
Hari sudah semakin siang jam makan siang juga sudah selesai, suasana restaurant sudah cukup tenang.
Khalisa meminta izin kepada teman temannya untuk mengambil jam istirahatnya.
"Mbak, aku istirahat dulu ya sekalian sholat dulu," pamit Khalisa kepada salah satu teman kerjanya
"Kia, mau sholat ya?" tanya salah satu teman kerja Khalisa dari arah dapur
"Iya mbak, mau barengan ?" tanya Khalisa
"Iya, ayo," jawab teman kerja Khalisa
Setelah beberapa menit Khalisa izin untuk istirahat, dari arah pintu masuk sudah ada beberapa staff dari kantor Refan datang ke resturant termasuk ada Refan, Febi, Octa, dan bos besar.
"Ruang vip kosongkan ?" tanya Refan kepada salah satu waiters restaurant
"Iya pak Refan, ruang vip saat ini masih kosong," ucap waiters
"Siapkan meja meeting dengan total kursi 15," ucap Refan
"Kenapa mendadak, gak ngasih kabar dulu kita kan belum ada persiapan, ini juga sebagian staff masih istirahat dan ibadah," ucap Risa dari arah belakang Refan
"Tidak ada yamg mendadak, memang orang ingin makan harus telpon ke penjual dulu sebelum beli, ini juga sebagai penilaian kami untuk kamu dan karyawanmu disini seberapa siap dan kuat menghadapi customer apalagi dengan jumlah banyak ditambah datang mendadak," sahut Refan
"Terserah lo aja deh, tulis pesanan kalian, gua permisi bantu yang lain," sahut Risa sembari memberi kertas order ketangan Refan
"Haai girls," sapa Risa
"Haai, semangat ya," sahut Febi dan Octa
Mata Refan terus mengelilingi sekitar ruangan di restaurant, dia mencari keberadaan Khalisa tapi tidak nampak sama sekali.
Apa dia tidak masuk ? atau tukar jadwal kerja ? tidak mungkin hari ini ada janji makan malam dengan Devan, oh apa mungkin dia istirahat - batin Refan
"Permisi pak, ruangannya sudah siap" ucap salah satu waiters seketika menyadarkan lamunan Refan
"Oh iya terima kasih, ini untuk kertas orderannya. Nanti siapkan semua sekitar satu jam setelah ini, mineral waternya aja dulu ya," ucap Refan
"Baik pak," jawab waiters
.
.
Refan dan para staff kantornya sudah berjalan kearah lantai dua ke ruangan yang sudah disiapkan.
Khalisa juga sudah kembali bekerja setelah istirahat dan menjalankan kewajiban ibadahnya.
"Ki, ini list pesanan punya kantor, kamu input ke komputer ya," ucap Risa
"Delivery ya bu ?" tanya Khalisa
"Delivery apaan, orang mereka datang rombongan mendadak lagi, untung aja ruang vip kosong mana ada bos besar juga lagi," ucap Risa
"Ya Allah, Kia kira delivery. Mendadak sekali biasanya telpon dulu minta disiapkan," sahut Khalisa
"Tahu tuh," sahut Risa dengan wajah kesal
"Aku bantu ke dapur dulu ya, Ki," sahut kembali Risa
"Siap, semangat !" sahut Khalisa
Khalisa bersyukur hari ini bertugas di kasir, kalau tidak pasti dia sudah diminta untuk mengantar pesanan ke ruang meeting vip, dan pastinya jadi bahan bully bullyan lagi.
Setalah membantu pekerjaan teman temannya, Khalisa kembali ke meja kasirnya dan menyelesaikan pekerjaanya.
"Sibuk sekali," ucap seseorang dihadapan Khalisa
"Iya ada yang bisa saya bantu ?" tanya Khalisa setelah menutup buku catatan kasirnya
"Haa, pak Refan ? ada yang bisa saya bantu ?" tanya kembali Khalisa
"Mau tanda tangan nota pesanan punya kantor," ucap Refan dengan senyum manisnya
"Mohon maaf pak, saya cetakkan terlebih dahulu. Bisa bapak tunggu, atau nanti saya antar ke ruangan," ucap Khalisa
__ADS_1
"Tidak perlu, saya tunggu saja. Kamu mau dibuat bahan gosip lagi kalau naik ke lantai dua," ucap lirih Refan dengan smirk di wajahnya
Khalisa segera menggelengkan kepalanya setelah mendengar ucapan Refan.
"Takut ya?" tanya Refan menggoda Khalisa
"Ini pak silahkan tanda tangan disebelah sini," ucap Khalisa sambil memberikan kertas nota ke Refan
"Ini, semangat kerjanya ya. Sampai ketemu nanti malam," ucap Refan dengan menyerahkan kertas nota ke Khalisa
Khalisa hanya menjawab dengan setengah senyuman saja, dia kembali menyelesaikan pekerjaannya.
