
"Assalamu'alaikum, Kia pulang," ucap salam Khalisa memasuki rumahnya
"Wa'alaikumssalam," jawab bunda Aisyah
"Bunda darimana atau mau kemana ini kok rapi?" tanya Khalisa melihat penampilan bunda Aisyah dari atas kepala hingga mata kali.
"Oh ini bunda baru pulang dari jenguk teman pengajian bunda dirumah sakit," jawab bunda Aisyah
"Sakit apa bund?" tanya Khalisa
"Jatuh dari motor kemarin sore, mangkanya kamu kalau naik motor pakai rok harus hati hati ya," sahut bunda Aisyah
"Siap komandan :). Bund, Kia lapar dari siang belum makan," sahut Khalisa merengek kepada bunda Aisyah
"Aduh maafin bunda, bunda belum masak," sahut bunda Aisyah
"Tapi tadi bunda belikan kamu cheese cake, mending kamu makan itu dulu nanti setelah sholat maghrib bunda masakkan," sahut bunda Aisyah
"Gak usah masak bund, kita pesan di aplikasi saja mumpung hari ini banyak promo," sahut Devan berjalan dari ruang depan
"Datang itu ucap salam dulu," sahut Khalisa
"Iya iya bawel, assalamu'alaikum Devan pulang. ucap salam Devan sambil mengacak acak kepala Khalisa
"Wa'alaikumssalam," jawab bersama bunda Aisyah dan Khalisa
"Ya sudah kalau begitu, sekarang kita bersih bersih badan habis itu sholat setelah itu kalian pesan makanannya," sahut bunda Aisyah
"Oke bos," sahut Devan
Seusainya menjalakan ibadah maghrib Khalisa berserta bunda Aisyah dan Devan sudah berkumpul di ruang keluarga, mereka berniat untuk memesan menu makanan melalui aplikasi.
Bunda Aisyah hanya bisa menepuk dahinya ketika mendengar perdebatan kedua anaknya dengan pilihan makanan mereka.
"Aduh. . kalian ini kenapa sih pilih makanan saja harus berantem dulu," ucap bunda Aisyah
"Bang Devan ini lho bund, dari tadi ganti ganti terus," ucap kesal Khalisa
"Kalau sudah pilih buruan dipesan Dev, nanti keburu malam lho. Kasian juga adik kamu belum makan dari siang," sahut bunda Aisyah
"Iya bund," sahut Devan
.
.
Tok..Tok. .Tok (Suara ketukan dari pintu depan)
"Assalamu'alaikum," ucap salam dari orang dibalik pintu depan
"Wa'alaikumssalam," jawab bersamaan Khalisa, bunda Aisyah, dan Devan
"Kalian lanjutkan, bunda kedepan dulu," ucap bunda Aisyah kemudian berjalan ke pintu depan
Cleek (Suara pintu terbuka)
"Nak Refan," ucap bunda Aisyah melihat Refan sudah berdiri didepan pintu depan
"Malam tante, Devannya ada ?" tanya Refan
"Ada, ayo. .ayo masuk dulu. Itu Devan ada diruang tengah," sahut bunda Aisyah
"Iya tante, terima kasih," sahut Refan
Refan berjalan mengikuti bunda Aisyah kearah ruang keluarga.
"Siapa yang datang bund ?" tanya Devan, masih menatap layar ponsel bersama Khalisa
__ADS_1
"Ini," ucap bunda Aisyah menunjuk kearah Refan
Khalisa dan Devan segera mengalihkan pandangan mereka dari ponsel, Khalisa hanya memutar ke dua bola matanya setelah tahu siapa orang yang saat ini berdiri disamping bunda Aisyah.
"Hai bro Refan, darimana lo?" tanya Devan sembari menjabatkan tangannya ke Refan
"Dari tempat kerja," jawab Refan
"Contoh karyawan teladan jam segini baru pulang besok dapat reward liburan satu bulan, hehe," ucap Devan meledek Refan
"Bisa aja lo. Oh iya tante ini ada sedikit makanan," sahut Refan dengan menyerahkan bingkisan di tangannya ke bunda Aisyah
"Masyaallah, terima kasih banyak nak Refan. Lain kali jangan repot repot seperti ini ya," sahut bunda Aisyah
"Gak repot kok tante, hehe," sahut Refan
"Alhamdulillah, kita gak jadi pesan di aplikasi deh," sahut Devan
"Dasar nyamuk, kalau gratisan aja semangat," sahut Khalisa
"Sudah. .sudah kalian lanjutkan dulu bunda siapkan ini dulu nanti kita makan bersama ya," sahut bunda Aisyah
"Kia, ambilkan minum untuk nak Refan ya," pinta bunda Aisyah
Tubuh Khalisa sudah diangkat dari sofa tempatnya duduk, dan kini berjalan mengikuti sang bunda kearah dapur.
