
"Hhhmmmphh..." Amira menghirup udara segar disore dari balkon kamar mereka...
"segar banget ya mas udara disini pemandangan nya juga cantiikkkk bangettt..."
"Iya .. kamu langsung mandi dan Istirahat saja gak perlu buru-buru beresin barang bawaan kita dulu , hari ini perjalanan kita lumayan jauh pasti kamu capek..." Rangga khawatir Amira akan kelelahan.
"emm.. gak apa-apa kok mas.. aku masih kuat kok kalo cuma beresin barang-barang gini aja mas..."
" Owh ya sudah tapi gak usah dipaksa ... mas mandi duluan , nanti habis mandi mas pesankan makan buat kita ..."
Sambil menunggu Rangga mandi Amira membereskan barang-barang pribadi mereka dan memasukkan nya kedalam lemari.
Dia jua membuat kan teh untuk Rangga karena didalam kamar hotel tersedia teh, kopi , Dispenser hingga beberapa cemilan.
*******
Usai Amira membersihkan diri bergantian dengan Rangga , sepasang suami istri itu pun duduk di balkon menikmati pemandangan indah matahari terbenam.
"cantik banget ya mas pemandangan nya..."
"Iya cantik ..... kamu..." Rangga memelankan sedikit suara diakhir Kalimat.
"Eiiih apa mas??" Amira hanya samar-samar mendengar apa kata terakhir yang diucapkan Rangga.
"Emmm.. karena pemandangan matahari terbenam disini sangat indah ... ayo kita berfoto berdua.." Rangga tiba-tiba mengajak Amira berfoto berdua untuk pertama kalinya bahkan gerakan Rangga sangat cepat membuat Amira tak sempat berkata apa-apa lagi.
"lihat ini bagus kan..." Rangga memperlihatkan foto mereka berdua.
"iya sih... tapi cuma mas yang bagus lihat nih aku belum siap.." Amira melihat foto dirinya yang masih memandang Rangga dengan mulutnya sedikit mangap karena terkejut dengan gerakan tiba-tiba Rangga..
"bagus kok kamu foto pose bagaimanapun tetap cantik... Ya sudah ayo kita foto lagi..."
Amira yang ingin menyela tapi tiba-tiba Rangga berdiri sambil menarik tangannya kemudian sedikit merapatkan tubuhnya dengan Amira dengan posisi tangannya yang berada di bahu Amira.
"Senyum dong.." pinta Rangga.
"Eiih iya mas..." Amira menurut saja.
beberapa kali mengambil foto mereka dengan berbagai gaya dan mendapatkan hasil yang sangat bagus dan menurut Amira ini adalah pose yang termesra pernah mereka lakukan walaupun Rangga hanya merangkul nya dipundak.
***
__ADS_1
setelah menyelesaikan sholat Maghrib dan makan malam Amira dan Rangga masih duduk di sofa kecil dikamar itu.
"Kenapa mas senyum-senyum pasti foto aku aneh ya..." Amira yang melihat Rangga tersenyum-senyum sendiri sambil memperhatikan foto-foto mereka dihandphone nya .
"gak ada yang aneh foto kamu cantik semua... tadi mas Cuma kirim foto kita ke mama dan Reni mereka dari tadi cerewet terus nanyain kita di sini..."
"oh gitu .." Amira awalnya percaya saja apa yang dikatakan Rangga.
tapi tak berselang lama...
📱triiinggg
📱triiinggg
📱triiinggg
bukan hanya handphone nya yang mendapat pesan beruntun ternyata handphone Rangga juga terus bergetar .
"mas ada yang nelpon tuh di handphone kamu, kamu nggak angkat..." Amira heran tidak biasanya Rangga mengabaikan handphonenya yang terus bergetar karena ada yang menelpon.
"nggak usah... nggak penting juga paling dari agen asuransi yang dari tadi nelpon terus..." jawab Rangga cuek sambil menonton TV
" Aneh banget gak biasanya deh kayak gitu..." Amira Jadi curiga dan cepat-cepat membuka handphone-nya sendiri yang seperti nya terus dibanjiri dengan pesan beruntun.
