sedang memukuli Jack dan Dewa.
Pemimpin itu terkejut, begitu pula dengan Rendy yang jelas tau siapa mereka berdua.
"Kalian lagi?!"
Pemimpin itu langsung menatap Rendy yang baru saja berbicara, "Apa kau mengenal mereka?" Tanya pemimpin itu.
"Ya! Perempuan itu yang sudah memukulku!"
Pemimpin itu langsung menatap kedua bocah kembar yang sekarang menatap mereka dengan tajam.
Claudia yang terlepas dari cengkraman teman Rendy langsung berlari menghampiri Jack, begitu pula dengan Dewa.
"Apa yang kamu inginkan kak?!" Teriak Kayron saat mereka sudah menghajar orang-orang yang menindas Jack dan Dewa.
Kayron berjalan mendekati Kayrah sambil menatap para musuh yang berada di depannya.
Kayrah mengangkat bahunya acuh. "Aku tidak memintamu untuk membantuku" ucap Kayrah santai.
Kayron menggeram marah. "Kamu kakak Perempuanku dan aku sebagai adik laki-laki sudah sewajarnya untuk melindungimu!"
"Kalau begitu bagus. Aku juga akan kerepotan jika menghajar mereka semua sendirian" ujar Kayrah sambil terkekeh.
"Kay..." Kayron sudah cukup kesal dengan Kayrah sekarang.
Sebelum Kayron berkata lebih jauh, Kayrah sudah lebih dulu berlari lalu menghajar musuh yang ada di hadapannya.
"Ck"
__ADS_1
Kayron tidak ada pilihan lain selain membantu kakaknya itu.
Mereka berudua terlalu fokus bertengkar sampai tidak menyadari kalau Jack, Dewa, dan Claudia sudah pergi menjauh dari sana.
Setelah berada cukup jauh dari pertempuran itu, Dewa membantu Jack duduk lalu Dewa membuka tasnya dan mengeluarkan obat-obatan untuk mengobati Jack.
"Sini"
Claudia dengan mata yang sembab merebut semua itu dari tadi tangan Dewa membuat Dewa hanya bisa menatapnya datar.
Claudia dengan hati-hati mengobati wajah Jack yang penuh dengan luka lebam. "Kenapa kamu tidak melawan, bodoh!"
Jack meringis pelan, tidak menjawab pertanyaan Claudia.
"Seharusnya kamu melawan!" Claudia mulai mengeluarkan air matanya lagi.
Jack diam. Jack menatap air mata Claudia yang turun semakin deras.
"Biarkan saja. Aku sudah terbiasa dengan ini" ucap Jack pelan.
Dewa yang sedang mengobati lukanya sendiri jadi menghentikan aktivitasnya dan menatap Jack lekat-lekat.
"Kamu akan terus ditindas jika kamu tidak melawan!" Bantah Claudia kesal.
Jack tersenyum tipis, "Kelak mereka akan bosan karena aku tidak melawan"
"Tidak! Mereka akan menjadi-jadi jika kamu diam--"
"Irah!"
Teriakan itu membuat Jack dan kawan-kawan langsung menoleh.
Panggilan kesayangan dari saudara-saudara mereka untuk Kayrah akhirnya terucap juga dari bibir Kayron yang bahkan pernah bilang tidak sudi memanggil Kayrah dengan itu.
"Eehhh! Kok sakit?!" Kayrah hampir menangis saat merasakan sakit yang amat sangat di pipi kirinya.
Kayrah menutupi pipi kirinya sambil menatap Kayron dengan mata yang berkaca-kaca. Ini adalah pertama kalinya Kayrah terkena pukul meskipun Kayrah sudah banyak mengikuti tawuran tetapi Kayrah tidak pernah terkena pukulan.
"Aron... Sakit..."
Amarah Kayron langsung memuncak saat melihat kakaknya yang hampir menangis. Kayron dengan ganas langsung menghajar teman-teman Rendy dan para anggota geng black rose yang menghalangi jalannya.
Yang melawan Kayrah saat ini adalah pemimpin itu dan Rendy. Sebenarnya Kayrah bisa menang di pertengkaran ini tetapi karena perhatian Kayrah terbagi untuk mengawasi Jack, jadi Kayrah tidak bisa mengeluarkan segenap kemampuannya.
"Kayrah!"
Jack ingin berdiri tetapi badannya langsung didorong oleh Claudia yang menatapnya dengan tajam.
Claudia menghapus air matanya lalu berkata dengan kesal. "Biarkan saja dia! Dia yang tiba-tiba menolong kita yang bahkan tidak meminta tolong padanya, jadi biarkan saja!"
Air mata Claudia turun lagi saat mengetahui kalau cowok yang dihadapannya sekarang ini menyukai gadis lain dan itu bukan dirinya.
