
sekitar beberapa hari setelahnya mereka tengah malam adakan Rapat bulanan dan rapat tersebut dihadiri oleh beberapa pengurus cabang perusahaan Rangga yang tersebar di beberapa kota juga , para pemegang saham di antara mereka juga ada salah satu sahabat Rangga sendiri. Amira sendiri pun juga ada di dalam rapat itu karena dia adalah sekretaris Rangga.
"apakah masih ada yang kurang jelas atau Ada yang ingin kalian tanyakan...?"
semua orang yang hadir dalam rapat tersebut mengatakan tidak ada.
"Baiklah ... jika tidak ada pertanyaan lagi maka demikianlah kita akhiri saja rapat kali ini.... terimakasih semuanya yang sudah hadir hari ini.." (salam penutup rapat di novel ini tidak begitu baku ya author tidak berbakat jadi MC rapatππβοΈ )
hampir semua orang keluar dari ruang rapat Amira pun meminta izin pada Rangga agar keluar terlebih dahulu karena telah menahan (BAK*) .
Rangga sendiri juga akan keluar menyusul istri nya , dia juga ada janji dengan salah satu pemegang saham dan sahabatnya sendiri yang bernama Nino , namun baru saja dia berdiri Ada satu orang yang memanggil nya.
"Kak Rangga tunggu dulu sebentar Ada yang ingin aku bicarakan..."
ππππππππ
Diluar ruangan Rapat.
Reni yang sedari tadi mondar-mandir di ruangan lain segera bergegas menuju ke arah ruang rapat.
"Kak Yud... Rapat nya udah selesai kan?" Reni bertanya pada Yudha dan Nino yang berpapasan dengannya.
"Udah dek ... kenapa...?"tanya Yudha. Mereka hanya akan berbicara formal jika tengah berada di dalam ruangan masing-masing , Reni memutuskan ikut bekerja di kantor Rangga sembari menunggu wisudanya tentu saja karena ada Amira sang kakak ipar yang juga bekerja di kantor itu.
"kok Kak Rangga belum keluar sih...?" tanya Reni dia seperti mencurigai sesuatu.
"Mungkin sebentar lagi dek.." sahut Yudha lagi
"Ahh .. pasti ini gara-gara cewek ganjen itu..." gumam Reni. " Yaudah deh ... makasih kak Yudha , kak Nino aku permisi dulu..." Reni buru-buru , dia akan mengintip dari pintu ruang meeting yang memang kelihatannya sedikit terbuka.
Nino yang punya jiwa kepo tinggi mengajak Yudha ikut mengintip seperti apa yang Reni lakukan.
"sttt ... ada apa Ren..?" tanya Nino kepo sambil berbisik.
"sttt... kak.. nanti ketahuan.." bisik Reni.
Amira baru saja keluar dari toilet yang berada tidak jauh dari ruang meeting. Dia melihat ada 1 perempuan dan 2 laki-laki yang tengah nemplok di dinding seperti cicak pikir Amira.
dan tentu saja Amira mengenali 3 orang yang seperti tengah menempel tepat di depan pintu ruang meeting.
Amira penasaran dan mendatangi mereka bertiga.
"Ada apa..?" hanya Amira tanpa bersuara kepada Nino yang kebetulan tidak sengaja melihatnya mendekat. akibat kepo yang terlalu tinggi Nino lupa ada satu orang datang lagi dan malah membiarkan Amira melihat apa yang terjadi di dalam ruangan itu.
"sttt .. "Yudha juga tanpa bersuara dan jari telunjuknya menunjuk ke dalam ruangan meeting dimana Rangga tengah berada dengan seseorang.
mata Amira membulat melihat suaminya tengah bersama seorang gadis cantik. dengan posisi menghadap ke jendela ruang meeting dan membelakangi mereka.
__ADS_1
ππππππππ
didalam ruangan meeting.
tengah terjadi percakapan antara Rangga dengan gadis itu.
"Kak... aku mau tanya serius sama kakak... !!"
"pertanyaan ? tentang apa Maureen...?"
"ya tentang perasaan akulah Kakak jangan pura-pura gak tau deh. .!!"
"Deg deg deg ..." perasaan Amira mendengar kata-kata perempuan itu jantungnya seperti berdetak beberapa kali lebih cepat.
"hmmm..." Rangga menghela nafas sedikit kasar.
" Maureen ... Kamu itu masih sangat muda... kamu juga cantik... kamu bahkan tidak punya kekurangan apapun kamu bisa mendapatkan laki-laki yang benar-benar mencintai kamu .."
"maksud Kakak...? kakak masih tidak bisa mencintai aku.. seperti perasaanku pada kakak..?"
"Iya Maureen maaf kan saya... laki-laki yang mendapatkan kamu pasti akan merasa sangat beruntung... kamu punya semua yang wanita impikan tapi maaf saya tidak bisa..."