"Dia buat masalah lagi ki?" tanya Risa baru saja datang dari belakang Khalisa
"Enggak kok, cuma datang buat tanda tangan saja," jawab Khalisa
"Syukurlah," sahut Risa
.
Setelah jam kerjanya selesai Khalisa memutuskan segera untuk pulang mengingat hari ini ada janji dengan Devan.
"Kia," panggil Refan dari pintu keluar restaurant
"Iya," jawab Khalisa
"Aku antar pulang ya," sahut Refan setelah berjalan kearah Khalisa
"Gak usah mas, saya bawa motor kok," sahut Khalisa
"Oh gitu, ya udah kalau gitu nanti aku jemput jam setengah tujuh ya, hati hati dijalan," sahut Refan
"Iya mas, saya pamit duluan assalamu'alaikum," pamit Khalisa
"Wa'alaikumssalam," jawab Refan
.
***
.
Khalisa merasa sedikit aneh sesampainya di depan rumahnya, nampak ada satu mobil yang terparkir di luar garasi.
"Assalamu'alaikum," ucap salam Khalisa
"Wa'alikumssalam," jawab bersamaan semua orang didalam rumah
"Kia," panggil perempuan cantik duduk di sofa bersampingan dengan bunda Aisyah
"Mbak Gisel," ucap Khalisa berjalan dan memeluk Gisella kekasih Devan
Khalisa melepaskan pelukkannya, dia melihat sudah ada kedua orang tua Gisella dan saudara Gisella
"Assalamu'alaikum om tante," Khalisa beranjak menyalami kedua orang tua Khalisa
"Wa'alaikumssalam, Kia. Bagaimana kabarnya?" tanya ibu Gisella
"Syukur Alhamdulillah baik om, tante. Semoga tante dan om juga baik," jawab Khalisa
"Alhamdulillah baik sayang, baru pulang kerja ya?" tanya ibu Gisella
"Iya tante, hehe," jawab Khalisa
"Kia, sudah ke kamar dulu bersihkan badan terus siap siap ya," ucap bunda Aisyah
"Mau kemana bund ?" tanya Khalisa
"Kan kemarin udah gua bilang," sahut Devan
"Oh makan malam itu ?" tanya Khalisa
"Iya," sahut Devan
"Ki, sampai ketemu nanti ya," sahut Gisella
__ADS_1
"Loh. .loh semua mau berangkat sekarang ?" tanya Khalisa sembari melihat semua orang di ruang tamu rumahnya
"Iya sayang, bunda sama yang lain berangkat sekarang nanti kamu nyusul ya. Bunda sama abang kamu juga harus menyiapkan semua disana sayang," ucap bunda Aisyah
"Ya sudah hati hati ya semua," ucap Khalisa
"Nanti kamu dijemput sama Refan ya, dia sudah tahu kok lokasinya," sahut Devan
"Iya," sahut Khalisa
"Kalau gitu kita berangkat ya, assalamu'alaikum," pamit Devan dan lainnya
"Wa'alaikumssalam," jawab salam Khalisa.
.
Setelah keberangkatan keluarganya, Khalisa menutup pintu dan pergi ke kamar untuk bersiap siap
Satu jam lebih Khalisa habiskan untuk menyiapkan penampilannya, dan sudah selesai menjalankan ibadah sholat maghrib Khalisa menunggu kedatangan Refan di ruang depan.
Tin. .tin (suara klakson mobil Refan)
Khalisa segera beranjak keluar rumah, berjalan ke arah mobil Refan.
"Silahkan princess," ucap Refan mempersilahkan Khalisa masuk ke dalam mobil
"Apaan sih mas, makasih," ucap Khalisa
"Cantik banget sih," ucap Refan menatap Khalisa disampingnya
"Mas, lihat depan jangan kesamping terus, bahaya tahu kalau nyetir gak lihat jalannya," sahut Khalisa
"Iya . .iya," sahut Refan
"Kia, kamu tahu makan malam ini acara apa ?" tanya Refan
"Kia, kurang tahu mas. Tapi Kia tahu makan malam kita nanti dengan siapa," jawab Khalisa
"Memang dengan siapa Ki?" tanya kembali Refan
"Rahasia," jawab Khalisa
"Oh gitu ya, mulai main rahasia," sahut Refan
"Iya biarin aja," sahut Khalisa
"Ki, makasih ya," sahut Refan
"Makasih ? buat apa mas ?" tanya Khalisa
"Kamu mau aku jemput buat makan malam ini," jawab Refan
"Iya mas," sahut Khalisa
Jalanan cukup lenggang, tidak perlu waktu lama Khalisa dan Refan sudah sampai didepan restaurant tempat pilihan Devan.
.
.
.
Hai Teman Teman :)
Maaf ya telat up nya, semoga kalian semua tidak bosan buat menunggu dan membaca novel ini ya.
Terima kasih banyak buat supportnya terus, dan buat masukkan untuk novel ini tulis di kolom komentar ya :)
.
.
sehat sehat semua
semangat terus
__ADS_1
makasih
👍❤