
"Ki. .Kia bangun udah subuh!" teriak wanita paruh baya diluar kamar tidur
"Iya bund, lima menit lagi ya," jawab gadis itu yang masih menerjap nerjapkan mata dan mengumpulkan nyawanya kembali.
"Jangan lama lama lo, kita tunggu diruang sholat," sahut kembali wanita paruh baya itu
'Kenapa sudah pagi sih, padahal masih pengen tidur mana dingin banget'-Gerutu gadis ini sembari melipat dan merapikan tempat tidurnya.
Setelah selesai bersiap siap, gadis ini segera pergi keruang sholat sebelum mendapat teriakan kembali.
"Pagi bunda, abang maaf lama." ucap gadis itu memasuki ruang sholat
"Iya, buruan abang mu sudah marah tuh nunggu kamu lama.' jawab wanita itu
Gadis 22 Tahun dengan paras wajah cantik dengan senyum manis, pipi chubby merah tomat, seakan membuat gemas setiap orang yang melihatnya bahkan ingin mencubit pipinya.
Dia adalah Khalisa Syakia Anwar, biasa dipanggil Kia. Gadis cantik putri kedua dari pasangan suami istri Bagus Anwar dan Aisyah yang tinggal di kota Malang.
. . .
Seusai menjalan ibadah bersama keluarganya, Kia berniat melanjutkan tidurnya karena dirasa badannya masih cukup lelah akibat bekerja sampai larut malam, tapi alhasil niatnya diurungkan karena harus membantu sang bunda memasak.
"Bund, hari ini Kia diminta lembur lagi," ucap Kia yang masih disibukkan dengan memotong sayur.
"Kenapa lembur lagi, kemarin kan sudah ki." jawab bunda Aisyah yang berada dibelakang dia sedang sibuk dengan masakan dikompornya
"Ada yang sakit bund, belum lagi sekarang lagi ramai ramainya, lagian uang lemburnya lumayan bun bisa buat tambahan uang jajan, hehe" jawab Kia dengan terkekeh kecil.
"Iya gak papa, pokok kamu bisa jaga kondisi badan kamu ki." jawab bunda Aisyah.
Setelah disibukkan dengan masakannya kini Makanan Kia dan bunda Aisyah sudah tertata rapi diatas meja makan dan siap dinikmati, aromanya sudah membuat perut lapar. Jelas saja diatas meja ada sayur sop, lengkap dengan lauknya tempe, tahu, ayam goreng, dan tidak lupa sambal tomat.
"Ki, panggil abang mu buat sarapan." Perintah bunda Aisyah kepada Kia yang selesai menata piring
"Siap bund." jawab Kia
.. . ..
Tok. .Tok. .Tok. .
"Bang. . .Abang. .A..bang. . ." panggil Kia diluar kamar
"Apa sih anak bawel." jawab laki laki itu dari dalam kamar
"Dipanggil bunda buat sarapan, buruan entar gua habisin kalau lambat," sahut Kia yang masih di depan pintu kamar
"Iyaaah. .bawel." jawab laki laki itu , dia selalu dibuat gemas dengan tingkah Kia. Bahkan kalau sudah berebut remote tv bisa kayak tom and jerry.
Benar saja kakak dan adik itu sama sama jahil, kadang membuat Bagus dan Aisyah pusing melihat anak anaknya yang sudah tumbuh dewasa tapi masih bertingkah seperti anak kecil.
__ADS_1
Devan Putra Anwar kakak Kia yang terpaut usia 2 tahun dari dirinya, Devan merupakan salah satu karyawan di bank cukup besar di kota Malang saat ini.
.
***
.
Diruang makan hanya terdengar suara dentingan dari sendok garpu yang bertemu dengan piring beserta lauknya, keluarga Kia memang selalu tenang kalau sudah berada di meja makan, bukan karena saling tak acuh, tapi itu kebiasaan yang diterapkan orang tua Kia.
Saat ini keluarga Kia hanya sarapan bertiga, sebab sang ayah Bagus sedang bekerja diluar kota, yang pulang satu sampai dua bulan sekali. Kalau Kia menyebut ayahnya itu bang toyib yang jarang pulang.
" Bund, aku berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum." ucap Devan yang telah selesai menyantap sarapan
"Iya hati hati, Wa'alaikumssalam." sahut bunda Aisyah dan Kia yang masih membersihkan meja makan
"Bai. .bai anak bawel," ucap Devan yang sudah jalan keluar pintu
"Kalian ini ya, udah pada gede tapi salalu buat bunda gemes sama tingkah kelakuan kalian," Timpal sang bunda dari arah dapur.
