
Tidak perlu menceritakan dirimu baik, kalau hanya untuk menarik perhatian agar orang lain tertarik~
.
.
"Huuuh," Khalisa menarik nafas dengan kasar ketika motor yang dia kendari sudah berhenti tepat didepan tempat kerjanya.
Semua akan baik baik saja, semangat !!-ucap Khalisa dalam hatinya
Suasana di tempat kerja Khalisa masih sangat sepi hanya ada dia dan dua orang satpam saja. Bagimana tidak jam kerja baru akan dimulai 50 menit lagi, sedangkan dia sudah tiba dan siap bekerja.
"Pagi mbak Khalisa," sapa salah satu satpam restaurant
"Pagi pak," sahut Khalisa
"Pagi banget datangnya mbak, pasti terlalu semangat kerja ya," sahut bapak satpam
"Hehehe, kayaknya jam saya terlalu cepat ini, mangkanya datang cepat pak. Saya permisi masuk dulu ya pak. Ucap Khalisa
"Iya mbak, samangat kerjanya," ucap bapak satpam
"Siap pak," sahut Khalisa
Tampak dari luar ruangan, jalan menuju ruang karyawan yang akan dilewati Khalisa masih gelap dan sepi. Tapi tidak menyurutkan niat Khalisa untuk masuk dan menunggu jam kerja didalam ruangan dibandingkan harus menunggu di pos satpam.
"Pagi Kia," sapa perempuan dari arah pintu masuk
"Mbak Dina," panggil Khalisa
"Waah sepertinya kita lama ya gak kerja satu shift seperti ini," sahut Dina teman kerja Khalisa
"Iya mbak, alhamdulillah jadi semangat kerja aku," sahut Khalisa
"Ada apa ini kok tumben tumbenan sekali kamu sudah datang lebih awal?" tanya Dina
"Haha, gak papa kok mbak. Kia lagi semangat kerja saja," ucap Khalisa
"Halah, aku gak percaya, haha. Kamu itu bukan orang yang pintar bohong," sahut Dina
"Iyaa. .iyaa, aku kalah deh emang aku gak jago buat bohong yaa, hahha. Itu si itu tu mbak masa tahu tahu tadi pagi sudah dirumah saja," sahut Khalisa
"Si itu siapa sih ? pak Refan ?" tanya Dina
"Heemb," jawab Khalisa sambil menganggukan kepalanya
"Kayaknya nginep di rumah kamu deh Ki, soalnya kemarin malam itu aku ketemu pak Refan sama kakak kamu di cafe xxx terus nanyakin kamu ke aku," ucap Dina
"Mmm, bisa jadi sih ya. Soalnya pas aku pulang kemarin kata bunda abangku lagi keluar nyariin aku," sahut Khalisa
"Memangnya kemarin kamu kemana ?" tanya Dina
"Ke pengajian yang kapan hari mbak Dina kasih tahu aku," jawab Khalisa
"Lho ternyata kamu jadi datang , kok sampai pada nyariin kamu gak ngasih kabar orang rumah ?" tanya kembali Dina
"Kemarin itu handphone ku mati, jadi gak bisa ngasih kabar ke bunda. Terus sampai rumah sudah pukul sepuluh lebih lah, aku langsung istirahat dikamar, aku malah tahunya bang Devan nyariin aku sendirian," ucap Khalisa
"Ya Allah, Kia," ucap Dina sambil memukul dahinya
Obrolan Khalisa dan Dina sengaja dihentikan karena semua karyawan sudah berdatangan jam kerja juga akan segera dimulai, beberapa karyawan juga sudah siap dan berkumpul untuk breafing pagi.
"Semangat .. semangat .. semangat !!" teriak semua karyawan
.
.
Seperti biasa jam makan siang adalah waktu sibuk untuk semua karyawan restaunt tempat Khalisa bekerja. Bahkan makan diluar jam kerja itu sudah biasa untuk mereka semua.
"Go food atas nama Khalisa," teriak bapak ojek online di depan meja kasir.
"Kia, ada pesanan kamu datang," panggil salah satu karyawan
__ADS_1
"Maaf pak, tapi saya tidak pesan makanan mungkin bapak salah alamat," ucap Khalisa
"Maaf mbak, tapi ini ditujukan atas nama Khalisa Syakia Anwar di alamat restaurant ini," sahut bapak ojek online
"Benar sih pak, itu nama saya. Tapi sirus saya tidak pesan, apa begini saja ini untuk bapak," sahut Khalisa
"Jangan mbak, ini amanah harus disampaikan," sahut bapak ojek online
"Amanah ? kalau boleh tahu atas nama siapa pak yang memesan untuk diantar kemari ?" tanya Khalisa
"Maaf mbak, tapi saya tidak bisa memberitahu. Saya hanya menyampaikan ini saja sebagai amanah." ucap bapak ojek online
"Baik lah pak, saya terima totalnya berapa ?" tanya Khalisa
"Sudah dibayar mbak, tinggal terima saja," sahut bapak ojek online
"Baik pak, terima kasih banyak," sahut Khalisa
"Terima kasih kembali mbak, kalau begitu saya permisi," sahut bapak ojek online
Khalisa membawa kotak makanan yang sudah diterima itu ke arah meja, dan membukanya
"Masyallah," ucap Khalisa. Mata Khalisa sudah berbinar binar melihat isi kotak tersebut, sesekali dia menelan salivanya.
