
Tidak terasa waktu begitu cepat, dilirikanya jam dipergelangan tangan sudah menunjukan pukul 23.30, itu berarti sudah waktunya untuk para karyawan restaurant absen pulang.
"Masyallah, rame banget hari ini sampai gak kerasa udah jam pulang aja ya". ucap salah seorang teman Khalisa
"Iya, sampai kaki gua rasanya mau copot mbak". sahut Khalisa
Benar saja hari ini restaurant cukup ramai, sampai membuat kualahan, karena hari ini masuk hari weekend, sabtu malam.
Setelah restaurant tutup, semua karyawan berjalan menuju parkiran, untuk mengambil kendaraan mereka dan segera pulang.
"KIA!". teriak seorang laki laki dari seberang jalan, suara yang tidak asing bagi Khalisa dan teman temannya tapi wajahnya samar samar karena orang itu berada di tempat gelap.
"Pak Refan". ucap Khalisa
"Wah, lo dijemput tuh sama pak Refan", sahut salah satu teman Khalisa
Busyet tuh orang bener bener jemput gua, ngapain sih tadi gua jawab iya, entar kalau bang Aldo apa bunda tanya jawab apa gua-batin Khalisa
"Kia, udah buruan samperin sana Pak Refan kasihan udah nunggu tuh!" perintah Dina ke Khalisa yang masih santai memakai jaket dan helm.
"Iya . . .iya," jawab Khalisa
.
***
.
Setelah selesai memakai jaket dan helm Khalisa berpamitan kepada beberapa teman yang masih ada di parkiran tak terkecuali Dina teman kerjanya hari ini yang sampai ikut lembur juga.
"Hati hati ya," teriak Dina
Dengan menaiki motor maticnya Khalisa
menyebrangi jalan menuju tempat Refan yang sudah menunggunya diseberang sejak tadi pukul 22.00.
"Assalamu'alaikum pak." sapa Khalisa dengan mengucapkan salam
"Wa'alaikumssalam, jangan panggil Pak! ini bukan jam kerja, panggil aja Refan atau Mas," ucap Refan
"Iya, Mas." jawab Khalisa, "Mas, kok jadi jemput saya sih, kan saya bawa motor lagian rumah saya gak searah sama rumah mas." imbuh Khalisa sambil menatap Refan yang sudah menaiki motor besarnya.
"Tadi kan aku bilang mau jemput kamu, dan laki laki itu yang dipegang omongannya, Kia. Aku gak mau kamu kecewa sama aku karna aku ingkar omongan dan lagi ya. . .aku gak mau kamu kenapa napa dijalan karna pulang malam sendirian." jawab Refan dengan senyum genit khasnya
Deg,! jantung Khalisa tiba tiba berdegub kencang setelah mendengar jawaban dari Refan.
"Mari mas jalan pulang, takut bunda dirumah sudah nungguin saya." ucap Khalisa
"Okey, kamu jalan duluan aku bakal ikutin kamu dari belakang," sahut Refan.
.
***
__ADS_1
.
Malam ini jalanan kota Malang masih cukup ramai, apalagi kedai kedai kopi pinggir jalan masih begitu ramai dengan muda mudi yang nongkrong sekedar minum kopi menghabiskan waktu di sabtu malam ini, bareng teman temannya padahal sekarang sudah pukul 23.50.
Ketika sampai lampu merah Soekarno-Hatta ±300 meter dari perumahan tempat tinggal Khalisa, motor Khalisan dan Refan berhenti bersebelahan. Diliriknya kearah samping kiri begitu kagetnya Khalisa, karena laki laki yang dari tadi dibelakangnya kini berada disampingnya dan sedang menatap dirinya dengan senyuman manis.
Omo. . .Omo, kenapa senyuman dia sekarang jadi manis banget kayak lolipop. Apa gua terlalu capek ya sampek ngelihat senyum dia kayak manis banget, aduh sadar Kia sadar dia itu buaya darat .sadar Kia!! - Gerutu Khalisa dalam hati
Flasback On~
Sekitar 3 tahun lalu, tepatnya pertama kali Khalisa masuk untuk interview di restaurant Hello Kopi! dia dihadapkan dengan sosok laki laki yang cukup tinggi, badannya bagus, kulit putih dan tampan.
"Masyallah, begitu indah ciptaan Mu." batin Khalisa sembari menunggu giliran interview
Khalisa yang masih duduk dikursi tunggu sesekali melihat ruangan sekitar, sembari menunggu gilirian namanya dipanggil tiba tiba matanya terfokuskan menatap laki laki itu. Tanpa mereka berdua sadar tatapan mata mereka bertemu dan mereka berdua saling lempar senyuman.
"Ya Tuhan, manis sekali senyumnya, pulang dari sini bisa diabetes gua," gerutu Khalisa
Setelah menunggu beberapa menit kemudian, nama Khalisa sudah dipanggil dan benar saja yang memberikan tes interview kepada Khalisa laki laki yang daritadi Khalisa lihat.
