Janda Perawan Meet Duda Kesepian

Janda Perawan Meet Duda Kesepian
Nafkah istri.


__ADS_3

"Mahhh.. besok minta uang ya Reni Reni pengen ke salon mah..."


"ya tinggal ke salon aja Ren emangnya Mama pernah ngelarang kamu emangnya uang yang Mama kasih kurang..?"


"iya ... uang jajan Reni kurang ma Reni mau ngajak kak Amira sekalian pergi tapi 2 hari ini kak Rangga belum ngasih uang lagi ... "


"Reni udah berapa kali mama bilang yang kakak mu itu udah nikah sekarang kamu gak boleh lagi minta uang sama dia emang uang yang mama sama papa kasih buat kamu kurang...?"


"iiih ...Mama bukan Reni yang minta itu ka Rangga sendiri yang ngasih buat ka Amira cuman lewat Reni katanya dia nggak punya nomor rekeningnya kak Amira makanya lewat Reni dia ngasihnya"


"CK ck ck.... dasar anak itu masa ngasih uang nafkah istri sendiri aja pake malu-malu , mesti pakai nitip ke adeknya lagi .... pake alesan nomor rekening istrinya lagi apa gak bisa minta sendiri , minimal kasih kartu ATM sama kredit card gitu..."gerutu itu mamanya dalam hati.


🌷🌷🌷🌷


Pagi ini tak seperti biasanya Rangga menyempatkan diri sarapan di rumah Rangga memang baru kemaren kembali kerumah setelah hampir seminggu berada di luar kota.


Setelah Amira membantu menyiapkan sarapan dia kembali ke kamar dan membersihkan diri , tiba-tiba Rangga masuk kamar dia baru saja dari ruang kerjanya.


"ini tadi katanya Reni ngajak kamu ke salon kamu pakai kartu ini aja ya sekalian bayarin Reni juga...."


"tapi mas..."Amira ragu menerima kartu ATM dari Rangga , bahkan suami nya belum pernah memberikan nafkah setahu Amira.


"udah nggak apa-apa kamu simpan aja kartunya... kamu juga bisa pakai sekalian buat keperluan kamu ya .."


Ternyata Rangga tidak sengaja Mendengar pembicaraan Reni dan Mamanya.


Sebenarnya setelah lebih dari satu minggu menikah Rangga sejak dari awal sudah memberikan Amira nafkah hanya saja dia tidak memberikannya secara langsung dia meminta adiknya Reni untuk mengajak Amira membeli semua yang Amira butuhkan , dengan berbagai alasan yang diberikan Reni Amira pun mau menerimanya dia jadi berpikir itu adalah uang dari mertua nya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷.

__ADS_1


hari itu Bu Reni dan Amira pergi ke salon Reni bahkan juga berencana makeover penampilan Amira.


Reni dengan senang hati pendiri dan belanja bersama Amira sehingga Amira merasa tidak enak sendiri karena dia merasa terlalu banyak memakai uang dari Rangga.


"dek apa ini gak terlalu banyak ini kita udah belanja banyak banget loh..."


"udah nggak apa-apa kak santai aja Kak Rangga kan enggak pelit orangnya Nanti kayaknya dia yang bilang sama Kak Rangga..."


"tapi dek baju kakak kan masih banyak masih bagus-bagus juga ... ini pemborosan namanya dek..."


protes Amira tak dihiraukan oleh Reni.


"wah ini cantik banget nih buat kakak nih ... kak coba... Mbak Mbak sini mbak ambilkan ukuran yang ini dong buat kakak saya ..."


"dek . . udah dong"


"udah nggak papa kakak santai aja ya ya , ini yang terakhir deh di sini kita cari makeup aja..."


Sesampainya dirumah.


"wah cantik sekali para bidadarinya papah nih ih habis dari salon ya..." Papah Harry baru pulang dari kantor dan berpapasan dengan Kedua ciwi-ciwi itu. (pake bahasa sedikit zaman now ya 🤣🤣🤣✌️)


"iya dong pah... eih tapi emang kalau nggak pulang dari salon kita nggak cantik apa" protes Reni pada papa nya...


"ya cantik juga dong sayang... tapi kalau pulang dari salon kan jadi lebih wow wow wow gimana gitu..." papa Harry terkekeh sambil membelai kepala anak gadis bungsunya itu . Membuat Amira juga ikut terkekeh pelan mendengar Jawaban dari mertuanya itu.


"Assalamualaikum .." mereka bertiga kompak mengucapkan salam


"waalaikumsalam...." jawab mama dari dapur "kok tumben pada bareng-bareng...?"

__ADS_1


" iya.. baru ketemu di depan tadi mah lihat deh Cantik-cantik banget ya bidadari kita .."


"iya dong siapa dulu dong mamanya pastilah anak sama menantu Mama itu yang paling cantik eh... tapi Mama ngerasa jadi paling jelek sendiri nih disini pah... mama jadi pengen ke salon juga deh pah..." ucap mama sedikit manja pada suami membuat Reni sedikit merasa jengah dengan tingkah orang tuanya itu sedangkan Amira merasa sangat bahagia melihat keharmonisan kedua mertuanya .


Saat seru-serunya mereka mengobrol.


"Assalamualaikum.." suara Rangga, kebetulan hari ini papa Harry sedang bisa membantu Rangga di kantor jadi pekerjaan Rangga sedikit berkurang dan dia bisa pulang cepat untuk makan malam.


"waalaikumsalam..." jawab mereka berempat kompak...


"deghh..." Pandangan Rangga dan Amira bertemu.


Amira mencium punggung tangan suaminya dengan sedikit malu-malu .


Sedangkan Rangga Jangan ditanya lagi dia juga merasa salah tingkah , semakin hari semakin membuat nya terpesona melihat kecantikan Amira semenjak menjadi istrinya. sebenarnya ada sedikit perasaan berbeda di dalam diri Rangga hanya saja dia belum bisa memastikan perasaan apakah itu.


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2