
Jum'at pagi
Reni sedari kemarin sudah meminta izin kepada rangga dengan berbagai alasan dia ingin menemani amira pergi ke tempat bibinya untuk merayakan ulang tahun si kembar yang ke-19 tahun.
Amira sebenarnya tidak enak karena hari ini masih hari bekerja tetapi karena Reni berhasil meminta izin langsung pada Rangga, Amira pun menyetujui nya dia tentu sangat senang bisa merayakan hari ulang tahun kedua adik sepupu kembarannya yang sangat dia sayangi.
"brrmmm... brmmmm.. " suara mobil Reni.
"strrrttt... sttrtttt......" reni menipis mencoba menghidupkan mesin mobilnya .
"yahh .. ck... pas keaadan penting kaya gini malah mogok..." reni menggerutu karena mobilnya tidak bisa dinyalakan.
" kak gimana nih mobilnya mogok..?" tanya reni pada Amira.
" gimana kalau kita naik taksi aja dek..?"
" oke deh ... ntar ya kak .. aku mau pesan taksi online dulu..."
"yaudah Kakak ambil tas dulu ke kamar ya.."
tiba-tiba pak ghani datang bersama sang istri menggunakan motor mereka baru saja kembali dari pasar, pak ghani adalah salah satu pegawai di rumah itu sekaligus suami dari bibi asisten rumah tangga mereka.
.."loh neng kenapa mau mobilnya....?" hanya pak ghani.
" ini pak... mobil aku mogok.." jawab Reni
" oh biar nanti saya antar ke bengkel deh mobil nya neng....."
" oke deh ...makasih pak pak motornya mau ke pakai nggak..?" tanya Reni.
" nggak neng , kalau neng mau make motornya .. ini kan mau motor neng sendiri ngapain sih ingin segala neng..." motor itu adalah hadiah dari rangga saat reni berulang tahun yang ke-17 lima tahun yang lalu.
" he he he ..oke deh pak makasih..."
setelah itu mah ujang pamit pergi ke dalam rumah untuk membantu isterinya dulu.
" kak motor aku aja ya aku nggak jadi pesen taksi online... "
"Kaka sih .. oke-oke aja ... tapi kamu gak dimarahin mama sama papa kan nanti kalo mereka tau kamu naik motor lagi..?" kamera khawatir reni akan dimarahi oleh orang tua mereka karena dua bulan lalu terakhir Reni menaiki motor di nyungsep di dekat jembatan saat berkejar-kejaran dengan copet yang menarik tas nya.
" ah nggak ...kan sama kakak naiknya bukan aku sendiri.."
"Oke let's go.." Amira dan Reni pergi ke kantor dulu kamera harus masuk kantor sebentar ada beberapa urusannya harus diselesaikan.
usai mengantar amira kekantor , Reni pergi dengan motornya nanti Amira menyusulnya ke kampus.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Hampir dua jam amira sudah menyelesaikan semua pekerjaannya biarpun pergi menyusul reni ke kampus dengan taksi.
tuuut
tuttt .
"Assalamualaikum dek , Kakak udah di depan kampus kamu...." Amira menelpon Reni.
__ADS_1
"Waalaikumsalam salam ka... tunggu di kantin bentar ya kak... aku bentar lagi selesai kok..."
Reni memang tengah mengurus wisuda nya yang akan dilaksanakan sekitar 2 Minggu lagi..
🌷🌷🌷🌷🌷
10 menit Amira menunggu Reni , Amira berjalan jalan disekitar kampus Reni setelah puas kamera kemudian menuju ke kantin kampus tempat dia janjian dengan Reni.
"buk pesan Jus jeruk nya satu ya. . sama batagor.." Amira memesan dikantin kampus .
"Iya neng ... sebentar ya.." Sahut ibu kantin.
Amira mengecek pekerjaannya di Tab yang dia bawa sembari menunggu pesanannya.
"Ehhh.. kamu Amira akan...?" sapa seseorang.
"ehh ... iya... Astaghfirullah Dion..." kamera tersenyum pada orang yang menyapanya.
" iya... kamu di sini mau kuliah lagi..?" tanya dion
"Gak kok... aku lagi nunggu adek aku aja .. kamu sendiri lagi ngapain disini..?" tanya Amira balik.
