Jangan Salahkan Takdir !

Jangan Salahkan Takdir !
Mencarimu


__ADS_3

"Mbak, maaf Kia sudah membuat keributan di restaurant," ucap Khalisa dengan menangis sesenggukan.


"Kamu gak perlu minta maaf, ini bukan salah kamu. Nenek sihir itu aja yang gak tahu malu buat keributan ditempat umum, dia kira dia dan anaknya siapa bisa menghina orang lain seperti itu," sahut Risa penuh dengan kemarahan


"Kia benar benar tidak enak dengan yang lain mbak, lagi lagi Kia membuat keribut dengan masalah Kia," sahut Khalisa


"Jangan pernah bicara seperti itu sekali lagi!!" bentak Risa


Tidak ada jawaban dari Khalisa, dia hanya menundukkan pandangannya, bulir bulir bening di matanya juga sudah mulai kering.


"Tenangkan dirimu dulu, nanti urusan depan biar aku bantu," ucap Risa mengelus pundak Khalisa


"Mbak, Kia mohon jangan ceritakan hal ini ke Octa dan Febi ya 🙏, atau bunda," pinta Khalisa memelas pada Risa


"mmm," jawab Risa


.


.


Bukan rasa marah atau benci yang tertanam pada diri Khalasi, melainkan saat ini dia merasakan sangat malu. Keributan yang diterjadi memang bukan dia yang buat, tapi itu membuat semua tamu yang datang menyaksikan dan membicarakannya. Sedangkan dia dituntut harus bekerja kembali dan bertemu dengan para tamu direstuaran.


Bagaimana aku harus memulai bekerja, bagaimana kalau mereka berpikir buruk dan menolakku disana ? Apakah aku akan dipecat darisini ?-Hati dan pikiran Khalisa terus bertanya tanya, bahkan rasa takut sudah menyelimutinya saat ini


Jauh dari tempat acaranya, diruang vip yang tertup kini Refan dan Misya sudah duduk berhadapan tidak ada ukiran senyum diwajah mereka. Dan yang ada ibu dan anak itu hanya luapan amarah satu sama lain, beradu mulut tanpa jeda.


Memang benar saat ini ataupun besok hal yang di khawatirkan Refan itu pasti terjadi, melihat penolakan sang mama sebelumnya terhadap Khalsiadia. Di juga tahu betul siapa mamanya, tidak sekali dua kali saja mamanya berbuat seperti ini kepada teman teman perempuannya.


"Ma, Refan sudah besar mau Refan berteman dengan siapa bahkan dekat dengan siapa itu hak Refan !!" ucap Refan


"Mama sampai kapanpun tidak akan pernah mau lihat kamu dengannya, apalagi sampai dekat dengannya mama tidak akan memberi izin, jika perlu mama bisa minta dia dipecat hari ini juga !!" sahut Misya


"Tolonglah jangan bersikap seperti ini. Apa mama tidak malu dengan tamu tamu diluar ? mama dipandang terhormat dikota ini tapi apa yang mama perbuat hari ini, Refan benar benar kecawa dengan mama," sahut Refan


"Mama yang seharusnya kecewa dengan kamu Refan. Sudah mama katakan berulang kali bertemanlah dengan perempuan yang membuatmu untung, bukan buntung. Apalagi dia hanya seorang pelayan direstaurant seperti ini," sahut Misya


"Itu mama bukan Refan, dan asal mama tahu Refan suka dengan Khalisa ! Walaupun saat ini kami belum ada ikatan, Refan akan tetap perjuangkan dia. Bahkan Refan akan terus mendekatinya, dia berbeda dengan perempuan perempuan diluar sana ma, mama bisa kenali dia terlebih dahulu,"Ucap Refan


"Hentikan semua kekonyolanmu itu. Mama akan mencarikanmu calon istri yang sepadan dengan kamu," sahut Misya


"Tidak ma, Refan tidak akan pernah mau dengan calon dari mama!!" bentak Refan, dia mengangkat tubuhnya dan berjalan menjauh dari sofa tempatnya duduk. Perdebatan yang tidak berujung hanya membuat kepala Refan semakin pusing, dia lebih memilih meninggalkan mamanya.


"Refan !! mau kemana kamu ?" teriak Misya dengan menatap punggung Refan sudah lebih jauh darinya saat ini


Tidak akan aku biarkan perempuan itu mengambil anakku. Ck, aku tidak mau hidup anakku susah seperti aku dulu-umpat Misya

__ADS_1


.


