Janda Perawan Meet Duda Kesepian

Janda Perawan Meet Duda Kesepian
Bertemu bik Lilis


__ADS_3

Episode :20: Bertemu bik Lilis


Amira mendengar desas desus tentang dirinya disekitar tempat tinggalnya hanya saja ia tidak ambil pusing dan lebih memilih untuk fokus pada pekerjaan nya.


2 Minggu kemudian diakhir pekan.


Jika biasanya Amira masuk kerja sekitar jam 9 .


Berbeda dengan hari ini dia harus berangkat kerja sebelum jam 7, karena direstoran tempat nya bekerja ada keluarga yang memboking untuk mengadakan pesta ulang tahun untuk sang anak yang bisa dibilang dari remaja naik usia kedewasa .


Acaranya memang untuk sore hari tapi semua harus dipersiapkan lebih awal karena pestanya lumayan meriah.


Saat Amira sibuk membantu yang lain. Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan nya.


"shtttt... shtttt .. sini.... deh" dia memanggil saudaranya.


"Apa sih ..? buruan bantuin angkat , biar cepat selesai.." dia jengkel karena saudaranya mengajak ngobrol diwaktu yang kurang tepat.


"ituuuu.. coba lihatttt kayak kenal..." dia menunjuk Amira yang sedang sibuk menata meja.


"Siappaaa...?" mengikuti arah telunjuk saudaranya. "Akhhhh ... iya kaya kak Mira iyaa kan.....?"jawabnya. .


" Iya... makanya aku tanya bener gak ya kak Mira...."


"sebentar ... setelah selesai masukin ini semua nanti kita samperin bareng ayah" putusnya


Beberapa saat kemudian mereka selesai..


"Yahhh... Ayah... kita tadi kayak lihat kak Amira disana..."


" Amira ..? Amira kakak sepupu kalian maksud kamu...?"


"Iya ... yah... Dicky juga lihat kok tadi.. tanya aja dia kalo gak percaya..." Risky meyakinkan ayahnya


"Kalian bener gak salah lihat kan?"

__ADS_1


"makanya itu yah kita kesana pastiin benar-benar kak Mira bukan" jawab Dicky.


" Ya sudah ayo kalo salah bisa malu maluin kita ini..." jawab pak Galih .


Mereka mendekati Amira.


"Permisi neng mau numpang nanya" kata Pak Galih


"Iya pak ada yang bisa saya Bantu....?" jawab Amira cepat. Beberapa saat kemudian matanya membulat tak percaya menatap 3 orang di depan nya.


"paman Galih , dek Risky , Dicky.." Amira terkejut.


"ini benar kamu Mira...." jawab pak Galih juga terkejut.


"Iya paman ini Mira..." Amira menubruk kemudian memeluknya.


kemudian memeluk kedua adik sepupu yang sangat dia Rindukan.


"kak Mira kerja disini ..?" kata Risky


"Ahh.. Nak kamu lanjut kerja lagi ya paman gak enak ganggu kamu kerja... Owh ya Jam berapa nanti kamu pulang Nanti paman atau adik sepupu-sepupu kamu yang jemput bibik kamu pasti bahagia ketemu kamu" Pak Galih merasa tidak enak kangen-kangenan ditengah Amira yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.


" Emmm... hari ini Mira harus lembur paman Amira pulang Jam 8 malam kayaknya... besok saja ya paman jemput Mira Besok Mira off .. Mira juga kangen Bibik..."


Amira memang sangat merindukan Bibiknya, tapi tanggung jawab pada pekerjaan tidak bisa dia Abaikan begitu saja . Setelah nya mereka bertukar Nomor ponsel dan Amira mengirimkan Alamat kontrakannya Juga.


 


Sore harinya ...


Pada awal pesta berlangsung Amira sangat menikmati pesta itu walaupun Amira hanya membantu sebagai pelayan disana Amira sudah merasa senang tapi perassaan senang itu hanya berlangsung beberapa saat ..


