
Sekitar 1 bulan kemudian.
Minggu ini Rangga tengah berada diluar kota...
Padahal jika biasanya , entah kenapa Rangga merasa kali ini perjalanannya begitu lama Padahal dia baru pergi 3 hari yang lalu .
" Yudha... berapa banyak lagi Meeting yang harus kita hadiri di kota ini...?" saat ini tengah menuju hotel nya dia baru saja pulang meeting dengan salah satu client yang ada di kota itu.
"kalau dikota ini semua meeting kita sudah selesai semua bos..."
"kalau begitu kamu siapkan tiket kita harus segera pulang malam ini...?"
"Emm bos... kalau di kota ini sih memang pertemuan kita semua sudah selesai , tapi besok kita harus meninjau lokasi dipulau P bos.." Yudha jadi tidak enak pada bosnya tapi dia juga heran tumben sekali bosnya ini menanyakan tiket kepulangan mereka.
"Astaghfirullah hal adzim... tinggal 1 lokasi itu lagi kan...?"
" Iya bos.. kita tinggal meninjau proyek itu saja lagi... yang lain semua sudah clear Bos..."
" hemmmphhh..."Rangga menghela nafas kasar sembari memijat memijat keningnya.
💞💞💞💞💞
selepas shalat isya.
"Kira-kira dia lagi apa ...? Apa jangan-jangan dia sudah tidur ya...?"Rangga mondar mandir tak karuan di dalam kamarnya dia seperti gelisah ingin menghubungi seseorang.
beberapa kali Rangga ingin mengetik pesan atau menelpon tapi dia kembali mengurungkannya.
" Ck... kenapa aku merasa sangat merindukannya ya... harus alasan apa ini dia pasti merasa aneh kalau tiba-tiba aku menelpon yang menanyakan sesuatu yang tidak biasa atau ku kutelepon saja orang rumah ya...???"
Rangga jadi pusing sendiri.
"drrrttt"
"drrrtt..."📱
"astagfirullah.." Rangga kaget saat handphonenya berbunyi ada yang menelpon dia melihat layar teleponnya siapa yang tengah menghubunginya dan seketika hatinya seperti "dag dig dug serr" berbunga-bunga melihat nama yang tertera di layar handphonenya.
"Hmm.. kira-kira apa dia juga merindukanku ya atau kami memang punya sudah mempunyai kontak batin..?"gumam Rangga.
...📱"Ekhhmmmmm... " Rangga sedikit berdehem untuk menetralkan rasa gugup di hatinya.....
..."Halo assalamualaikum..''...
"Waalaikum salam mas... Maaf aku ganggu yaa..?" suara di seberang terasa sangat merdu di telinga Rangga.
"enggak kok... mas baru saja selesai shalat isya.. iya ada apa tumben kamu nelpon..."
"emm ... begini mas PT. Sedara Agung mengkonfirmasi tentang kontrak kerja sama yang akan kita perpanjang mereka meminta jawaban kepastian secepatnya , Maaf ya mas Amira malam-malam begini mengganggu mas.. dengan urusan pekerjaan soalnya tadi Amira menelpon Yudha Tapi katanya Yudha lebih baik langsung ke mas saja..." senyum Rangga langsung luntur saat setelah tahu Apa tujuan Amira menelponnya bukan untuk menanyakan bagaimana Dan dimana dirinya.
__ADS_1
"oh masalah kontrak itu... Senin katakan pada mereka Senin ini baru kita akan memberikan jawaban kerjasama dengan mereka..."sangga berusaha menetralkan suara kekecewaannya
"ehmm.. iya .. Mira akan sampaikan kepada mereka... kalau gitu maaf ya mas Mira udah gangguin waktu istirahat mas..."
"enggak kok oh ya kamu sendiri lagi apa Sudah makan belum...?"
Amira yang tengah berada di seberang sana merasa deg-degan saat suaminya sendiri bertanya tidak biasa biasanya Rangga menanyakan hal itu biasanya mereka hanya berkomunikasi tentang pekerjaan. walaupun kadang-kadang sesekali Rangga menanyakan dimana dirinya berada Tapi Rangga tidak pernah menanyakan hal lain sedetail itu.
"eih iya.. sudah kok mas... Mas sendiri gimana... sudah makan belum...?"
"owh .. iya mas juga sudah kok... kamu jangan begadang ya... kamu tidur dikasur aja... jangan tidur di sofa terus..."
"emm.. iya mas... mas juga .. hati-hati ya disana ... Assalamualaikum..."
..." iya .. Waalaikum salam..." Entah kenapa Tidak seperti biasa kepergiannya beberapa hari ini membuat dia sangat merindukan istrinya....
💞💞💞💞💞💞
Besok malam nya.
...Proyek bisnis Rangga kali ini adalah hasil kerja sama dengan para sahabatnya , Jadi mereka berkumpul di pulau itu....
Calvin, Adrian , Nino , Jeremy , dokter Gio , ada juga Yudha serta Rangga sendiri... mereka akan bertemu malam ini disebuah cafe yang ada dikota tersebut. namun jika malam-malam begini mereka biasanya tidak membicarakan urusan bisnis melainkan hanya berkumpul sebagai para sahabat.
disana sudah ada 4 orang yang terlebih dahulu tidak lama kemudian disusul Rangga dan Yudha dan Calvin datang yang paling terakhir.
