
"Ref, yuk ikutan sholat jama'ah maghrib," ajak Devan yang melihat kawannya itu sibuk dengan ponselnya diatas sofa
"Lo duluan aja deh," sahut Refan
"Ya udah gua tinggal nih ya, padahal Kia paling seneng lho di imami sama cowok ganteng," ucap Devan sambil mengeluarkan smirknya
"Hah. .hah, apa tadi lo bilang Dev ? Oke gua mau deh sholat jama'ah," sahut Refan, "Eh bentar. .bentar gua malu Dev, lo aja deh yang jadi imam nya," imbuh Refan
"Halah sama aja gondrong lu bambang !, Katanya pengen lihat Kia seneng gini aja gak berani," ucap Devan
"Suara gua masih serak Dev, nunggu gua jadi suami Kia aja ya-hehehe," jawab Refan yang sudah berjalan mengikuti Devan untuk bersiap siap sholat maghrib
"Hueeek. .Huek. .mual gua denger omongan lo," sahut Devan
"Hehehe," Refan hanya Terkekeh kecil menanggapi ucapan Devan
Ruang sholat yang tadinya kosong saat ini sudah terdengar lantunan surat surat pendek yang dibaca Devan sebagai imam sholat, dengan suara khas Devan yang begitu merdu semakin menambah kekusyukan saat sholat.
"Assalamu'alaikum warahmatullah ," terdengar ucap salam Devan yang menandakan sholat telah selesai.
Setelah Khalisa beserta bunda, kakanya dan serta Refan selesai melaksanakan sholat maghrib, mereka kembali berjalan menuju ruang keluarga.
"Nak Refan, setelah ini ada acara ?" tanya bunda Aisyah
"Tidak ada tan, hari ini Refan free. Kalau boleh tahu ada apa ya tan ?" tanya balik Refan
"Gini. . Devan kan setelah ini harus nganterin tante buat kondangan, mungkin pulangnya agak malam soalnya jaraknya cukup jauh. Kalau boleh tante nitip Kia ya," ucap bunda Aisyah
Belum sempat Refan menjawab, Khalisa yang tadinya nonton acara tv tiba tiba menjawab ucapan bundanya secepat paket kilat.
"Bunda !! Kia bisa dirumah sendiri kok," bentak Kia, bukan maksud Khalisa untuk membentak bundanya, tapi dia cukup kaget dengan ucapan bundanya barusan.
"Bunda yang gak tega Ki kalau kamu dirumah sendirian!" sahut bunda Aisyah
"Bund !!" rengek Khalisa dengan wajah yang cukup kesal
"Gak papa tan, Refan free kok." sahut Refan dengan hati yang berbung bunga seperti mendapat lampu hijau dari calon ibu mertuanya
"Kia bisa pergi kerumah Febi kok bund," ucap Khalisa
"Terus lo mau pulang sendirian gitu dari rumah Febi ? Gua gak bisa jemput lo ki, arah lokasi kondangan sama rumah Febi gak searah dan cukup jauh Ki," timpal Devan
"Kia bisa naik ojol kok!" ucap Khalisa
"Bunda itu gak tega Ki kalau ninggal kamu dirumah sendirian sampai malam, kamu diajak juga gak mau. Bunda jadi serba salah kalau gini, udah gini aja kamu ikut bunda," Ucap bunda Aisyah
"Gua kasih pilihan lo sama Refan apa ikut ?," sahut Devan
Khalisa masih memikirkan pilihan yang diajukan abangnya itu, kalau dia ikut bundanya otomatis dia harus bertemu teman teman bundanya itu dan sudah pasti dijodoh jodohkan lagi dengan anak anak mereka. Tapi. .kalau memilih bareng Refan, Khalisa terlalu takut kenapa napa nantinya.
"Kalau lo pilih bareng Refan, lo bisa jalan jalan Ki, gak bakal gua biarin kalian dirumah berduaan. Belum rela adik gua yang cantik ini dirumah berdua sama curut satu ini, yang ada nanti ada setan diantara kalian," ucap Devan
"Emmb, ya udah Kia pilih bareng mas Refan," sahut Khalis
"Yes!!" teriak Refan yang terlalu senang dengan jawaban Khalisa
"Ya udah, ayo siap siap keburu malam," sahut bunda Aisyah. Sebenarnya saat ini bunda Aisyah juga takut untuk menitipkan Khalisa pada Refan, tapi apa boleh buat diajakpun Khalisa menolak mentah mentah, ditinggal dirumah sendirian juga gak tega.
.
***
__ADS_1
.
Sekarang jam sudah menunjukan pukul 18.30, mereka sudah siap untuk pergi. Bunda Aisyah dan Devan sudah siap dengan baju batik mereka, Khalisa juga sudah siap dengan outfit ootdnya, polesan bedak tipis, serta jilbab pasmina yang menutup kepalanya semakin menambah kesan cantik dirinya.
Sungguh cantik ciptaanmu Tuhan-Batin Refan saat melihat Khalisa keluar dari pintu rumahnya
"Kia, Refan. Bunda sama Devan pamit duluan ya, nanti kalau kalian datang duluan tunggu kita diteras aja, Assalamu'alaikum," ucap bunda Aisyah
"Iya bund, iya tan, Wa'alaikumssalam" sahut Khalisa dan Refan.
Mobil yang ditumpangi Devan dan bunda Aisyah sudah melaju terlebih dahulu, saat ini tinggalah Khalisa dan Refan masih didalam mobil yang terparkir didepan rumah Khalisa.
