
Orang benar bisa menyadari kesalahannya, sedangkan orang yang merasa benar merasa tidak perlu untuk mengaku salah.---
.
.
Mencintai tidak perlu membuat alasan untuk selalu mengaguminya disetiap waktu, kalaupun tidak bisa memilikinya mungkin melihat tawanya dan mendoakan dari kejahuan adalah cara yang terbaik.
Refan memang tidak pernah mengumbar setiap hubungannya bahkan hampir menutup rapat tentang perasaanya, walapun dia dikenal sering berganti ganti pasangan, dan terlalu buruk dalam hal percintaan ataupun dalam hal wanita. Bahkan tidak banyak orang yang tahu alasannya dan sisi lain dari dirinya.
Sedangkan Khalisa, perempuan yang dikejar kejar oleh Refan entah itu dalam hal serius ataupun hanya main main, itu semua Refanlah yang tahu. Khalisa sendiri pernah menyimpan rasa tapi dia mencoba menghapusnya semua setelah mengetahui sisi buruk dari seorang Refan yang dia kagumi sejak pertama kali melihatnya, Refan sendiri juga selalu berharap takdir baik akan berpihak padanya.
.
.
Khalisa yang belum juga mendapatkan jawaban dari semua rasa penasarannya dari semua sikap Refan, dia ingin mencoba mengabaikan saja. Benar kata Refan semua tidak ada alasan yang perlu dikatakan karena mungkin itu hal biasa bagi Refan.
Siang ini dirumah Khalisa cukup ramai, banyak teman teman bunda Aisyah datang untuk pengajian runtin. Karena hari ini Khalisa libur bekerja, jadi dia bisa membantu bunda Aisyah menyiapkan jamuan untuk para tamu.
Tidak jarang teman teman dari bunda Aisyah mengagumi dan memuji kecantikan dari Khalisa, bahkan ingin Khalisa menjadi menantu mereka.
Diminta menikah dengan anak teman bundanya itu sudah biasa bagi Khalisa, bunda Aisyah sendiri tidak pernah meminta atau memaksa Khalisa menuruti keinginan teman teman bundanya. Mau menikah muda atau usia matang bahkan dengan siapa dia menaruh hati bunda Aisyah tidak pernah melarangnya, sebagai seorang ibu hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk anak anaknya.
.
Setelah acara pengajian selesai, rumah sudah bersih kembali Khalisa memilih untuk pergi ke kamar merenggangkan otot otot tubuhnya diatas ranjang king sizenya.
Tok. .Tok. .Tok
"Ki, ada teman kamu datang!" panggil bunda Aisyah dari balik pintu kamar
"Iya bund, sebentar lagi Kia keluar," sahut Khalisa, dia segera mengenakan kerudung dan keluar kamar.
'Siapa yang kemari siang siang begini, apa mbak Risa, Octa dan Febi? Itu tidak mungkin hari ini mereka bekerja- batin Khalisa penasaran siapa temannya yang datang siang ini.
Di ruang tamu sudah ada perempuan seorang diri duduk menghadap keluar ruangan, rambut panjang berwarna ombre coklat menutupi sebagian wajahnya dari samping.
"Lya," panggil Khalisa, mendekat ke arah perempuan itu
"Assalamu'alaikum Mbak Kia," salam Cecilya yang biasa dipanggil Lya adik perempuan Refan, yang saat ini duduk di ruang tamu rumah Khalisa.
"Wa'alaikumssalam, Lya datang sama siapa ?" tanya Khalisa, Khalisa mendudukan dirinya di sofa berhadapan dengan Lya.
"Lya datang sendirian, tadi Lya ketepat kerja mbak Kia kata teman teman mbak Kia hari ini libur. Jadi Lya datang kesini, apa Lya mengganggu waktu mbak Kia?" tanya Lya
"Tidak sama sekali Lya, aku malah senang kamu mau main kesini. Ayo kita pindah ke ruang dalam saja Lya," ajak Khalisa, mereka berjalan masuk keruang keluarga. Khalisa memang lebih senang menghabisnya waktu dengan teman temannya diruang keluarga dibandingkan ruang tamu depan.
"Silahkan duduk Lya, aku tinggal kedapur dulu buat minum ya," ucap Khalisa
"Tidak perlu repot repot mbak," sahut Lya
__ADS_1
"Tidak kok," sahut Khalisa, berjalan ke arah dapur
Lya mengamati setiap isi ruang keluarga Khalisa, disana banyak terpajang foto Khalisa dan keluarganya.
"Silahkan diminum dulu Lya," ucap Khalisa yang sudah meletakkan nampan berisi es jeruk dan lengkap dengan makanan ringan.
"Terima kasih mbak" sahut Lya kemudian mengambil gelas berisikan es jeruk itu
"Mbak Kia, benar benar sudah cantik dari kecil ya," sahut kembali Lya sembari melihat foto masa kecil Khalisa yang menggantung ditembok.
"Hehehe, bisa saja kamu ini Lya," sahut Khalisa tersenyum malu
"Iya benar kok mbak, Lya gemes lihatnya," sahut Lya
"Hari ini kamu tidak ada jam kuliah kah, Lya?" tanya Khalisa
"Tidak ada mbak, sudah selesai ujian semester jadi sekarang Lya menikmati libur kuliah," ucap Lya "Tapi bosan," ucap kembali Lya dengan nada lesu dan mengela nafas kasar.
