Jack

Jack
Perkelahian


__ADS_3

Jack mengangkat alisnya. Dugaannya benar. Pemuda di hadapannya adalah calon ketua geng black rose yang berada di Tangerang.


Tapi mengapa calon ketua cabang itu mencegah langkahnya?


"Gue mau balas dendam." Seakan tau apa yang dipikirkan oleh Jack, calon ketua cabang itu berkata.


"Balas dendam?" Beo Dewa bingung.


"Ya. Gue calon ketua cabang geng black rose. Kalo gue nggak balas dendam atas kekalahan gue dulu, mau ditaruh mana lagi muka gue?!"


Jack menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung. Bukankah yang mengalahkan mereka dulu adalah Kayrah dan Kayron? Mengapa sekarang balas dendamnya pada kami? Pikir Jack bingung.


Sebenarnya calon ketua cabang tidak memiliki niat balas dendam tapi karena tadi dirinya tidak sengaja melihat Jack dan Dewa berjalan dengan santai, tiba-tiba keinginan untuk menghajar mereka muncul begitu saja.


"Maaf, kami nggak mau bertengkar." Jawab Jack sopan.


"Cih, itu cuma alibi kan?! Bilang aja kalo Lo nggak bisa berantem!"


Jack menghela nafas panjang. Nggak bisa berantem? Itu salah. Bukannya tidak bisa tapi dia menghindari kata 'memukul' sebisa mungkin apalagi kalau menyangkut geng black rose.


Jack masih takut dengan keselamatan papanya jika berurusan dengan geng black rose.


"Iya... Kami nggak pandai bertengkar." Sahut Dewa.


"Pecundang kalian berdua. Cuih!" Calon ketua cabang itu meludah tepat di depan kaki Jack dan Dewa.


Jack dan Dewa tersenyum, mencoba untuk menahan amarah karena harga diri mereka terluka akibat tindakan calon ketua cabang itu.


"Kami harus pulang sekarang." Jack angkat bicara karena tidak mau lagi mendengar perkataan menyakitkan lainnya.


Calon ketua cabang tersenyum miring. "Emang gue ngasih kalian izin buat cabut dari sini?"


"Apasih mau kalian?" Dewa menjadi geram juga akhirnya.


"Mau kami?"


Seorang anggota geng black rose mendekati Dewa setelah berbicara. Tiba-tiba saja, saat sudah dekat, anggota itu langsung menghajar Dewa membuat laki-laki berkulit putih itu tersungkur di tanah.


"Dew--"


Belum sempat Jack menyelesaikan kalimatnya, calon ketua cabang itu melayangkan tinjunya ke wajah Jack.


Reflek, Jack menangkis tinju itu dengan tangannya membuat calon ketua cabang terkejut.


"Menarik." Gumam calon ketua cabang sambil menyeringai.


Perkelahian antara dua orang yang di keroyok banyak orang itu tidak bertahan lama akibat Jack dan Dewa yang tidak melawan saat di hajar.


Karena perkelahian itu terjadi di pinggir jalan, menarik perhatian banyak orang. Banyak orang yang keluar dari rumah mereka untuk menonton atau sekedar menghentikan kendaraan mereka agar tidak terkena sasaran perkelahian.

__ADS_1


Tidak ada yang melerai perkelahian itu meskipun ada banyak orang disana karena mereka takut setelah melihat logo geng black rose di jaket yang digunakan sang pelaku.


Semua orang yang menonton hanya bisa merasa iba pada Jack dan Dewa karena sudah salah memilih lawan. Andai saja pihak yang melakukan tawuran ini bukan geng black rose maka sudah pasti perkelahian ini di hentikan oleh warga setempat.


.


***


.


"Sore pak Ricard"


"Sore."


Ricard memasuki mobilnya setelah membalas salam salah satu karyawan yang melihatnya. Di dalam mobil, Ricard menarik dasi yang terpasang rapi di lehernya agar lebih kendur.


"Capek" gumam Ricard sambil menghela nafas panjang.


Ricard memijat kepalanya yang pusing akibat sedari pagi sudah mengurus tumpukan dokumen yang menggunung.


Meskipun perusahaan keluarga Moses sudah diurus oleh Adit tetapi karena perusahaan ini besar ditambah lagi perusahaan milik Ricardo yang sama besarnya membuat kadang Adit tidak bisa mengurus semuanya.


Alhasil Ricard lah yang harus turun tangan karena bagaimanapun juga dua perusahaan itu adalah tanggung jawab keluarganya.


"Pulang. Mandi. Makan. Tidur. Ah, enak sekali..." Gumam Ricard sambil terkekeh.


Ricard melajukan mobilnya, keluar dari cabang perusahaan keluarga Moses yang berada di Tangerang.


Ricard bersenandung ria sambil fokus menyetir, rasa penat yang tadi dia rasakan langsung menghilang begitu saja saat memikirkan Jack dan Dewa.


