
Episode 21: Ketakutan Amira
Tidak terasa waktu terus berlalu sudah lebih dari 4 bulan Amira bekerja. Sejak bertemu dengan keluarga Bibiknya Amira pun tinggal bersama mereka. Selain bekerja direstoran Amira juga membantu paman dan bibinya mengantarkan susu segar kepada para pelanggan , baik itu di beberapa restoran dan juga cafe atau pun di rumah-rumah horang kaya yang wajib mengkonsumsi susu segar, bahkan Amira sudah akrab dengan beberapa mereka. Hari ini Amira berencana Merayakan ulang tahun nya yang ke 25 tahun, yahh walaupun sudah lewat beberapa hari karena selain lupa 🤭 pada tanggal ulang tahun nya sendiri Amira juga berniat mengadakan syukuran kecil-kecilan kedua adik sepupu yang sudah resmi menjadi mahasiswa hari ini hari terakhir masa pengenalan Mahasiswa baru mereka kampus .
"Emmm.... daging ... sosis .. Ayam... udang ...owh iya tinggal sayur sama bumbu deh..." Amira semangat berbelanja Karena nanti malam ia dan keluarganya , serta beberapa teman adik sepupu nya juga akan ikut.
"sayur sama bumbu udah nih , kayanya harus beli cemilan juga nih..." gumam Amira pada dirinya sendiri.
Setelah selesai berbelanja Amira keluar dari supermarket itu . Ia duduk di sebuah kedai tak jauh dari sana . Amira berniat memesan ojek online. Amira memang sudah membeli motor karena tak ingin selalu merepotkan paman dan kedua sepupunya yang terus mengantar jemput nya bekerja . Hanya pada shift malam paman nya tidak membiarkan Amira pulang pergi sendiri.
Tapi sudah beberapa hari ini motor Amira dipinjam Dicky, yahh walaupun kembar tapi untuk urusan hobby bahkan sekarang kuliah pun mereka berbeda jurusan . uang paman juga belum cukup untuk membeli satu motor lagi untuk anak nya , jadi sementara Dicky dan Risky repot Amira meminjamkan motor nya pada salah satu adik sepupu nya .
Saat Amira sibuk, Ada sepasang mata yang memperhatikan nya dari kejauhan Orang itu terus mendekat. Amira yang sudah selesai minum dan membayar dikedai itu berniat mengisi koutanya yang ternyata habis sebelum ia sempat memesan ojek.
Amira celingukan ke kanan-kiri jalan karena counter hp memang ada disebrang jalan. Akhirnya bertemu pandang dengan orang yang sedari tadi memperhatikan nya itu.
"Deg... deg.... deg....." jantung Amira mau copot bukan karena jatuh cinta, tapi karena kaget dan takut.
"Fadly.... " Amira mematung sesaat dan beberapa detik kemudian ia sadar lalu langsung lari sekuat tenaga .
"Amiiiraaaa ... tunggu... berhenti kamu ..."
"Amira...... jangannn lari kamuuu "
"Amira........"
__ADS_1
Amira tidak perduli.... Amira terus berlari keparkiran supermarket tempat ia belanja tadi.
"Amiiiraaaa...." Fadly terus mengejar Amira.
"grrepppp...." Ada yang menarik tangan Amira.
"epppphhhh..."...
"stttt..... "
"Dek Reni...." Amira sangat kaget dia kira tertangkap oleh Fadly atau Didik pamannya yang lucknutt itu , tapi setelah tau seorang gadis cantik yang bernama Reni itu menyelamatkan nya Amira seketika bernafas lega.
#Keluarga Reni salah satu pelanggan setia Susu segar yang di produksi di peternakan Sapi milik keluarga bibik Amira .#
"Braakkkk...."
"Brakkk...."
"Jalan pak" perintah Reni pada supirnya.
"Kamu kenapa sih Ren? Siapa dia???.." tanya Rangga yang awalnya hanya kaget menjadi Bingung....
"Dia teman aku kak Amira yang sering Antar susu kerumah keponakan nya pak Galih..." Reni menjelaskan .
"Terusss ..... kenapa kamu ajak dia...."
__ADS_1
"Kak dia dikejar kejar orang jahat tadi..."
"Dari mana kamu tau yang ngejar dia orang jahat... siapa tau...." ucapan Rangga terpotong karena Amira menyela cepat
" Stooppp .... aku turun disini aja , maaf kalian jadi berdebat karena aku... terimakasih dek Reni dan juga tuan atas tumpangan nya..." Jawab Amira bergetar karena masih ketakutan.
"Gak jalan aja pak ... kita antar kak Amira kepeternakan Pak Galih..." Putus Reni yang sesama perempuan pasti memahami perasaan Amira yang sangat tampak ketakutan, bahkan wajah Amira sampai pucat pasi Karena takut .
Amira terdiam lagi larut dalam ketakutan yang menyelimuti hatinya , pikiran nya begitu kacau .
Rangga yang tadinya akan protes lagi , tapi mengurung kan nya, walaupun Rangga tidak suka Amira menumpang mobil nya tanpa permisi , tapi Rangga tentunya masih punya hati nurani untuk tidak memaksa Amira turun dari mobilnya . Bahkan Rangga bisa merasakan Amira sangat tertekan.
Amira bukan hanya diam tapi terus terisak bayang-bayangan Ayah sekarat dirumah sakit , seluruh harta peninggalan Ayah dan ibunya dirampas, bayangan wajah tidak berdaya neneknya dirumah sakit Serta yang paling menyakitkan paman dan sepupunya itu menjebaknya agar bisa menikah dengan Juragan Ardi terus berputar dikepalanya.
Amira terus terisak pilu. Reni yang duduk disamping supir ingin sekali memeluk Amira sayangnya Amira duduk dibelakang bersama kakaknya. Rangga yang Awalnya tidak perduli menoleh menatap Amira yang terus menangis pilu seakan ada luka yang begitu dalam. Hingga tanpa sadar Rangga menarik pundak Amira agar bersandar padanya ia menepuk-nepuk pelan punggung Amira. Amira merasa nyaman seperti terlindungi mulai tenang dan tangisnya mereda .
*
*
*
*
Bersambung........
__ADS_1