Janda Perawan Meet Duda Kesepian

Janda Perawan Meet Duda Kesepian
Rangga sakit


__ADS_3

tidak terasa berdua bulan sudah Rangga dan Amira menikah.


Amira sudah pulang dari kantor sejak sore , menunggu Rangga pulang dari beberapa meeting nya hari ini , namun karena sudah larut Amira pun tertidur.


💞💞💞💞💞💞


"sayang... aku mohon jangan katakan itu lagi sayang sampai kapanpun aku takkan pernah menggantikanmu..."


Amira yang sudah tertidur menjadi terkejut.


apalagi saat ia benar-benar menyadari dari mana sumber suara itu.


"Sayang.. Aku mohon jangan pergi sayang..."suara Rangga lirih Amira pun mendekatinya.


Amira mencoba membangun kan Rangga tapi saat memeriksa kening Rangga ternyata suhu tubuh Rangga sedang panas tinggi. saat Amira ingin menarik tangannya dari kening dengan cepat dengan Rangga menyambar tangan Amira..


"sayang .. aku mohon aku bisa-bisa jelaskan semuanya ini tidak seperti yang kamu kira aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang apalagi melupakanmu..." Rangga semakin erat memegang tangan Amira.


"Tess.." air mata Amira pun meluncur tanpa sadar ternyata Rangga tengah bermimpi tentang mendiang istrinya.


Amira ingin melepaskan tangannya dari Rangga hanya saja Rangga merubah posisinya memeluk Amira.


"sayang ... aku mohon dengarkan aku sayang... tolong jangan pergi aku mohon... tetaplah disini aku tidak akan pernah melupakanmu..."


air mata Amira semakin menetes deras entah kenapa ada perasaan sakit dalam hatinya padahal hubungannya dengan Rangga selama ini memang bukan layaknya suami-istri bahkan sebagai teman pun mereka memang seperti kaku...


tapi Amira tetap mencoba menenangkan Rangga dia membelai pelan bahu Rangga. ternyata Rangga menjadi cukup tenang Amira pun kemudian kembali membelai rambut Rangga , hingga Rangga pun mulai melonggarkan pelukannya pada Amira , Amira duduk dan menyeka air matanya.


setelah Rangga benar-benar tenang Amira melihat jam yang tergantung di dinding pukul 02:15 dini hari. Amira menyiapkan alat kompres untuk Rangga memulai mengompres Rangga dan memandangi wajah Rangga.


"Ternyata mas Rangga memang masih benar-benar belum menerima aku aku dan dia masih sangat mencintai mantan istrinya .. Ya Allah.. Apa yang harus aku lakukan apakah aku masih harus melanjutkan pernikahan ini.. atau aku harus menyerah saja Ya Allah..." Amira bicara dalam hatinya. air mata Amira mengucur dengan derasnya hatinya terasa sangat sesak.


Amira berpikir apakah dia memang mencintai Rangga mengapa dia merasa hatinya sangat sakit saat mendengar Rangga memanggil-manggil mendiang istrinya meskipun hanya dalam mimpi.


Amira memutuskan kemudian untuk shalat tahajjud .


Saya ingin meminta tunjukkan jalan yang terbaik untuk pernikahan ini apakah harus dilanjutkan atau lebih baik berpisah saja.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


seusai sholat Amira memandangi wajah Rangga sambil mengompres kening suami nya itu . Amira juga menyeka berapa keringat dingin Rangga. dia jadi teringat tentang kejadian sore itu.


beberapa jam sebelumnya.


sore itu Amira pulang lebih awal dari Rangga saat Amira selesai membersihkan tubuhnya kita tidak sengaja menyenggol pintu lemari di kamar Rangga.

__ADS_1


"Brakkk.." beberapa barang terjatuh dari dalam lemari itu.


"eiiih... apa ini seperti album foto... buka tidak ya ...emm buka tidak ya..." Amira ragu-ragu


"emmm... nggak usah deh , siapa tahu disini juga berkas penting mas Rangga.. " Amira mengurung kan niat nya.."