"Memang kenapa ?kan seru bisa pergi liburan atau main dengan teman teman," sahut Khalisa
"Kata siapa itu seru mbak, itu tidak berlaku untuk Lya. Aku terlalu malas untuk berkumpul dengan teman teman, malahan setiap libur kuliah Lya ingin menghabiskan waktu dengan kerja parttime saja tapi mama selalu melarang," ucap Lya
"Kenapa gak Lya pakai untuk liburan kemana gitu," sahut Khalisa
"Biasanya Lya pulang kerumah papa, tapi kali ini Lya tidak berminat kerumah papa," sahut Lya, wajahnya sudah nampak berbeda dengan tadi saat baru datang dirumah Khalisa.
Rumah papa ? apa maksud Lya, apa orang tua mereka pisah rumah ?- tanya Khalisa dalam hati
Saat ini Khalisa malah dibuat penasaran dengan kehidupan keluarga Refan dan Lya, padahal rasa penasarannya kemarin saja belum terjawab.
Lebih baik biarlah mereka bercerita sendiri-batin Khalisa
"Ya sudah hari ini Lya disini saja, kalau perlu menginap disini," ucap Khalisa
"Beneran boleh mbak ?" tanya Lya kini mimik wajahnya sudah berubah tidak sesedih tadi,
"Tentu saja boleh, bunda pasti juga senang kalau Lya menginap disini, rumah jadi ramai," sahut Khalisa
"Tapi Lya malu mbak, Lya belum lama kenal mbak Kia tapi sudah mau menginap disini," ucap Lya
"Lya. .kenapa harus malu ? Mau lama atau baru mengenal aku akan senang kalau kamu mau menginap disini," ucap Khalisa
"Iya mbak Lya mau," sahut Lya
"Tapi lebih baik Lya izin dulu ke orang rumah," sahut Khalisa
"Lya dirumah cuma sama bibi saja," sahut Lya
'lHah sama bibi ? lalu mamanya kemana kalau memang pisah rumah dengan papanya ? dan Refan ? aah mungkin Refan tinggal bersama kekasihnya- batin Khalisa semakin penasaran
Lain dengan Lya saat ini dia begitu merasa bahagia bisa mengenal Khalisa bahkan dia bisa menginap dirumah Khalisa juga hari ini, jadi hari ini dia tidak akan merasa kesepian lagi dirumah.
__ADS_1
Bunda Aisyah sendiri juga tidak keberatan bahkan merasa senang kalau Lya mau menginap dirumah, berharap suasana rumah bisa ramai dengan bertambahnya satu anggota.
.
***
.
Sore harinya Khalisa mengajak Lya untuk sekedar jalan jalan keliling komplek perumahannya, menghilangkan rasa bosan didalam rumah.
Jalanan komplek saat sore memang cukup ramai, banyak kendaraan masuk, abang abang bakso keliling, atau orang orang yang sedang olahraga sore.
"Wah, disini asri banget ya mba pegunungan saja masih terlihat darisini. Lya malah gak pernah jalan jalan sore seperti ini," ucap Lya
"Iya Lya, pasti kamu terlalu sibuk dengan tugas tugas kuliah kamu ya," sahut Khalisa
"Tidak mbak, Lya lebih banyak menghabiskan waktu didalam kamar untuk membaca atau sekedar nonton film," sahut Lya
"Apa tidak bosan ?" tanya Khalisa
"Sangat bosan mbak, sesekali sepulang dari kuliah Lya pergi ke toko buku atau perpustakaan umum kota untuk menghilangkan rasa bosan Lya dirumah," jawab Lya
"Mungkin kalau aku jadi kamu sudah sangat bosan dan keluar rumah terus," sahut Khalisa, walapun Khalisa sendiri bukan tipe orang yang senang keluar rumah sendiri, tapi kalau dia merasa bosan dia memilih pergi ke supermarket atau sekedar jalan jalan di komplek saja.
"Mungkin Lya sudah terbiasa," sahut Lya
"Kalau Lya bosan, Lya boleh kok datang kerumah. Kalau aku lagi kerja kan ada bunda juga dirumah, palingan nanti kamu diajak nonton acara gosip, haha," ucap Khalisa
"Hehe, iya mbak. Lebih baik bnda masih mau mengajak nonton tv bareng mbak, daripada mama Lya," ucap Lya dengan mimik wajah kecewa, matanya sudah berkaca kaca terlihat sebentar lagi buliran benig itu akan jatuh kapan saja.
"Lya. .," ucap lirih Khalisa mengusap pundak Lya, setelah melihat raut wajah sedih Lya.
"Lya gak papa kok mbak, Lya tiba tiba keingat mama saja," sahut Lya dengan memberikan senyuman, mungkin senyuman itu hanya untuk menutupi kesedihannya
Apa sebenarnya terjadi, kemana mamanya ? Apa aku bertanya saja pada Lya, lama lama rasa penasaranku ini bisa jadi bisul oh No, aku tidak mau terjadi sangat menjijikkan. Tapi bagaimana aku memulai untuk bertanya padanya ? - tanya Khalisa dalam hati
.
.
Hai Teman Teman :)
Gimana sudah baca novelku ?
Gimana menurut kalian apa ada masukkan ? Kalau ada masukkan silahkan tulis di kolom komentar. Karna masukkan kalian sangat berarti buat aku
.
.
Jangan lupa tinggalkan 👍❤ di novelku ya,
__ADS_1
Sehat sehat semua, semangat terus
makasih ❤😉😊👐