
🏤 Coffee shop xxx
.
Tampak Khalisa duduk seorang diri dikursi pojok dengan segelas hot coklat diatas meja, dia memainkan jari jarinya diatas layar ponsel, sudah lima belas menit dia menunggu bahkan tak ada tanda tanda kedatangan orang yang dia tunggu itu.
"Maaf, aku terlambat," ucap seorang laki laki yang sudah berdiri didepannya
Khalisa yang mendengar suara tak asing lagi di telinganya itu segera mendongkakkan pandangannya, tepat didepannya saat ini berdiri seorang laki laki menggandeng tangan perempuan cantik berkulit putih.
"Hai," sapa perempuan itu
"Oh hai, sil..ahkan duduk," jawab Khalisa terbata bata
Apa dia kekasihnya, haruskah datang bersama ? Siaal ! sepertinya meminta dia datang bukan keputusan yang tepat - batin kesal Khalisa
Benar saja saat ini Refan sudah datang setelah membuat Khalisa menunggu, tapi dia datang bersama seorang perempuan yang tidak dikenal oleh Khalisa
"Maafkan aku membuat kamu menunggu terlalu lama, kalau saja tidak menunggu dia berdandan pasti tidak akan terlambat," ucap Refan mengacak acak rambut perempuan itu
"Hah, iya... iya aku memang salah," sahut perempuan itu, "Maafkan aku ya mbak Kia," sahut kembali perempuan itu.
Khalisa tentu saja dibuat kaget ketika nama panggilannya diucapkan oleh perempuan itu, Khalisa memberi jawaban dengan menganggukkan kepala dan diiringi senyuman pada perempuan itu.
Coba akan ku ingat ingat, apa aku pernah bertemu denganya ? apa aku mengenalnya ? Sepertinya tidak, oh apa mungkin dia pernah ke restaurant jadi dia tahu aku-tanya Khalisa dalam hatinya
"Kia!" panggil Refan mencoba menyadarkan lamunan Khalisa
"Oh iya. . iya ada apa," sahut Khalisa
"Perkenalkan dia--," ucap Refan, belum selesai dia berbicara sudah dipotong oleh Khalisa
"Dia pacar baru mas Refan ?" tanya Khalisa
"Haahahaha," Refan dan perempuan itu tertawa dan saling memandang
"Aku belum selesai berbicara Ki, kenapa sudah kamu sela," sahut Refan
"Maaf, tapi --," sahut Khalisa
"Tapi apa ? kamu mengira dia pacarku ?" tanya Refa
"Iya," jawab Khalisa malu sebab sudah memotong pembicaraan Refan
"Perkenalkan aku Cecilya," ucap perempuan itu
"Dia Lya, adek perempuanku satu satunya," sahut Refan
"Haaa ?" respon kaget Khalisa
"Hai mbak Kia, panggil saja aku Lya. Maaf aku tadi ikut mas Refan kesini, aku bosan dirumah sendirian," sahut Lya
"Oh iya tidak apa, maafkan aku juga sudah mengira kamu--" ucap Khalisa
"Iya tidak apa apa mbak, aku sudah mendengar banyak tetang mbak dari mas Refan kok, ternyata lebih cantik dan baik dari ceritanya. Kapan kapan kita main bareng ya mbak," ucap Lya
"Tentang aku ? Iya tentu," sahut Khalisa
"Baiklah aku akan duduk di outdoor kalian lanjutkan saja disini," ucap Lya
.
__ADS_1
***
..
Lya memang berbeda dari kakaknya Refan, dia lebih banyak berdiam diri dirumah dibandingkan harus keluar rumah atau nongkrong di cafe. Jelas saat ini Lya sangat menikmati suasana coffee shop yang jarang sekali dia nikmati.
Sedangkan Khalisa sudah duduk berdua dengan Refan, dia bingung harus darimana memulai obrolannya, melihat Refan seperti hilang semua yang ada dikepalanya.
"Tadi katanya mau bertemu, sekarang kenapa hanya diam ?" tanya Refan
"Eeeh iya. .apa saya boleh bertanya sama mas Refan ?" tanya Khalisa dengan pelan matanya hanya melihat kearah bawah, dia tidak berani menatap Refan, padahal tadi sudah berniat untuk marah marah pada Refan.
"Boleh, tapi matanya jangan lihat kebawah terus yang diajak ngomong itu da didepan," jawab Refan "Satu lagi jangan terlalu formal, pakai saja aku kamu jangan saya ini bukan jam kerja, oke." sahut Refan
"Iya, saya. .eh aku mau tanya masalah-," Khalisa menghentikan ucapanya dia masih ragu untuk bertanya, bagaimana kalau Refan balik marah padanya, apa ada hal buruk yang menimpanya.
"Masalah kenapa aku memposting foto kamu ?" tanya Refan
"Iya," jawab Khalis
"Apa aku harus menjawab pertanyaanmu itu ?" tanya kembali Refan
"Iya," jawab Khalisa
"Bagaimana kalau aku tidak mau menjawabnya ?" tanya Refan
"Apakah itu terlalu sulit untuk mas Refan jelaskan ?" tanya balik Khalisa
"Tidak bisa dijelaskan dengan kata kata," jawab Refan
"Aku mohon mas, aku ingin mendengar penjelasan mas Refan," pinta Khalisa
"Tidak ada," jawab Khalisa
"Berarti tidak perlu aku jelaskan," ucap Refan
"Mas Refan!!" ucap Khalisa dengan menghembuskan nafas kasar,
Mulut Khalisa sudah terasa gatal ingin sekali mengumpat dan berkata kasar, tapi dia selalu tidak bisa jika sudah dihadapkan dengan Refan, sekesal apapun dia pada Refan dia pasti akan sulit berbicara jika berhadapan.
