
Berbaik sangka adalah cara terbaik menjalin hubungan. Marah, sedih, kecewa bahkan cemburu itu boleh, bahkan tak bisa kita hindari. Tapi alangkah indahnya untuk selalu berbaik sangka dan itu akan memudahkan untuk bisa memaafkan.---
.
.
Pintu rumah bercorak coklat keemas sudah terbuka, terdengar suara sepatu terus melangkah. Dan benar dari balik pintu sudah menampakkan sosok laki laki tampan dengan setelan jas berwarna navy berjalan menuju ruang di dalam rumah.
Laki laki itu adalah Refan yang baru saja pulang menginjakkan kakinya setelah beberapa hari berada di kota orang. Dia tidak berniat untuk pulang kerumah bahkan untuk bertemu mamanya, tapi apa boleh buat Lya memintanya untuk pulang. Entalah apa yang diingin Lya dengan kepulangan Refan saat ini.
Tok. .tok . .tok
"Masuk !" teriak Lya dari dalam kamar
cleeek
Suara pintu kamar Lya terbuka, dan Refan melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar milik Lya.
"Ada apa Lya kamu mintaku pulang?" tanya Refan
"Apa mas Refan tidak berniat menemui dia ?" tanya balik Lya
"Maksud kamu apakah menemui mama ?" tanya kembali Refan
"Mmm" gumam Lya
"Sepertinya kamu ada masalah dengan mama," tebak Refan, Lya hanya mengangkat kedua pundaknya dan memutar bola matanya
"Coba ceritakan !" perintah Refan
"Apa mas Refan tidak ingin bertanya langsung pada mama ?" tanya Lya
"Tidak sama sekali," jawab Refan
"Baik lah, akan aku katakan. Tapi berjanjilah jangan membuat onar dirumah ini setelah ku katakan," Ucap Lya
"Iya, terserah kamu saja. Sudah cepat katakan!" perintah kembali Refan
"Mama tidak menyukai mbak Kia," ucap Lya
"Haa ? Apa yang kamu katakan Lya, apa mama sudah bertemu dengan Kia?" tanya Refan
"Sepertinya belum,--" Lya menceritakan semua pembicaraanya dengan sang mama didalam mobil ketika perjalanan pulang siang tadi.
"Aku harus temui mama," ucap Refan
"Tidak perlu, mamalah yang akan menemuimu," sahut Misya dari arah pintu kamar Lya.
Sontak saja Refan dan Lya memutar badan mereka dan melihat mamanya yang sudah berjalan mendekati mereka.
"Apa maksud mama ?"tanya tegas Refan
"Sayang, apa maksud kamu ? apa kamu tidak ingin memeluk mamamu ini, melepas rindu bersama mama. Mama sangat merindukan kalian berdua," ucap Misya
"Sayangnya kami tidak merindukan mama, mama bukanlah mama kami yang dulu," ucap Refan
__ADS_1
"Refan, jaga mulut kamu !! Mama tetap mama kalian yang dulu tidak ada yang berubah dari mama," ucap Misya dengan nada tingginya.
"Apa mama tidak sadar dengan ucapan mama itu ?" tanya Lya
"Lya kenapa kamu bertanya seperti itu ?Apa kalian sudah tidak menyayangi mama lagi ? tanya Misya
"Sudahlah ma, sikap mama seperti ini malah membuat kita semakin jauh dengan mama." sahut Lya
"Ah, mama tahu kalian seperti ini karena terpengaruh perempuan bernama Khalisa itu," ucap Misya
"Ma, jangan pernah bawa bawa Khalisa dengan masalah keluarga kita,"Sahut Refan
"Benar ma kata mas Refan, ini semua tidak ada hubungannya dengan mbak Kia," sahut Lya
"Kalian!!" teriak Misya sambil menunjuk kedua anaknya. "Mama benar benar sudah tidak mengenali kalian lagi," ucap Misya
"Mama salah, kamilah yang sudah tidak mengenali mama. Mama terlalu sibuk dengan dunia mama, sampai melupakan anaknya," sahut Lya
"Mama seperti ini demi kalian," ucap Misya
"Mama jangan pernah membawa bawa kami diposisi kesalahan mama," sahut Lya, wajahnya sudah memerah dan batinya sangat kecewa bercampur amarah atas sikap mamanya
"Sudahlah mama jelaskan seperti apapun kalian tidak akan mengerti, yang pasti mama ingin hidup kalian lebih baik." ucap kembali Misya
"Ma..," panggil Refan sembari menghela nafas kasar
"Refan, mama tunggu kamu diruang bawah," sahut Misya
Refan dan Lya menatap kepergian mamanya dari dalam kamar, tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka, hanya menampakkan wajah mereka berdua penuh dengan kekesalan.