.
Cherry cheese cake kesukaan Khalisa
Selamat makan siang,
Khalisa aku minta maaf :), dan semoga kamu suka ya 😊
"Kok malah kamu bagi bagikan?" tanya Risa dari arah belakang Khalisa
"Gak minat," ucap Khalisa
"Gak mungkin, itukan kesukaan kamu. Oh aku tahu pasti gara gara ini ya," ucap Risa dengan menunjuk surat kecil didalam kotak
"Mmm, malah mengalihkan perbicaraan. Gila itu anak benar benar gak ada capeknya buat minta maaf ke kamu," sahut Risa
"Haha, Kia gak paham lagi sama dia," sahut Khalisa
"Makasih Kia," sahut teman teman Khalisa satu persatu
"Iya sama sama, semoga suka," sahut Khalisa
"Kamu beneran gak mau nih aku habiskan lho, ini tuh uwenak banget lho, lumer di mulut, berdisko di lidah sampai sampai rasanya bikin meninggal,hehe," sahut Risa meledek Khalisa
"Lebay deh, enggak deh bu Risa habiskan saja," sahut Khalisa
"Ya sudah kalau begitu Kia kembali kerja dulu, bai bai syantikku," pamit Khalisa sambil mencubit pipi Risa
"Aaauw sakit, dasar gila," sahut Risa mengelus pipinya
.
***
.
Alhamdulillah hari ini tidak seburuk kemarin-batin Khalisa
"Mbak Risa," panggil Khalisa
"Hai," sahut Risa sambil melambaikan tangan
"Wah sudah mau pulang saja," sahut Risa setelah menghampiri Khalisa ditempat parkir
"Iya iya dong, eh mbak Risa sudah makan ? kalau belum ayo makan," ajak Khalisa
"Yah barusan saja aku makan diluar," sahut Risa
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, Kia pulang saja," ucap Khalisa sembari memajukan bibirnya
"Jangan manyun gitu dong syantik, nanti cantiknya hilang lho. Mana senyumnya ?" goda Risa sambil mencubit pipi Khalisa
"Mm, nih 😊," senyum Khalisa
"Permisi mbak, mau tanya," ucap laki laki pengirim paket yang sudah berdiri disamping Khalisa dan Risa
"Iya ada apa ?" tanya Risa
"Maaf disini apa benar ada karyawan atas nama Khalisa ?" tanya pengirim paket
"Iya saya sendiri," sahut Khalisa
"Ini mbak, ada kiriman bunga. Silahkan ditanda tangi dulu disebalah sini," ucap pengirim paket
"Maaf mas, ini dari siapa ya ?" tanya Khalisa
"Maaf mbak, tadi customer tidak meninggalkan namanya," ucap pengirim paket
"Oke, terima kasih mas," ucap Khalisa
"Astaga, apalagi setelah ini. Tadi sudah cheese cake kesukaan kamu sekarang paket bunga kesukaan kamu juga. Nanti bisa bisa kiriman mobil datang kerumah Ki, kalau enggak besok paket seserahan deh, haha," sahut Risa dengan terkekeh melihat Khalisa
"Halu deeh," sahut Khalisa sambil memutar bola matanya
"Sudah maafkan saja lah Ki," sahut Risa
"Mbak Risa... Kia sudah memaafkan dia, bahkan Kia sudah bilang berulangkali," sahut Khalisa
"Ya gimana lagi, dia masih usaha banget," sahut Risa
"Kia takut deh mbak, kalau tante Misya tahu anaknya kirim kirim beginian ke Kia nanti salah paham lagi," ucap Khalisa
"Iya kamu bilang dong ke dia, jangan kirim kirim beginian langsung kerumah saja bawa mahar, haha," ucap Risa meledek Khalisa
"Iih Kia serius mbak >_<," sahut Khalisa
"Iya iya, sakit tahu," sahut Risa sambil mengelus bekas cubitan Khalisa di tangannya
"Mending sekarang kembalikan saja paket dari dia, sebelum si ibunya tahu," sahut kembali Risa
"Kan cheese cakenya sudah habis, mbak Risa juga ikut makan," sahut Khalisa
"Oh iya yaa, lupa aku. Ya sudah telpon saja dia bilang jangan kirim kirim lagi," sahut Risa
"Yah mbak, nanti kalau Kia telpon dia kepedean lagi," sahut Khalisa
"Lah terus gimana Ki, apa mau kamu temui saja dia?" tanya Risa
"Enggak mau lah mbak, nanti Kia pikir lagi deh dirumah. Otak Kia gak bisa mikir ini, lapar pakai banget. Kia pamit pulang dulu ya, assalamu'alaikum," pamit Khalisa
"Dasar !! hati hati ya, wa'alaikumssalam," ucap Risa
.
.
.
Hai Teman Teman :)
Bagaimana sudah baca sampai sini kan, jangan bosan bosan buat ngikuti cerita selanjutnya ya :*
Makasih banyak buat teman teman readers yang sudah mampir dan baca novel ini
.
.
Semoga teman teman semua sehat selalu dan semangat terus, aamiin
__ADS_1
Terima kasih 👍❤😄