Janda Perawan Meet Duda Kesepian

Janda Perawan Meet Duda Kesepian
Ada apa dengan Rangga...?


__ADS_3

Pagi harinya amirah bangun agak sedikit kesiangan ya kemudian salat dan menyiapkan bubur untuk Rangga. sembari menunggu buburnya sih buburnya matang dia membersihkan diri dan kemudian menelpon mertuanya kebetulan hari itu mertuanya tidak ada di rumah dan Reni sedang pergi bersama teman-temannya untuk merayakan kelulusan sidang skripsinya.


panas tubuh Rangga belum juga turun sehingga Amira meminta mertuanya untuk mengirim nomor telepon dokter pribadi keluarga mereka.


satu jam k Rangga sudah bangun dan buburnya juga sudah tidak terlalu panas lagi lalu membawakan bubur yang sudah dia masak ke kamar agar Rangga bisa sarapan.


" Emm... mas makan dulu ya..." kata Amira sedikit kaku.


Rangga melakukan kepalanya lemah dan dia mencoba untuk duduk namun karena badannya sangat lemas dia bahkan tidak mampu hanya untuk mendudukkan dirinya. Amira pun dengan sigap membantu Rangga lagi lagi karena Rangga lemas jadi Amira pun menyuapi Rangga.


sebenarnya Rangga tidak punya nafsu makan sama sekali pagi itu tapi karena dia menghargai Amira yang sudah membuatkannya bubur sejak pagi jadi dia pun mau memakannya sedikit demi sedikit.


"Makasih ya .." ucap Rangga seusai sarapan dengan sangat pelan karena memang dia seperti tidak bertenaga.


"iya ... sama-sama mas... oh ya mas tadi aku udah nelpon dokter pribadi nya mas... terus juga aku tadi minta nomor telepon dokternya sama mama papa nggak apa-apa kan mas aku tadi ngasih tahu mereka Kalau mas sedang demam..." kata Amira dia merasa tidak enak dengan Rangga dan mertuanya Baru beberapa hari mertuanya pergi Rangga sudah sakit , Amira jadi berpikir mungkin dia istri yang sangat buruk karena saat mereka hanya ditinggal berdua dengan Rangga malah sakit.


"iya nggak papa kamu udah sarapan belum...?"Rangga tahu Amira merasa sedikit bersalah.


"belum mas nanti aja aku sarapan... yaudah aku aku naruh cangkir sama mangkok dulu ya kebawah..." Amira tersenyum lega.


"iya kamu juga sekalian sarapan ya jangan sampai telat-telat makan..." Rangga tersenyum manis pada Amira .


"Deg deg deg .." jantung Amira melihat senyuman manis Rangga jarang sekali orang dia menunjukkan senyuman manisnya itu.


eiittts... bukan hanya Amira yang merasa dag dig dug loh .. sebenarnya Rangga juga...


entah kenapa perhatian kecil Amira membuat hatirangga sedikit menghangat.


💞💞💞💞💞💞💞


"Ting tong.."


"Ting tong..."


ada yang memencet bel saat Amira baru saja selesai nyuci mangkok karena di rumah itu pagi ini hanya ada dia dan Rangga , bibi ART sedang cuti anak nya melahirkan , sedangkan Mbak ART yang satu lagi sedang pergi kepasar pagi itu. jadi Amira bergegas membukakan pintu.


"Assalamualaikum... "


" Waalaikum salam..."


"eiih ...oh ... iya saya dokter gio saya dokter pribadi keluarga ini... tadi Harry menelpon katanya Pak Rangga sedang sakit..." sapa sang tamu dengan senyum yang sangat menawan yang tidak lain adalah dokter pribadi keluarga Rangga.


"iya saya Amira ... iya benar mari masuk dokter...."

__ADS_1


💞💞💞💞💞💞


Amira dan dokter menuju kamar Rangga di lantai atas. Dokter Gio kemudian memeriksa keadaan Rangga.


"jadi bagaimana dokter..?? mas Rangga sakit apa...?" kata Amira sedikit cemas.


Rangga yang melihat Amira mencemaskan dirinya sedikit tersenyum tipis seperti ada perasaan bahagia dihatinya.


tapi kemudian senyum tipis yang sempat menghiasi bibir rangga menjadi menjadi luntur saat melihat tatapan dokter Gio kepada Amira.


..."kurang ajar ngapain sih si playboy ini senyam-senyum gitu sama Amira , mukanya sok di imut-imutin lagi kalau aja aku nggak sakit pengen ku hajar rasanya biar bonyok tuh muka sok kegantengan. ." dalam hati Rangga entah kenapa dia merasa sangat kesal melihat tatapan dan senyuman dokter Gio kepada Amira....