.
.
Diruang keluarga sendiri sudah ada Misya yang sedang menikmati teh hijau hangatnya sembari menunggu kedatangan Refan.
Refan sendiri tidak berminat untuk menemui mamanya, apalagi hanya untuk berdebat. Tapi apa boleh buat dia harus berbicara dengan mamanya, dia tidak mau saat ini nama Khalisa dibawa kedalam masalah keluarganya.
Refan menuruni setiap anak tangga rumahnya, menatap malas kearah mamanya yang sedang duduk di sofa dengan ponsel ditangannya.
"Mama kenapa nyuruh Refan turun ?" tanya Refan
"Mama ingin berbicara dan bertanya satu hal pada kamu," jawab Misya
"Silahlakan," jawab malas Refan
"Sejauh apa hubunganmu dengan Khalisa ?" tanya balik Misya
"Dia orang spesial untukku," jawab Refan
"Refan, mama minta kamu menjauhi perempuan bernama Khalisa itu," ucap Misya
"Haha, apa mama peduli dengan Refan sampai berbicara seperti itu ?" tanya Refan
"Jelas mama peduli dengan kamu, mama tidak mau kamu salah pilih pasangan, apalagi dia hany---," jawab Khalisa terputus karena Refan menyela ucapan mamanya
__ADS_1
"Karena dia hanya pelayan restaurant ? Ingat ma kita juga bukan siapa siapa, mama tidak bisa melarang Refan dekat dengan siapapun. Refan sudah besar ma, Refan tahu mana yang baik dan tidak," ucap tegas Refan
"Karena kita bukan siapa siapa mama tidak mau kamu sampai salah pilih, dia hanya akan menyusahkan kamu Refan !! Mama ingin yang terbaik untuk kamu, pasti perempuan itu sudah menggodamu, dan mengambil uangmu. Mama bisa membantumu untuk menjauhi dia bahkan menyingkirkan dari kehidupanmu !" sahut Misya
"Tidak ada yang menggoda ataupun menjahui , Refan lebih tahu siapa dia dibandingkan mama !! Mama tidak perlu repot repot menjauhkan Refan denganya," ucap Refan
"Baguslah kalau seperti itu, mama tidak perlu repot dan tangan mama tidak aka kotor untuk menyingkirkan dia dari hidup kamu," sahut Misya dengan senyum sinis
"Karena Refanlah yang akan terus mendekatkan diri pada Khalisa," sahut Refan sambil menatap tajam mamanya
Berharap jawaban yang dia dengarkan membuat hatinya tenang, tapi malah sebaliknya jawaban yang dia dengarkan membuat naik darah Misya, tangannya sudah mengepal erat, tubuhnya terasa panas.
Aku tidak akan membiarkan anakku bersama perempuan itu-Batin Misya kesal
"Mama tidak akan pernah membiarkanmu bersama dia Refan, mama tahu kalian belum berstatus tapi mama tidak akan membiarkan itu terjadi," ucap Misya
"Terserah mama, tapi sampai kapanpun Refan akan terus mendekat padanya dan melindunginya dari tangan mama!" tegas Refan dan melangkah meninggalkan mamanya
"Dengarkan mama dulu, Refan!" teriak Misya
Langkah Refan tiba tiba terhenti, dan membalikkan badannya
"Mama akan mencarikanmu lebih baik dari dia, tapi tolong tinggalkan dia. Mama tidak bisa melihat mu bersamanya, kamu orang berpendidikan dan kamu calon penerus usaha mama, dia tidak pantas untukmu, sayang," ucap Misya
"Maaf ma Refan tidak bisa," sahut Refan
Refan memilih pergi meninggalkan rumah, dibandingkan bermalam dirumah tapi harus melihat mamanya. Dia akan pergi ke apartement untuk mengistirahatkan tubuhnya dengan jauh dari kebisingan.
Refan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karenan jalanan juga tidak terlalu ramai dia bisa menikmati jalanan malam hari.
"Sial, belum juga mendapatkan Khalisa tapi begitu banyak cobaan," ucap Refan sambil memukul setir mobilnya
Aku akan terus memperjuangkanmu Kia, tidak peduli bagaimana penolakan mama padamu-Batin Refan
.
.
.
Hai Teman Teman :)
Maaf ya upnya sedikit 🙏
Oh iya gimana sudah bacakan :), kalau kalian ada masukkan untuk novelku ini jangan lupa kalian tulis dikolom komentar ya. .karena masukkan kalian sangat berarti untukku
.
.
Oh iya, kalau kalian suka novel ini jangan lupa tinggalkan 👍❤ ya
Sehat sehat semua, dan jangan lupa semangat terus
makasih ❤😊😉
__ADS_1