Janda Perawan Meet Duda Kesepian

Janda Perawan Meet Duda Kesepian
Flashback dan Flashback.


__ADS_3

🕥🕥🕥 22:30.


"Astaghfirullah... kenapa dia tidur dibawah..." Rangga yang baru masuk kamar kaget karena lampu kamar yang redup hampir saja dia terinjak Amira yang tidur di karpet .


Dia juga sama seperti Amira yang merasa ini sudah seperti Mimpi saja tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika dia harus menikah lagi , benar-benar takdir yang tidak bisa di tebak. Dia yang lelah setelah pulang bekerja memutuskan membersihkan diri dulu sebelum tidur...


***********


...Satu setengah jam sebelum Rangga pulang....


...Saat itu Amira masih terlarut dalam ingatan pertemuan terakhir kalinya dengan Rangga....


Flashback sekitar 2 bulan lalu.


"Amira kamu serius nih resign dari sini...?" tanya salah satu teman Amira bekerja direstoran


"Iya... Maafin aku ya kalau selama aku kerja disini aku punya salah sama kalian semua... "


"iya kami juga yaa .." Mereka semua saling berpelukan melepaskan Amira yang memutuskan berhenti dari tempat nya bekerja.


"Kamu pulang sama siapa Mira .. mau ku antar gak...?" Tanya Dani salah satu teman Amira direstoran.


"emmm.. makasih Dan... aku udah dijemput paman ku kok... daah..."


"Okeh deh hati-hati dijalan ya Mira .. sampai ketemu lagi ... dahhh..."


Dani dan teman-teman Amira yang lain sudah pulang menuju rumah masing-masing.


"drrrtt...."


"drrrttt.."


"drrtttt ..." 📱


"Halo Assalamu'alaikum paman..."


"Waalaikum salam .. Mira mobil pick up kita mogok... kalau kamu sudah selesai kerja paman jemput kamu , tunggu paman disitu ya sebentar jangan kemana-mana..."


"Emmm ... memang nya mogok dimana paman ? kalo jauh biar Amira naik ojek saja paman kesana..."


"Emmm .. tidak jauh kok nak.. ini paman sedang dibengkel dekat pertigaan Nak... dibengkel pak haji Muin..."


"Owh disana ... biar Amira saja yang kesana paman.... gak jauh juga kok..."


"Ya sudah nak.. Assalamualaikum.."


"waalaikum salam ..."


Amira memutuskan berjalan kaki saja menuju bengkel yang dimaksud pamannya karena bengkel tersebut hanya berada sekitar kurang lebih10 menit berjalan kaki dari Restoran tempat Amira berdiri sekarang.


...Baru saja Amira berjalan melewati beberapa toko , apotik dan saat Amira baru saja lewat dari sebuah percetakan yang cukup besar disekitar sana , tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang menarik lengan Amira, menutup mulutnya dan langsung memojokkan nya ketembok bahkan Juga hampir memeluk nya....


"Emmmppphh..." Amira sangat terkejut hampir saja dia menendang orang yang menariknya dia mengira orang tersebut Adalah Fadly atau seseorang yang akan melecehkan nya.


"Sttttt..." Orang itu menempel jari telunjuk nya pada Amira , Amira kembali kaget ketika melihat dengan jelas siapa orang itu.


"Sttttt.. lihat itu.." dia menunjukkan sesuatu pada Amira dengan kode dagunya .


"Astagfirullah hal Adzim... paman Didik ... "

__ADS_1


"Lihat di seberang sana .." orang itu masih berbisik.


"I... ittuuu Fadly..." Amira menutup mulutnya.


Setelah cukup yakin bahwa Fadly dan Didik sudah pergi... mereka baru keluar dari samping toko percetakan itu , Amira tentu saja dengan wajah yang sangat ketakutan...


"Pak Rangga... te... terimakasih sudah menolong saya .. " ucap Amira terbata-bata.


"Kamu kenapa gak hati-hati dan bepergian sendiri sih...?" Rangga yang baru keluar dari toko percetakan itu tak sengaja melihat Fadly yang sangat mencurigakan dan bersamaan itu dia melihat Amira yang berjalan pelan , ketika hampir saja Fadly melihat Amira buru-buru dia menarik Amira kepojokan dan menutup tubuh Amira dengan tubuhnya .


