
setelah terdiam beberapa saat didik kembali berkata " begini nak paman punya kenalan seorang juragan di kampung sebelah tidak begitu jauh kok dari sini, bagaimana kalau kita kesana besok siapa tau dia mau membantu kita meminjami uang untuk berobat nenek mu?".
"emmm.. apa iya paman dia mau memberikan pinjaman?" tanya Amira . "sedangkan biaya operasi itu pasti sangat Mahal paman dan Lagi aku udah gak punya Apa-apa untuk dijadikan jaminan " lanjut nya lagi dengan lesu.
" maka dari itu kita harus kesana, kalau kita tidak mencoba nya mana kita tau hasilnya nak, Paman sudah beberapa kali juga meminta bantuan pada kerabat kita tapi kamu tau sendiri kan mereka cuma buruh tani jadi mereka juga tidak bisa banyak membantu.." didik mencoba meyakin kan Amira.
Amira Tertunduk sembari berfikir.
" Apa iya ada orang yang mau meminjamkan uangnya tanpa jaminan, tapi benar juga kondisi keuangan kerabat kami dikampung sama sama susah, Ahhh... coba aku punya nomor hp atau alamat baru bik Lilis (adik kandung ibu Amira), bodohnya aku kenapa tidak menyalin nomor hp bik Lilis sebelum hp ku yang lama ku jual"
didik yang melihat Amira menatap sendu neneknya dan kelihatan sekali ia meragukan perkataan didik.
"sudah lah nak jangan terlalu banyak berfikir ini demi nenekmu, kita tidak punya cara lain agar dapat mencari pinjaman dengan cepat, setidaknya kita sudah mencoba untuk menyelamatkan nenekmu. Agar tidak ada penyesalan nantinya nak" Didik berkata dengan lembut agar lebih meyakinkan keponakan nya itu.
" bagaimanapun caranya aku harus berhasil membujuknya" batin didik .
"paman pulang dulu ya... hari sudah siang besok kau tidak bekerja kan? kau jangan khawatir nanti paman akan menemani mu".
"Ah.. iya paman, akan ku pikir kan lagi". Amira mencium tangan didik yang akan pulang.
"ya sudah paman pulang dulu" didik berbalik pergi seraya mengucapkan salam dan menutup pintu.
__ADS_1
# keesokan harinya#..
pagi-pagi didik sudah sampai dikamar perawatan ibu tirinya. Melihat Amira yang baru selesai membersihkan dirinya.
"cantik juga anak Arya ini aku akan meminta mahal pada juragan" hatinya bergumam begitu riang.
"paman tumben pagi-pagi sekali sudah kesini" tanya Amira membuyarkan lamunan didik yang otaknya dipenuhi dengan rencana licik dan uang.
" Ah .. iya nak paman kesini karena sering kesepian saat sarapan tau kan sepupu mu itu tidak bisa bangun pagi, jadi paman kesini pagi-pagi untuk mengajakmu sarapan bersama kamu belum sarapan kan?.
"belum paman" jawab Amira.
"terimakasih paman"
lalu Amira menatanya di atas piring.
tidak ada pembicaraan selama mereka sarapan karena sama-sama terlarut dalam pikiran masingmasing...
setelah selesai sarapan
"bagaimana kamu setuju kan paman temani ketempat juragan Ardi?" didik memulai rencana nya .
__ADS_1
"emmm sebenarnya Amira masih ragu sih paman, kalau juragan itu meminta jaminan bagaimana?" tanya Amira masih ragu.
" sudah lah nanti kita pikirkan itu yang penting itu kesehatan nenekmu " didik meyakinkan Amira..
setelah berfikir beberapa saat .
"baiklah paman kita akan mencoba nya, jam berapa kita kesana?" Amira menghembuskan nafas pelan.
"nanti sore kita kesana bersama Fadli juga, jadi kau jangan takut ada paman dan sepupumu yang akan menjagamu". kata Didik
Amira hanya mengangguk sembari terdiam lagi
" jangan lupa untuk berdandan pakai kebaya mu...!!! perkataan didik membuat Amira mengerutkan keningnya lalu bertanya
" untuk apa pakai kebaya segala paman?" ia mulai curiga.
"juragan Ardi mengadakan syukuran untuk khitanan anaknya, dia sangat sulit ditemui di hari hari biasa dia orang yang sangat sibuk mengurus kebun dan pabriknya, jadi kita harus menghormati nya. Masa kita datang kesana Untuk kondangan pakai baju buluk dan penampilan acak acakan, bisa diusir nanti kita..! didik tidak ingin Amira terus curiga
"iya paman".
*bersambung...
__ADS_1