Jangan Salahkan Takdir !

Jangan Salahkan Takdir !
Hello Kopi!


__ADS_3

Matahari siang ini sepertinya tidak bersahabat dengan gadis cantik yang mengendarai motor matic putih, dengan jaket coklat yang melekat ditubuhnya.


Jalanan juga cukup padat karena sudah mendekati jam makan siang, gadis itu tiba tidak butuh waktu yang lama dari rumah menuju tempat kerjanya. Hello Kopi! nama restaurant besar di kota Malang tempat gadis itu bekerja


Khalisa Pov~


"Astagfirallah, gini amat ya kerja siang hari macet ditambahkan mataharinya puanas gak tahu aturan, coba ini panasnya diskon baju di Rama**na udah gua serbu aja, huh" gerutu Khalisa seorang diri yang masih berada di parki area tempat dia bekerja.


Author Pov~


Restauran tempat Khalisa bekerja siang ini cukup ramai pengunjung, karena sudah masuk jam makan siang juga. Terlihat beberapa pelayan mondar mandir seperti setrikaan berjalan untuk melayani para customer yang sedang taking order, mengantar pesanan ataupun yang baru masuk restaurant.


Selesai grooming dan absen Khalisa segera terjun membantu teman temannya melayani customer.


"Din, ini cuppucinno extra espresso pesanan meja berapa ya ?" tanya Kia pada Dina teman kerjanya sambil clingukan mencari kertas checker (kertas catatan pesanan customer).


"Oh itu punya pak Refan beliau di ruang meeting, Kai ! minta tolong kamu anterin ya aku harus repeat order ke meja nomer 15 nih," minta Dina ke Khalisa yang sudah siap dengan nampan di tangan kanannya.


"Pak Refan ??? aah . . .haruskah gua yang nganterin", batin Kia dengan sedikit kesal berjalan menuju ruang meeting.


Khalisa memang tidak begitu suka dengan Refan Wicaksana assisnten direktur perusahaan yang membawahi restaurant tempat dia bekerja. Padahal Refan tampan dan ramah, banyak teman teman kerja Khalisa yang tergila gila dengannya, tapi tidak berlaku untuk Khalisa.


Khalisa tidak begitu suka dengan Refan karena Refan selalu mencoba mendekati Khalisa dengan berbagai cara sampai Khalisa merasa ilfeel. Bahkan semua orang ditempat dia bekerja sudah tahu hal itu, tapi tidak mematahkan semangat Refan untuk mendapatkan gadis pujaanya.


.


*


*


*


Kenapa aku jadi deg deg an gini ya mau masuk ruang meeting, aah mungkin aku belum siap untuk dibully teman teman lagi gara gara ketemu cowok nyebelin itu'-Batin Khalisa yang sudah berdiri didepan ruang meeting.


Restauran tempat Khalisa bekerja memang menyediakan ruang meeting, bahkan ruang wedding juga, keren dong pastinya.


.


.


Tok. Tok. .Tok..


.

__ADS_1


"Permisi pak, saya Khalisa mau antar pesanan kopi punya Pak Refan," ucap Khalisa dengan tersenyum kepada orang orang yang ada di ruangan itu, sedangkan dia masih menunggu dipersilahkan masuk ruangan.


"Eh ada Khalisa, silahkan masuk Kai. Cie nganterin kopi punya mas pacal nih yee," celetuk manager restaurant itu


"Iya bu," jawab Khalisa dengan sedikit senyum kecut.


Pipi Khalisa memerah, dan bantinya sangat kesal kerena disebut pacar Refan, tapi lain hal dengan Refan yang cukup senang orang orang tahu kalau dia pacar Khalisa padahal realitanya bukan pacaran lebih tepatnya sih belum jadi pacar, deketin aja susah.


"Makasih ya Kai," ucap Refan sambil tersenyum genit ke Kia


Kalau bukan karena gua kerja disini, ogah amat nganteri kopi nih orang, dan gua bukan pacarnya wooy !-Batin Kia sambil meletakan kopi di depan Refan.


"Kai, nanti kamu pulang jam berapa aku antar pulang ya," tnya Refan pada Kia


"Eh, gak usah pak saya bisa pulang sendiri kok saya bawa motor lagian hari ini saya lembur pak," jawab Kia yang masih berdiri di ruangan meeting.


"Duh duh, Kalian ini romatis sekali sih pulang aja sampai mau dianterin segala," celetuk salah satu orang diruangan itu.


