Janda Perawan Meet Duda Kesepian

Janda Perawan Meet Duda Kesepian
dipaksa menikah


__ADS_3

Tepat pukul 3 sore didik dan anak nya Fadli datang menjemput Amira ke Rumah sakit.



Amira pun sudah siap dengan memoles sedikit make up tipis namun tetap membuat wajah kusutnya dan sendunya menjadi lebih segar dan tentunya lebih cantik.


"kamu sudah siap nak?" tanya didik, sambil melirik penampilan Amira, tepat sebelum iya membuka mulut nya untuk bertanya.


" emmm... Amira gak punya kebaya lagi paman, gak apa-apa ya Amira pakai baju ini saja yang penting kan sopan dan gak buluk juga..?!" potong Amira


"iya .. iya sudah lah yang penting kamu dandan, ayo cepat kita kesana nanti juragan terlalu lama menunggu kita bisa-bisa hilang kesempatan kita bertemu dengan nya" putus didik.


Amira menganggukkan kepalanya dan pamit dengan neneknya meskipun neneknya belum juga sadarkan diri.



" nenek Amira pamit dulu ya , doakan Amira bisa mendapatkan biaya perawatan dan Operasi nenek" lalu Amira mencium tangan dan dahi neneknya.



"Ayo cepat Amira lama sekali huuuuhh..." gerutu Fadli yang sudah jengah menunggu.


mereka bertiga mulai beranjak pergi dari ruangan menuju parkiran. Amira seketika membuka suaranya ketika sudah sampai parkiran.


"mobil siapa ini Fadli..? sejak kapan kamu punya mobil?" selidik Amira.



"Mobil temanku aku pinjam sebentar gak mungkin kan kita naik motor butut mu itu bertiga" jawab Fadli ketus.



mendadak perasaan Amira kembali gelisah dan curiga pada ayah dan anak itu, tapi ia mencoba menepisnya dan mulai berfikir positif.



selama di perjalanan mereka diam dengan pemikiran masing-masing. sampai 20 menit kemudian Didik membuka pembicaraan " Amira Sampai disana nanti kamu jangan terlalu banyak tanya ya biar paman nanti yang bicara dengan juragan"



Amira mengernyitkan keningnya " memangnya kenapa paman?" tanya nya.



" juragan tidak suka dengan orang yang banyak tanya, ingat ya yang kita lakukan ini demi nenekmu". jawab didik , masih mencoba berkata lembut dengan Amira. (padahal dalam hatinya 😒 banyak tanya sekali anak ini) .



perasaan Amira pun semakin tidak enak.


beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah rumah mewah yang memang sudah terpasang tenda dengan spanduk bertuliskan acara khitanan foto anak ke 3 juragan Ardi menandakan apa yang diucapkan Didik tidak membohongi Amira . Perasaan Amira menjadi sedikit lega.


Mereka bertiga dipersilahkan duduk dan menikmati jamuan.

__ADS_1



" kok sudah mulai sepi paman?" tanya Amira .


"iya karena acaranya sudah dari tadi pagi sengaja kita datang sore supaya kita bisa bicara dengan juragan setelah ini, cepat selesai kan makan kalian" ucap didik


beberapa saat setelah selesai makan mereka bertiga dipanggil memasuki ruangan kerja sang juragan.



" ingat ya Amira jangan banyak tanya kalau kamu ingin kita berhasil" didik kembali mengingatkan. Amira pun hanya menganggukan kepalanya .


tidak lama setelah nya datang lah juragan Ardi memasuki ruang kerja nya, seketika ia memperhatikan perempuan muda di depan nya. Dari atas hingga kebawah seakan ingin menerkam Amira .



penampilan Amira kondangan ketempat juragan didik.


Amira merasa sangat risih diperhatikan seperti itu.



"Ahh iya apa kamu yakin didik dia sudah setuju" tanya juragan Ardi.



"kalau dia tidak setuju gak mungkin dia mau ku ajak kesini juragan" didik menyakinkan.




