
siang harinya dimeja makan tak seramai pada saat sarapan hanya ada Maryam , anak balitanya dan Heni yang bergabung dengan Amira . Tak ada pembicaraan selama mereka makan siang , Amira pun Hanya makan sedikit seperti pada saat sarapan.
setelah selesai makan siang Maryam menyapa Amira " eih ya nama kamu Amira kan ? semoga kamu betah ya disini. Jangan sungkan-sungkan bertanya pada kami atau pelayan kalau ada kamu mau , kalau kami bisa pasti kamu kami bantu yah" . ia sedikit menyunggingkan senyum
"iya mba...?" Amira mencoba mengingat nama madunya itu karena pagi tadi ia kurang fokus.
"maryam nama say dek. Panggil saja saya kak Maryam . umur saya sekarang sudah 25 tahun , kamu terlihat lebih muda dari saya berapa umur kamu?" tanya Maryam
" emmm.. saya 24 tahun sebentar lagi juga 25 tahun kak" jawab Amira .
"Wahhh.. ternyata kita seumuran ya , tapi Heni lebih muda loh dari kamu" Maryam melirik Heni yang sedari tadi hanya memasang wajah masam nya . " ya sudah ya dek kakak mau nidurin Rafa dulu" Maryam berlalu sambil menggendong anaknya kedua nya yang baru berusia 3 tahun.
Amira hanya mengangguk kan kepalanya.
sementara Heni hanya memandang Amira sembari memasang wajah ketusnya , tapi Amira juga tak mempedulikan nya.
setelah semua pergi Amira masih termenung dan merasa jenuh ia berniat berjalan-jalan disekitar rumah untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya karena ulah paman nya.
baru akan beranjak bibi pelayan tadi pagi menghampiri Amira " Mau kemana nyonya?"
"emmm.. saya bosan dikamar bu pengin jalan-jalan disekitar rumah saja" jawab Amira
"panggil saya bibik saja nyonya, atau bik Ninik saja seperti yang lain" katanya lembut. " mari saya antar nyonya keliling rumah" . Amira menyamakan langkah mengikuti bik Ninik.
ternyata Rumah besar tersebut mempunyai beberapa ruangan tertentu milik para istri juragan Ardi. Ruangan paling besar Adalah ruangan milik Lastri istri pertama juragan Ardi ruangan kedua yang ditunjukkan bik Ninik lebih kecil terdapat banyak maianan anak-anak Adalah tempat Maryam .
lalu ruangan terakhir yang agak kebelakang yang ia tempati Bersama Heni.
contoh rumah juragan Ardi ya😁😁
__ADS_1
lelah berkeliling ia memutuskan kekamar dan membersihkan diri, karena lelah hati , pikiran , jiwa raga serta fisik juga tanpa dia sadari tertidur hingga keesokan harinya.
pagi-pagi sekali ia bangun dan sangat merindukan neneknya . setelah mandi dan ia segera bersiap ke lantai bawah untuk sarapan bersama.
sesaat ia menyelesaikan sarapan nya ia meminta izin pada juragan Ardi untuk menjenguk neneknya. juragan Ardi memberikan izin dengan syarat mengajak bodyguard dan supir , Amira pun menyetujui nya agar cepat bertemu neneknya.
setelah iya bersiap-siap pergi, tapi belum sampai kehalaman telpon nya berbunyi
drrrttt📱
drrrtt 📱
" halo...?" Amira
" nona Amira kami pihak rumah sakit ingin mengabarkan keadaan nenek Anda semakin menurun. Apakah Anda bisa secepatnya kesini?"
seketika Amira panik " iya saya sedang menuju kesana". mematikan telpon nya sambil bergegas kerumah sakit.
"dokter apakah kondisi nenek saya akan kembali membaik?" tanya nya frustasi
dokter memandang Amira "kami akan melakukan yang terbaik untuk nenek Anda nona, sekarang nona harus lebih banyak berdoa kami akan terus memantau keadaan beliau".
"lakukan .. lakukan apapun dokter agar nenek saya bisa kembali sehat , saya mohon dokter" Amira menangkupkan kedua tangannya.
"pasti nona itu sudah tugas kami, saya permisi dulu saya harus melihat pasien lain" dokter berlalu
Amira terus mengajak neneknya berbicara "nek maafin Amira, Nenek marah ya sama Mira karna kemarin Mira ninggalin nenek dan belum sempat nengok nenek lagi. Maafin Mira nek, banguuun nek marahin Mira aja nek Mira gak jagain nenek". Amira terus menggenggam tangan neneknya.
Amira memutuskan menginap dirumah sakit menjaga nenek nya yang kondisinya semakin menurun. ia tidur dengan gelisah perasaan takut kehilangan neneknya semakin menjadi.
keesokan harinya pagi itu keaadan neneknya mulai stabil. namun itu hanya beberapa jam setelah Amira selesai mandi dan sarapan. Elektrokardiogram (EKG) pendeteksi detak jantung sang nenek mulai berbunyi tidak stabil Amira panik segera menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.
__ADS_1
"dokter cepatttt periksa keadaan nenek saya".
Amira panik.
"iya nona tolong tenang dulu ya , biar dokter memeriksa keadaan nenek Anda". perawat menenangkan Amira.
setelah dokter memeriksa " nona boleh kah kami meminta tanda tangan persetujuan nona sebelum kami melakukan tindakan lanjutan?" perawat mengeluarkan surat persetujuan kepada Amira .
" ya dokter lakukan lah tindakan apapun yang terbaik untuk nenek saya" Amira dengan cepat menandatangani surat tersebut.
lalu dokter menggunakan alat pacu jantung kepada nenek Amira . setelah hampir 15 menit dokter mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menolong nenek Amira. EKG tiba-tiba berbunyi nyaring ..
"tiiiiiiiiiiiit..... tiiiiiiiiit.. tiiiiiiiiiiiiittt.."
(bayangin aja lah ya .. kaya yang di tipi tipi bunyi nya🙏🤦)..
kaki Amira serasa lemas serasa tidak ada tulang didalamnya.
"dokter ini gak mungkin kan? nenek saya masih hidup kan? lirih Amira.
perawat membantu Amira berdiri. Dokter pun menghela nafas kasar " Maafkan kami nona kami sudah berusaha semampu kami, tapi Tuhan juga yang menentukan, sekali lagi saya pribadi meminta maaf nona".
pandangan Amira mulai menggelap ia pun jatuh tak sadarkan diri....
*
*
*
*
__ADS_1