
...Seusai pesta pernikahan sederhana itu selesai , paman Galih beserta keluarganya bersiap-siap pulang.....
"Tuan , nyonya dan nona... kami permisi pulang dulu... Amira kami pulang dulu nak..." Paman Galih berpamitan
" jangan panggil kami begitu lagi pak Galih.. kita kan sudah besan sekarang , panggil nama saja .." kata papa Rangga.
"Emm... i.. iyaa tu.. eih maksud saya tuan Harry dan nyo.. nyonya Ratna ... maaf saya sedikit gagap , belum terbiasa.." paman Galih tergagap.
"iya tidak masalah nanti juga akan terbiasa... haha...". papah Rangga tertawa renyah.
"Kami permisi dulu .. pak harry .. Bu Ratna... titip Anak kami Amira ..."
"Ahhh .. pak Galih jangan sungkan ... Amira kan Putri kami juga sekarang... kami pasti menjaga dan menyayangi Amira ... seperti putri kami sendiri..." Mama Rangga sambil mengelus bahu Amira.
"Nak bibi pulang dulu jangan lupa sering-sering mampir kerumah ya ..." Bik Lilis masih sendu.
"Emm... sebelum begini... emmm.. mmmah.. pppah... Amira boleh gak izin pulang dulu sebentar kepeternakan ... Amira mau berkemas baju-baju dan beberapa barang pribadi Amira gak banyak juga sih..." Amira merasa tidak enak minta izin pada mertuanya .
"Ahh iya gak apa-apa dong sayang... Mamah sampai lupa kalo kamu berkemas.."
"iya gak apa-apa nak... Reni temani kakak kamu yah .." kata papa Rangga
"Okeh ... siap pah... kuy kak...." Reni menyetujui dengan semangat.
...Mereka pun saling berpamitan karena para lelaki harus segera bersiap-siap juga untuk menunaikan shalat Jum'at....
...Reni membantu Amira berkemas ... Amira memang tidak membawa semua baju nya hanya beberapa saja , serta perlengkapan mandi, make up dan kewanitaan yang wajib ada . Tidak perlu waktu lama semuanya sudah siap. Reni juga Amira lalu membantu bik Lilis menata meja makan ....
...Reni mengabari orang tuanya jika dia dan Amira akan beristirahat disana dan baru akan pulang sore harinya....
...Saat Reni dan Amira bersiap-siap pulang , ternyata papa dan mama Rangga datang berkunjung sekaligus menjemput mereka....
...Tak lupa Pak Galih dan Bik Lilis menyambut kedatangan kedua besan nya, tentu saja juga mengajak mereka untuk makan malam disana , mereka semua mengobrol hangat hingga semakin membuang kecanggungan diantara mereka semua....
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...Usai makan malam keluarga Rangga memboyong Amira pulang kerumah besar Mereka....
"Nak... ayo masuk..." Papah Rangga mengajak Amira masuk rumah karena Amira masih terlihat bingung dan canggung.
"i .. iya pah...."
"Sini sayang... kamu jangan malu-malu gitu dong ... sekarang ini juga rumah kamu ya sayang , kalau perlu sesuatu jangan sungkan beritahu pada kami semua. ."mama Rangga merangkul Amira masuk.
__ADS_1
"I... iya mah... terimakasih mah.. pah ... dan Reni juga sudah mau menerima Amira disini .."
"Tentu sayang... kami semua keluarga mu..."
"Semuanya Reni permisi masuk kamar dulu ya...." Reni berlalu...
mereka semua mengganguk mengiyakan.
"Pak... bawa semua barang Amira ke kamar Rangga ya..." kata papa Rangga pada supir pribadi keluarga mereka.
" Baik tuan .. "
Mama Rangga juga tak lupa mengenal kan Amira pada semua penghuni rumah.
Seusai mereka bertiga mengobrol santai , Orang tua Rangga juga memberikan wejangan-wejangan pada Amira , akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat .
mama Rangga sendiri yang mengantarkan Amira sampai masuk kedalam kekamar Rangga. Amira sebenarnya sangat kikuk , namun ia mencoba bersikap biasa..
"Selamat malam sayang... kalau kamu perlu sesuatu , panggil mama atau bibik saja ingat jangan malu-malu yaa.."
" Emm Iya ... selamat malam juga ma.... "
Mama Rangga pamit keluar dari kamar , meninggal kan Amira yang masih melihat lihat isi kamar Rangga.
"Sofa ini kecil sekali... aku pasti tidak akan muat... bagaimana ini .." Amira masih celingak celinguk..
"Ckk.... huuhhh.. " semenit kemudian dia melihat Seprai dan selimut tebal yang masih terbungkus rapi diatas lemari Rangga.
"Ahhh... itu dia ... aku pake itu aja deh... " . Amira kemudian membentang kan seprei diatas karpet bulu didepan Ranjang Rangga.
"emmmhhh... empuk juga disini .. lumayan lah ..."
Amira membaringkan tubuhnya menutupi seluruh badan nya dengan selimut.
"Nggak nyangka ... semua ini nyata gak sih ... tiba-tiba punya suami lagi ... tapi kali ini Juga ada ipar dan mertua .. ya Allah ... jika ini takdir yang terbaik untuk hamba .. maka mudahkan lah jalan hamba dan langgeng kan lah pernikahan kami.. "
Amira tak menyangka kedua kalinya terulang kembali pernikahan mendadaknya. Hanya saja kali ini dia mendapatkan keluarga yang lengkap dan bahkan keluarga Rangga menerima nya dengan tangan terbuka , meskipun mereka tidak mengetahui asal-usul dirinya.
"Hmmm... kalo dihitung-hitung baru empat kali ketemu pak Rangga eiih ketemu yang kelima kali malah nikah gara gara di grebek lagi... lebih ngenes daripada cerita Siti Nurbaya gak sih cerita hidup ku ini..."
"walaupun dulu dia nyebelin banget , tapi sepertinya pak Rangga memang orang baik juga sih .. eiiih tapi kenapa ya kok dia seperti orang mabuk yaa... dan badannya seperti ada bau bau alkohol kemarin..?"
......Amira bermonolog pada dirinya sendiri, seketika itu juga ingatan nya melayang dalam waktu sekitar enam bulan lalu, bagaimana dia pertama kali dan kedua bertemu dengan Rangga yang sangat menyebalkan pertemuan ketiga dan keempat Rangga menolong nya , bahkan dipertemuan keempat nya Rangga berinisiatif menolongnya sendiri meski Amira tidak melihatnya.......
__ADS_1
Flashback sekitar 2 bulan lalu.
*
*
*
*
*
*
*
*
#Bersambung
*
*
😁😁😁😁😁😁
*
*
***** Selamat menyaksikan ibadah puasa *****
*** Bagi kalian yang menjalankan nya....***
# have a nice day all #
*
*
*
*
__ADS_1