Melihat Claudia yang menangis membuat Jack langsung memeluknya untuk memberikan Claudia ketenangan.
Sedangkan Kayrah,
Sekarang dia berdiri lagi tetapi masih menutupi pipinya yang masih sakit.
Kayrah menatap kedua pemuda yang berada di hadapannya sebelum menyerang mereka dengan kaki mungilnya.
__ADS_1
Pemimpin itu yang meremehkan tenaga dari kaki mungil Kayrah hanya menahannya dengan satu tangan yang bahkan tidak dia beri tenaga yang besar.
Akhirnya, pemimpin itu terpental cukup jauh ketika tendangan itu mengenainya. Pemimpin itu menatap Kayrah dengan tidak percaya.
Rendy yang melihat semuanya hanya bisa bergidik ngeri, dia bahkan sampai tidak bisa bergerak ketika kaki mungil itu melayang ke arahnya.
Akhirnya, Rendy ikut terpental dan berhenti tepat di samping pemimpin itu.
Setelah melakukan tindakan sederhana itu, Kayrah berbalik dan menatap Kayron yang baru saja menghabisi semua lawannya.
"Aron... Hiks... Gigiku sakit..."
Kayron menepuk jidatnya karena lupa kalau kakaknya itu sedang sakit gigi dan gigi yang sakit itu tepat di pipi kirinya.
Makanya, Kayron heran saat melihat kakaknya yang hampir menangis hanya karena terkena pukulan.
Meskipun kakaknya baru pertama dipukul tetapi Kayron yakin reaksi kakaknya saat menerima pukulan pertama kali tidak akan sampai hampir menangis.
"Udah" Kayron menarik Kayrah untuk dipeluknya. "Ayo ke dokter"
Mendengar itu, Kayrah langsung mengingat sesuatu.
Kayrah melepas pelukan itu dan berbalik hanya untuk menatap Jack yang sedang memeluk Claudia.
Kayrah melongo sejenak sebelum berkata dengan keras,
"Aku bahkan rela merasakan sakit gigi ini untuk menyelamatkan kakak tapi apa yang kakak lakukan?! Kakak bahkan masih bisa berpelukan dengan gadis lain?!" Teriak Kayrah yang emosi.
Jack yang mendengar itu langsung melepas pelukannya dan menatap Kayrah yang juga menatapnya. Jack berdiri dari duduknya sambil berkata, "Kayrah tidak seperti itu!"
"Sebenarnya kakak menyukai siapa?!" Tanya Kayrah dengan nafas yang terengah-engah.
Tidak ada suara yang terdengar di telinga orang-orang yang ada disini. Bahkan angin pun tidak berani bersuara karena mencengkramnya aura disekitar sini.
"Jujur cintaku ini memang untuk dirimu dan dirinya" gumam Jack pelan tapi masih bisa di dengar oleh Kayrah dan Kayron karena keadaan sekitar sini sangat hening.
Hening makin menjadi setelah Jack mengatakan itu.
Kayrah menatap Jack dengan tidak percaya, begitu pula dengan yang lainnya.
"Apa? DASAR BRENGSEK!" Umpat Kayrah keras lalu berlari untuk menjauhi Jack dengan mata yang sudah berair.
Jack yang melihat perubahan Kayrah menjadi terkejut dan baru Jack sadari dia telah berbuat kesalahan setelah punggung Kayrah tidak nampak di matanya.
"Kayrah!" Jack ingin mengejar Kayrah tetapi dirinya ditahan oleh Claudia.
Claudia menggeleng sambil berkata, "Aku bisa menerima dirimu meskipun cintamu terbagi untuknya"
Memang Claudia akui, meskipun Kayrah masih kecil tetapi kecantikan yang dimiliki oleh Kayrah sudah melebihi gadis seumurannya.
Maka dari itu Claudia tidak heran jika semua laki-laki akan jatuh cinta pada Kayrah di pandangan pertama.
Sedangkan Kayron meremas rambut pirangnya dengan frustasi.
Bagaimana tidak frustasi? Bahkan dia mendapatkan luka lebam dari pertarungan ini dan orang yang dia selamatkan malah menyakiti kakaknya sebagai balasan?
Sekarang Kayron sangat ingin menghajar Jack dengan tangannya sendiri. Tapi dia masih bisa memikirkan nasibnya setelah dia menghajar Jack.
Kayron yakin meskipun Kayrah marah tetapi Kayrah tetap akan menghajar dirinya jika Kayron menghajar Jack saat ini.
__ADS_1
"Baj*ng*n" umpat Kayron sambil menatap Jack dengan tajam. "Jauhi kakakku" ucapnya dingin lalu meninggalkan Jack, Dewa, Claudia, juga musuh-musuh yang tadi terlihat menyeramkan tapi sekarang malah terkapar tidak berdaya akibat kedatangan kedua bocah berambut pirang itu.
like.