"Banyak ya bund ?" tanya Khalisa melihat bunda Aisyah mengeluarkan kotak makanan satu persatu
"Masyallah iya Kia," jawab bunda Aisyah
Itu orang apa sih maunya datang ke rumah terus, mana sekarang bawa makanan, modus banget ini mah namanya - batin Khalisa
"Kalau sudah cepat diantar Ki, habis ini ajak sekalian ke meja makan ya, bunda siapkan dulu," ucap bunda Aisyah
"Iya bund," sahut Khalisa.
"Makasih, Ki. Maaf jadi merepotkan," ucap Refan sambil melihat Khalisa menyiapkan minuman dan makanan diatas meja
"Gak repot kok, silahkan diminum," ucap Khalisa
"Oh iya, habis ini silahkan ke meja makan, bunda sudah menunggu disana," sahut Khalisa
"Minum dulu bro, habis ini kita ke makan," sahut Devan
"Gua sebenarnya masih kenyang, sebelum kesini gua makan dulu," sahut Refan
"Gak papa makan dikit saja," sahut Devan
"Ayo," ajak Devan setelah Refan meminum teh hangat buatan Khalisa
.
.
"Masyallah, banyak sekali bund," ucap Devan melihat isi meja makan sudah begitu banyak lauk, matanya berbinar binar, perutnya juga sangat tergoda ingin segera melahap semua.
"Alhamdulillah, nak Refan semua ini yang bawakan bunda gak masak kok," sahut bunda Aisyah
"Ayo silahkan duduk nak Refan," sahut kembali bunda Aisyah
"Ini memang gak ada nasi ya bund?" tanya Devan
"Sabar kali, ini masinya masih gua siapkan," sahut Khalisa
"Iya bawel, gua cuma tanya aja ke bunda," sahut Devan
__ADS_1
"Sudah jangan ribut terus apalagi didepan makanan, maaf ya nak Refan jadi tidak nyaman karena mereka berdua," sahut bunda Aisyah
"Gak papa kok tante, hehe," sahut Refan
Mereka semua dengan tenang menikmati setiap makanan yang ada diatas meja makan, bahkan beberapa lauk sudah habis tidak tersisa.
"Masyallah kenyang sekali, enak makanannya terima kasih ya bro Refan," ucap Devan
"Iya bro, sama sama. Alhamdulillah kalau semua suka," sahut Refan
"Terima kasih mas Refan," sahut Khalisa
"Sama sama Kia," sahut Refan
"Alhamdulillah semoga rejeki nak Refan selalu dilancarkan, terima kasih banyak sudah membuat bahagia dan kenyang disini, hehe," sahut bunda Aisyah
"Iya tante, Refan iku senang kalau semua suka," sahut Refan
"Sudah waktu isya' mari sholat terlebih dahulu," sahut Khalisa
Setelah makan malam selesai mereka semua menjalankan ibadah sholat isya' berjamaah dengan diimami oleh Devan
"Bro lo tunggu sini dulu sama dia, gua ke atas dulu ganti baju sekalian ambil handphone," ucap Devan sambil menunjuk kearah Khalisa duduk diruang keluarga
"Kia," panggil Refan
"Mas, Kia mohon berhenti bersikap seperti ini ! Tidak perlu mas Refan mengirim makanan ataupun paket bunga, Kia tidak mau semakin membuat keadaan ini semakin rumit," ucap Khalisa
"Tapi Ki, aku melakukan ini tulus," ucap Refan
"Kia paham mas, tapi tolong jangan seperti ini. Kia tidak mau hal hal seperti kemarin harus terjadi lagi." sahut Khalisa
"Aku janji semua akan baik baik saja," sahut Refan
"Tidak perlu berjanji mas, lebih baik memang harus berjarak diantara kita." sahut Khalisa
"Jangan berbicara seperti itu Ki, kita akan melewati ini semua dengan baik baik saja." sahut Refan
"Apa kamu masih marah dengan mama ku ?" tanya Refan
"Tidak," jawab Khalisa
"Syukurlah," sahut Khalisa
Refan terus berusaha memecahkan ketegangan diantara nya 'Refan dan Khalisa',
Refan cukup kagum akan kebaikan hati Khalisa dan selalu kuat menghadapi semua masalah.
.
.
.
.
Hai Teman Teman Semua ❤😊
Bagaimana sudah baca sampai sini kan, jangan bosan bosan buat ngikuti cerita selanjutnya ya :*
Makasih banyak buat teman teman readers yang sudah mampir dan baca novel ini
.
.
Semoga teman teman semua sehat selalu dan semangat terus, aamiin
__ADS_1
Terima kasih 👍❤😄