...namun saat Amira membereskan barang-barang itu ternyata ada beberapa lembar foto yang jatuh dari album itu. Ada foto perempuan berwajah manis berjas khas salah satu kampus tekenal di kota B dan ada beberapa foto lainnya memperlihatkan perempuan itu dengan seorang laki-laki hanya saja mungkin karena sudah foto lama jadi agak sedikit buram. diantara beberapa lembar foto itu hanya ada 3 lembar foto yang paling jelas yaitu foto pernikahan lelaki yang sangat mirip dengan Rangga hanya saja tubuhnya lebih sedikit kurus Amira yakin itu adalah pernikahan foto pernikahan Rangga dengan mantan istrinya....


💞💞💞💞💞💞


Amira sebenarnya ingin memejamkan mata dia ingin melupakan sedikit rasa sesak yang memenuhi hatinya. Namun semakin dia mencoba matanya terasa semakin segar apalagi lagi saat ini terlintas beberapa hal yang pernah dikatakan oleh Ghea.


*Flashback sekitar 3 Minggu yang lalu*


Ghea baru bisa mengajukan pengunduran dirinya setelah dia mentraining Amira selama 1 bulan sebenarnya Rangga memang sedikit keberatan saat ghea yang sudah sangat lama bekerja dengan nya ... mengundurkan diri apalagi saat ini pekerjaan mereka di kantor sedang banyak-banyaknya , Hanya saja karena karena keinginan ghea yang ingin segera memiliki anak di pernikahannya yang hampir 3 tahun Rangga pun mengizinkan nya.


tidak perlu waktu lama Amira sudah akrab dengan Ghea


seperti biasanya Amira dan Ghea akan makan siang bersama.


hari ini mereka memutuskan makan siang di di kafe yang tidak terlalu jauh dari kantor.


Mereka makan siang sambil bercanda dan mereka juga bertukar cerita tentang saat-saat mereka masih kuliah ataupun kehidupan sehari-hari.


"Assalamualaikum... hai Ghea..." sapa Inka


"Waalaikum salam..." Amira dan Ghea kompak.


"Hai Inka... udah lama ya kita nggak ketemu... kamu sendirian aja nih...?"


"iya aku sendirian aja nih boleh gabung nggak sih sama kalian..."


Ghea juga meminta izin kepada Amira dan Amira tentu saja memperbolehkannya kemudian Amira dan Inka saling berkenalan.


"Eihhh Ge kamu masih kerja sama Pak Rangga ya...?"tanya inka sambil menunggu pesanannya.


"iya masih kok... Amira juga rekan kerja aku dia juga kerja di perusahaannya Pak Rangga..." Amira memang meminta Ghea untuk tetap merahasiakan pernikahannya dengan Rangga.


"wah ... pasti bentar dong ya kalian lagi kamu nih udah lama banget kerja di perusahaan pak Rangga .. aku malah jadi ibu rumah tangga aja... sebenarnya aku juga ingin lagi kerja di tempat Pak Rangga tapi ya aku udah ada dua anak susah juga kalau ditinggal..."


Amira hanya sekali menjawab pertanyaan dari Inka dan ghea itupun saat mereka bertanya padanya.


tapi aku merasa sangat menikmati suasana ini dia melihat senang keakraban antara ghea dan Inka.


"emmm .. btw pak Rangga masih belum nikah juga ya sepertinya dia sangat susah ya move on dari mendiang Bu Indah istrinya..." ucap Inka...

__ADS_1


"emmm gimana ya kalau masalah itu aku juga kurang tahu.." Ghea melirik tajam kepada Inka dan seolah memberi kode


"eehh .. kenapa emang pak Rangga move on ya serius kamu sama siapa emang bener ada yang bisa gantiin Bu Indah... waahhh akhirnya pak Rangga bisa juga ya ibu Indah dulu aja deh sampai bangkrut gara-gara meninggalnya Bu Indah syukur deh kalau dia sekarang udah bisa move on..." cerocos Inka tanpa filter .... ( mungkin Inka termasuk golongan emak-emak rempong 🤣🤣)


"ya mungkin aja ... nggak ada yang nggak mungkin dong Apalagi kan Bu Indah juga udah lama meninggal..." jawab Ghea dia merasa tidak enak pada Amira karena membicarakan Rangga dan mantan istrinya.


