Janda Perawan Meet Duda Kesepian

Janda Perawan Meet Duda Kesepian
Gosip


__ADS_3

Episode 19: Gosip


2 hari kemudian...


Sore hari ini Amira tampak sangat gembira... kemarin Pihak restoran sudah menghubungi nya dan menyatakan bahwa Amira diterima kerja disana. Walaupun sekedar menjadi kasir namun Amira sudah sangat bersyukur. Tidak gampang sekarang mencari kerja di kota besar walaupun dia sarjana dan punya pengalaman kerja di beberapa bidang , tapi tanpa 'the power of orang dalam' ternyata cukup sulit juga .


Hari ini dia akan sedikit berbelanja peralatan Makeup yang sudah banyak habis serta sepatu dan beberapa pakaian baru . tempat kerja Amira memang menyiapkan seragam hanya saja Amira memang tidak banyak membawa baju saat pergi kekota.


setelah selesai berbelanja kebutuhan nya Amira memutuskan bersantai sejenak. Disebuah cafe yang memiliki pemandangan air mancur.


"Hmmm.... pemandangan disini cantik sekali...." Amira sumringah menatap pemandangan indah itu sambil melahap es krim dan beberapa camilan.


Hampir 1 jam disana Amira memutuskan pulang dan membungkus makanan saja karena hari sudah hampir gelap.


Amira menunggu Angkot tidak jauh dari setelah 15 menit menunggu , namun Angkot yang searah ke kontrakan nya belum ada yang lewat. karena bosan Amira menendang kaleng minuman yang sedari tadi dimainkan kaki.


"kletakkkk...."


" Awww.... sakit sekali kepalaku... Apa ini...?" Rangga meringis memegang kepalanya.


"Siapa yang melempar ini...." setengah berteriak geram. Ia menyapu pandangan nya kebeberapa sudut dan melihat seorang wanita mendekat sambil berlari.


"Emmm... ma.. maaf tuan saya gak sengaja nendang kaleng itu ...." Amira sedikit menunduk .


" Apa..? Maaf kamu bilang kepala saya benjol tau gak gara-gara kelakuan iseng kamu... enak aja kamu cuma bilang maaf..."


"Sa sayaaa beneran gak sengaja Tuan... Emmm... kalo gitu coba saya lihat kepala Tuan ... atau kalo perlu kita kerumah sakit ya .." Amira benar-benar merasa bersalah.


"Enak aja kamu mau pegang-pegang kepala saya kamu mau cari kesempatan dalam kebenjolan saya haaa..? kalo saya geger otak gimana kamu mau Tanggung jawab ..."


"Astaga nih orang Aneh ... Apa otaknya jadi terganggu gara-gara kepalanya benjol ya" batin Amira .


"Jadi Tuan maunya gimana... ?" Amira mulai kesal dan memangkat kepalanya untuk melihat dengan jelas wajah laki-laki itu .


Sedetik kemudian mata Amira dan Rangga bertemu .


"Deg...." jantung Amira dan Rangga sama-sama berdebar.


Jika Amira jantung nya berdebar karena bertemu dengan laki-laki menyebalkan beberapa hari yang lalu.


Maka lain halnya dengan Rangga ia kembali melihat mata yang menurutnya tidak asing baginya . Rangga mematung seketika melupakan sakit dikepalanya.


"Jadi tuan maunya gimana....? Mau saya bawa kerumah sakit... atau saya kasih uang aja buat beli obat ...?" Amira kesal dan juga sedikit merasa sangat bersalah diwaktu bersamaan.

__ADS_1


"Uang... kamu fikir saya gak punya uang..." jawab Rangga sinis.


" Terus mau nya apa saya kan sudah mau bertanggung jawab dan juga minta Maaf semuanya selesai kan.. tuan sendiri yang menolak jangan salahkan saya dong , sudah saya pergi aja ... permisi" Amira ngibrittt meninggalkan Rangga yang tidak jelas mau nya apa. sudah 2 kali dia bertemu laki-laki itu.


"Heiii kamu...." Rangga berteriak dan menggeram ingin rasanya mengejar Amira tapi Amira yang sedang kesal lari secepat kilat meninggalkannya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sampai rumahnya Rangga langsung masuk dan menuju ke dapur. Melihat adiknya duduk santai diruang makan itu.