"Astaghfirullah ckckck... pantesan aja tuh Handphone udah kayak kesurupan..." Amira geleng-geleng kepala saat membaca pesan di handphonenya.
" Mas kamu iseng banget sih ..."
Amira baru tahu ternyata Rangga juga bisa bersikap iseng kepada Reni , dia mengirim fotonya dengan Amira dan menulis kan pesan yang menyulut api membara dijiwa gadis itu.
📱"Healing dong jangan kerja terus... Kasian banget deh yang kerjaannya numpuk gak bisa liburan sama ayank... 🤣🤣🤣" isi pesan Rangga.
bagaimana renita tidak emosi membaca pesan Rangga karena gara-gara pekerjaan segunung yang diberikan oleh Rangga sendiri membuat Reni tak bisa ikut berlibur keluar negeri bersama dengan teman-teman nya padahal di negara tersebut sedang ada diskon besar-besaran berbagai barang branded dan beberapa wahana permainan yang baru dibuka Reni sudah sangat lama menantikan hari itu.
"ha ha ha ... Udah gak usah dihiraukan... ayo kita sholat isya dulu..." Rangga malah tertawa puas menanggapi amukan pesan beruntun reni kepada dirinya dan amira.
*******
Amira dan Rangga selesai sholat isya dan bersiap akan istirahat.
"Eiih sebentar ... kok Ada yang janggal yaa ... tapi apa yaa ..? " amira memperhatikan sekelilingnya.
" oh iya nggak ada sofa besarnya sih di sini mas aku tidur di mana malam ini masuk tidur dilantai sih , mana dingin banget lagi di sini..." wajah amira sudah seperti ingin menangis.
__ADS_1
*Anggap aja udah malam yaa... 😁😁😁*
"Ada apa..?" tanya rangga yang melihat ekspresi wajah Amira seperti Ingin menangis saat dia baru saja keluar dari kamar mandi.
"emm ini mas... disini kok gak ada sofa besar nya sih perasaan tadi kamar-kamar yang kita lewatin aku sempat lihat disana ada sofa besarnya semua.. ee.. emmm... masa aku harus tidur di lantai mas sini dingin banget lagi..."
"itukan tipe kamar nya beda dengan kamar kita.. lagian yang nyuruh kamu tidur dilantai sih ... kasur ini sangat besar ... cukup banget kan buat kita berdua..?"
" kit... kitaaa tidur berdua mas?"
"iya .."
"satu kasur...?"
"iyaa ... ayo sudah tidur ... mas capek banget.. kamu juga capek kan..?! Jangan lupa matikan lampu ya .." amira pun dengan sedikit canggung berbaring di samping rangga walau dengan jarak yang agak jauh.
" jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur " ucapkan Rangga memalingkan tubuhnya dari amira.
"iya mas ..."
tidak sampai 15 menit ternyata mira sudah lelap dalam tidurnya. rangga kemudian berbalik dan menghadapi istrinya.
" kamu pasti kecapean banget selamat malam moga mimpi indah sayang..." ucap Rangga dengan suara pelan tapi dengan senyum yang merekah.
yang tidak diketahui Amira adalah ternyata Rangga mempunyai saham di resort tersebut dan kamar juga itu adalah kamar khusus untuk Rangga jika sedang ke pulau itu karena Rangga memang sering bolak-balik ke sana untuk mengurusi bisnisnya.
"Semoga saja dia tidak tau terlalu cepat... kalau semua ini aku yang mengatur nya" dalam hati Rangga sambil masih memandangi istrinya tidur sangat nyenyak.
ternyata Rangga yang telah mengatur semuanya mulai dari kamar resort yang ceritanya tinggal satu sampai menyingkirkan sofa yang ada di kamar itu. sehingga Amira mau tidak mau akan tidur satu kasur dengannya.
Amira dan dirinya sendiri masih agak canggung satu sama lain untuk tidur di kasur yang sama Rangga berharap ini adalah cara yang terbaik mengawali hubungan yang lebih dekat dengan istrinya agar juga cepat menghilangkan kecanggungan di antara mereka berdua..
*
*
*
*Double up Hari ini.. guys ...
*
__ADS_1
*
*