"Abang itu bund, yang nyebelin kayak tuyul." sahut Kia menanggapi omongan sang bunda
"Kalian sama aja, kalau abangmu tuyul kamu juga tuyul ki, hehehe." jawab bunda Aisyah dengan terkekeh kecil
'Bener juga, kalau bang Devan tuyul gua juga tuyul dong kan kita sama sama dari rahim bunda,, eh tunggu tunggu berarti ayah sama bunda juga tuyul dong. haahaha.'- Batin Kia sambil memegang kepalanya yang dirasa masih ada rambutnya berarti dia bukan tuyul
.
.
Saat ini Kia lebih memilih berada dikamar menikmati lagu kpop kesayanganya, setelah selesai sarapan dan bersihin rumah. Hari ini dia jadwal kerja siang, jadi pagi ini masih santai dirumah.
Tak terasa mata Kia saat ini sudah terpejam, dan sudah masuk ke alam mimpinya, pasti sudah ketemu abang suho yang kece tampan itu.
"Kii. .udah jam 10.00 nih buruan siap siap." teriak bunda Aisyah yang tiba tiba membuat sadar Kia dari mimpi indahnya.
'Yang benar saja, baru mimpi mau dicium babang suho udah ilang aja. Gara gara bunda nih, a..aah sial sial gak jadi dicium bang suho, huu'- umpat lirih Kia didalam kamar yang masih duduk diatas ranjangnya.
Diliriknya jam dinding sudah pukul 11.00 siang, Kia sudah rapi dengan seragam batik merah hitam, serta kerudung hitam yang menambah kesan anggun diri Kia. Belum lagi polesan bedan tipis dan lipstik warna pink semakin membuat Kia terlihat cantik.
"Bund. . .Bunda lihat kunci motor kia gak?" teriak Kia dari dalam kamar
"Kau ini selalu lupa sama kunci motor." jawab bunda Aisyah yang sedikit kesal dangan kebiasaan putrinya itu.
Penyakit pikun kunci motor sepertinya sudah melekat didiri Kia, sudah tidak heran lagi untuk keluarga Kia atau teman temannya yang tahu kebiasan buruknya itu.
'Selalu gini kalau mau berangkat, kenapa sih ilang ilang mulu kamu itu'- Gerutu Kia yang mondar mandi mencari kunci motornya
.
__ADS_1
.
***
Bunda Aisyah sudah berada digarasi samping rumah, dan menggelengkan kepalanya melihat barang yang dicari putrinya masih menggantung di motornya.
"Kii. .sini ki, coba lihat." teriak bunda Aisyah dari garasi
"Apa bund, Kia masih nyariin kunci lo bun. Ini Kia bisa telat," jawab Aisyah dengan berjalan kearah bundanya dengan memperlihatkan puppy eyes nya.
"Ini apa ?" ucap bunda Aisyah dengan menunjuk kearas kunci motor
"Alhamdulillah, bunda hebat bisa menemukan," sahut Kia kegirangan,dan segera dia memakai sepatu kerjanya
Bunda Aisyah hanya memutar bola matanya melihat tingkah putrinya itu, sebab kebiasan buruk Kia lupa kunci motor sepertinya benar benar mendarah daging, hampir setiap hari seperti ini.
"Bund, Kia barangkat ya. Assalamu'alaikum." pamit Kia sembari mencium punggung tangan bundanya
"Iya, hati hati. Wa'alaikumssalam." jawab Aisyah
Siang ini cuaca kota Malang terasa sangat panas ari biasanya, benar saja saat ini panasnya sampai 38°c . Tapi tidak mematahkan semangat Kia untuk berangkat kerja, dia juga tak lupa memakai sun block, jaket, masker, serta handglove agar tidak golden brown kulitnya alias gosong.
'Astaga naga kenapa puanas sekali, rasanya gua sudah terpanggang merata ini, bisa bisa gua udah kayak ubi bakar - Batin Kia yang masih dijalan menuju tempat kerja
Kia saat ini merupakan salah satu karyawan di coffee shop cukup besar di kota Malang, bahkan cukup terkenal juga dikalangan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kia sudah bekerja selama kurang lebih 3 tahun semenjak lulus SMA, dia lebih memilih bekerja dibandingkan langsung kuliah. Bukan karena terhalang biaya tapi itu kemauan Kia yang ingin kuliah dengan biayanya sendiri, saking asyiknya menikmati bekerja sampai lupa buat mikirin kuliahkan.
.
.
Gambaran rumah Khalisa ya
Hai Teman Teman :)
Ini novel pertama ku lho. .
Semoga kalian suka yaa, oh yaa kalau ada masukkan buat novelku minta tolong tulis aja dikolom komentar yaa
Masukan kalian sangan membantuku
Oh yaa maaf ya kalau masih ada typo typo, aku bakal berusaha lebih baik lagi.
jangan lupa terus support aku ya, dan jangan lupa tinggalin 👍❤ buat novelku yaa
Matur Suwun, terima kasih banyak
__ADS_1