
Siang ini rumah Khalisa masih sama seperti biasanya sepi dan hening padahal tiga orang sedang berada didalam rumah.
Jelas saja rumah terasa sepi, saat ini Khalisa disibukan dengan membaca novel didalam kamarnya, Devan asyik dengan game onlinenya, sedangkan bunda Aisyah memilih tidur siang.
Yah..novelnya belum update lagi padahal greget gregetnya, terus gua sekarang ngapain ya?-Gerutu Khalisa diatas ranjang
Khalisa yang sedari tadi rebahan diatas kasur, saat ini sudah merasa bosan dan capek, punggungnya juga sudah teras panas karena terlalu lama berbaring.
Tiba tiba dipikiran Khalisa terlintas untuk membuat kue brownies, tanpa basa basi dibukalah aplikasi cookpad miliknya.
"Okey aku akan buat ini resepnya cukup mudah" ucap Khalisa dengan bangkit dari atas ranjangnya.
.
***
.
Sekarang Khalisa yang berada di dapur sudah siap dengan celemek motif bunga bungnya, beberapa bahan brownies coklat juga sudah siap.
"I'm ready to cooking," ucap Khalisa
Dari arah dapur terdengar suara musik kpop, yang cukup keras, jelas saja itu menyita perhatian bunda Aisyah. Dia yakin pasti putrinya sedang disana, kerena hanya Khalisa sajalah yang menggilai musik kpop dirumah ini.
🎶It's the love shot
Na nanana nananana
Na nanana nanana
Na nanana nananana
Oh oh oh oh oh
It's the love shot - Exo Love Shot 🎼
"Kamu lagi apa Ki ?" tanya bunda Aisyah yang berjalan kearah Khalisa
Tapi tidak ada jawaban dari Khalisa , benar saja saat ini titik fokus Khalisa sudah berada di adonan brownies.
"Ki, kamu lagi buat apa sih?" tanya kembali bunda Asiyah dengan menepuk pundak Khalisa.
"Allahuakbar, Bunda !! Kia kaget bun, kenapa harus ngagetin sih," teriak Khalisa yang sudah terkejut dengan kedatangan bundanya.
"Siapa yang ngagetin sih ki, bunda tanya dari tadi kamu diem aja," sahut bunda Aisyah
"Maaf bund, Kia lagi fokus buat adonan brownies," jawab Khalisa
"Musik kamu tuh kecilin biar kalau dipanggil denger," ucap bunda Aisyah dengan menunjuk kearah ponsel Khalisa
"Kamu mau bunda bantu ?" tanya bunda Aisyah
"Gak usah, bunda istirahat aja sana," pinta Khalisa dilanjut dengan fokus kembali ke adonannya
"Okey," sahut bunda Aisyah
.
.
Setelah 15 menit adonan brownies yang dibuatnya sudah siap masuk oven, belum sampai Khalisa membuka ovenya tiba tiba terdengar suara bel rumah berbunyi.
Ting Tong. .Ting Tong 🔔
"Siapa bund yang datang ?" tanya Khalisa dari dapur yang melihat bundanya keluar dari kamar
"Entahlah, bunda kedepan dulu," jawab bunda Aisyah
Cleeeek !! (Suara pintu terbuka)
"Assalamu'alaikum tante," salam seorang laki laki dari balik pintu
__ADS_1
"Wa'alaikumssalam. Eh Refan, masuk masuk. Silahkan duduk," ucap bunda Aisyah dengan mempersilahkan Refan masuk
"Devan ada tan?" tanya Refan
"Ada kok dia lagi dikamar, biasa main game online. Tante panggilkan dulu ya," sahut bunda Aisyah
Tok. .Tok . . Tok
"Dev, ada Refan tuh didepan," ucap bunda dari balik pintu kamar Devan
"Iya bund, Devan keluar." jawab Devan
Setelah memanggil Devan, bunda Aisyah berniat ke dapur membuatkan minuman untuk Refan.
"Siapa yang datang bund?" tanya Khalisa dari arah kamar mandi
"Nak Refan, tuh dia udah diruang depan sama Devan," jawab bunda Aisyah.
Khalisa yang mendengar jawab bundanya itu hanya menanggapi dengan smirk diwajahnya
Minuman yang dibuat bunda Aisyah sudah siap di nampam lengkap dengan makanan rinangannya.
"Ki, minta tolong anterin minuman kedepan ya," ucap bunda Aisyah
"Yaah, bund kok Kia sih. Kia nungguin brownies nanti kalau gosong gimana ?" jawab Khalisa dengan nada memelas
"Bunda jagain, udah anterin!" sahut bunda Aisyah
Aa boleh buat kalau bundanya sudah berkata, kalau dibantah malah panjang ceritanya bisa sampai besok subuh.
.
***
.
Khalisa yang berjalan dari arah dapur dengan celemek motif bunganya saat ini cukup menarik pandangan Devan dan Revan yang sedang asyik ngobrol diruang keluarga.
"Silahkan dinikmati mas," sahut Khalisa sembari meletakkan gelas berisi es jeruk dan toples makanan ringan.