"Emm... begini juragan kedatangan kami kemari ingin meminjam uang untuk berobat nenek Amira yang juga ibu tiri saya, apa bisa juragan?" tanya Didik (pura-pura).



"Boleh saja memang berapa sih yang mau kalian pinjam?" jawab juragan Ardi sembari kembali menatap Amira hingga air liur nya seperti ingin menetes saja .



"apa iya semudah itu?" Amira membatin. lalu ia menjawab " emm mungkin 100 juta juragan , tapi jujur saja kami tidak punya apapun untuk dijaminkan juragan".



" Ahh .. tidak masalah khusus untuk kalian aku hanya akan memberikan bunga ringan 10% pertahun dan syarat nya cukup fotocopy KTP dan KK kamu saja sangat ringan bukan?!" jawab juragan Ardi .



" Apa 10%?" Amira meragu "bagaimana kalau aku tidak bisa membayar nya" Amira bergumam pelan.


Didik yang memperhatikan keponakan nya Kembali meyakinkan "ayolah nak ini demi nenek kamu . Kapanlagi coba kita dapat kesempatan ini tidak banyak syarat dan bunga nya sangat rendah dimana coba kita dapat meminjam uang semudah ini?!" didik berbisik pada Amira.


"tapi paman...?" Amira goyah.

__ADS_1


" Ayo cepat kalian putuskan aku tidak punya banyak waktu, rekan bisnis ku segera datang dan aku harus segera menemui nya tidak bisa berlama-lama disini membuang waktu saja..!!!". juragan Ardi mulai gusar .


didik menyenggol lengan Amira yang masih berfikir. " Ahh... i .. iya ... iya sudah juragan saya terima persyaratan nya". Amira terbata bata.



" baiklah ini surat perjanjian nya tanda tangani secepatnya nya" juragan Ardi mengeluarkan surat perjanjian.


" boleh saya baca dulu juragan" jawab Amira.


"ya ya boleh saja tapi jangan lama-lama saya masih banyak urusan". ketus juragan Ardi.


Amira membaca seksama lembar pertama lalu menandatangani nya. " kenapa banyak sekali yang harus ditandatangani ya. aku baru membaca lembar pertama." gumam Amira pelan.



"cepat .. cepat Mira jangan sampai juragan Ardi marah dan membatalkan nya" Didik mendesak Amira yang akan membaca lembar kedua dan ketiga . Amira pun terpaksa mengurungkan niatnya membaca lembar kedua dan ketiga langsung menandatangani nya. Membuat Didik menyinggung Kan senyum tipis (padahal dalam hatinya berlonjak gembira)



"baiklah ayo kita keluar saya akan mengambil kan uang nya" juragan Ardi beranjak dengan Didik


" Fadli jaga Amira disini" perintah Didik


"iya ayah tenang saja" Fadli tersenyum.


# diruangan keluarga juragan didik


ternyata sudah ada penghulu dan beberapa orang Anak buah Didik.



"bagaimana juragan apa sudah bisa kita mulai dan dimana pengantin wanita nya?" tanya penghulu .



" iya sudah, dia masih dikamar atas dan ini paman nya yang akan mewalikan " juragan Ardi sambil menunjuk Didik



"baiklah ayo kita mulai" penghulu memulai prosesi ijab qobul.



Didik menjabat tangan juragan Ardi dan memulai "saya nikah kan dan saya kawinkan engkau dengan keponakan Ku yang bernama "Amira Setiawan binti Arya $etiawan dengan mas kawin 100 juta rupiah". juragan Ardi pun menyahut dengan lantang"saya terima nikahnya Amira Setiawan binti Arya Setiawan dengan mas kawin tersebut Tunai" .


" bagaimana saksi , sahhh? penghulu menengok saksi kanan dan kiri.


~ sahhh


~ sahhh


~ sahhh

__ADS_1


jawab mereka bersamaan...


..bersambung yaaa....


__ADS_2