Memang kedua anaknya itu adalah sumber semangat Ricard.


"Ada apa?"


Ricard mengerutkan alisnya saat mobil di depannya tiba-tiba berhenti membuat mobil Ricard juga harus berhenti berjalan.


Terlihat banyak orang menonton di tepi jalan. Bukan hanya satu dua, tapi sudah ada puluhan orang yang menonton. Ricard semakin penasaran.


Ricard mencoba melihat penyebab yang membuat mobil itu berhenti tetapi karena tertutup oleh badan besar mobil itu, jadi Ricard tidak bisa melihat ada hal apa sebenarnya.


Mobil di depan Ricard tiba-tiba melaju dengan kencang membuat Ricard yang melihatnya semakin mengerutkan dahi. Ricard menggeleng pelan lalu melajukan mobilnya dengan perlahan.


C'kit!


Ricard mengerem mobilnya saat seorang remaja tersungkur tepat di depan mobilnya. Mungkin jika Ricard tidak segera menghentikan mobilnya, pemuda itu pasti sudah tertabrak mobilnya.


"Anak jaman sekarang udah gila ya?!" Gerutu Ricard sambil membunyikan klakson mobilnya. "Mereka cari mati ap--"


Ricard menghentikan ucapannya saat remaja yang tersungkur di depan mobilnya tiba-tiba di tarik oleh pemuda lain dan dihajar berkali-kali tanpa melawan.

__ADS_1


Kening Ricard mengerut bersamaan dengan matanya yang menyipit untuk melihat siapa yang membuat keributan di tengah jalan ini.


Geng black rose? Pikir Ricard setelah melihat logo dari jaket yang dikenakan pelaku. Mengapa mereka bertengkar di jalan?


Pandangan Ricard menjadi dingin saat menyadari siapa orang yang mencari masalah dengan geng black rose dan sedang dihajar habis-habisan oleh anggota geng itu.


"Beneran cari mati." Gumam Ricard dingin.


Ricard keluar dari mobilnya, "DEWA! JACK!"


Ricard menghajar dengan mudah beberapa anggota geng black rose yang sedang menghajar Dewa.


"Papa?" Mata Dewa melebar saat mengetahui siapa yang menyelematkannya.


"Masuk ke mobil." Perintah Ricard dengan tegas sembari menatap anggota geng black rose yang berada di hadapannya dengan tajam.


"Tapi pa... Jack..."


"Cepat masuk ke dalam!!"


Dewa menelan ludahnya saat menyadari Ricard benar-benar marah saat ini. Dewa memasuki mobil Ricard sambil menatap Jack yang masih di hajar oleh calon ketua cabang itu.


Ricard dengan cepat menghajar anggota geng black rose yang kembali berdiri setelah dia hajar. Sebenarnya Ricard tidak mau menghajar anggota geng black rose ini tetapi saat mengingat kedua anaknya disakiti oleh mereka membuat amarah Ricard langsung naik sampai ke puncak ubun-ubun.


Ricard berbalik setelah memastikan anggota geng black rose yang dia hajar sudah terkapar tidak berdaya. Dengan cepat Ricard juga menghajar calon ketua cabang yang sudah mengangkat tinjunya untuk Jack.


"Papa?!" Jack terkejut dengan kemunculan Ricard yang tiba-tiba.


Ricard membantu Jack berdiri. "Cepat masuk ke mobil. Dewa sudah berada di mobil."


Jack mengangguk patuh lalu berlari untuk memasuki mobil Ricard.


Bugh! Bugh!


Saat akan membuka pintu mobil, Jack berbalik untuk melihat apa yang terjadi. Betapa terkejutnya Jack saat melihat papanya di serang dari belakang oleh salah satu anggota geng dengan tongkat kayu yang entah di dapat darimana.


"Papa..." Nafas Jack memburu saat melihat papanya dihajar. Ingin sekali Jack membantu tetapi dia sadar jika dia ikut campur itu hanya akan menjadi beban.


Tubuh Ricard sempoyongan saat berhasil menghentikan orang yang menyerangnya dari belakang menggunakan balok kayu. Kepalanya pusing tetapi dia masih bisa bertarung lebih lama.


Mobil dan motor melaju satu persatu dengan kencang saat melihat ada kelonggaran di jalan. Hal itu membuat calon ketua cabang menyeringai kejam.


Calon ketua cabang mendorong tubuh Ricard yang terhuyung-huyung dengan kakinya menuju jalan raya dimana di jalan itu, satu persatu mobil dan motor melaju dengan kecepatan tinggi untuk bisa lewat.


BRAK!!


Tubuh Ricard terpental ketika bertemu dengan badan mobil yang melaju kencang.


"PAPA!!!" Teriak Jack dan Dewa bersamaan.

__ADS_1


.


like.


__ADS_2