***


.


Mungkin rasa malu sudah tidak ada lagi dari seorang diri Misya, masa lalu kelam jugalah yang membuatnya mengubur rasa malu itu.


Bahkan setelah kepergian Refan dari ruang vip, Misya juga memilih kembali ke acara yang dia adakannya bersama teman temannya. Tidak peduli orang akan membicarakannya apa, yang ada saat ini dia hanya ingin menunjukan siapa dirinya dengan semua yang dia miliki.


Restu tidak dia dapatkan, kecewa yang dia raih mungkin itu yang tergambar pada diri Refan saat ini. Rasa kecewa dengan mamanya tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa menyesal dan takutnya pada Khalisa, dia tahu telah banyak membuat Khalisa menangis, itu jugalah yang membuatnya takut semakin sulit untuk mendapatkan Khalisa.


"Kamu dimana sih, Ki ? maafkan aku" ucap lirih Refan dengan memandangi layar ponselnya, benar saja saat ini panggilanya tidak ada satupun yang dijawab oleh Khalisa.


.


.


"Apa kamu tidak berniat menjawab panggilannya ?" tanya Risa melihat layar ponsel Khalisa terus menyala


"Tidak mbak," sahut Khalisa


"Lebih baik mbak Risa kembali bekerja saja," pinta Khalisa


"Tapi Ki.." sahut Risa


"Baiklah, aku pergi dulu," ucap Risa sembari mengankat tumbuhnya untuk melangkah keluar ruangan.


Drrrtt. . .drrttt 📱


Ponsel Risa bergetar dan tertulis sama Refan dilayarnya.


"Pasti dia nyariin Khalisa," ucap Risa sambil memutar bola matanya


"mmm, ada apa lo telpon gua?" tanya Risa dari balik layar ponselnya


"Ris...dimana dia ?" tanya Refan menggebu gebu


"Gak tau," sahut Risa, kemudian mematikan telponnya


tuut . .tuut. .tut


"Ck, sial dimatikan," umpat Refan


Keberuntungan bagi Refan, dari tempatnya duduk sekarang melihat Risa yang berjalan dari arah ruang belakang.

__ADS_1


"Risa," teriak Refan


"Sial, apa yang harus gua katakan sekarang," gumam Risa sambil mencekram bajunya


Tenang Risa, kalau lo kayak gini dia pasti gak percaya sama yang lo ucapkan-batin Risa


"Ris, kenapa lo gak angkat telpon gua?" tanya Refan


"mmm, penting kah ?" tanya balik Risa sembil memutar bola matanya


"Risa dimana Kia? apa dia menangis ? gimana keadaanya? apa boleh gua temui dia?" tanya Refan dengan menggebu geb


Tidak ada suara yang keluar dari mulut Risa, dia hanya membalasa dengan mengangkat kedua bahunya saja.


"Ris, please lo katakan dimana dia. Gua janji gak bakal buat dia nangis," ucap Refan memohon


"Lo pikir dia anak kecil, lo janji janji entar kenyataanya apa ? sudahlah jangam ganggu dia, lagian dia harus kembali bekerja," sahut Risa dengan sinis


"Gua paham betul siapa lo disini, tapi gua harap gak ada keributan lagi yang lo buat disini apalagi nyokap lo itu!" sahut Risa dengan nada meninggi


"Iya gua janji Ris, gua cuma mau minta maaf, tapi kasih tahu dimana dia ? .. apa dia di ruang karyawan belakang ?" tanya Refan


"Enggak," ucap Risa


"Lebih baik lo balik kantor sekarang, atau terusin pekerjaan lo disini, jangan ganggu dia !" perintah Risa


Aku akan menunggu kamu disini, Ki - ucap Refan dalam hati


.


.


.


Hai Teman Teman :)


Maaf telat up nya, karena ada keperluan yang harus diurus dulu 🙏


Gimana sudah bacakan, jangan bosan dulu yaa ini masih masalah awal akan lebih seru di next cerita, ditunggu ya :)


oh iya kalau ada masukkan jangan lupa tulis di kolom komentar ya, karena masukkan kalian sangat berarti untukku


Kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan 👍❤ di novelku ya


sehat sehat semua, dan semangat terus

__ADS_1


makasih teman teman :)


__ADS_2