"Bismillah," ucap Khalisa, saat ini jantungnya sudah tak takaruan pipinya sudah merah tapi dia mencoba tenang dan fokus pada interviewnya
***
Satu minggu kemudian, Khalisa sudah mendapat panggilan kerja di restaurant yang dia datangi untuk interview tempo hari.
Hatinya begitu bahagia, hari pertaman dia sangat semangat untuk bekerja. Khalisa juga berharap bisa bertemu laki laki itu lagi, Refan ya itu namanya yang Khalisa tahu ketika mereka berkenalan saat interview.
Benar saja yang diharap Khalisa terkabulkan, Refan datang ke restaurant untuk makan siang. Tapi bukannya senang Khalisa menekuk wajahnya yang tadinya terlihat berseri seri sekarang jadi asam banget.
Oh sudah punya pacar, itu pacar atau istri ya kok serasi banget. Pantaslah mereka yang satu cantik satu tampan, tapi ya tolong dongs jangan pamer kemesraan ditempat umum!-batin Khalisa sedikit kesal sambil melirik kearah dua orang itu
Seketika Refan dan kekasihanya menjadi buah bibir para karyawan, bukan karena apa sebab Refan dikenal fakboi yang sering berganti ganti pacar setelah habis manis sepah dibuang, cowok jaman sekarang.
Dari situlah Khalisa mulai paham akan sikap senyum manis Refan, dan semenjak itu pula Khalisa merasa Ilfeel sama Refan. Dia menepis jauh jauh rasa suka dan kagumnya terhadap Refan agar dia tidak jatuh hati pada tempat yang salah, walaupun Khalisa sadar dia gak mungkin bisa sama Refan, sebab Khalisa merasa tidak cantik.
Flashback Off~
"Masih jauh ?" tanya Refan
"emmb. .enggak kok mas perumahan dekat rumah sakit depan itu," jawab Khalisa
Duh kalau bunda apa bang Aldo nunggu didepan rumah gimana dong, jawab apa kalau ditanya- perang batin Khalisa sepanjang jalan menuju rumahnya
.
***
.
Ketika sampai didepan rumahnya, benar saja bundanya sudah berdiri didepan pintu dan siap berjalan membuka gerbang.
"Assalamu'aliakum, bun," salam Khalisa pada bunda Aisyah
__ADS_1
"Wa'alikumssalam, loh dianter siapa nduk?" tanya Aisyah pada putrinya
"Emmb it.. . itu Mas.." gugup dan bingung jawab pertanyaan bundanya
"Malam Tan, saya teman kerja Khalisa. Maaf tan saya antar anak tante pulang soalnya kasihan pulang sendirian," jawab Refan, yang sontak membuat Khalisa memalingkan badanya ke arah Refan sebab tadi Khalisa belum selesai menjawab
"Oh iya nak Refan, terima kasih banyak. Tante tadi juga kepikiran dia pulang sendiri." ucap Aisyah pada Refan
"Yaudah kalau gitu tante, Khalisa, saya pamit pulang dulu sudah malam. Mari, Assalamu'alaikum," ucap Refan berpamitan pada dua perempuan dihadapanya saat ini
"Wa'aliakumsallam, hati hati." sahut Aisyah dan Khalisa bersamaan.
Setelah dirasa Refan sudah cukup jauh meninggalkan kediaman Khalisa, dua perempuan itu masuk kedalam rumah.
Saat ini perasaan Khalisa takut kalau bundanya bakal tanya tanya tentang Refan, sebab ini adalah moment pertaman kali Khalisa diantar cowok pulang, walaupun naik motor sendiri sendiri. Dan baru Refan lah teman cowok yang tahu kediaman keluarganya.
"Nduk, langsung masuk kamar bersihkan badan dan istirahat ya," ucap Aisyah pada putrinya sambil berjalan menuju kamarnya
***
Setelah ±10 menit Khalisa membersihkan diri dan mencoba mereganggakan otot otot badanya yang sudah dirasa begitu kencang sejak siang tadi.
Tiba tiba notif whatsappnya berbunyi
Tring. ..Tring 📱
"Selamat tidur, princess Khalisa yang cantik semoga lelahmu segera hilang," pesan dari nomer tanpa nama.
Setelah membuk pesan, tanpa ada niatan membalasan pesan itu, Khalisa sudah tau dari foto profilnya kalau nomer itu milik Refan.
Tanpa disadari setelah membaca pesan itu pipi Khalisa sudah mulai merah dan menghangat. Dia merasa cukup senang seharian ini bisa melihat Refan, walaupun rasa ilfeel masih dia rasakan.
Tidak cukup waktu yang lama, setelah Khalisa perang batin memikirkan sweetnya Refan hari ini, mata Khalisa sudah mulai terpejam dan sudah masuk kedalam mimpi.
.
.
.
Foto profile whatsapp Refan
**Hai Teman Teman
Maaf ya kalau Visuslnya gak sesuai harapan kalian
Gimana sudah baca kan novel aku, jangan lupa tinggalkan masukan atau apapun di kolom komentar ya
Masukkan dari kalian sangat berarti bagiku
Jangan lupa tinggakan 👍dan ❤
__ADS_1
Tetap support aku yaa teman teman
terima kasih**