"kenapa bukan kakak saja laki-laki yang beruntung itu katakan padaku Kak alasan yang sebenarnya...? Apa masih kurang pembuktian ku kepada kakak.. Kak .. lihat aku sebagai wanita Kak aku tidak mempermasalahkan status dan usia Kakak usia kita tidak begitu berbeda jauh bahkan tidak sampai 10 tahun aku tidak masalah dengan semua itu Kak... aku juga sudah membuktikan kan bahwa aku ini bukan perempuan manja kakak lihat sendiri kan Bagaimana kinerja aku di perusahaan kakak... itu hasil jerih payahku sendiri kak tanpa bantuan papah atau siapapun..." Maureen menjelaskan panjang lebar dia jadi sedikit emosi , karena sudah hampir setahun ini dia berjuang untuk mendapatkan cinta Rangga tapi Rangga tidak pernah sedikitpun melihatnya sebagai wanita.
"Maureen... ada alasan yang sangat besar kenapa aku tidak bisa menerima kamu... "
"Tidak bukan itu... itu karena... aku sudah menikah lagi Mauren..."
"Apa itu tidak mungkin Kakak pasti berbohong kan Karena kakak tidak ingin menerima perasaan aku .. jadi kakak menggunakan berbagai macam alasan untuk menolak ku..." Mauren masih tidak percaya apa yang dikatakan Rangga .
"Aku tidak bohong kamu lihat ini.." Rangga memperlihatkan cincin pernikahannya dengan Amira yang ada di jari manisnya.
"nggak aku nggak akan percaya kalau kakak sudah menikah hanya karena cincin itu..."
"lihat video ini baik-baik.." Rangga membuka hp-nya dan memperlihatkan video ijab kabulnya dengan Amira juga beserta beberapa foto pernikahan mereka.
bukan hanya Mauren yang tidak percaya Amira sendiri pun tidak percaya bahwa Rangga ternyata menyimpan video dan foto-foto pernikahan mereka. Padahal baru semingguan yang lalu Rangga masih memanggil manggil sayang pada mendiang indah di dalam mimpinya.
Mauren terduduk dan tidak percaya dengan kenyataan yang dia lihat sedangkan Nino yang berada di luar ruangan , juga terkejut mengetahui bahwa sahabatnya setelah menikah tanpa pemberitahuan kepada dia dan para sahabat-sahabatnya yang lain.
"Rangga hutang penjelasan nih sama gue.. sama siapa dia nikah kok nggak ada kabar kabarnya tuh anak tau-tau udah married aja " Nino agak sedikit kesal.
π·π·π·π·π·π·π·π·
sore harinya Reni dan Amira pulang duluan , Reni mengajak Amira ke kafe orangtuanya tempat dimana Amira dan Rangga ke-2 kali bertemu serta lokasi pernikahan mereka dulu. sementara Rangga dia masih harus menghadiri beberapa meeting di luar kantor mereka.
"Owhh jadi gitu... ceritanya..." Amira mendengar cerita tentang Maureen dari Reni.
__ADS_1
Mauren adalah anak seorang pengusaha terkenal di kota yang bersebelahan dengan kota mereka tinggal.
"hmmm... perjuangan ku ternyata tidak ada apa-apa nya dibandingkan Maureen. . dia yang cantik mudah dan anak orang kaya saja sangat sulit mendapatkan hati mas Rangga apalagi cuma aku ..." Amira merasa cukup sendiri ternyata Mauren gadis berusia 23 tahun sudah selama 1 tahun berjuang mendapatkan Rangga semenjak dia menjadi pegawai magang di kantor Rangga , cewek cantik itu kemudian jatuh cinta kepada Rangga bahkan rela menjadi salah satu staf di kantor cabang perusahaan Rangga yang berada tidak jauh dari rumah orang tua nya, padahal keluarga Mauren adalah keluarga yang cukup kaya.
" Kak... kak.... hello .. kak Amira?" Reni melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Amira karena Amira tidak sadar tengah melamun saat itu.
"Eiihh... iya dek kenapa...?"tanya Amira tersadar dari lamunannya.
"Kakak yang kenapa... hehehe ?"
"eih... Maaf Kakak gak kenapa-napa kok dek.." Amira tersenyum kikuk karena dia karena dia ketahuan sedang melamun.
" iya gpp kak... Kakak jangan sampai salah paham ya melihat Mauren terus mendekati Kak Rangga Kak Rangga kan juga nggak ngasih harapan sama dia bahkan Kak Rangga juga sengaja menempatkan Maureen di kota sebelah supaya Mauren tidak selalu mendekati Kak Rangga dengan banyak alasan , dianya aja yang kecentilan sama Kak Rangga..." Reni menjelaskan pada Amira , gadis itu sangat takut Amira salah paham karena situasi yang terjadi.
Dia juga takut Mauren nekat mencari tahu siapa istri Rangga dan kemudian mengatakan hal yang tidak-tidak kepada Amira jika Maureen sampai tahu bahwa Amira adalah istri Rangga sekarang.
*
*
*
*
*
*
*
*
#double up untuk hari ini Maaf ya kemarin libur πππβοΈ...
*
*
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya semoga kalian semua nggak bosen bosen ya baca cerita dari aku... walaupun ceritanya nggak terlalu menarik ππππ
*
*
*
*
__ADS_1
*