"haaahhh .."Amira melepaskan nafasnya yang yang terasa tercekat dengan tubuh gemetaran "sa.. saya .. dijemput paman kok tapi mobilnya mogok dipertigaan sana.."


...Rangga memutuskan langsung mengantar Amira pulang saja , dia tidak ingin Amira sampai ditemukan oleh orang yang dia hindari meskipun Rangga tidak tau menau masalah diantara mereka. Tapi Melihat kondisi Amira yang sangat takut bahkan keringat dingin nya bercucuran. Dia merasa tidak tega , setelah menghampiri paman Galih kemudian dia berpamitan dan langsung mengantar kan Amira kepeternakan....


*********


karena hari yang sudah larut Rangga membersihkan diri nya cepat hanya butuh waktu 15 menit saja dia sudah untuk tidur.


Rangga duduk ditepi Ranjang memandangi wajah Amira yang sedang tidur.


Saat dia masih dikantor Mamanya terus menerus menelpon agar dia cepat pulang , Rangga pun akhirnya sampai dirumah lagi-lagi dia sambut dengan ceramah panjang lebar dari sang sama bahkan kali ini sang papa yang biasa nya diam menyaksikan dia ceramahi ikut buka suara .


Sang Mama terus mengingat kan Rangga agar menerima Amira sepenuhnya sebagai seorang istri dan agar dia berlaku sebagai suami yang sesungguhnya


Rangga yang sedang lelah hati dan pikiran lebih memilih diam dan mendengarkan nya saja.


Rangga merebahkan diri nya , ingatannya menerawang kembali ke hari Rabu dua hari sebelumnya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Rabu pagi diruang makan keluarga Rangga.


" jam 9 pah... Reni belum masih ditempat magang pah...?"


" owh ... iya... besok baru pulang..."


"Gimana ngga Resepsi nya Calvin kemarin disana , lebih meriah dari pada disini dong ya ...?" mama juga buka suara.


"Kurang lebih aja mah ... aku juga cuma sebentar kok disana...."


"Emm .. kamu gak pengin nikah lagi apa ngga... usia kamu udah lebih dari cukup sekarang nak , lagian kamu gak kasian sama indah disana ngga , dia pasti gak tenang kalo dia lihat dari sana kamu belum move on dan belum ada yang ngurus nak...." kata mama Rangga panjang lebar.


" Kan ada mamah yang ngurus aku...." jawab Rangga


"Emang sampai kapan mama bisa ngurusin kamu nak , kamu itu perlu pendamping.. liat tuh Anaknya pak Jefri yang tadi malam ngadain resepsi.. baru dua tahun istrinya meninggal .. dia udah bisa nikah lagi ngga... lah kamu kan udah lima tahun menduda ... keburu lumutan kamu.... ikhlas kan indah nak.. indah pasti juga sudah ikhlas nak klo kamu nikah lagi" mamanya mengoceh panjang kali lebar kali tinggi.


"Mahhh.. " belum sempat dia melanjutkan ucapannya langsung dipotong kembali oleh sang Mama.


" Owh... atau kamu masih belum move on dari perempuan itu.. si Linda sepupunya indah itu... iya.... kamu masih ngarep nikah sama dia...?" tuduh mama nya .


" apa sihhh ma... gak ada sama sekali aku kepikiran untuk nikah sama Linda... bukannya dulu mama sama papah yang mau jodohin aku sama dia kan...?" Rangga sudah selesai sarapan buru-buru pergi kantor , menghindari pembicaraan masalah pernikahan yang selalu ditanyakan sang Mama .


" Mah.. pah Rangga pamit dulu... assalamualaikum..."


"Mahh.. kamu jangan gitu dong sama Rangga, kasian dia...."


"Tapi pah Rangga keburu karatan kelamaan menduda , udah 5 tahun lebih loh...."


