
Episode 22: Karma Paman Didik dan Fadly.
" Akhhh Sial... cepat sekali larinya si Amira itu...
pergi kemana dia..." Fadly jengkel sekali karena tidak mendapat kan Amira.
"Kamu yakin itu Amira, jangan-jangan itu halusinasi kamu aja?.." Tanya Didik.
"Beneran Pak dia duduk di kedai di sebrang toko kita belanja tadi, tapi setelah ku kejar dia menghilang diparkiran supermarket itu. " jawab Fadly yakin.
" Berarti Amira memang kabur ke kota ini, kita harus cepat nemuin dia kalo tidak habis kita sama juragan Ardi" kata Didik
" Iya pak... ini aja anak buah juragan Ardi sudah meneror aku.. Apalagi ini sudah lewat dari sebulan ... waktu kita buat bawa Amira kembali kerumah juragan Ardi sudah habis... bisa mati kita ini pak..." Jawab Fadly frustasi.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Amiraaa... " Paman Galih yang akan keluar menjemput Amira bergegas menghampiri Amira yang terlihat kacau dituntunan Rangga.
"Neng Reni , pak Rangga keponakan saya kenapa...?" tanya pak Galih khawatir.
Bik Lilis yang mendengar suaminya memekik memanggil nama keponakan nya langsung berlari tergopoh-gopoh keluar menyusul suami .
"ini pak ... tadi kami ketemu kak Amira dikejar-kejar seorang laki-laki.. setelah nya Kak Mira terlihat sangat ketakutan sekali bahkan sampai menangis pak". Reni menjelaskan.
"Apaaaa....? dikejar siapa kamu nak... kamu gak apa-apa Mira ya Allah nak" bik Lilis muncul dibelakang suaminya dengan pertanyaan beruntun dia bahkan membolak-balikkan tubuh Amira untuk mengecek keadaan Amira.
hening beberapa saat..
" Bik ... Aku takut ...." lirih Amira
"iya nak ... gapapa sudah sudah Ada bibik dan paman disini..." bik Lilis menenangkan Amira yang kembali menangis dipelukan bibinya.
"Fadly ngejar aku tadi bik.... aku takut sekali...." jawab Amira.
" Apaa Fadly.... jangan-jangan mereka mau Membuat hidup Amira sengsara lagi apa gak cukup sudah selama ini mereka membuat Amira menderita , dasar manusia gak punya hati..." geram bik Lilis
"Pak gimana ini pak... Aku gak mau keponakan ku kenapa-kenapa.... Apa yang harus kita lakukan Fadly dan Didik pasti mencari Amira karena punya niat tidak baik ..." bik Lilis sangat khawatir kepada keponakannya.
"pantas perasaan ku dari tadi gak enak ternyata keponakan ku dalam bahaya " batin bik Lilis
" Ya sudah Bu bawa dulu Amira kedalam "
" Neng Reni pak Rangga... terimakasih sudah mau menolong dan mengantar Amira kalau tidak pasti kami kehilangan Amira lagi ."
kata pak Galih bergetar membayangkan keponakan yang sangat ia sayangi mungkin akan menderita lagi.
"kak Amira hilang ...? " gumam Reni mengernyit.
sedangkan Rangga hanya diam menyimak ia tak ingin kepo dengan urusan orang lain.
"Neng , pak .. Ayo mampir dulu..."
__ADS_1
Reni baru akan membuka mulut nya untuk bertanya apa yang terjadi pada Amira ...
"Emm.. gak usah pak ini sudah sore... kami pamit pulang saja..." sela Rangga.
"iya ... sekali lagi terimakasih Neng Reni pak Rangga."
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sudah sepuluh hari lebih Didik dan Fadly menyisir setiap sudut kota itu. Mereka memang kembali bertemu Amira bahkan hingga 2x tapi Amira selalu berhasil menghilang bahkan kemarin mereka sudah tau bahwa Amira bekerja di sebuah restoran mewah...
"Siiialll.... siallll ... kita pak ... masa kita kalah cepat terus sama Amira..." Fadly mengacak rambutnya .
"kita tunggu saja di dekat tempat kerja Amira... nanti kalau dia lengah baru kita sergap..."
jawab Didik mengatur Rencana.
Sayang nya hingga seminggu ditunggu Amira tidak kunjung datang.
Dini hari itu mereka pulang ke rumah kontrakan yang berada dipinggir kota B. Ayah dan anak itu pulang dalam kondisi sedikit mabuk...
Saat akan membuka pintu.
"buuukkk.... ( bunyi b*dan dipukuli ya)
"buuukkk...
"bukkkk....
"brakkk....
"Akkhhh ampuunn ampuuun..."
"Ampuunn siapa kalian ..."
Pandangan keduanya mengabur dan tak sadarkan diri seketika....
Siang hari nya
" brakkk...
"brakkk...
"bukkkk...
"bukkkk...
" buuukkkkk..
"Heiii bangun pemalas .." Fadly dan Didik ditend*ng beberapa orang.
"Akkkkhhhh... "
__ADS_1
"Akkhhhh ... sakiit ...sakit Ampuuuni kami...." Fadly bahkan sampai menangis saking kerasnya p*kulan dan tend*ngan itu .
"Siiappaa... kaliaan... Apa salah kami....?" tanya Didik geram.
"Ha ha ha....." orang orang itu hanya tertawa....
beberapa saat kemudian...
"Kalian pasti sudah tau salah kalian Apa pada saya ... ha ha ha....."
*
*
*
#bersambung...
.
.
.
*Thor kenapa ceritanya sangat lambat....
*Thor saya bosan kelamaan nunggu kapan bahagianya.
*Thor ceritanya ngebosenin ....
Author jawab....
*Ceritanya memang lambat karena Author suka cerita yang jelas supaya gak ngulang-ngulang...
dan memang begitu Alur yang author siapkan.
* Itulah namanya kehidupan kadang kita diuji dulu sama yang susah-susah, sakit sakit , jatuh bangun baru kita akan bahagia.. bahkan ada juga yang hidupnya susah terus-terusan, yaaa itulah namanya kehidupan..
*ya Author minta maaf kalo gak sesuai apa yang kalian mau .. karena gak mungkin semua orang suka dengan apa yang Author suka.
Curhat Author..
#author menulis novel ini memang cuma untuk menuangkan imajinasi Author saja .
#Author juga menulis novel secara otodidak bukan karena belajar.
*Jadi Author Tau cerita dinovel-novel ini pasti banyak yang gak menarik...
.
.
__ADS_1
.