"Kia," panggil lirih Refan sembari menarik kedua telapak tangan Khalisa diatas meja
"Ki, semua sudah baik baik saja. Dan tidak perlu ada yang dijelaskan, tidak ada yang berhak marah, aku melakukanitu dengan menggunakan akun sosial media ku sendiri bukan milik orang lain." ucap Refan
Memang benar apa yang dia ucapkan, itu hak dia tapi masalahnya yang diposting foto aku- batin Khalisa
"Tapi mas. . itu foto Kia, dan Kia gak nyaman dengan hal itu," sahut Khalisa
"Apa yang membuatmu tidak nyaman ?" tanya Refan
Khalisa mencoba melepaskan genggaman tangan Refan, tapi itu terlalu sulit semakin dia ingin melepaskan semakin erat juga Refan menggenggam, bahkam terasa panas ditangan Khalisa
"Jangan coba melepaskan tanganmu, jawab dulu pertanyaanku tadi!" ucap Refan
"Mas, aku benar benar tidak nyaman dengan hal itu. Aku tidak mau orang mengira hal yang tidak tidak padaku, aku cuma pelayan restaurant," ucap Khalisa
"Kenapa kalau kamu cuma pelayan? apa aku pernah memandang derajat seseorang untuk dekat dengannya ?" tanya tegas Refan
"Kenapa mas Refan harus memarahi karyawan di restaurant ?" tanya Khalisa dia tidak menjawab pertanyaan dari Refan
"Apa aku salah ? restaurant itu dibawahi oleh perusahaan tempat ku bekerja, aku juga berhak tahu keadaan disitu, kalau ada hal seperti kemarin apalagi membawa namaku, apa aku salah jika aku menegur mereka ?? Aku tidak ingin mempunyai karyawan kerjanya hanya menggosip, semua disitu digaji bukan untuk menggosip!" jawab Refan
__ADS_1
"Kia tahu mas, tapi Kia merasa tidak enak pada mereka," sahut Khalisa
"Apa kamu nyaman dengan perlakuan mereka ??" tanya Refan
"Tidak," jawab Khalisa
"Ya sudah, aku menegur mereka juga karena salah. Kita jalan berduapun diluar jam kerja, mereka tidak ada hak untuk melarangnya," sahut Refan
"Apa mereka masih seperti kemarin ?" tanya Refan
"Sudah tidak," jawab Khalisa
"Syukurlah, sekarang tidak perlu kamu takut akan hal seperti kemarin Ki," ucap Refan
"Bagaimana dengan kekasih mas Refan, apakah tidak marah ?Lalu darimaa mas Refan bisa tahu kejadian kamarin ? Apa mbak Risa memberitahu mas Refan ? Apa bang Devan tahu kalau mas Refan mengunggah fotoku ?" tanya Khalisa
"Hahaha, Kamu bener bener mengintrogasiku ya," sahut Refan sambil mencubit hidung Khalisa
"Auuh, sakit," ucap Khalisa menyeringai kesakitan
"Tidak perlu kamu tahu, aku tahu itu semua dari siapa dan bagaimana. Devan tahu kok, dia melihat tapi dia hanya diam saja," ucap Refan
"Kia mohon jangan lakukan itu lagi mas," pinta Khalis
"Kenapa ? beri aku alasan kenapa harus melakukan apa yang kamu minta, dan jika alasanmu dapatku terima maka tidak akan pernah ku lakukan lagi," ucap Refan
"Mas, Kia mohon mas. Kia tidak mau menyakiti hati siapapun dan Kia ingin bekerja dengan nyaman seperti biasanya," sahut Khalisa
"Jadi kamu tidak nyaman dekat denganku ?" tanya Refan
"Bukan begitu mas !! Kalau seperti itu mas sama saja menyakiti hati kekasih mas Refan, kita hanya sekedar atasan dan bawahan.Kia juga takut mas," sahut Khalisa
"Tidak ada yang tersakiti dengan hal itu !, dan tidak ada juga yang akan enyakiti kamu. Yang ada semakin kamu menjauhi ku semakin kamu membuat sakit hatiku." ucap Refan
"Kia bukan berniat menjahui mas Refan, hanya saja Kia tidak nyaman dekat dengan kekasih orang lain, dan Kia tidak mau semua teman teman menilai buruk padahal tidak pernah Kia lakukan mas." ucap Khalisa
"Ki, kalau aku tidak punya kekasih apa kamu akan nyaman dekat dengan ku ? apa kamu tidak akan menghindar dan acuh padaku lagi ? apa kamu mau membantu aku menjadi lebih baik ?" tanya Refan
Seketika jaringan otak Khalisa terasa beku sampai rasanya dia tidak bisa mencernah pertanyaan Refan barusan, apa maksud pertanyaan itu, dan apa yang harus dia katakan pada Refan.
.
.
.
Hai Teman Teman :)
Bagaimana sudah baca novelku ?
Bagaimana menurut kalian, apa ada masukkan buat novelku ? Kalau kalian ingin memberi masukkan pada novelku minta tolong tulis di kolom komentar ya
.
.
Oh iya jangan lupa tinggalkan 👍❤ di novelku
Sehat sehat dan semangat semua
Makasih :)
__ADS_1