"owh kalo aku emang kuliah disini aku kan ngambil Program dokter spesialis... Nah ini lah kampus aku Mira..."
"Owh iya ya ... udah lama juga ya kita gak ketemu..."
"Iya nih ... kamu tuh nggak bisa dihubungi lagi kenapa sih nomor kamu nggak aktif lagi...?"
" ah iya itu handphone aku, aku jual kemaren lupa nyalon nomor nomornya terus kartunya juga ilang ..." Kilah Amira... kamera memang sempat bertemu dengan dian saat nenek itu rumah sakit kebetulan dion sedang ada tugas ke rumah sakit itu tapi kenapa amera tidak mengabdikan lagi nomornya karena nomor handphone lamanya memang dia buang setelah dia pergi dari rumah juragan Ardi.
"Kak... maaf lama ya nunggu..." Reni baru datang .
"Loh ... dokter Dion ... kalian udah saling kenal...?" Reni kaget melihat dokter Dion berada di meja yang sama dengan Amira.
"Iya aku sama Amira teman kuliah dulu... dikota M..." dokter Dion menjelaskan pada Reni.
"eihh.. iya ini Reni adek aku Dion..."
"Owh ... Renita ini ternyata Adek kamu , aku baru tau loh... he he he.."
" Iya aku adek nya kak Amira... kak Mira ini loh dokter yang aku ceritain.. pas magang kemaren.."
"Owhh .. dia orangnya...?" Amira melirik dion kemudian tertawa.
"Weeh... nyeritain aku apa neh .. jangan-jangan yang jelek-jelek nih .."
"Eih ... gak kok..!!" Sangkal Amira dan reni berbarengan.
"Ha ha ha. . kalian kompak banget sih... Btw... aku baru tau loh... kalian sodaraan... sodara sepupu apa gimana?" karena setahu dion Amira memang tidak punya adik , dia adalah anak tunggal . sedang kan reni hanya mempunyai satu kakak laki-laki.
"emm... " Amira akan menjawab
"Drrrt..."
"Drrrrt..."
__ADS_1
ponsel amira berdering ternyata bibinya menelpon nya untuk menanyakan apakah dia dan reni jadi datang ke rumah mereka.
"Dion maaf ya... kita harus buru-buru pamit nih..."Amira pamit pada Dion.
" oh ya.. nggak apa apa ..silahkan.."
Dion mempersilahkan Amira dan Reni untuk pergi ketujuan mereka.
"Bye.." Amira reni dan dion seling melambaikan tangan.
"Hmmm berarti gak salah lihat ... itu memang Amira yang aku lihat kemarin malam..." Dokter Dion tak sengaja melihat Amira sedang berada di toko perlengkapan motor , Amira dan Reni membelikan kado berupa helm untuk kedua adik kembarannya.
"Astaghfirullah... kok bisa aku lupa minta nomor Hp Amira yang baru .." Dion menepuk jidatnya.
DOKTER Dion memandangi punggung Amira yang semakin menjauh ada perasaan bahagia dan berbunga-bunga yang tengah menyelimuti hati dokter Dion dia berjumpa kembali dengan perempuan yang sudah beberapa tahun lalu pernah meluluhkan hatinya nya , hanya saja waktu itu Amira adalah kekasih dari sahabatnya sendiri.
Sudah beberapa kali dokter Dion ingin menyatakan perasaannya pada Amira hanya saja dia belum mendapatkan waktu yang tepat dan sekarang dia mulai berpikir kembali untuk secepatnya mengungkapkan perasaan nya pada gadis yang selalu menjadi impiannya .
*
*
*
*
*
#nggak usah ditanya kali ya jawabannya dia..
mendapatkan Amira atau nggak pasti udah tahu semua kan jawabannya hehehe...
*
*
*
*
ada mau lihat ekspresi Rangga nggak saat Amira nggak sengaja ketemu dokter Dian lagi jangan lupa like, comment dan vote nya ya...
biar othor semangat lagi bikin cerita yang lebih seru...
*
*
*
@good night all semoga terbawa mimpi ya ceritanya othor hehehe.
*
*.
__ADS_1
*
*