Ditengah puncak acara , Amira tidak sengaja melihat wajah yang selalu membuat dia kesal walaupun baru dua kali bertemu. Ternyata orang itu adalah keluarga si 'bintang utama' gadis yang sedang berulang tahun ke 22 itu.


Bahkan Orang itu lah yang memboking restoran tempat Amira bekerja. Amira memilih menghindari masalah apalagi di tempat kerjanya , beruntung orang itu juga tidak menyadari keberadaan Amira. Dia juga berada disana hanya kurang dari satu jam menghembuskan nafas lega setelah orang yang dimaksud Amira pergi.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


Keesokan harinya Amira dengan semangat bersiap-siap untuk bertemu sang Bibik yang sudah sangat dirindukan nya . Paman nya sudah berjanji Menjemputnya setelah selesai mengantar susu sapi segar pada para pelanggannya.


sekitar jam 10 pagi Paman Galih menjeput Amira dikontrakan dan kemudian membawa Amira kerumah sekaligus peternakan Mereka.


"Miraaa.... bibik Rindu kamu..." Bik Lilis segera memeluk keponakan nya yang sangat ia sayangi.


"Mira juga rindu bibik" Mira berkaca-kaca.


" kamu sudah sarapan nak?"


" Sudah bik...."


"Kamu sendiri aja nak .. mana nenek kamu?" bik Lilis celingukan mencari nenek Amira.


"Emmm itu bik... Nenek sudah meninggal hampir dua bulan lalu..." Amira menunduk sedih.


" Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un.... Maafkan bibik nak , bibik gak tau ... 6 bulan lalu paman dan bibik mencari mu kekampung katanya kamu sudah pindah dan rumah serta semua perkebunan ayah kamu juga sudah dijual." cerita bik Lilis.


"Iya bik ternyata paman Didik yang menjual semua peninggalan Ayah dan tanpa sepengetahuan Mira paman Didik menipu Ayah bik..." Amira kesal mengingat kejadian hatinya bagai disayat-sayat.


" Astaghfirullah... kok bisa diakan saudara ayah kamu... kenapa tega sekali dia , waktu itu juga bibik dan pamanmu mencari kekampung bapakmu dan bibik bertemu dengan Didik tapi katanya dia gak tau dimana kamu dan nenekmu tinggal..". Bik Lilis mengelus dadanya meresakan sakit seperti keponakan nya..


Amira Yakin Didik memang sudah punya niat jahat padanya makanya tidak memberitahu kan tempat tinggal dia dan neneknya yang memang tidak terlalu jauh dari Kampung halaman ayah nya.


Amira menceritakan semua kemalangan nya pada sang Bibik sampai bik Lilis tidak bisa berkata apa-apa lagi , ternyata keponakan nya mengalami kejadian yang sangat pahit , setelah harta peninggalan ayahnya dikuras habis Amira juga dinikahkan dan jadi istri keempat untuk membayar hutang Didik dengan Alasan uang berobat nenek yang notabene itu adalah ibu Didik sendiri walaupun hanya ibu tiri nenek Amira sangat baik dan sangat menyayangi Didik tidak pernah membeda-bedakan , Anak tiri Maupun anak kandung nya .


Harta ayah Amira pun bukan hasil warisan dari ayah Didik . Semua yang dimiliki kakak dan iparnya itu murni hasil kerja keras mereka sebagai suami istri.


Untuk mengalihkan kesedihan Amira. Galih yang hanya diam menyimak cerita Amira pun buka suara


" Buk sudah ayo kita makan siang, kasian Amira pasti sudah laper ". ajak Galih


"ah ... iya pak Ayo Mira bibik sudah masakin kesukaan kamu. Sayur asem , ayam goreng sama sambel juga ada ."

__ADS_1


Amira begitu bahagia akhirnya bisa bertemu dengan Bibiknya. Adik kandung sang ibu yang sudah putus kontak karena bik Lilis pindah ke kampung ini dan nomor hp nya pun Amira lupa menyalin dari hp lamanya.


__ADS_2