"Kita jalan kemana ki ?" tanya Refan
"Terserah mas Refan aja," jawab Khalisa
"Ki, kamu tahu gak kalau jawaban "Terserah" dari cewek itu cukup sulit untuk dipahami cowok," ucap Refan dengan menatap Khalisa
Khalisa yang merasa saat ini Refan sedang menatapnya cukup membuatnya terganggu dan tidak nyaman.
"Maaf mas, kalau jawabku salah," jawab Khalisa dengan menundukkan kepalanya
"Gak perlu minta maaf Ki, kan kamu gak buat salah," sahut Refan
"Mas, maaf jangan menatap Kia seperti itu, Kia ngerasa gak nyaman mas," ucap Khalisa
"Okey . .okey, maafkan aku Ki. Habis kamu malam ini cantik banget, sampai sampai aku terkesima melihatnya," jawab Refan
"Ya udah kita jalan aja dulu mas, sambil menentukan pilihan tujuan kita," ajak Khalisa
Beberapa saat setelah kepergian Devan dam bunda Aisyah, mobil Refan juga sudah melaju keluar dari perumahan rumah Khalisa, jalanan kota di minggu malam juga cukup ramai tapi tidak membuat kemacetan.
πΆπ΅*Kau Cantik Hari Ini
Dan Aku Suka
Dan Aku Suka
Tak Kan Kubiarkan Lagi
Kau Menghilang Dari Kehidupanku
Oo.yeaa πΆπ΅* (Lagu didalam mobil Refan)
Saat ini mobil Refan sudah membelah jalanan kota yang cukup padat, suasana didalam mobil hanya terdengar lantunan lagu dari radio. Lagu yang cukup menggambarkan Khalisa malam ini dimata Refan, Khalisa sendiri sedang asyik menatap keluar cendela menikmati pemandangan jalanan malam yang jarang sekalia dia rasakan.
"Kita jadi kemana, Ki?" tanya Refan, yang sedikit membuat Khalisa merubah posisi duduknya saat ini.
"Gimana kalau kita pergi ke Alun Alun kota Batu, mas," sahut Khalisa dengan seru, dia sudah sangat merindukan naik bianglala disana.
"Boleh, itu ide bagus. Aku juga sudah rindu naik bianglala disana," jawab Refan
"Mas Refan sering naik bianglala disana?" tanya Khalisa seraya memalingkan wajahnya ke arah Refan
"Eemb Rahasia hehe," ucap Refan
"Ihh, nyebelin !! padahal aku serius lho tanyanya," sahut Khalisa yang sudah memajukan bibirnya lima senti setelah mendengar jawab Refan
Refan yang sudah melihat reaksi Khalisa dengan jawabnya tidak mambu lagi menutupi rasa gelinya, dan ingin tertawa sekeras kerasnya.
"Hahaha, manyun nih yee anaknya," sahut Refan sembari tertawa melihat Khalisa
__ADS_1
"Apaan sih mas, gak lucu tau," ucap Khalisa
"Iya . .iya maaf, jangan manyun lagi dong nanti cantiknya hilang lho, man senyumnya" goda Refan
"Oh gak mau senyum nih, yaa udah aku gak mau jawab, dan gak mau pergi kesana," ucap Refan
"Eemb π," menunjukan senyumnya kearah Refan
"Senyummu mengakibatkan diabet, ki," ucap Refan setelah melihat senyuman Khalisa
"Gombalnya mulai deh," sahut Khalisa
"Kamu sering naik bianglala disana Ki ?" tanya Refan
"Ditanya malah balik tanya gimana sih mas," sahut Khalisa.
"Oh iya maaf... maaf lupa, kalau aku udah gak pernah Ki terkahir kali pas jaman SMA itupun sama Devan," sahut Refan
"Berdua sama bang Devan, hehehe ? Aku juga udah lama gak pernah naik lagi mas, dulu waktu awal awal pindah ke Malang ikut Bunda, bang Devan lah yang sering ngajak main ke Batu terus naik bianglala disana," ucap Khalisa
"Kenapa ketawa, pasti kamu lagi mikir kok bisa 2 cowok ganteng naik binglala berduaan aja," sahut Refan
"Hahaha, iya mas abis lucu aja kalau dipikir pikir," jawab Khalis
"Jangan dipikir nanti kamu gak bisa tidur lho, kan repot kalau aku terus berkeliaran dipikiran kamu, hehehe," sahut Refan
"Apaan sih mas," sahut Khalisa "Oh iya, mas Refan mau gak kalau nanti mampir ke ketan lagend habis naik bianglala," tanya Khalisa
"Aku mah mah aja Ki, asal sama kamu," ucap Refan
"Iya jelas sama aku, kan mas Refan perginya sama aku," sahut Khalisa
Tanpa mereka sadari rasa canggung yang tadinya begitu mencekram seprti dirumah hantu kini sudah melebur bersama obrolan obrolan ringan mereka, sesekali juga terdengar gelak tawa dari mereka berdua.
.
.
.
Hai Teman Teman
Gimana sudah baca novelku kan ?
Aku berharap kalian bisa menikmatinya, oh iya kalau ada masukkan buat novelku silahkan kalian tulis aja di kolom komentar ya
Masukkan dari kalian sangat bermanfaat untuk ku:)
Buat teman teman yang sudah penasaran sama visual Khalisa, sabar dulu ya π
.
.
.
Jangan lupa tinggalin πdan β€ di novelku ya
Semangat semuanya
.
__ADS_1
Makasih