"nggak apa-apa kok Amira ... Rangga hanya sedikit kelelahan dia harus lebih banyak istirahat oh ya sebentar saya akan mengambil kan obat nya untuk Rangga..."


dokter Gio mengambilkan beberapa obat-obatan ringan (maksudnya othor seperti Paracetamol , sakit kepala ataupun batuk) serta vitamin yang memang sudah dia siapkan dalam tasnya nya saat papa Harry menghubungi nya dan sedikit menceritakan gejala sakit yang dialami Rangga.


Amira menerima obat dari dokter Gio.


"oh ya kamu siapanya Rangga ..." Iyo yang memang sudah terpesona kepada Amira sejak kamera membukakan pintu tidak terlalu menghiraukan keberadaan Rangga di sampingnya .


"aaa... saya...." suara terdengar Amira agak sedikit ragu-ragu tapi saat dia akan menjawab tiba-tiba.


"tok tok tok" Pintu yang memang tidak ditutup rapat langsung terbuka dari luar


"Assalamualaikum..."ucap Papa harry dan mama Ratna bersamaan.


"waalaikumsalam..." Mereka bertiga yang ada di dalam kamar kompak menjawab salam.


Amira kemudian mencium tangan mencium punggung tangan kedua mertuanya.


"Gio gimana keadaan Rangga..." tanya Mama Ratna khawatir.


"nggak apa-apa kok ... tidak ada yang serius Rangga cuma sedikit demam dia sepertinya kelelahan bekerja.


"tuh kan mah Papa bilang juga Apa lagian kan ada Amira yang merawat Rangga di sini..."


Apa sih yang mama khawatirkan berlebihan seperti itu.


"ya Mama juga khawatir lah sama Amira siapa tahu dia kelelahan juga merawat Rangga , apalagi kalau Amira sampai ketularan kan kasihan dia juga pah ... makanya mama mau buru-buru pulang..."


Amira sedikit lega karena mertuanya ternyata tidak menyalahkan dirinya sama sekali tapi dokter Gio yang dibuat bingung dia penasaran siapa Amira kenapa orang tua Rangga sampai mengkhawatirkannya awalnya dokter Gio berpikir mungkin saja Amira adalah sepupu dari Rangga. melihat ekspresi bingung dokter Gio Papa harry buka suara.


"Owh ya... Dokter Gio... kamu sudah kenalan sama Amira... Amira ini istri Rangga ..." kata papa Harry dengan senyum lebarnya. memperkenalkan Amira sebagai istri dari Rangga

__ADS_1


Dokter Gio 😯😳 tak percaya dia takut salah dengar dan kemudian mengulangi pertanyaannya.


"Nona Amira... istri nya Rangga...?"


"iya dong ... Cantik kan menantu Tante .." Mama Ratna sambil membelai bahu Amira.


"I.. iyyaa Tante.. om... cantik banget malahan..." ucap dokter Gio agak sedikit tergagap "oh iya ya kenapa Rangga nikah gak ngundang-ngundang sih..." lanjutnya.


"bukan gak... tapi belum... kami memang belum mengadakan resepsi..." saut Rangga tiba-tiba .


Amira menatap Rangga terpercaya kenapa tiba-tiba Rangga bicara seperti itu apakah dia memang akan mengadakan resepsi untuk pernikahan mereka. Ada apa dengan Rangga pikir Amira.


"iya.. Gio kemarin acara akad nikahnya Rangga dan Amira Hanya dihadiri buat keluarga inti saja... nanti kalau mereka mengadakan resepsi kamu pasti kita undang kok Nak... " kata papa Harry.


Harapan dokter Gio seketika seperti runtuh Padahal dia baru saja memikirkan cara untuk mendekati Amira yang dia kira hanya lah adik sepupu Rangga...


"Mampus... emang enak sok kegantengan ... Istri orang mau diembat juga..." dalam hati Rangga tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi dari dokter Gio.


💞💞💞💞


Papa Harry dan mama Ratna mengantarkan dokter Gio yang akan pamit pulang ke bawah.


sedangkan Amira dia membantu Rangga meminum obat kemudian pamit Amira turun ke bawah menuju ruang makan untuk sarapan .


Rangga yang tinggal sendirian dikamar.


"Eiiih .. ada apa sebenarnya dengan perasaan ku... apa ini gara-gara aku sedang sakit...?"


Rangga bertanya-tanya Apa yang sedang terjadi pada hatinya.


maklumlah ya kan , Rangga memang kesepian selama 5 tahun ditinggal mendiang istrinya dia tidak pernah mencintai wanita lain lagi , hatinya sudah seperti ikut mati bersama mendiang istrinya makanya dia sudah lupa rasanya jatuh cinta. jadi saat ada perasaan yang berbeda kepada Amira dia berusaha mati-matian untuk tidak mengakuinya.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2