*******

__ADS_1


Didalam mobil Saat Rangga menuju kantor


"Sayang... kenapa sih gak kamu gak mama nyuruh aku buat ikhlasin kamu terus , sayang.... sampai kapanpun aku gak akan gantiin posisi kamu dihatiku... cuma kamu istri ku...." Rangga berbicara dari hati dengan foto Almarhumah istri nya yang masih tersimpan di memori handphone nya.


*******


Esok paginya dihari Kamis itu Rangga buru-buru berangkat bahkan ia tak sempat sarapan dia menuju sebuah pemakaman..


Dia bersimpuh sebuah makam yang bertuliskan nama calon bayi pertama mereka yang sempat dikandung istrinya indah keguguran bayi pertama mereka ketika kandungan nya sudah berusia lima bulanan , Makam itu dijadikan satu sekaligus dengan Makam Almh. istrinya Indah.


" Sayang ... kamu kenapa sih ... kamu marah sama aku ...??? aku minta maaf kalau 2 bulan ini aku jarang ada waktu mengunjungi kamu dan Anak kita.. tapi aku mohon yaa ... kamu jangan nyuruh aku lupain kamu terus... aku gak bisa sayang....."


"Aku minta maaf , aku akan lebih sering meluangkan waktu untuk mengunjungi kalian yaa sayang... tapi aku mohon sayang... kamu jangan minta aku seperti itu lagi yaaa...."


Rangga sangat frustasi , bagaimana tidak dalam sebulan ini indah beberapa kali mendatangi Rangga di dalam mimpi , dia meminta Rangga untuk mengikhlaskan kepergian dirinya sepenuhnya dan meminta bahkan Rangga untuk segera menikah lagi.


Hingga saat Rangga berada diluar kota , selama 3 malam berturut-turut indah mendatangi mimpi Rangga , membuat Rangga buru-buru pulang menyudahi kunjungan kerja nya diluar kota , dia meminta Yudha sang Asisten menggantikannya membereskan pekerjaan yang masih tersisa disana.


...Tadi malam indah datang kembali dalam mimpi Rangga bahkan kali ini indah memohon dengan sangat Agar Rangga benar-benar mengikhlaskan nya , indah juga membawa dua Anak mereka yang sempat dia kandung anak pertama berjenis kelamin perempuan Namun anak kedua mereka Rangga tidak bisa melihat nya dengan jelas karena pada saat indah keguguran pun calon bayi mereka baru berusia 2 bulanan dikandungan indah....


"Sayanggg aku mohon ... jangan bicara seperti itu lagi... aku sangat menyayangimu dan anak-anak kita... aku akan lebih sering kesini yaa... maafkan aku sayang.. maafkan papa ya nak... papah sibuk sekali belakangan ini.... "Rangga masih bicara di makam indah dan anaknya , seolah memang benar benar membujuk mereka.


Saat siang hari nya pun sempat ketiduran di kantor , Rangga yang tadi malam tidak bisa tidur nyenyak , kembali di datangi Indah yang berurai Air sedih karena Rangga enggan mengikhlaskan dirinya dan kedua anak mereka.


"Arrrghhh... apa maksudnya ini , kenapa indah sampai bersedih seperti itu..? apa iya karena aku belum bisa mengikhlaskan mereka dia jadi sangat tersiksa disana... Ya Allah... harus bagaimana lagi aku ini...."


Rangga sangat pusing , dia tidak mengerti kenapa indah terus menerus meminta kepadanya seperti itu .


Malam harinya Rangga bertemu dengan client nya dari luar negri mereka 'minum-minum' sebentar , hingga pertemuan nya usai Rangga masih menambah "Minumannya".


Sekitar pukul 21:30 sang Mama terus menelponnya agar segera pulang , karena wanita paruh baya itu merasa tidak enak , entah kenapa dia sangat khawatir pada anak pertamanya.


Rangga yang memang setengah sadar memacu mobilnya sedikit ugal-ugalan sampai dia hampir menyenggol motor salah satu preman yang sedang nongkrong di pinggir jalan mencari mangsa hingga mengejar nya dan terjadi perkelahian antara mereka , tidak lama datang lah Amira yang menolong nya , hingga terjadi lah adegan kejar-kejaran dimalam itu.


*


*


*


*


*


*


*


*


#Flashback of


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2