"Gak papa Kai, nanti pokoknya tungguin aku datang ya aku bakal antar kamu pulang sampai depan rumah mu, gak baik Kai cewek pulang sendirian malam malam," timpal Refan yang masih berharap jawaban Iya dari Kia


Kalau gua jawab enggak pasti gua dibully seisi ruangan ini dan gak keluar keluar dong dari sini, kalau iya pasti dia gede kepala. Oh Tuhan bantu Khalisa- gerutu Khalisa dalam hatinya


"Ekhem..Ekhem," dehem beberapa orang yang ada diruangan meeting itu, seketika menyadarkan lamunan Kia yang memikirkan jawaban untuk diberikan ke Refan


"Eee...emb, iya pak," jawab Kia "Saya permisi keluar pak, mau lanjut kerja bantu teman teman," imbuh Kia sambil sedikit membungkukan tubuhnya yang bermaksud untuk permisi keluar.


.


***


.


Setelah Khalisa keluar dari ruangan meeting, dia berjalan menuju area bar untuk mengambil minum dengan sedikit kesal. Padahal dia ingin minum bermaksud mendinginkan suasana hatinya yang tiba tiba badmood karena bertemu Refan cowok genit, sok akrab itu, tapi alhasil yang ada di area bar dia malah dibully teman temannya.


"ciie abis ketemu babang tamvaaan nih ye," celetuk Kevin barista di restaurant itu


"Semangat dong neng, abis ketemu calon suami juga," imbuh Dina yang lewat di area bar


Khalisa semakin badmood, wajahnya sudah merah dan siap untuk memakan orang orang yang membully nya.


"Apaan sih kalian, gua tegasin ya pak Refan itu bukan pacar gua. Dan bukan calon suami gua !!!," bantah Kia sambil jalan ke arah wastafel hendak mencuci gelas yang dipakai untuk minum.


.

__ADS_1


.


Semua orang yang diarea bar hanya terdiam, tak ada jawaban dari bantahan Khalisa. Khalisa sedikit mengeluarkan smirk nya, dia merasa senang karena teman temannya diam tidak membully nya lagi.


"Kalau saya maunya jadi suami kamu gimana, ? bukan cuma calon suami aja," tiba tiba ada satu jawaban dibelakang Kia yang membuatnya dia langsung memutar balikan badan ke sumber suara itu.


"Haaa..aaah, pak Re..fan, kenapa bapak disini.. ?" tanya Kia sedikit gugup, dengan jantung yang sudah berdegub tak karuan karena takut dan malu.


"Emang saya gak boleh disini ? saya kan juga pengen lihat calon istri saya kerja. Gimana saya pertanyaan saya barusan ??" tanya balik Refan ke Khalisa "eh lamaran lebih tepatnya," perjelas Refan dihadapan Kia dan teman temannya.


Sumpah nih orang gak tahu malu ya banget, pengen gua tabok aja pakai panci dulu emaknya nyidam apaan sih. Astagfiruallah gimana muka gua sekarang, pasti udah merah kayak kepiting gara gara kesel sama nih orang'- gerutu Kia di dalam hati


Tanpa menjawab satu katapun dari pertanyaan Refan, Khalisa segera mengeringkan tangannya yang basah dan segera kembali bekerja didepan, pasti teman temannya akan istirahat dia harus segera menggantikannya.


Sedangkan teman teman Khalisa yang tahu kejadian barusan, hanya menatap Khalisa pergi sambil sesekali tersenyum.


Mungkin kalau saja Refan udah pergi dari area bar itu, teman teman Khalisa semangat untuk membully nya lagi. Tapi sayang sekali tidak ada kesempatan untuk membully Khalisa karena Refan masih berada disitu.


Khalisa sudah kembali bekerja melayani customer yang baru datang, sesekali dia pergi ke depan bar untuk mengkonfirmasi pesanan customer. Sedangkan Refan menatap dengan senyum manis kepada sang pujaan hatinya dari dalam bar, benar saja saat ini Refan sedang berbincang dengan manager opersional di dalam area bar.


Tatapan mereka sesekali bertemu, tapi Khalisa pura pura tidak melihat dan membuang muka begitu saja, segeran menyibukkan dirinya kembali. Refan yang tahu tingkah lucu Khalisa hanya terkekeh kecil dan semakin gemas dengan gadis itu.


Tuh orang ngapain sih lihatin gua terus, sabar Kai.... lo harus fokus jangan terkecoh sama senyum dan tatapannya buaya si Refan-ucap Kia pada dirinya sendiri.


Restaurant semakin sore semakin ramai, membuat semua karyawan sibuk dengan tugas masing masing hingga lupa waktu,dan tidak mengurangi semangat Khalisa sedikitpun meskipun hari ini dia bekerja dengan badmood.


.


.


.


ini restauran Khalisa bekerja ketika sore hari~



Hai Teman Teman


.


Gimana udah baca novel aku, si pemula ini maaf ya kalau bahasanya masih banyak yang salah salah dan membingungkan atau typo.


Kalau ada masukkan silahkan tulis di kolom komentar ya, itu sangat bermanfaat untuk ku

__ADS_1


BTW, jangan lupa support dan klik tombol ❤ nya yaaa


makasih 💕


__ADS_2