Jangan Salahkan Takdir !

Jangan Salahkan Takdir !
Menginap


__ADS_3

Pada akhirnya senjapun semakin menjauh, melenyapkan diri dari pandangan mata, dan waktu maghrib pun akan tiba.


Khalisa dan Lya memasuki rumah seusai jalan jalan sore di sekitar komplek, tampak Devan juga baru tiba dirumah dengan motor besarnya yang terparkir diteras samping rumah.


"Assalamu'alaikum," salam Khalisa dan Lya


"Wa'alaikumssalam," jawab Devan yang baru saja memasuki rumah, Devan memutar balikkan badanya melihat siapa perempuan yang berjalan bersama adiknya itu.


"Lya?" panggil Devan "Hai mas Devan," sapa Lya


Khalisa yang berjalan didepan Lya sengaja menghentikan langkahnya dan melihat Devan maupun Lya secara bergantian setelah mendengar kakaknya memanggil nama Lya.


"Lya sama siapa kamu disini?Apa kabar kamu ?" tanya Devan


"Lya datang sendiri mas, Lya baik kok mas. Mas Devan sendiri bagaimana ?" tanya balik Lya


"Aku alhamdulillah baik, ya sudah aku permisi lanjut ke kamar dulu ya Lya, nanti kita sambung lagi," pamit Devan kemudian melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju kamarnya.


"Ly, kamu sudah kenal lama sama bang Devan ?" tanya Khalisa


"Sudah mbak, dulu mas Devan sering main ke rumah. Tapi sudah lama juga Lya gak pernah tahu mas Devan main ke rumah," ucap Lya


"Oh gitu," sahut Khalisa


Khalisa dan Lya berjalan kearah dapur melihat bunda Aisyah sedang menyiapkan makan malam, mereka berniat membantu tapi sepertinya bantuan mereka ditolak oleh bunda Aisyah.


"Bund, Kia bantu ya," ucap Khalisa


"Tidak perlu nak, lebih baik alian bersiap siap untuk sholat maghrib," pinta bunda Aisyah.


Mendengar perintah bunda Aisyah, Khalisa dan Lya segera pergi bersiap siap untuk sholat maghrib.


"Mbak Kia, apa kita tidak apa apa tidak membantu bunda?" tanya Lya


"Tidak apa Lya, siang tadi dirumah ada pengajian rutin bunda juga masak cukup banyak jadi malam ini bunda tidak masak mangkanya bunda gak mau dibantuin, ayo


kita siap siap, nanti kita telat bang Devan marah, hehehe," ucap Khalisa


Seperti biasa ketika dirumah Devan selalu menjadi imam saat sholat berjama'ah, salam juga sudah diucapkan oleh Devan bertanda sholat telah selesai, mereka memposisikan diri senyaman mungkin, menengadahkan dua tangan dan berdoa.


Terdengar lirih isakan tangis dari Lya ketika melantukan doa doanya seusainya sholat, pelipis matanya sudah basah. Hatinya sangat tersentuh sebab tidak pernah dia merasakan suasana saat ini dirumahnya, yang ada hanya sepi dan sibuk dengan urusan masing masing.


"Lya, are u okey?" tanya Khalis setelah melihat Lya menyelesaikan doanya dan melepas mukenanya


"Iya Lya gak papa kok mbak, Lya terharu saja dengan suasana saat ini," ucap Lya, matanya sudah berkaca kaca.


"Kalau Lya mau merasakan suasana seperti ini lagi silahkan Lya datang kesini," ucap Khalisa sudah memeluk Lya


Lya merasakan betapa baiknya keluarga Khalisa, dan kecewa karena keluarganya tidak seperti keluarga Khalisa. Tanpa dimintapun air mata Lya sudah lolos dari tempatnya, perasaan Lya bahagia dan terharu juga. Dia tidak pernah mendapat teman seperti Khalisa, serta pelukan Khalisa terasa begitu hangat dan tulus.


Khalisa melepaskan pelukkanya dan menghapus air mata yang sudahmembasahi pipi mulus Lya.


"Sudah jangan menangis lagi," ucap Khalisa


"Iya mbak," sahut Lya sembari menghapus pipinya yang masih basah


"Ayo kita makan dulu." ajak bunda Aisyah


Dimeja makan rumah Khalisa sudah berjajar lauk cukup banyak, suasana saat makanpun hanya terdengar dentingan dari sendok garpu tanpa obrolan sama sekali.


Seusai makan malam dan membersihkan tempat makan, mereka memilih pergi ke ruang sholat untuk mengaji dan menunggu waktu untuk sholat isya'.

__ADS_1


Beginikah rasanya memiliki keluarga bahagia- batin Lya memandangi Khalisa, bunda Aisyah, dan Devan bergantian


Adzan isya' sudah selesai berkumandang mereka segera mengambil tmpat untuk menjalankan sholat.


"Dirapatkan shafnya," ucap Devan


Setelah menjalankan sholat isya' berjamaah, mereka berkumpul kembali diruang keluarga, dengan sajian kue buatan Khalisa sudah berjajar diatas meja.


"Lya, kamu menginap disini ?" tanya Devan


"Iya mas" jawab Lya


"Hati hati jatuh dari tempat tidur alau tidur barengan sama dia," ucap Devan sambil menunjuk kearah Khalisa


"Gak mungkin terjadi !!" sahut Khalisa


"Alah lihat aja, lo kan tidurnya kayak gangsing muter terus, hahaha," sahut Devan dengan meledek Khalisa


"Jangan didengerin Lya, itu tidak benar," ucap Khalisa dengan ekspressi wajah kesal


"Maaf ya Lya, mereka kalau sudah bersama jarang bisa akur sudah kayak tom 'n' jerry," sahut bunda Aisyah


"Iya bunda, Lya melihatnya malah senang mbak Kia sama mas Devan terlihat dekat," sahut Lya


"Iya dekat, tapi gitu berantem terus. Pusing bunda kalau mereka sudah jadi satu, aslinya saling sayang tapi ya gitu cara mereka buat kepala bunda sakit," ucap bunda Aisyah


Khalisa dan Devan hanya saling menunjuk ketika mendengar ucapan bunda Aisyah, memang usia tidak membuat mereka malu untuk selalu ribut seperti anak kecil.


