
sore harinya Amira dan Reni tengah dalam perjalanan pulang..
"dek sepertinya akan turun hujan..."
"eh iya ya Kak udah mulai gerimis nih.."
"apa kita mau berhenti aja kayaknya Kakak nggak ada liat deh ada jas hujan di bawah jok..."
"nggak usah deh Kak nggak bakalan basah juga kok cuma gerimis ini, lagian nggak nyampe 10 menit lagi kita sampai ke rumah..."
"owh yaudah deh .. " Amira terus melajukan motornya.
sampai lah tinggal tinggal satu kompleks besar lagi yang mereka lewati, hanya perlu waktu sekitar 5 menit untuk sampai ke rumah mereka.
"dek ... gimana makin deras nih... mau berhenti nggak..?"
"nggak usah deh kak tanggung kita langsung pulang aja ya ... Kakak masih lihat kan jalannya..?"
" iya masih kok tapi kita pelan-pelan aja ya..."
waktu yang harusnya hanya sekitar 5 menit menjadi dua kali lipat karena mereka menjalankan motornya dengan sangat pelan.
"Alhamdulillah sampai juga Kak.."
"iya dek Ayo kita langsung masuk , mandi dan ganti baju aja nanti sakit lagi..."
Amira dan Reni sudah sampai di depan pintu rumah mereka.
"astaghfirullah.. kenapa kalian main hujan-hujanan..." sebuah suara mengagetkan mereka berdua.
"loh .. Kak Rangga kapan kakak pulang..?"
"mas..."Amira dan Reni mencium punggung tangan Rangga.
__ADS_1
"baru aja kok ... sudah kalian masuk mandi dan ganti baju Nanti kalian sakit lagi..."
kemudian Rangga meminta ART mereka untuk membuatkan wedang jahe untuk kedua wanita itu.
💞💞💞💞💞💞💞
Rangga sayup-sayup mendengar suara orang seperti menggigil... kemudian dia mengecek handphone nya... dia pikir handphone nya mungkin yang bergetar namun saat dia mengeceknya tidak ada satupun pesan email ataupun telepon yang masuk.
waktu menunjukkan pukul 02:58 dini hari.
Rangga melahirkan terlalu pagi tapi kemudian dia mendengar lagi suara yang dia pikir hanya mimpi.
"Astaghfirullah hal adzim.... " Rangga yang awalnya celingukan mencari sumber suara itu terkejut melihat Amira yang sedang menggigil di sofa bed yang tak jauh dari kasur tidur nya .
"Amira.. hei... Amira..." Rangga mengecek dahi Amira ternyata suhu tubuh Amira sangat panas dia kemudian menepuk-nepuk pelan pipi Amira agar mau bangun dan minum obat.
"hmmm ..." Amira tak mampu membuka matanya di hanya mampu melenguh lirih
Rangga sangat khawatir tapi dia mencoba untuk tenang kemudian Rangga menyiapkan air hangat untuk mengompres Amira.
di dalam doanya dia meminta ketetapan hatinya agar dia bisa menjadi imam dan suami yang seutuhnya untuk Amira, serta agar dia bisa mengikhlaskan kepergian mendiang istrinya dan kedua calon janin mereka.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Rangga terus menunggui Amira dia terus memperhatikan wajah istrinya tersebut.
hingga usai salat subuh Rangga pun membuatkan bubur untuk Amira.
"Eiih... bikin banyak aja kali ya buat Reni juga ... Astaghfirullah hal adzim kok aku sampai lupa ngecek keadaan Reni ya jangan-jangan dia sakit juga. ."
tok tok tok
Rangga mengetuk pintu kamar adiknya namun tidak ada jawaban.
__ADS_1
tok tok tok..
"Ren... Reni... kakak masuk ya.." karena terus tidak ada jawaban dari adiknya Rangga pun masuk ternyata dan tidak ada di kasurnya dia pun kembali memanggil adiknya. ternyata Reni sedang ada di kamar mandi dan dalam keadaan yang baik-baik saja Rangga pun meneruskan acara masak-memasak nya.
25 menit menyiapkan bubur untuk sang istri.
kemudian Rangga buru-buru membawa masakannya ke dalam kamar.
"Amira..."
"Amira..."
"Astaghfirullah hal adzim... Amira..." ternyata panas demam Amira semakin tinggi Rangga pun seketika menjadi panik dia kemudian memanggil pak Ghani untuk menyiapkan mobil dan membawa Amira ke rumah sakit karena dokter Gio tengah berada di luar kota.
*
*
*
*
*
*
#bersambung
*
*
*
__ADS_1
*
*