Janda Perawan Meet Duda Kesepian

Janda Perawan Meet Duda Kesepian
Ada apa dengan Rangga (2)


__ADS_3

Malam hari berikutnya Rangga terkejut saat terbangun dini hari itu , dengan posisi dia tengah memeluk Amira , Rangga Meras bingung bagaimana sampai bisa mereka tidur sambil berpelukan.


Beberapa menit berpikir dia ya samar-samar mengingat kejadian beberapa jam sebelumnya sepertinya dia lah yang menarik Amira ke dalam pelukannya .


"Cantik..." gumam nya amat pelan , saat dia memperhatikan wajah perempuan yang tidur disampingnya dan dua bulanan ini telah resmi menjadi istrinya.


"mengapa aku bisa menjadi sekonyol itu saat pertemuan pertama dan kedua kami.." ingatan Rangga berputar saat pertama kali dia bertemu dengan Amira.


Rangga yang sedang berada di Bank saat itu ditelepon oleh sekretarisnya karena Client yang membatalkan janji bertemu hari itu kemudian meminta secepatnya agar mereka bertemu saat itu juga, Rangga pun harus buru-buru kembali ke kantornya untuk menyelesaikan urusan bisnisnya karena saat itu client mengatakan bahwa mereka tengah diburu waktu ada beberapa hal yang harus mereka selesaikan dan mereka mendadak akan pergi ke luar negeri beberapa jam lagi , Jika saja klien itu bukan merupakan investor terbesar dalam proyeknya kali ini itu Rangga pasti tidak akan menemui mereka.


itulah sebabnya kenapa dia merasa gusar saat dia tidak sengaja menabrak Amira. perasaan Rangga antara malu dan tengah emosi bercampur menjadi satu , Namun entah lah mungkin emosi nya yang lebih menguasai hatinya sehingga dia tidak ingin disalahkan Padahal dia yang menabrak Amira.


"Astaghfirullah hal adzim... " Rangga tersenyum tipis dia merasa malu sendiri mengingat kejadian itu dia bersikeras agar Amira meminta maaf padanya.


kejadian kedua saat Amira tidak sengaja menendang kaleng minuman hingga terkena kepalanya , saat Amira berlari ke arahnya dia berpikir Amira sengaja ingin membalasnya karena kejadian di Bank 2 hari sebelum nya. Rangga lagi-lagi merasa selalu ada kejadian memalukan yang terjadi saat ketemu Amira, karena saat itu dia tengah berada di depan cafe milik orang tuanya dia takut ada orang yang melihat kejadian itu. itulah kenapa dia bisa bersikap sedikit konyol saat bertemu lagi dengan Amira Bahkan dia meminta ganti rugi kepada Amira.


dan setelah kejadian itu beberapa kali dia pernah memperhatikan dari balkon kamarnya Amira saat mengantar susu ke rumahnya perempuan itu sangat ramah kepada siapapun yang dia temui saat itu , Rangga merasa sangat tidak asing dengan Amira walaupun hanya beberapa kali bertemu.


entah kenapa saat amira beberapa kali hampir bertemu Didik dan Fadly Rangga merasa sedikit marah dan juga merasakan sakit hati melihat Amira yang ketakutan.


Rangga tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya, saat ia tengah memandangi wajah cantik istrinya yang terlelap tenang di sampingnya nya beberapa menit kemudian Amira terbangun karena hari sudah subuh Rangga pun pura-pura tidur lagi.


"astaghfirullah hal adzim... aku Jadi ketiduran di sini... " Amira terkejut namun sesaat setelah itu dia sedikit memiringkan tubuhnya untuk memandangi wajah Rangga.


"Mas... " suara Amira lirih dan tercekat ... "sepertinya kamu memang tidak bisa melupakan mendiang istrinya aku tidak bisa selamanya bertahan dengan posisi ini Aku merasa seperti orang ketiga di pernikahan kalian " ...

__ADS_1


tes


.. air mata Amira sedikit menetes


" mungkin lebih baik jika aku tidak disini aku.. kamu akan lebih bahagia jika aku melepaskan ikatan pernikahan ini denganmu mas.. "


"Degh..." hati Rangga seperti kejatuhan batu yang sangat besar dia merasakan masakan sakit di dalam hatinya mendengar ucapan Amira yang ingin mengakhiri pernikahan mereka.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Walaupun Amira melayani nya seperti kemarin, Amira pun bersikap biasa saja dan dia tidak mengatakan apapun mengenai perpisahan.


tapi hari itu Rangga tidak bisa tidur dan makan dengan tenang entah kenapa dia merasa memiliki perasaan takut Bagaimana jika Amira benar-benar ingin mengakhiri pernikahan mereka.


💞💞💞💞💞💞💞


Rangga yang masih merasa tidak tenang walaupun tubuhnya sudah terasa lebih sehat , dia pun memutuskan untuk mengunjungi makam istrinya saat Amira tengah pergi bekerja.


"Assalamualaikum sayang..." Rangga kemudian berdoa dan menaburkan bunga serta menyeramkan air di makam almarhumah istrinya.


"sayang ...kenapa kamu terus mengatakan hal yang sama di dalam mimpiku beberapa bulan ini apakah kamu memang ingin benar-benar meninggalkanku...?"


"tapi entah kenapa apa Aku juga merasa sedikit sakit saat Amira ingin mengakhiri pernikahan kami , sayang... apa kamu cemburu jika Amira cara benar benar akan menggantikan posisi mu sebagai istriku...?" tanya Rangga, Padahal diapun berpikir sangat tidak masuk akal bahwa mendiang istrinya cemburu pada Amira karena Indah telah tenang di sisi yang Maha Kuasa.


"sayang ... berikan jawaban mu , melalui mimpiku jika kamu benar-benar merestui pernikahan kami aku akan Mengikhlaskanmu walaupun tidak mungkin aku melupakanmu seumur hidupku.."

__ADS_1


*


*


*


*


*


*


*


*


#selamat menunaikan ibadah puasa bagi kalian yang menjalankannya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2