"Nih pesanan kamu..." Rangga hanya berlalu pergi dengan wajah di tekuk


Adiknya menatap heran "Kakak kenapa sih gak biasanya kaya gitu... Apa dia benar-benar lagi capek ya...?" Gumam nya .


sampai dikamar nya Rangga langsung membuka baju untuk segera mandi. Sambil berendam di dalam bathtub.


"Aneh sekali kenapa aku seperti tidak asing dengan wanita itu , tapi dimana dan siapa aku tidak bisa mengingatnya Dan kenapa setiap bertemu dia aku seperti selalu sial"


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Seminggu setelah nya .


Amira sudah Mulai Bekerja. Setiap jam 8 pagi Amira biasanya berjalan sekitar -+ 500 meter untuk menuju jalan raya dan menaiki angkot ketempat kerjanya .


"Pak Nana ...." Amira melambaikan tangan nya.


"Iya neng...?"


"pak anterin saya ke restoran yang waktu itu yah.." Amira naik dan memakai helm.


" jadi neng diterima kerja disana . . ?


"iya Alhamdulillah pak..."


"Alhamdulillah , Neng bapak ikut senang juga neng sudah kerja.."


"Makasih pak Nana berkat bapak... Owh ya bapak kemana kok saya jarang lihat bapak beberapa hari ini...?"


"Akhhh ... gak neng itukan hasil keras neng sendiri .... Bapak lagi gak enak badan neng jadi beberapa ini gak narik..." pak Nana memang masih kelihatan pucat...


Setelah sampai Amira merogoh dompet nya .


Memberikan beberapa lembar uang Merah *100 ribuan maksudnya* dan 1 lembar uang biru .

__ADS_1


"ini ongkos nya... dan ini buat bapak"


pak Nana langsung nolak" Jangan atuh neng ini kebanyakan..."


"gak kok pak .. bapak ingat gak saya kan udah pernah janji..."


"tapi kebanyakan ini neng ... bapak ambil 1 lembar aja ya..."


"Jangan dong pak , ini kan Nadzar saya.. saya gak boleh mengingkari nya... Gak boleh loh pak bapak nolak rezeki."


"Alhamdulillah makasih atuh neng ... neng selalu baik sama saya..."


"Bapak kan juga orang baik... Saya juga makasih karena bapak nunjukin tempat ini sama saya waktu itu , saya masuk dlu ya pak".


🌷🌷🌷🌷🌷


Pak Nana langsung putar stir memilih pulang.


" Bu... Ini uang buat Bayar sekolah Aldi jadi Aldi tetap bisa ikut ujian bu. " iya dengan senyum semringah memberikan uang pada istrinya.


Istri nya pun dengan gerakan secepat kilat mengambil uang ditangan pak Nana." Dapat dari mana pak uang ini? bapak minjem...?" cecar istri nya pasalnya pak Nana sedang bokek karena sudah beberapa hari sakit.


"iiihhh bukan bu.. ini dikasih neng Amira"


"neng Amira siapa ...? si cewek cantik yang ngontrak di depan..."


"iya buk.."


"jangan-jangan dia suka sama bapak ya... gosip nya ibu-ibu dia itu janda bekas simpanan " istrinya memicingkan mata curiga.


"Astaghfirullah Bu.. mana mungkin neng Amira itu cantik , muda dan sangat baik gak mungkin suka sama suami kamu ini ..."


"bisa aja kan dia kan sering ngasih bapak uang buat apa coba" istrinya keukeh


"buk diakan ngasih bapak uang karena bapak membantu dia nyari kontrakan dan sekarang ini dia kasih bapak uang karena bapak Antrerin dia ngelamar kerja dan diterima uang ini Nadzar dia kalau keterima kerja... makanya dia kasih bukan karena suka sama bapak..."


"tapi.."


" sudah kalau ibu gak mau bapak ambil lagi"


"eiih gak bisa dong pak"


"Makanya jangan berprasangka jelek sama orang apalagi dia orang baik dan Jangan sering ngeghibah nanti jadi fitnah buk...."

__ADS_1


__ADS_2