" bini gue nih ... Lagi ngidam mintanya macam-macam banget sama pusing gue..."
"wah hebat banget lo tokcer Ya vin padahal baru tiga bulanan ya kalo gak salah lu nikah... udah berapa minggu bini hamil... ?" Dokter Gio bertanya
"iya... udah 3 bulanan lebih , baru 9 Minggu sih bro..."
"Wihh.. puasa dong bro... ha ha ha..." Jeremy menertawakan nasib Calvin di pasti harus puasa karena istrinya tengah hamil muda.
"Ya kagak lah ... tanya noh gio masih bisa kan walaupun jarang jarang sih..."
" iye masih ... kok cuman ya itu harus jarang-jarang dan hati-hati juga ..." sahut dokter Gio.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Stttt..." Nino sedikit menyenggol Yudha... Yudha pun menyahut dengan kode alis nya.
"Bos Lo .. gimana... kagak tokcer mungkin saluran nya udah mampet kali dia ya kelamaan menduda tidak tersalurkan... ?" bisik Nino kepo plus si bigos ...
" yaa.. kalau urusan itu sih Saya juga kurang tahu ..." Yudha jadi kikuk sendiri ditanya seperti itu merupakan urusan pribadi bos nya.
"Rangga oyy sttt.. stttt..." bisik dokter Gio
Nino pun juga ikut mendekat melihat kedua sahabatnya itu tengah berbisik-bisik.
__ADS_1
"Ada apa..?" Rangga waspada menghadapi dua lelaki 'bigos' itu
"bini Lo belum isi juga ... bukan nya Lo nikah hampir barengan ya sama Calvin?"Tanya dokter gio
"dari mana kamu tahu...?" Rangga bingung kenapa dokter Gio sampai tahu berapa usia pernikahannya dengan Amira.
"Wahhh lumayan lama juga ya ... Lo nikah lagi... pantesan aja lo sekarang udah jarang gabung sama kita ternyata asik belah duren si duda...!!" Nino ikut nimbrung mereka bertiga bicara sambil berbisik-bisik
"ya dari bokap Lo lah ... tega banget lu kagak ngundang kita semua di acara nikahan lo.."
"oh itu ya nanti lah kalo resepsi baru saya undang kalian semua jangan lupa ngajak pacar-pacar kalian juga ya ..."
"uhuukkk uhukk .. kampret Lo ngga..." dokter Gio tersedak pasalnya dia dan Nino adalah 'bigos' yang seorang Playboy sejati. Jarang sekali dia dan Nino memiliki pacar dalam waktu lama jika mereka membawa pacar ke salah satu pernikahan sahabat mereka maka tidak akan menutup kemungkinan bahwa pacar-pacar mereka akan bertemu satu sama lain.
"ha ha ha..." Yudha yang terlihat cuek ternyata mendengarkan percakapan ketiga orang itu.
"sialan lo..." Nino melempar angin kepada Yudha.
"Mau gue kasih tips gak... biar cepat isi bini Lo...?" dokter Gio menaik turunkan kedua alisnya.
"Gak deh terima kasih saya lebih berpengalaman daripada Anda .. Anda nikah aja belum mau ngasih ngasih saran saya..." Rangga tersenyum mengejek.
..."ha ha ha... " Yudha dan Nino menertawakan dokter Gio Karena apa yang dikatakan Rangga memanglah benar, Rangga sudah dua kali menikah sedangkan yang lainnya hanya satu kali bahkan Nino dan dokter Gio belum pernah menikah sama sekali , Padahal mereka pun tidak jarak jauh usianya , hanya dokter Gio dan Yudha yang memiliki usia masih 28 tahun. Nino baru genap 30 tahun tahun ini Rangga memang lebih Tua satu setengah tahun dari Nino....
" bener noh kata Rangga kalau nikah aja belum masih terong-terongan lu... pake mau ngajarin bapaknya terong lu..." kata Nino.
tiga teman mereka yang lain Jadi kepo Apa yang sedang dibicarakan 4 Lelaki itu sambil berbisik-bisik.
"Ahh... udah malam nih gua mau buru-buru balik ke hotel nih biar besok nggak bangun kesiangan gue mau cepet-cepet pulang ketemu bini gue besok malam Jum'at ha-ha-ha..." Adrian ingin segera menyudahi pertemuan mereka malam itu di cafe.
"ah gue juga nih jadi kangen kelon kelonan nih sama bini gue.. jangan sampai libur agenda malam Jum'atan... gue duluan ya bray" Jeremy pun ikut-ikutan , malahan dia keluar terlebih dahulu daripada yang lain.
Gara-gara pembahasan teman-temannya tentang masalah istri , walaupun adegan malam Jum'atan belum ada dalam pikiran nya tapi sangat membuat Rangga jadi semakin merindukan istrinya.
dia pun berencana menyelesaikan pekerjaannya besok secepat mungkin agar bisa pulang kerumah menemui istrinya.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1