"aahhh... syukur deh kalau gitu sayang ntar agak emang cinta mati sama Bu Indah apalagi bunda kan emang perempuan yang paling berjasa dalam hidupnya Semoga aja Pak Rangga memang dapat ganti istri yang baik sangat seperti Bu Indah , perempuan seperti dia sangat sulit dicari dia tidak sungkan membantu suaminya bekerja membesarkan perusahaan perusahaan mereka waktu itu jadi kangen nih sama Bu Indah..." Inka dan ghea adalah sahabat sejak kuliah dan karyawan yang pernah bekerja di perusahaan Rangga dulu dengan mendiang istrinya jadi tidak heran jika Inka juga mengenal Indah mendiang istri Rangga .


Amira memang sedikit tidak nyaman tapi dia berusaha terlihat biasa saja. nyali Amira terasa ciut seperti nya memang tidak mungkin dia mampu menggantikan posisi Indah di hati Rangga.


"emmmm.. sebenarnya sih aku juga bentar lagi resign makanya Amira Yang gantiin aku jadi sekretarisnya Pak Rangga..." Ghea mencoba mengalihkan pembicaraan Inka tentang indah..


"wahhh... kenapa ge? ... Mira kamu tahu nggak ada ini adalah karyawan paling lama kerja sama Pak Rangga dari di perusahaannya dulu sampai sekarang... kamu juga pasti betah deh kerja sama Pak Rangga , apalagi Pak Rangga sama keluarganya orangnya baik banget loh..."


sampai makan siang itu selesai Amira lebih banyak diam mendengarkan pembicaraan Inka dan Ghea.


💞💞💞💞🌷🌷🌷🌷💞💞💞💞


bukan hanya sekali dua kali Ghea dan Amira bertemu dengan teman-teman Ghea yang pernah bekerja di perusahaan Rangga dan mendiang istrinya dulu. Ghea jadi takut Amira salah paham dan semakin membanding-bandingkan dirinya dengan indah kemudian Ghea memberikan sedikit nasehat agar Amira tidak membanding-bandingkan dirinya dengan indah.


karena Ghea bisa melihat Amira menjadi lebih tidak percaya diri , setiap ada yang bicarakan kebaikan indah dan masa lalu masa lalu Rangga.


maka Ghea sendiri pun yang menceritakannya agar Amira tidak menjadi salah paham.


dia hanya menceritakan sedikit tentang indah , Rangga m serta perusahaan , hingga asal nama perusahaan Rangga dulu yang bernama CV Indi.Ra healthy food.


*Rangga dan indah membangun perusahaan mereka dari nol dan indah adalah perempuan yang sangat pintar urusan urusan marketing hingga mampu membantu perusahaan Rangga yang bergerak di bidang makanan sehat dan pengadaan catering pada beberapa perusahaan menjadi lebih cepat berkembang hanya dalam waktu 2 tahun perusahaan mereka sudah mampu mempekerjakan ratusan orang... namun di tahun ketiga pernikahan mereka Indah yang Pernah hamil sebelum nya keguguran itulah asal nama dari Indira karena calon janin mereka diperkirakan memiliki jenis kelamin perempuan , indah kembali hamil lagi-lagi keguguran dan hanya beberapa bulan setelah keguguran yang kedua tersebut indah yang tidak sengaja terpeleset dan jatuh di kamar mandi meninggal setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit...*


itulah sedikit kisah yang dia tahu tentang Rangga dan indah serta perusahaan mereka.


Flashback off.


"sepertinya aku memang tidak akan pernah ada di dalam hati mas Rangga Bagaimana mungkin aku bisa menggantikan sosok mendiang istrinya yang sangat luar biasa...." Amira kembali menangis dalam diam...


#bersambung


*.


*


*.


*


*

__ADS_1


__ADS_2