"Lya, apa kabar tante sama om ?" tanya Devan


"Alhamdulillah mama sama papa baik, mas," jawab Lya


"Om masih di Kalimantan ?" tanya kembali Devan


Oh jadi orangtuanya memang pisah rumah-batin Khalisa


"Kamu sering sering saja menginap disini, biar dia gak nonton drakor terus," sahut Devan sambil melirikan pandangannya kearah Khalisa


"Lya juga suka nonton drakor kokmas," ucap Lya


"Hahaha, mau apa lo bang ? Lya sama gua emang satu tim. sama sama suka drakor," sahut Khalisa dengan tertawa kemenangan


Devan hanya menepuk keningnya mendengar ucapan Lya, sepertinya Devan salah meminta orang untuk menginap dirumahnya, tapi dia senang kalau Khalisa memang bisa dekat dengan Lya. Dengan begitu Khalisa bisa mencari tahu tentang Refan dengan sendirinya atau lewat Lya.


"Tante masih sering keluar negeri, Ly?" tanya Devan


"Iya mas, sering bahkan. Mama juga sering menetap tinggal beberapa bulan di Malaysia untuk mengawasi usahanya disana," ucap Lya


"Wah hebat, aku kira tante sudah tidak pernah bepergian. Terus kalau tante menetap di Malaysia kamu dirumah sama siapa ?" tanya balik Devan


"sama mas Refan, dan satu pegawai rumah tangga," jawab Lya


"Kalau begitu kamu sering sering saja menginap disini Ly, bunda juga sudah kenal sama kakak kamu kok," ucap bunda Aisyah


"Iya bunda, terima kasih," sahut Lya


Mangkanya saja Lya kesepian ternyata mama nya sering keluar negeri, terus Refan jadinya dimana dong kok Lya masih merasa kesepian, apa Refan tidak mengurus Lya, apa Refan benar tinggal dirumah kekasihnya?-tanya Khalisa dalam hati


"Lya, benar benar senang bisa diterima dikeluarga ini, terima kasih mas Devan, mbak Kia, bunda," ucap Lya, dengan matanya sudah berkaca kaca


"Sama sama Lya, jangan sungkan sungkan buat datang kesini. Semua teman temannya anak bunda kalau kesini mereka menganggap sudah seperti rumah sendiri, mau makan ya tinggal cari saja didapur, mau menginap juga silahkan, bunda senang kalau rumah jadi ramai," ucap bunda Aisyah

__ADS_1


"Iya bunda," sahut Lya


"Kamu kalau ditinggal Refan, langsung kesini saja. Pasti tuh anak masih tetap saja jarang pulang," sahut Devan


Hah, jarang pulang ? sudah benar ini fix dia tinggal dirumah kekasihnya, atau mungkin dia selalu tidur di hotel ? oh mungkin juga dia punya apartement sendiri kayak di cerita novel novel terus ceweknya dibawa pulang kesana-Khalisa menduga duga sendiri didalam hati


"Iya mas, mas Refan pulang sih, cuma pas malamnya pasti keluar, pulng pulang menjelang pagi atau keesokan harinya," ucap Lya


"Masih sama saja dia tidak pernah berubah," sahut Devan.


"Bener bener gila kerja tuh anak," ucap Devan


Wait. .wait. .wait, gila kerja apa maksudnya ?? bukannya dia..., ah tahu ah pusing aku mikirnya,- batin Khalisa


"Tahu itu mas Refan, senang banget kalau dapat kerjaan keluar kota, atau ambil kerja tambahan," sahut Lya


"Ini saja mas Refan ke Surabaya, katanya ada pembangunan restaurant dari perusahaannya disana," sahut kembali Lya


"Emang iya Ki, mau ada cabang disana?" tanya Devan


"Lah mana Kia tahu bang, Kia kan bukan anak bos," jawab Khalisa sambil mengangkat kedua pundaknya


"Kia, mending kamu ajak Lya buat istirahat dikamar saja, Lya pasti capek," sahut bunda Aisyah.


"Iya bunda," sahut Khalisa


"Devan, kamu masukkan motor kamu digarasi, kunci pagar sama pintu ya,"Pinta bunda Aisyah


"Siap bund," jawab Devan


"Ayo Lya, kita ke kamar," ajak Khalisa


Khalisa berjalan ke arah kamarnya diikuti oleh Lya, begitu juga bunda Aisyah melangkahkan kakinya ke kamar.


Sebenarnya Khalisa ingin skali mendengar cerita kehidupan Lya dan Refan lebih banyak lagi, karena dia terlalu dibuat penasaran , dan belum lagi dia bingung untuk memulai pembicaraan, dia juga takut melukai hati Lya.


Kalau sekarang mas Refan diluar kota, besok dia tidak akan menemuiku dong, dan tidak menjadi bayang bayang yang menghantui setiap hariku, horee!!- batin Khalisa


.


.


.


Hai Teman Teman :)


Gimana sudah baca novelku ?


Gimana menurut kalian, apa ada masukkan untuk novelku ? Kalau ada jangan lupa tulis di kolom komentar ya, karena masukkan kalian sangat berarti untukku.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan 👍❤ dinovelku


sehat sehat semua, semangat terus


.

__ADS_1


makasih 😉😊😀


__ADS_2