Janda Perawan Meet Duda Kesepian

Janda Perawan Meet Duda Kesepian
Andai saja... Andai saja....


__ADS_3

...Setelah keharuan yang terjadi... Keluarga Rangga merasa sangat bahagia ... Bahkan papa Rangga mengundang Ghea (sekertaris Rangga) , Yudha (Asisten Kepercayaan Rangga dikantor) dan beberapa staf petinggi perusahaan juga beberapa keluarga terdekat mereka....


...Mama Rangga dengan semangat dan Antusias menyambut para tamu nya , Serta tidak lupa bagi-bagi Rezeki pada para pekerja Cafe nya dia memberikan bonus hari itu juga pada mereka semua....


...Reni Adik Rangga dengan senyum Pepsod*nt yang tak pernah luntur bahkan saat keluarga mereka tengah terharu sangat berbeda dengan nya yang begitu bahagia dapat kakak ipar baru yang menurut nya 100% kriteria ipar idaman. Plus 2 adik kembar yang tampan , adik sejak dulu dia ingin kan Karena menurut nya menjadi anak bungsu sangat membosankan. Reni memang sudah lama dekat dengan Amira dan 2 pemuda kembar tersebut. Reni sangat sibuk mengabadikan moment " Bahagia " kakaknya itu....


Jauh berbeda dengan sepasang pengantin dipelaminan yang tengah larut dalam pikiran masing-masing.


Membuat hati bik Lilis kembali serasa di remas-remas.


" Buk... doakan saja Semoga Amira kita bisa bahagia dengan pernikahannya" kata pak Galih.


" Iya pak hanya itu yang sekarang bisa ibu lakukan, tapi jika Amira tidak bahagia aku Ndak masalah pak Amira pulang lagi kerumah kita. Bagaimana pun Amira juga anak ku pak , Ndak apa2 kan pak..?" Bik Lilis menyeka air matanya.


" Iya bapak juga gak masalah buk, hanya saja bapak berharap ini pernikahan terakhir Amira yang bisa membuat hidupnya lengkap dan bahagia, Lihatlah keluarga mereka sangat senang menyambut pernikahan ini..."


"Tapi pak itu kan keluarga mereka bagaimana dengan pak Rangga sendiri apakah dia juga mau menerima Amira...?"


"Semoga saja buk.. Bapak yakin pak Rangga itu orang yang baik , Amira kita in syaa Allah akan Bahagia.. "


' BAHAGIA..?' batin bik Lilis . Sangat terlihat bahwa Rangga dan Amira tertekan dengan keadaan ini bahkan bik Lilis dan pak Galih berbisik saja mereka tidak tau.



Pelaminan Pernikahan Amira dan Rangga.


Penyesalan Bik Lilis menguasai hatinya Andai saja.. Andai saja pun muncul dalam benaknya.


..."Andai saja dulu dia dan suaminya tidak meninggalkan Keluarga Amira merantau, pasti kehidupan Amira tidak akan seperti ini minimal mereka bisa membantu Ayah Amira mengurus perkebunan dan tidak akan di rebut oleh Didik....


...Amira bukan Hanya sekedar Keponakan bagi bik Lilis . Dia telah membantu merawat Amira sejak lahir ....

__ADS_1


Bik Lilis dan ibu Amira berbeda usia 5 tahun dan saat Amira Lahir bik Lilis masih kelas 3 SMA.


...Bik Lilis juga Rela pulang kampung untuk membantu merawat Amira yang belum genap berusia 2 tahun di tinggal Ayah dan ibunya merantau keluar negeri. Bik Lilis juga meninggalkan pak Galih yang waktu baru saja menjadi pacarnya dikota saat hubungan mereka sedang hangat-hangatnya ,karena pak Galih pemuda yang setia dia pun menyusul bik Lilis setahun kemudian lalu mereka menikah....


...Saat pernikahan mereka selama setahun lebih belum juga dikaruniai momongan ,Bik Lilis dan pak Galih tetap bahagia karena sudah menganggap Amira putri Mereka. Hingga orang tua Amira kembali pun 3 tahun setelah pergi mereka tetap merawat Amira. meski mereka juga sudah dikaruniai si kembar....


...Ayah dan ibu Amira kemudian membuka Lahan perkebunan sawit dibantu oleh Pak Galih dan dirinya sendiri serta orang tua ibu Amira juga orang tua Ayah Amira bahu membahu hingga perkebunan itu sukses ....


...Namun karena Didik yang iri melihat kesuksesan adiknya yang dermawan, dia mulai memanasi pak Galih dengan mengatakan pak Galih hanya numpang dengan kekayaan keluarga Amira. Awalnya pak Galih tak menanggapi tapi setelah 7 tahun diam dia juga tak sanggup. Mereka memilih merantau ke kota dan meninggalkan keluarga Amira....


...Ayah dan ibu Amira sangat dermawan. menyumbangkan sebagian tanah mereka untuk membangun mesjid dan Mushola serta beberapa tanah wakaf untuk pemakaman di desanya dulu juga membangun kan Sebuah mushola atas nama ibu Amira yang sudah meninggal, Serta memberangkatkan kedua pasangan nenek kakek Amira menunaikan ibadah haji, juga Umrah seluruh kerabat mereka....


...Bahkan Didik yang selalu meremehkan Ayah Amira pun selalu dibantu saat usahanya bangkrut dan saat beberapa kali dia membuat masalah hingga masuk bui pun Ayah dan ibu Amira tidak segan membantunya....


Dan yang paling membuatnya sangat sedih melihat keponakan yang dia besarkan sendiri harus mengalami nasib pilu 2x Amira harus menikah Siri dan menikah dengan orang yang tidak dia cintai dan mencintainya.


karena terlalu sedih dia bahkan lupa menanyakan Amira kenapa Amira belum makan sejak tadi.


" Emm Mira belum lapar bik...!!" Jawab Amira dengan senyum yang dipaksakan.


" Nanti kamu sakit nak.. sini bibik Suapin ya..."


"Iya deh bik!!" Mata Amira berkaca-kaca , "sebentar bik Amira tanya pak Rangga juga siapa tau dia juga mau makan " lanjut nya .


Amira mencari Rangga ternyata Rangga juga mencari nya untuk pamit Sholat Jum'at dan langsung ke kantor .


💞💞💞💞💞💞💞


Setelah Rangga berpamitan pada Amira.


"Paman , bibik saya pergi mau siap-siap sholat Jum'at dulu.."

__ADS_1


pak Galih dan bik Lilis hanya mengiyakan lalu tersenyum saja. Rangga juga berpamitan pada papa dan mamanya.


Kedua orang tuanya itu ingin melarang Rangga yang akan pergi kekantor karena bagaimanapun hari ini hari pernikahan nya dengan Amira namun dengan Alasan pertemuan ini tidak bisa dibatalkan karena client penting dari luar negeri perusahaan mereka mungkin akan mengalami kerugian besar jika membatalkan pertemuan secara mendadak terpaksa mereka mengiyakan.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


...Saat keluar cafe Rangga menatap Nanar lokasi pernikahan mereka . Dia hanya pasrah terjadi nya dengan pernikahan ini , bagaimana besok dia , Lihat nanti saja pikirnya singkat....


...Setelah dia masuk kemobil bersama sekertaris dan Asisten Kepercayaan nya....


"Hmmmm.." Rangga Menghela Nafas berat.


Yudha dan Ghea melihat kearah bosnya di kursi belakang.


" Yudha ... Sudah Jalan saja...."


.


.


.


.


.


.


#Bersambung....


.

__ADS_1


.


__ADS_2