"Makasih bibi," sahut Devan
"Bibi. . bibi, sekali lagi bilang gua bibi, lihat aja gua cabik cabik tahu rasa lo!!" jawab Khalisa dengan kesal
Menanggapi keributan mereka berdua Refan hanya tersenyum saja, tapi kedua bola matanya masih terarah ke wajah Khalisa yang masih berdiri di ruangan itu.
"Udah balik ke dapur sana!" ucap Devan
Tanpa basa basi menjawab kembali ucapan Devan, Khalisa sudah berjalan kearah dapur untuk melihat brownies buatannya.
"Kok, lo usir sih bro," sahut Refan
"Haha, kenapa ? Lo suka lihatin dia ?," tanya Devan sambil melihat Refan yang masih menatap kepergian Khalisa dari ruangan itu.
"Ya gak gitu bro," jawab Refan dengan menggaruk kepalanya yang dirasa tidak gatal.
"Entar juga balik kesini," sahut Devan
.
.
Setelah kurang lebih 20 menit brownies coklat buatan Khalisa sudah siap untuk dihidangkan, dan sudah ditopping dengan taburan meses coklat serta strawberry sebagai pemanisnya.
Ckreek Ckreek📱
Sebelum dipotong, Khalisa mengambil beberapa foto brownies buatanya untuk di posting di sosial media.
Tara . . ini dia brownies coklat ala Khalisa
"Cantik sekali, pasti enak ya ki," sahut bunda Aisyah yang sudah berdiri disamping Khalisa
__ADS_1
"Pasti dong, kan Kia yan buat, hehe'" jawab Khalisa
"Buruan potong ki, kita makan bareng bunda udah gak sabar pengen coba," ucap bunda Asiyah dengan mimik wajah mupeng (muka pengen) seperti tidak pernah makan brownies saja.
"Siap bos," jawab Khalisa
Rasanya tidak begitu rela kalau brownies buatanya dipotong dan dimakan, karena sangat terlihat cantik dan menarik.
Apa boleh buat brownies dibuat untuk dimakan bukan dibuat pajangan, dengan hati yang sedit sedih brownies itu sudah dipotong potongnya dan sudah tertata rapi diatas piring.
"Ki, sana anterin ke abang mu," ucap bunda Aisyah
"Iya bunda," jawab Khalisa
Setelah mencicip beberapa potong brownies bersama bunda Aisyah, Khalisa sudah berjalan ke ruang keluarga untuk mengantar brownies untuk dua orang yang selalu membuat kesal hati Khalisa itu
"Nih, brownies!" ucap Khalisa dengan meletakkan diatas mja
"Buatan kamu ki?" tanya Refan
"Iya mas," jawab Khalisa
"Pasti enak nih rasanya," sahut Refan dengan cepatnya sudah menyambar brownies diatas meja
"Awas aja gak enak," sahut Devan
"Makan dulu, baru komen!" jawab Khalisa
Tidak ada jawaban ataupun penilaian baik dari Refan maupun Devan yang saat ini masih asyik menikmati brownies buatan Khalisa. Tiba tiba Khalisa berniat mengambil piring brownies yang sudah diletakkan diatas meja tadi.
"Eeeh. . eeh, mau dibawa kemana ki," teriak Deva
"Ke dapur," jawab singkat Khalisan yang sudah membawa piringnya
"Jangan ki!!," sahut Refan
"Kenapa ? Bukannya brownies buatanku gak enak ya, buktinya kalian makan tapi diam aja gak ada penilaian," ucap Khalisa dengan mata yang sudah berkaca kaca
"Siapa bilang, kita diam itu soalnya menikmati ki," ucap Refan, "Iya kan Dev?" tanya Refan pada Devan yang masih mengunyah browniesnya
"Hee'emb ki, bener tuh yang dibilang Refan. Brownies lo enak kok," sahut Devan
"Beneran?" tanya tegas Khalisa kepada dua pria didepannya itu
"Bener ki, brownies buatan kamu itu enak banget. Saking enaknya kita sampai gak bisa ngomong, kamu jangan salah paham sama kita dong," sahut Refan
"Sini piringnya, orang masih dimakan main diambil aja," ucap Devan
Khalisa yang masih berdiri diruangan itu kini sudah dibuat malu oleh kakaknya dan Refan, benar saja mereka sangat menikmati brownies buatanya, apalagi ketika mendapat pujian dari Refan pipi Khalisa memerah jantungnya berdegub tak karuan.
Ya Allah, kenapa jantung ku tak karuan gini sih. Padahal cuma dibilang enak aja sama si buaya itu-batin Khalisa sambil berjalan pergi dari ruangan itu.
.
.
.
Hati Teman Teman
Gimana udah baca novel ku kan ?
Semoga kalian menikmati ya, dan jangan lupa kalau ada masukkan buat novelku kalian tulis di kolom komentar ya.
Masukan kalian sangat berarti buat ku
.
Jangan lupa juga tinggalin 👍dan ❤ buat novelku ya
Semangat buat teman teman
Makasih banyak :)
__ADS_1